Senin, 11 April 2011

Bible Study - April 2011

"KITAB MALEAKHI"


Kamis - 07 April 2011


Poin yang ke-II: MENGHORMATI ALLAH SEBAGAI "BAPA" DAN SEBAGAI "TUAN"

Karena para imam tidam tidak mau memperhatikan firman Tuhan dan tidak memberi perhatian untuk menghormati Tuhan sebagai Bapa dan sebagai Tuan, maka Tuhan pun mengirimkan kutuk dan membuat berkat-berkat mereka menjadi kutuk. Tuhan juga akan mematahkan lengan mereka sehingga tidak lagi memiliki kekuatan bahkan Tuhan juga akan melemparkan kotoran untuk mempermalukan mereka di depan orang banyak. Karena itu supaya kita jangan sampai mengalami seperti yang dialami oleh imam-imam tersebut, maka kita harus mau memperhatikan firman Tuhan dan memberi telinga untuk mendengar dengan baik. Dan kita perlu melihat satu contoh kehidupan yang mau memperhatikan firman Tuhan dan yang melakukan perintah Allah itu dengan taat dan setia sampai selesai, yaitu NUH.

Ketika Allah berfirman kepada Nuh untuk membangun sebuah bahtera, Nuh mau memperhatikan firman Tuhan ini dengan baik serta melakukan perintah Allah itu dengan taat dan setia, ia membangun sebuah bahtera menurut ukuran yang telah ditentukan Allah sendiri. Ketika Allah memberi perintah supaya Nuh membangun sebuat bahtera, pada saat itu Nuh sudah tahu apa maksud dan rencana Tuhan dalam hidupnya maupun terhadap dunia ini, ia tahu dan percaya bahwa Allah sudah berencana untuk membinasakan bumi ini dengan air bah. Dan karena Nuh tahu maka iapun dengan taat da setia melakukan perintah Allah sampai selesai. Ibrani 11 : 7 firman Tuhan membuktikan kepada kita bahwa Nuh itu benar-benar berhasil melakukan perintah Allah. Ini tandanya bahwa Nuh itu punya karakter yang benar di mata Tuhan, tidak seperti orang-orang yang hidup sezamannya yang cenderung melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Mereka lebih sibuk memperhatikan dalam hal makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sehingga tidak ada waktu untuk memperhatikan firman Tuhan, mereka juga tidak melihat perbuatan Nuh yang sedang membangun bahtera, mereka tidak mau tahu akan firman Tuhan.

Karena karakter Nuh itu benar di mata Tuhan maka Nuh telah ditentukan Allah untuk menerima kebenaran dan keselamatansesuai dengan imannya, lewat perbuatan Nuh itu ia sedang menghukum dunia ini tetapi menyelamatkan keluarganya dari kebinasaan. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, mari kita semua dengan sungguh-sungguh mendengar firman Tuhan dan melakukannya dengan taat dan setia, supaya kita juga diselamatkan dari murka Allah yang akan datang dengan segera untuk membinasakan bumi dan semua yang ada di dalamnya. Yang perlu kita perhatikan: Yeremia 8 : 20 sikap bangsa Israel pada zaman nabi Yeremia yang tidak mau meresponi firman Tuhan sebingga mereka juga tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada. Sudah lewat musim menuai dan sudah berakhir musim kemarau, tetapi orang Israel tidak diselamatkan juga, mereka bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyelamatkan mereka.
Penyebabnya: karena mereka tidak memberi telinga untuk mendengarkan firman nubuat sehingga mereka pun tidak mengetahui pekerjaan Tuhan dan tidak bisa mengerti tentang arti keselamatan.

Kalau tetap seperti ini maka siapapun orangnya, dari kalangan manapunmereka, bahkan sekalipun mereka mengaku sebagi seorang hamba Tuhan, tetap saja mereka tidak akan diselamatkan. Karena itu gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini, sudah seharusnya kita dengan sungguh-sungguh memperhatikan firman pengajaran dan hidup di dalamnya supaya kita bisa mengetahui pekerjaan Tuhan dan tahu kapan Tuhan itu akan menyelamatkan kita. Jika Tuhan Yesus sudah datang kembali, maka ia akan membawa kita masuk ke dalam kerajaan-Nya
dan menjadikan kita sebagai sidang mempelai perempuan-Nya. Yesus akan datang sebagai Raja di atas segala raja, maka setiap orang yang didapati tidak sesuai dengan ukuran Tuhan akan diserahkan ke tangan antikristus dan akan menganiaya mereka selama 3 ½ tahun. Tetapi gereja Tuhan yang hidup dalam firman pengajaran, akan semakin dikuduskan sampai tidak ada lagi cacat celanya, benar-benar hidup sesuai dengan firman Tuhan kudus dan sempurna.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 14 April 2011


Poin yang ke-II : menghormati Allah sebagai Bapa dan sebagai Tuan.

Yeremia 8 : 20 sikap bangsa Israel pada zaman nabi Yeremia: tidak mau meresponi firman Tuhan sehingga mereka tidak memanfaatkan kesempatan yang ada. Sudah lewat musim menuai dan sudah berakhir musim kemarau, tetapi mereka tidak diselamatkan juga.

Penyebabnya: karena mereka tidak memperhatikan firman Tuhan sehingga mereka pun tidak mengetahui pekerjaan Tuhan.

Gereja Tuhan yang hidup dalam firman pengajaran harus tahu mempergunakan waktu dengan sebaik-baik nya supaya bisa mengetahui segala pekerjaan Tuhan. Misalnya tentang keselamatan yang telah dikerjakan Yesus Kristus di kayu salib sampai kepada kita sekarang ini khususnya dalam menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.
Sekarang ini seharusnya kita sudah terbuka mata melihat kejadian-kejadian yang telah terjadi di belahan dunia ini, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, peperangan terjadi di mana-mana, kita harus tahu bahwa semua kejadian ini merupakan penggenapan firman Tuhan bahwa menjelang kedatangan Tuhan Yesus akan datang masa-masa yang sukar (2 Timotius 3 : 1- 4; Matius 24). Sekaranglah saatnya bagi gereja Tuhan di akhir zaman ini memperhatikan firman Tuhan bahwa sekaranglah saat nya hujan akhir itu tergenapi, hujan akhir untuk mempersiapkan gereja Tuhan itu hidup dalam kebenaran firman Tuhan: taat dan setia melakukan segala perintah Allah.
Penggenapan demi penggenapan firman Tuhan telah terjadi bahkan sudah semakin nyata, karena itu kita harus mempersiapkan diri dengan hidup dalam kekudusan. Maleakhi 4 : 1 firman Tuhan telah menyatakan bahwa sesungguhnya hari Tuhan itu akan datang dengan segera, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik akan menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari Tuhan yang akan datang itu.

ORANG GEGABAH = orang-orang yang sembarangan saja hidupnya, sembarangan beribadah, sembarangan melayani intinya: orang gegabah itu tidak suka memperhatikan firman Tuhan.
ORANG FASIK = orang-orang yang selalu berbuat jahat yaitu yang tidak mau menyesuaikan diri dengan firman Tuhan hatinya cenderung melakukan keinginan hatinya saja.

Maka tidak heran kalau dalam kitab Maleakhi ini yang paling dikoreksi itu adalah para imam yang melayani di Bait Allah, yang selalu berada di dalam bait Allah untuk mempersiapkan korban-korban. Kalau orang-orang yang seperti ini saja masih bisa melakukan hal-hal yang demikian, bagaimana pula dengan orang-orang biasa? sebagai jemaat Tuhan kita harus memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik supaya kita jangan terjebak ke dalam sifat-sifat orang Israel tersebut. Sebab apabila para imam tidak menghormati Tuhan, maka jemaat-jemaatnya juga tidak akan menghormati Tuhan, dan kalau para imam tidak lagi memiliki rasa takut akan Tuhan, maka jemaat-jemaat itu juga pasti tidak takut kepada Tuhan. Kalau imamnya tidak memperhatikan firman maka jemaatnya juga pasti tidak memperhatikan firman Tuhan. Sebab sikap dan perbuatan imam itu berkaitan langsung dengan para jemaat, apa yang dilakukan imam itu jugalah yang dikerjakan jemaatnya.

Hosea 4 : 9 firman Tuhan mengatakan seperti nasib rakyat demikian juga nasib imam atau sebaliknya seperti nasib imam demikian juga rakyatnya. Demikian juga dlm Yehezkiel 22 : 26 - 31 firman Tuhan menegaskan bagaimana rusaknya sikap dan perbuatan para imam dan para penduduk , imam-imam memperkosa hukum Taurat, mereka mencoba mengatur-atur Tuhan, mengajarkan firman Tuhan hanya menurut keinginan hatinya saja. Menajiskan hal-hal yang kudus: memang masih beribadah dan melayani Tuhan tetapi tidak disertai dengan perbuatan-perbuatan yang benar, akibatnya ibadah dan pelayanan mereka menjadi cemar dan tidak berkenan kepada Allah. Karena sikap dan perbuatan mereka demikian maka mereka tidak bisa lagi membedakan yang kudus dengan yang tidak kudus, para imam tidak lagi mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tidak najis dan para jemaatpun melakukan pemerasan terhadap orang asing.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 21 April 2011


Poin yang ke-III : Maleakhi 2 : 10 - 16 himbauan supaya kembali setia kepada perjanjian yang diberikan Allah.

Sejak dalam kitab Perjanjian Lama firman Tuhan sudah menyatakan bahwa nasib umat Tuhan itu sangat ditentukan oleh para imam, kalau umat Tuhan itu mau memperhatikan dan melakukan firman Tuhan yang disampaikan oleh para imam maka mereka akan takut kepada Allah, dan setia melakukan perintah-Nya. Tetapi sebaliknya kalau mereka tidak mau memperhatikan firman Allah maka mereka tidak takut kepada Allah, mereka akan membelakangi Allah dan hidup menurut jalan masing-masing. Maka kalau para imam itu hidup sesuai dengan firman Tuhan, umat Allah itu juga akan hidup dalam kebenaran. Supaya kita bisa kembali setia kepada perjanjian yang diberikan Allah, ada hal yang harus kita buang dari dalam hidup kita, yaitu segala kepercayaan yang berasal dari nenek moyang, seperti adat istiadat/tradisi-tradisi yang biasanya disertai dengan ritual-ritual yang cenderung kepada penyembahan berhala. Maka kalau kita lihat bangsa Israel ketika keluar dari Mesir dalam pimpinan Musa, mereka semua keluar dari Mesir dan tidak ada seorang pun yang tidak bebas dari perbudakan. Tetapi setelah dalam perjalanan di padang gurun menuju tanah Kanaan mereka semua ditewaskan oleh Allah kecuali Kaleb dan Yosua.

Penyebabnya: karena mereka lebih menuruti hawa nafsu/keinginan daging dan tetap terikat kepada kebiasaan-kebiasaan yang selama ini mereka lakukan, mereka juga terjebak kepada penyembahan berhala (1 Korintus 10).

Ini menunjukkan bahwa untuk masuk ke dalam kerajaan sorga lebih dahulu harus mengalami penyucian hidup, baik itu dari dosa, dari penyembahan berhala maupun dari sikap dan perbuatan yang bertentangan dengan firman Tuhan. Daniel 12 : 1 penyucian itu disertai dengan datangnya waktu kesesakan/kesukaran yang besar seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai kepada akhir zaman, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Sama seperti yang telah terjadi pada zaman sekarang ini, kita semua sudah melihat atau mendengar berbagai-bagai kejadian yang sedang menimpa dunia ini, misalnya berita tangan kelaparan, peperangan antar bangsa/saudara, teror di mana-mana, gempa bumi yang mengakibatkan tsunami, banjir atau longsor, semua kejadian ini sudah merenggut banyak nyawa yang melayang. Tetapi lewat firman Tuhan tersebut, kita mengetahui bahwa semua itu sengaja Tuhan ijinkan terjadi untuk dipakai sebagai sarana menyucikan hidup kita. Tuhan mau lihat apakah ditengah-tengah penderitaan yang begitu berat itu manusia masih mencari Tuhan dan meminta pertolongan kepada-Nya. Kalau dunia ditimpa oleh malapetaka yang begitu dahsyat, tetapi umat Tuhan yang percaya kepada firman Tuhan dan yang hidup dalam kebenaran akan tetap terpelihara dengan baik.

Yang dijamin selamat dari kesukaran yang besar itu adalah gereja Tuhan yang telah didapati namanya tertulis dalam kitab kehidupan.

Wahyu 14 : 1- 5, firman Tuhan telah menentukan khususnya dari bangsa Israel ada sebanyak “seratus empat puluh ribu orang” yang dijamin selamat dari kesusahan yang besar itu sebab telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang telah mengalami:

- penebusan oleh darah Kristus
- yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan
- murni sama seperti perawan (=dikuduskan dan disempurnakan
- di dalam mulutnya tidak ada dusta
- tidak bercela (=tidak ada lagi dosa = telah disempurnakan)


Dan firman Tuhan sendiri memberi contoh tentang kesetiaan itu bagaikan hubungan suami istri sebagaimana telah dikatakan dalam Maleakhi 2 : 14 - 16 Allah yang Esa itu telah menjadikan suami istri itu daging dan roh, sekalipun demikian yang diinginkan Allah dari kesatuan itu ialah keturunan ilahi. Karena itu sebagai suami maupun sebagai istri sama-sama hrs menjaga hubungan suami istri itu dengan sebaik-baiknya, jangan berkhianat atau jangan mencari perempuan atau laki-laki lain demi untuk memuaskan hawa nafsunya. Allah itu sangat benci yang namanya perceraian, karena itu jangan ada perempuan lain atau laki-laki lain selain dari pasangan yang telah ditetapkan Tuhan bagimu. Karena itu baik sebagai suami atau sebagai istri, sama-sama harus hidup di dalam firman Tuhan sama-sama di dalam kebenaran, sama-sama harus mengalami tanda pembaharuan, maka akan terjadilah seperti yang diinginkan Tuhan di dalam keluarga kita: keturunan yang ilahi, yang telah dikuduskan oleh Tuhan sendiri.

Yohanes 15 : 3 alat yang dipakai Tuhan untuk menyucikan hidup kita adalah firman Tuhan, Yesus mau supaya kita tinggal di dalam Dia dan melekat kepada Kristus seperti ranting yang melekat pada pokoknya. Jika kita sudah tinggal di dalam Kristus sama seperti ranting melekat pada pokok, maka hidup kita akan tetap terpelihara dengan baik, baik jasmani maupun rohani kita akan terpelihara dengan sempurna sampai Kristus datang kembali dan menjadikan kita sebagai mempelai perempuan-Nya (1 Tesalonika 5 : 23).



“KRISTUS ANAK DOMBA PASKAH”


Kamis - 28 April 2011


Saudara-saudara, harus tetap kita ingat bahwa tidak ada jalan lain yang bisa menyelamatkan manusia dari maut, tidak ada jalan lain yang bisa menghapus dosa, dan tidak ada yang bisa membawa kita bertemu dengan Bapa, kecuali lewat Tuhan Yesus Kristus. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa dan maut : datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya maka kuasa korban Kristus itu akan memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga. Yesus adalah Anak Domba yang telah disembelih sebagai korban penghapus dosa dunia. Disebut korban Kristus: karena Ia rela mati di kayu salib dan dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali. Kematian-Nya adalah sebagai korban penebusan yang menjadikan kita sebagai umat Tuhan, sedangkan kebangkitan-Nya adalah untuk memberikan kelepasan dari segala kuasa-kuasa kegelapan, oleh kebangkitan-Nya kita menang terhadap dosa dan maut.

Keluaran 11 : 1 - 11 pada perayaan Paskah yang pertama anak domba paskah itu ditangkap pada tanggal sepuluh dan dikurung sampai hari yang keempat belas, jadi anak domba itu dikurung selama empat hari sebelum disembelih sebagai korban Paskah. Ini merupakan firman nubuatan tentang kematian Yesus Kristus yang telah digenapi ketika Yesus mati di kayu salib sebagai korban Paskah.
Empat hari = empat ribu tahun, sebab dihadapan Tuhan satu hari sama dengan seribu tahun dan seribu tahun sama dengan satu hari (2 Petrus 3 : 8). Dari zaman Adam sampai ke zaman sampai Yesus lahir ke dunia ini empat ribu tahun, jadi sebelum Yesus lahir dan sebelum Yesus mati firman Tuhan sudah lebih dahulu menubuatkan, bahkan tentang semua pekerjaan-Nya juga sudah dinubuatkan oleh firman Tuhan. Yesus itu adalah Anak Domba Allah yang dipersiapkan Allah sendiri sebagai korban Paskah, yang berfungsi untuk:

- sebagai korban penebus dan sebagai korban pendamaian bagi segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini -

Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 rasul Paulus menerangkan kepada jemaat di Korintus bahwa Yesus itu adalah Anak Domba Paskah yang telah disembelih. Karena itu firman Tuhan memberi ketegasan soal merayakan Paskah, ada yang harus kita lakukan yaitu: membuang segala ragi yang lama yaitu ragi keburukan dan kejahatan. Supaya layak merayakan Paskah kita semua harus membuang segala sifat dan karakter yang bertentangan dengan firman Tuhan, kita harus mau membuang segala bentuk kejahatan yang selama ini kita lakukan.
Kemudian dalam merayakan Paskah harus disertai dengan makan roti yang tidak beragi, artinya setelah kita menerima korban Paskah harus dilanjutkan dengan sikap menerima firman Tuhan, mengkonsumsi firman Tuhan itu sebagai kebutuhan dalam hidup. Jika demikian maka korban Kristus itu akan layak kita terima, korban Kristus itu akan menghapuskan segala dosa dan akan menyucikan kita dari segala kejahatan. Dengan kata lain: kita akan menjadi adonan yang baru, hidup yang telah mengalami tanda pembaharuan. Sebaliknya kalau tetap dengan cara hidup yang lama, ia tidak akan bisa disebut sebagai adonan yang baru sebab ia belum dilepaskan dari cara-cara hidup yang lama.
Efesus 5 : 22 - 24 pekerjaan Kristus sebagai Suami: Ia mau menyerahkan diri-Nya untuk menyelamatkan tubuh-Nya lewat kematian Nya di atas kayu salib. Ingat! Yesus mati di kayu salib bukan karena dosa-dosa-Nya dan bukan pula karena kejahatan-Nya, tetapi kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menanggung segala kejahatan kita, memikul segala kesesangraan kita, Yesus tertikam bukan karena pelanggaran-Nya tetapi karena pemberontakan kita, Yesus diremukkan karena kejahatan kita juga. Yesus mati dikayu salib supaya ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya dan supaya oleh bilur-bilur-Nya kita bisa menjadi sembuh (Yesaya 53 : 3 - 5). Inilah bukti tanggung jawab Kristus sebagai Kepala, Ia rela menyerahkan nyawa-Nya demi untuk menyelamatkan tubuh-Nya. Tuhan Yesus Kristus adalah Kepala jemaat yang sanggup menyelamatkan jemaat dan membawa jemaat itu menjadi satu di dalam tubuh Kristus. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tunduk kepada Kristus dalam segala hal, sama seperti seorang istri tunduk kepada suaminya dalam segala sesuatu.
Tidak ada jalannya Saudara bisa diselamatkan kalau tidak tunduk kepada Kristus sebagai Kepala, dan tidak ada cerita seseorang itu bisa masuk ke dalam kerajaan sorga kalau ia tidak melakukan segala firman Tuhan. Tugas kita sebagai jemaat: belajar mengasihi Tuhan, sebab sebagai Gembala yang baik Ia telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya supaya domba-domba itu menjadi satu kawanan dengan satu gembala yang digembalakan dalam firman pengajaran. 1 Yohanes 3 : 16 praktek mengasihi itu adalah wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Sebagaimana Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya demikian juga kita harus mampu menyerahkan nyawa kita untuk orang lain. Inilah praktek mengasihi yang benar.
Haleluya....!!!

Selasa, 15 Maret 2011

Bible Study - Maret 2011

“KITAB MALEAKHI”

Kamis, 10 Maret 2011


Ibrani 12 : 16 - 17 Esau karena tidak menghargai didikan Tuhan, akibatnya sangat fatal:

- ketika hendak menerima berkat, ia ditolak
- tidak beroleh kesempatan memperbaiki kesalahanannya.

Bahkan sikap dan perbuatan Esau ini disejajarkan dengan orang yang suka melakukan percabulan yang nafsunya rendah.

NAFSU RENDAH = tidak mau mengarahkan pandangannya kepada perkara-perkara yang di atas/sorga.

Kalau kita lihat dalam Matius 3 : 13 - 17 Yesus sendiri sebagai Anak bersedia melakukan kehendak Allah, yaitu mau memberi diri dibabtis oleh Yohanes pembabtis di sungai Yordan. Memang pada awalnya Yohanes pembabtis ragu-ragu dan tidak bersedia membatiskan Tuhan Yesus, tetapi karena Yesus mengatakan bahwa babtisan itu adalah untuk “menggenapkan seluruh kehendak Allah” barulah Yohanes mau membabtiskan Yesus.

Saudara-saudara, babtisan itu bukan hanya sekedar dilakukan begitu saja, babtisan itu bukan aturan gereja bahkan bukan syarat supaya bisa masuk ke gereja, tetapi babtisan itu tujuannya adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Andaikata babtisan itu hanya sekedar peraturan organisasi gereja saja, maka Yesus tidak perlu pergi ke sungai Yordan untuk dibabtis oleh Yohanes, tetapi karena babtisan itu adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah maka Yesus pun harus memberi diri-Nya dibabtis. Maka untuk orang yang mau melakukan kehendak Allah tidak boleh dihalang-halangi bahkan tidak boleh dikurang-kurangi, seluruh kehendak Allah itu harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh.
Kalau mau melakukan seluruh kehendak Allah: langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati dan ada suara yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Artinya: kalau kita mau melakukan seluruh kehendak Allah maka Allah pun akan mengakui kita sebagai anak-Nya. Hal ini sangat berkaitan dengan Yakobus 2 : 22 iman itu bisa menjadi sempurna jika disertai dengan perbuatan-perbuatan baik, yaitu perbuatan-perbuatan yang berkenan kepada Allah. Esau memandang rendah kesulungannya maka sikap dan perbuatannya selalu bertentangan dengan firman Tuhan, tetapi Yakub karena menghargai kesulungan ia rela melepaskan perkara yang jasmani demi untuk mendapatkan perkara rohani. Inilah yang dimaksud dengan perbuatan-perbuatan baik yang berkenan kepada Allah.
Ibrani 6 : 19 pengharapan itu digambarkan seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yg telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, maksudnya kita harus hidup berpengharapan kepada Tuhan supaya sikap seperti Esau itu tidak masuk ke dalam hidup kita. 1 Petrus 1 : 3 firman Tuhan mengatakan taat kepada firman Tuhan itu hasilnya: kita akan dibawa kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, yaitu berhak menerima “suatu bagian” yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, inilah hidup kekal bersama dengan Kristus dalam kerajaan sorga (ayat 4).
YOSUA contoh orang yang mau melakukan/bertindak melakukan tepat seperti yang telah diperintahkan Allah kepadanya, segala janji Allah itu bisa terlaksana karena Yosua mau melakukan kehendak Allah. Yosua1 : 1 - 9 setiap tempat yang diinjak kakinya akan diberikan Allah kepadanya, Allah sendiri yang menentukan tempat yang akan menjadi miliknya dan Allah juga berjanji untuk tetap menyertai ke manapun ia pergi.
Kuncinya: jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, jangan kecut dan jangan tawar hati dan jangan lupa memperkatakan kitab Taurat Tuhan dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Inilah yang membuat maka Yosua bisa bertindak dengan hatihati sehingga perjalanannyapun berhasil dan beruntung. Setiap orang yang mau melakukan segala kehendak Allah maka Allah akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemenangan demi kemenangan setiap hari.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 17 Maret 2011


ESAU = gambaran gereja Tuhan yang tidak menghargai kemurahan Tuhan, tidak menghargai ibadah dan penggembalaan. Memandang ringan hak kesulungan = tidak menghormati Tuhan sebagai Bapa (Maleakhi 1 : 6), sekarang : sama dengan tidak menghormati ibadah, tidak menghargai pelayanan, tidak menghormati bapa rohaninya/penggembalaan.

Akibatnya: tidak akan berhak masuk ke dalam kerajaan sorga.

NABOT orang Yizreel adalah contoh orang yang sangat menghormati/menghargai warisan. Dalam 1 Raja-raja 21 dijelaskan Nabot orang Yizreel ini mempunyai kebun anggur di samping istana raja Ahab, raja Samaria. Karena itu Ahab pun mencoba ingin mengambil atau membeli kebun anggur tersebut supaya menjadi miliknya. Ahab rela membelinyadengan uang atau menggantinya dengan kebun anggur yang lebih baik atau yang lebih lebar dari miliknya itu, tetapi Nabot tidak rela melepaskan kebun anggur tersebut walaupun dengan kebun anggur yang lebih baik atau dengan uang yang banyak.
Mengapa? sebab Nabot itu adalah orang yang sangat menghargai warisan, Nabot itu sangat mengerti bahwa warisan itu tidak tergantikan dengan uang yang banyak. Karena itu Nabot mempertahankan kebun anggurnya itu dan tidak takut walau nyawanya sendiri harus terancam, Nabot tidak mau kompromi dengan Ahab.

Nabot ini ganbaran gereja Tuhan yang meresponi setiap firman Tuhan dan tahu menghormati Tuhan sebagai Bapa.
Sedangkan raja Ahab ini sama seperti Esau yang tidak menghargai warisan, menganggap remeh warisan, maka Ahab harus menanggung akibatnya.

Untuk kita sekarang: warisan sulung itu adalah berkat yang paling besar sebab nama kita telah terdaftar dalam kitab kehidupan, kita diakui sebagai umat Allah bahkan sedang dipersiapkan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang akan dikuduskan dan disempurnakan. Ibrani 12 : 22 - 23 YERUSALEM SORGAWI itu menunjuk gereja Tuhan yang telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Karena itu supaya kita bisa menghargai warisan/hak kesulungan: kita harus bertumbuh terus hingga menjadi dewasa rohani, dewasa dalam iman, dalam pengharapan maupun dalam kasih akan Allah. Tidak ada seorangpun yang bisa menghargai kesulungan itu kalau ia tidak dewasa rohani, justru ia akan menganggap remeh sama seperti Esau yang meremehkan kesulungannya sehingga ia tidak layak diberkati oleh ayahnya, Ishak.
Hal ini juga telah dijelaskan dalam kitab Galatia 4 : 1 - 4 selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu, ia masih berada di bawah pengawasan sampai ia menjadi dewasa.
Demikian juga setiap orang yang belum dewasa rohaninya, ia tidak layak masuk ke dalam kerajaan sorga sebab ia masih takluk kepada dosa, diperhamba oleh dosa dan tidak bisa mengalahkan segala bentuk pencobaan dari siiblis. Setiap orang yang belum dewasa rohaninya, ia masih takluk kepada roh-roh dunia. Tetapi setelah genap waktunya (=setelah ia menjadi dewasa) barulah ia berhak mendapatkan segala warisan yang telah ditentukan bapanya, setelah menjadi dewasa rohani barulah layak disebut sebagai pewaris kerajaan sorga. Galatia 5 : 13 - 14 setelah kita dimerdekakan dari dosa, kita harus mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam kebenaran dan melayani seorang akan yang lain dengan kasih. Orang yang dewasa rohaninya barulah bisa mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri dan mengasihi Allah dengan tepat dan benar.

Maleakhi 4 : 1 resiko yang akan dihadapi kalau tidak mau meresponi firman Tuhan: akan disamakan dengan gegabah atau seperti jerami yang akan terbakar oleh hari Tuhan yang menyala seperti perapian. Kehidupan seperti Esau yang tidak menghargai kesulungan dan yang tidak meresponi firman Tuhan, akan dibakar seperti gegabah atau seperti jerami, di mata Tuhan tidak ada harganya sedikitpun.
Karena itu sebagai jemaat ataupun sebagai hamba Tuhan, mari kita bersama-sama menghargai kesulungan itu dan membuatnya lebih dari segala yang ada pada kita. Jika kita sudah menghargai kesulungan itu maka Tuhan akan mempersiapkan kita untuk menerima berkat yang lebih besar lagi, nama kita terdaftar dalam kita kehidupan Anak Domba, kita diakui sebagai jemaat yang berkenan kepada-Nya.
Haleluya.........!!!



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 24 Maret 2011


Poin yang ke-II : MENGHORMATI TUHAN ALLAH SEBAGAI BAPA.

Maleakhi 1 : 6 - 14; 2 : 1 - 9 Firman Tuhan menghimbau supaya kita menghormati Tuhan sebagai Bapa dan memiliki rasa takut karena Tuhan itu adalah Raja di atas segala raja dan sebagai Tuan. Khusus dalam kitab Melakhi ini sikap bangsa Israel yang sangat dikoreksi Tuhan:

1. mencemarkan korban (1 : 6 - 8),
2. acuh tak acuh kepada Allah (1 : 9 - 11)
3. selalu menyusahkan Allah (1 : 12 - 14).

Inilah yang membuat sehingga firman Allah datang menegor dan mengoreksi mereka dengan tegas dengan mengatakan: “Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?” dan yang paling dikoreksi itu adalah para imam yang suka menghina nama Tuhan dan meja Tuhan dengan cara membawa roti cemar, membawa binatang yang buta, yang timpang atau yang sakit untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Ada dua penampilan Tuhan: sebagai BAPA dan sebagai TUAN.
Padahal binatang-binatang yang demikian kalau dipersembahkan kepada bupati saja tidak boleh apalagi kepada Tuhan, tetapi para imam itu melakukan hal-hal yang demikian. Ini suatu kemerosotan iman, rohani para imam pada zaman Maleakhi itu benar-benar sudah bobrok sehingga firman Tuhan begitu tegas mengoreksi mereka supaya jangan terus menerus melakukan hal-hal yang demikian. Posisi Tuhan itu ada dua yaitu sebagai Bapa dan sebagai Tuan. Sebagai Bapa: kita harus menghormati Tuhan, sebagai Tuan: kita harus memiliki rasa takut.
Caranya: beribadah yang benar dengan membawa tubuh kita ini sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Inilah ibadah dan persembahan yg sejati (Roma 12 : 1). Beribadah dan melayani Tuhan ada kaitannya dengan takut akan Tuhan, ada kaitannya dengan menghormati Tuhan sebagai Bapa. Maksudnya: kalau kita mau beribadah maupun melayani Tuhan harus disertai dengan sikap yang benar, yaitu menghormati Tuhan sebagai Bapa, harus ada rasa takut dalam hidup kita, takut berbuat dosa, takut tidak melayani, takut tidak berkorban, dll.
Karena itu supaya kita bisa menghormati Tuhan sebagai Bapa dan memiliki rasa takut akan Tuhan, kita harus mengalami ketiga korban seperti yang telah dijelaskan dalam Keluaran psl 29: ada lembu jantan dan dua domba jantan.
- LEMBU JANTAN = ada tanda pendamaian, diperdamaikan dengan Allah maupun dengan sesama.
- DOMBA JANTAN I = ada penyerahan diri untuk beribadah maupun melayani Tuhan.
- DOMBA JANTAN II = ada tahbisan atau tanggung jawab, bertanggung jawab melakukan tugasnya dengan baik.
Untuk mengolah korban-korban tersebut dibutuhkan proses yang sangat panjang, setelah disembelih, binatang itu juga harus dikuliti, dipotong-potong lalu dibersihkan menurut bagian-bagian tertentu, setelah itu barulah boleh dipersembahkan di atas mezbah. Sebagai jemaat Tuhan kalau rindu berkenan kepada Allah, kita juga harus mengalami proses demi proses sama seperti korban-korban tersebut di atas. Keluaran 29 : 17 ada dua bagian penting yang kita ketahui dari potongan-potongan tersebut:
ISI PERUT
= perkara dalam (keinginan-keinginan dalam hati)
BETIS
= perkara luar (langkah-langkah perjalanan).
Ibrani 4 : 12
firman Tuhan itu bagaikan PEDANG yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, yang sanggup memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, firman Tuhan itu sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Firman Tuhan itu sangat berguna untuk menyucikan seluruh hidup kita, baik perkara dalam maupun perkara luar dan kalau firman Tuhan itu sudah tampil seperti pedang maka firman Tuhan itu akan memisahkan segala dosa dan kejahatan kita sehingga kita menjadi jemaat yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Ibrani 4 : 9 - 11 menjelaskan kepada kita kalau Tuhan memberikan firman-Nya tujuannya adalah supaya kita bisa masuk ke tempat perhentian yang telah disediakan Allah, sama seperti Allah telah berhenti dari segala pekerjaan-Nya demikian juga kita akan berhenti dari segala pekerjaan, kita akan bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya di dalam kerajaan yang kekal, yaitu sorga. Untuk itu marilah kita lebih sungguh-sungguh dan lebih serius dalam beribadah dan dalam melakukan firman Tuhan supaya kita bisa menghormati Tuhan sebagai Bapa dan memiliki rasa takut. Kalau dunia sedang lenyap dengan segala keinginannya, tetapi kita sebagai anak-anak terang justru semakin bertumbuh dan bertumbuh sampai menjadi dewasa rohani.


"KITAB MALEAKHI"


Kamis - 31 Maret 2011


Poin yang ke-II: MENGHORMATI ALLAH SEBAGAI "BAPA" DAN SEBAGAI "TUAN"

Sikap bangsa Israel yang sangat ditentang Allah:

- tidak hormat kepada Tuhan sebagai Bapa
- membawa persembahan cemar
- tidak takut kepada Tuhan sebagai Tuan
- acuh tak acuh/menyusahkan Tuhan


Dan dalam hal ini yang paling dikoreksi ialah PARA IMAM yang telah menyimpang dari kebenaran karena membawa PERSEMBAHAN YANG CACAT: membawa kambing domba, lembu sapi yang cacat, yang buta atau yang sakit. Dengan berbuat demikian berarti mereka sudah tidak lagi menghormati Allah sebagai Bapa dan tidak lagi memiliki rasa takut kepada ALlah sebagai Tuan. Padahal sejak dalam Kitab Keluaran 29 firman Tuhan sudah memberi ketegasan dalam hal membawa korban persembahan kepada ALlah. Salah satu korban yang telah diatur supaya tetap dilakukan adalah mengenai KORBAN PAGI DAN KORBAN PETANG, ini sama dengan KORBAN HARIAN yang setia hari harus dibawa untuk dipersembahkan kepada Allah.
Malekhi 1 : 7 membawa ROTI CEMAR ke atas Mezbah sama dengan menghina nama Tuhan. Mempersembahkan binatang buta, timpang dan sakit sama dengan perbuatan jahat yang sangat dibenci oleh Allah sebab sama saja dengan menghina Tuhan.
Karena itu firman Tuhan dalam 2 Korintus 6 : 17 - 18 menjelaskan cara menghormati Tuhan sebagai Bapa ada beberapa sikap yang harus kita lakukan:
- keluar dari persekutuan yagn tidak benar, memisahkan diri dari cara-cara hidup yang tidak benar (= cara hidup orang yang tidak mengenal kebenaran) dan jangan menjamah yang najis.
Kalau ini sudah kita lakukan maka Tuhan akan menerima kita sebagai umat-Nya, kita layak menyebut Tuhan itu sebagai Bapa dan kita pun akan diakui sebagai anak-anak Allah. Sama seperti yang dikatakan firman Tuhan dalam Mazmur 84 : 11 cara hidup orang yang takut akan Allah itu selalu suka tinggal di dalam rumah Tuhan, dan TIDAK SUKA TINGGAL DIKEMAH-KEMAH ORANG FASIK.
Berkorban itu artinya adalah: sesuatu yang diberikan atau yagn dibawa kepada Tuhan sebagai persembahan.
Pada zaman akhir ini banyak orang mengaku percaya kepada Tuhan, beribadah dan melayani Tuhan, tetapi dalam prakteknya mereka sedang menghina nama Tuhan. Dalam mulut mereka memang mengaku sebagai anak-anak Allah tetapi tidak menghormati Tuhan sebagai Bapa, menagku Yesus sebagai Tuhan tetapi di dalam dirinya tidak ada rasa takut akan Tuhan. Sikap dan perbuatan mereka selalu bertentangan dengan firman Tuhan, hidup dalam hawa nafsu dan keinginan yang duniawi.

Contohnya dalam Matius 7 : 21 - 23 Tuhan Yesus mengatakan:
- ada orang yagn berseru-seru kepada Tuhan tetapi tidak layak mendapat hidup yang kekal, bahkan ada orang yang berhasil mempunyai karunia yagn besar, seperti bernubuat, mengusir setan demi nama Tuhan bahkan mampu mengadakan mujizat, tetapi sayang tidak berhasil menjadi orang yagn berkenan kepada ALlah.
Mengapa orang-orang yang demikian tidak berkenan kepada Allah?
Penyebabnya: karena disamping mereka berseru-seru kepada Tuhan, disamping mereka melayani Tuhan, mereka juga masih mempunyai SIKAP DAN PERBUATAN YANG SANGAT DIBENCI TUHAN, yaitu suka melakukan kejahatan, mereka karakter yang tidak berkenan di hati Tuhan. Dan karena karakternya tidak benar di mata Tuhan maka ibadah dan pelayanan mereka juga tidak benar di mata Tuhan. Akibatnya: mereka di usir dan di samakan dengan orang-orang yang selalu berbuat kejahatan.
Maleakhi 2 : 2 karena pada imam tidak memperhatikan firman Tuhan dan tidak memberi perhatian untuk menghiormati nama Tuhan, akibatnya: Tuhan Allah mengirimkan kutuk dan akan membuat BERKAT-BERKATNYA MENJADI KUTUK. Bahkan Tuhan juga akan mematahkan lengannya sehingga TIDAK ADA LAGI KEMAMPUAN UNTUK BERBUAT, Tuhan ALlah juga akan melemparkan kotoran ke mukanya, artinya akan DIPERMALUKAN di depan semua orang.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan yang hidup di akhir zaman ini, marilah kita lebih sungguh-sunnguh lagi memperhatikan firman Tuhan dan melakukannya, sebab jika sudah memperhatikan dan melakukan firman Tuhan dengan baik maka firman Tuhan itu akan mengarahkan kita supaya bisa/mampu menghormati Tuhan sebagai Bapa dan tetap memiliki rasa takut akan Tuhan, takut berbuat dosa, takut kalau tidak beribadah dan melayani Tuhan.




Kamis, 06 Januari 2011

Bible Study - Januari 2011

“BERKAT NATAL”


Bible Study
Kamis - 30 Desember 2010



Setelah Yesus lahir sebagai bayi, Ia bertumbuh terus hingga menjadi dewasa, bertambah besar dan menjadi kuat dan penuh dengan hikmat. Ini juga menggambarkan kerohanian kita dalam mengikut Tuhan, setelah kita mengalami proses “lahir baru” selanjutnya kita juga harus bertumbuh dan menjadi dewasa rohani supaya kita menjadi kuat dan Tuhan mengaruniakan hikmat-Nya. Mengapa kita harus memiliki hikmat?
Hikmat itu sangat perlu, sebab dengan hikmatlah segala masalah dapat diselesaikan dan dengan hikmatlah kita dapat mengalahkan segala bentuk tipu siasat Iblis. Kalau iman percaya kita sudah bertumbuh menjadi dewasa maka kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kuat rohaninya dan kita akan menjadi orang Kristen yang memiliki hikmat. Amsal 9 : 1 - 2 khusus dalam membangun rumah yang paling dibutuhkan adalah hikmat supaya dapat mendirikan ketujuh tiangnya. Demikian juga dalam membangun rumah tangga yang dibutuhkan tidak cukup hanya kekuatan tetapi juga harus dengan hikmat dari Tuhan. Supaya baik sebagai suami maupun sebagai seorang istri dapat menjalankan rumah tangganya itu dengan baik, sejahtera, tidak dengan sungut-sungut tetapi penuh dengan kasih yang satu dengan yang lainnya.

SALOMO setelah menjadi raja Israel tidak pernah berperang dengan bangsa-bangsa lain. Tetapi sekalipun demikian kerajaannya aman dan kokoh/kuat sebab Tuhan memberikan hikmat yang besar kepadanya. Bahkan ketika terjadi masalah antara dua orang perempuan yang saling mengaku sebagai ibu bagi anak yang masih hidup, dengan hikmat Salomo mengambil pedang dan hendak membelah dua anak tersebut. Benar, bahwa hikmat itu bisa menyelesaikan masalah tersebut, sebab ketika Salomo mengangkat pedangnya dan hendak membelah anak tersebut, perempuan yang punya anak itu berkata: “Ya, tuanku! Berikanlah kepada nya anak yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Sedangkan perempuan lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah” (1 Raja-raja 3 : 16 - 28).
Dari perkataan perempuan itu nampaklah siapa yang empunya anak yang hidup itu dan Salomo pun dapat memberikan anak yang hidup itu kepada perempuan yang benar-benar empunya anak yang hidup itu. Mengapa Salomo mampu membedakan mana perempuan yang benar dan mana perempuan yang tidak benar? jawabannya karena hikmat Allah ada pada Salomo. Hikmat itulah yang membuat sehingga Salomo tahu mana ibu yang benar bagi anak itu.

YUSUF orang yang paling dikasihi oleh Yakub dan membuat Yusuf berbeda dengan saudara-saudaranya, Yusuf itu menjadi orang teristimewa. Resikonya Yusuf itu dibenci oleh kakak-kakaknya, ia dijatuhkan ke sumur, ia dijual dan dimasukkan ke penjara. Semua ini proses yang harus dialami Yusuf sampai ia tampil sebagai orang nomor dua di Mesir di bawah kekuasaan Firaun. Dari semua proses yang dialami Yusuf tersebut Tuhan membuat Yusuf itu yang teristimewa, baik ketika dirumah Potifar, baik ketika dalam penjara maupun setelah ia menjadi orang nomor dua di Mesir. Semua ini bisa terjadi karena pada Yusuf ada hikmat Allah, ia menjadi orang yang paling berkenan kepada Allah sehingga Allah mengaruniakan hikmat yang besar, hikmat yang dapat mengatasi segala masalah yang terjadi.

Demikian juga jika kita sudah bertumbuh menjadi dewasa rohani, menjadi kuat dan penuh hikmat, maka Allah juga akan membuat kita teristimewa dari orang-orang lain. Maka dalam NATAL tahun 2010 ini, fokus perhatian kita: kita harus lahir baru, bertumbuh menjadi dewasa, menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah akan dilimpahkan kepada kita. Jika sudah demikian, maka sebesar apapun masalah, pencobaan atau penderitaan, bersama dengan Tuhan kita pasti menang dan kita akan mengalami kemenangan demi kemenangan.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Bible Study
Kamis - 06 Januari 2011



Sebagai orang Kristen yang benar, kita tidak cukup menjadi jemaat yang biasa-biasa saja, tidak cukup hanya sekedar beribadah begitu saja, tetapi harus bisa menunjukkan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar, yang sangat berkenan kepada Tuhan. Sebab jika kita sudah berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan, maka kita akan berhak mendapat jaminan pemeliharaan, pembelaan dan pertolongan dari Tuhan tepat pada waktunya.
Ibrani 10 : 38
firman Tuhan menjelaskan: *orang benar yang dikenan Tuhan itu akan hidup oleh iman dan percayanya, yaitu hidup yang mempercayai firman Tuhan, sedangkan **orang mengundurkan diri atau yang tidak dikenan Tuhan itu akan mengundurkan diri dari kebenaran. Sebab devenisi takut akan Tuhan yang sebenarnya bukan karena ia gemetar seperti orang ketakutan, tetapi benar-benar percaya bahwa apa yang difirmankan Tuhan itu pasti terjadi, tidak perlu diragukan lagi. Setiap orang yang percaya bahwa firman Tuhan itu pasti terjadi maka dalam hidupnya pasti disertai rasa takut akan Tuhan.

Beda orang fasik dengan orang benar:
- kalau ORANG BENAR selalu berpusat kepada firman Tuhan sedangkan ORANG FASIK selalu berpusat kepada dirinya sendiri, kepada kebenarannya sendiri dan kepada kekuatannya sendiri.
- kalau ORANG BENAR selalu percaya kepada firman Tuhan sedangkan ORANG FASIK sulit diajak percaya kepada Tuhan apalagi percaya kepada firman Tuhan.

Maka tidak heran kalau hidup orang benar itu selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan firman Tuhan, selalu ingin beribadah, suka berkorban, suka berdoa dan menyembah, suka melayani Tuhan dan sesama, intinya orang benar itu selalu mengutamakan Tuhan dari pada dirinya sendiri. Sedangkan orang fasik itu selalu sibuk dengan urusan atau kepentingan diri sendiri, ia lebih sibuk memikirkan untuk dirinya sendiri, lebih sibuk mengurus urusannya sendiri, tidak suka beribadah dan kalaupun datang ke gereja hanya sekedar. Beribadah yang benar itu harus disertai dengan korban, beribadah bukan kalau hanya ada waktu luang, sekalipun tidak ada waktu harus berusaha datang dan mengorbakan waktu yang lain demi untuk Tuhan, beribadah yang benar itu harus ditandai dengan korban waktu, korban perasaan, korban tenaga, korban materi, termasuk mengorbankan perasaan diri sendiri, dll.

Firman Tuhan dalam Kolose 1 : 10 menjelaskan jemaat yang berkenan kepada Tuhan itu “bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.” Setiap orang yang sudah bertumbuh dalam pengenalan yang benar tentang Allah itu hidupnya layak dihadapan Tuhan dan mampu memberi buah dalam segala pekerjaan yg baik. Karena jemaat di Kolose ini berkenan kepada Tuhan, tidak heran kalau Tuhan membukakan rahasia firman yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan. Demikian juga kepada jemaat yang berkenan itu Tuhan akan membukakan rahasia firman-Nya, Allah mau memberitahukan tentang kekayaan dan kemuliaan rahasia Allah tentang Kristus yang ada di tengah-tengah kita sebagai pengharapan untuk memperoleh segala kemuliaan sebagai mempelai perempuan Kristus. Setelah kita bertobat dan percaya kepada Yesus, langkah selanjutnya yang harus selalu ada dalam hidup kita: selalu ingin mengenal Tuhan & selalu ingin berbuat apa yang berkenan kepada Tuhan. Maka kepada orang yang berkenan kepada Allah, Allah akan menaruh Roh-Nya ke atas kita dan Allah akan memberikan pengajaran yang besar dan mulia (Yesaya 42 : 1 , 22). Tujuannya tentu supaya kita bisa bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, mulai dari percaya yang benar, bertobat yang benar, dibabtis yang benar dan digembalakan yang benar dalam firman pengajaran sampai menjadi dewasa dalam iman dapat melakukan apa yang berkenan kepada Allah.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Bible Study
Kamis, 13 Januari 2011


Kolose 1 : 10 = setiap orang yang hidup dalam iman, maka ia akan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar, bertumbuh dalam kasih, dan terus menerus diperbaharui sampai berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan. Bertumbuh dalam pengetahuan yang bernar, berarti pengenalannya tidak sekedar mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saja, ini memang baik, tetapi tidak cukup sampai di situ saja. Pengenalan kita harus bertumbuh terus sampai menjadi dewasa yang mampu mengenal Yesus bukan hanya sebagai Tuhan dan Juruselamat saja, tetapi kita semua dapat mengenal Dia sebagai Suami atau sebagai Mempelai Pria Sorga yang akan datang menjemput gereja-Nya yang telah disempurnakan.

Ciri-ciri orang yang bertumbuh dalam pengetahuan yang benar itu ada beberapa hal, diantaranya:

- suka dengar-dengaran akan firman Tuhan
- suka beribadah dan melayani
- mau hidup kudus dan terus berusaha supaya berhasil disempurnakan
- suka menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran
- beribadah bukan karena ada waktu tetapi karena didasari cinta akan
Tuhan

- beribadah selalu didasari dengan korban yang benar, membawa dan
menyerahkan seluruh

hidupnya kepada Tuhan seperti domba yang dipersembahkan di atas
Mezbah Korban
Bakaran.

1 Tesalonika 5 : 5 firman Tuhan menekankan supaya kita hidup dalam terang, menjadi anak-anak terang dan anak-anak siang, yaitu menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan. Supaya kita berhasil menjadi anak-anak terang dan anak-anak siang, pertama-tema kita harus lahir dahulu dari Allah, yaitu lahir dari benih ilahi atau pun lahir dari firman Tuhan (1 Yohanes 3 : 9). Sebab setiap orang yang sudah lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi sebab sudah ada kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita. Dan jika kita sudah lahir dari Allah, maka Allah sendiri
yang akan membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu dari dalam hidup kita.

Supaya kita bisa menjadi anak-anak terang dan menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan:

- 2 Korintus 4 : 4 pikiran kita jangan sampai dibutakan oleh ilah zaman ini.
Maksudnya pikiran kita jangan hanya memikirkan perkara-perkara yang jasmani saja, kita hidup jangan hanya untuk kepentingan diri sendiri saja, tetapi harus mau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Setiap orang yang tehal dibutakan ilah zaman ini, maka ia tidak akan percaya akan kuasa firman Tuhan dan ia tidak akan dapat melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus sebagai Mempelai Pria sorga.

- Amsal 20 : 20 jangan mengutuki ayah dan ibu Maksudnya kita diajar supaya menjadi
jemaat yang menghargai orang tua, hormat kepada orang tua seperti yang telah
difirmankan Tuhan.

Ini juga berbicara supaya kita tetap menghargai ibadah dan penggembalaan, tempat di mana Tuhan menempatkan kita sebagai jemaat supaya hidup di dalam ibadah yang benar. Setiap orang yang berani mengutuki ayah dan ibunya maka pelitanya akan padam pada waktu gelap. Demikian juga setiap orang yang tidak menghargai dan yang tidak menghormati penggembalaan, maka ia akan hidup dalam gelap, yaitu hidup di dalam dosa dan pelanggaran. Mengapa? sebab tidak ada firman Tuhan yang menerangi hidupnya.

- Kolose 3 : 1 - 3 kita harus mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas.
Maksudnya supaya kita lebih mementingkan perkara yang rohani dari pada perkara yang duniawi dan kita harus tetap memusatkan perhatian kita ke sorga, tempat yang telah disediakan Tuhan Yesus bagi kita semua.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”

Bible Study - Kamis 27 Januari 2011


Pada zaman akhir, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, dunia ini sudah semakin gelap. Gelap bukan karena tidak ada matahari, bukan karena tidak ada bintang atau bulan melainkan karena dosa-dosa manusia. Dosa itu sifatnya mengikat manusia sehingga setiap orang yang tetap hidup dalam dosa berarti sedangberada di dalam maut (Roma 6 : 23) bahkan dosa itu jugalah yang membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23).
Itu sebabnya persoalan berat yang sedang dihadapi manusia adalah persoalan dosa yang begitu pesat perkembangannya, bisa menyusup kepada orang dewasa maupun kepada anak-anak. Karena itu sampai sekarang ini Allah masih bekerja di tengah-tengah dunia yang gelap karena dosa, Allah mau supaya manusia itu kembali kepada Allah dan berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat. Kejadian 1 : 2 setelah Allah menciptakan langit dan bumi, keadaannya belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya. Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, pekerjaan Allah yang pertama adalah menciptakan terang yang berfungsi untuk memisahkan gelap dari pada terang (ayat 3 - 4). Tanpa terang, Allah tidak mungkin bisa melanjutkan pekerjaan-Nya untuk menciptakan seisi dunia ini mulai dari hari pertama sampai kepada hari yang keenam. Terang itu berfungsi untuk memisahkan gelap dari pada terang.
Demikian juga setiap orang yang hidup dalam dosa berarti ia sedang berada di dalam kegelapan dan kegelapan itulah yang menguasai hidupnya. Setiap orang yang masih hidup dalam kegelapan segala perbuatannya pasti jauh kebenaran, ia pasti selalu melakukan apa yang tidak berkenan kepada Allah. Maka supaya Allah bisa bekerja di dalam hidup kita, Allah mau memasukkan terang-Nya di dalam hati kita, yaitu firman-Nya, sebab Allah tidak bisa bekerja tanpa berfirman lebih dahulu. Sebagaimana telah kita lihat dalam Matius 25 : 1 - 13 baik lima gadis bodoh maupun lima gadis bijaksana persoalan yang sedang mereka hadapi adalah persoalah kegelapan. Tetapi karena lima gadis yang bijaksana itu mempunyai pelita dan juga minyak dalam buli-buli, maka kegelapan itu tidak bisa menguasai hidupnya, sedangkan lima gadis bodoh walau pun punya pelita tetapi karena tidak punya minyak dalam buli-buli, pelitanya menjadi padam sehingga kegelapan itupun menguasai hidupnya.
Sama seperti dalam kitab Kejadian pasal 1 pekerjaan Allah yang terakhir adalah membangun seorang perempuan demikian juga pada zaman akhir ini Allah akan membanguun seorang perempuan, yaitu gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Allah tidak akan berhenti bekerja sebelum gereja terbentuk menjadi sidang mempelai perempuan, yang dikuduskan dan yang disempurnakan.
Jika Allah masih bekerja sampai dengan hari ini, maka sebagai jemaat, kita juga harus tetap bekerja sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, dan pekerjaan yang harus tetap kita lakukan dengan setia:

- setia beribadah yang benar di dalam penggembalaan yang benar
- mau dengar-dengaran akan firman pengajaran yang telah dibukakan rahasianya
- melayani dengan benar dan tetap setia mengikuti Tuhan sampai kepada akhirnya


Ibrani 10 : 25 menegaskan supaya kita jangan sampai menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, tetapi kita harus saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Mengapa kita harus tetap setia beribadah kepada Tuhan? sebab akan datang saatnya orang tidak mungkin bisa dibaharui sekali lagi jika sudah tidak menghargai ibadah. Ibrani 6 : 6 setiap orang yang tidak menghargai ibadah sama saja dengan menghina korban Kristus, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka. Jadi pekerjaan yang harus kita lakukan sampai Tuhan Yesus datang adalah beribadah dan melayani Tuhan dengan taat dan setia.

Selasa, 09 November 2010

Bible Study - November 2010

“Menghadapi bahaya penyesatan”

Kamis - 04 November 2010



Mengapa gereja itu harus dijadikan menjadi istri Tuhan?
- Karena hubungan suami istri adalah hubungan yang paling dekat dari segala hubungan yang ada di dunia ini, dikatakan "satu."
- Karena hubungan suami istri itu adalah hubungan yang tidak bisa dipisahkan oleh apapun kecuali karena kematian.
- Karena lewat hubungan suami istri, seorang istri bisa mengenal suaminya dengan baik
.

Untuk itulah Tuhan Yesus Kristus memberikan firman Pengajaran Mempelai yang Alkitabiah yang sanggup dan berkuasa membentuk, mengubah dan mempersiapkan kita menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Hosea 2 : 18 - 19 kitadijadikan menjadi istri Tuhan supaya kita benar-benar bisa mengenal Kristus sebagai Suami ataupun sebagai Mempelai Pria Sorga. Yohanes 14 : 21 sikap yang harus kita miliki supaya kita berhasildijadikan sebagai istri Tuhan Yesus Kristus:

- memegang dan melakukan segala perintah Tuhan
- mengasihi Tuhan dengan benar


Matius 18 : 7; Lukas 17 : 1 Yesus berkata bahwa penyesatan itu memang harus ada dan tidak bisa dihalang-halangi, tetapi celakalah orang yang mengadakannya atau celakalah orang yang Kristenyang dipakai untuk menyebarkan berita penyesatan. Walaupun jabatannya pendeta atau penginjil,tetapi kalau sampai dipakai iblis menyebarkan penyesatan betapa besarnya penghukuman Allah yg akan mereka terima diakhirat nanti. HAWA adalah contoh orang yang berhasil disesatkan. Walaupun sebenarnya mereka berada di taman Eden dan walaupun memiliki hubungan yang sangat erat dengan Allah bahkan mereka bisa membedakan langkah kaki Allah tetapi mereka masih bisa disesatkan oleh iblis dengan kelicikannya.
Penyebabnya: karena mereka tidak taat kepada perintah yg telah diberikan Allah untuk dilakukan.

Roma 3 : 21 - 27; Galatia 3 : 14, 16, 26, 27, 29 firman Tuhan menjelaskan:

- pusat keselamatan kita, pusat iman yang menjadikan kita sebagai milik Allah adalah Kristus lewat kematian-Nya di kayu salib untuk memberikan jalan pendamaian.
- kita disebut anak-anak Allah karena iman dalam Yesus Kristus.
- kita dibabtis dalam Kristus supaya bisa menjadi sama dengan Kristus.
- oleh Yesus Kristus, kita disebut keturunan Abraham yang berhak menjadi ahli waris.

Supaya semua in bisa terjadi dalam hidup kita, kita harus dipelihara oleh firman Tuhan yang artinya hidup kita harus di dalam kebenaran, sepenuhnya dikuasai oleh kebenaran supaya jangan sampai disesatkan oleh Iblis. Hal ini dijelaskan dalam 2 Yohanes 1 : 3 - 4 bahwa kebenaran yg ada di dalam kita itu akan menyertai kita selama-lamanya. Jadi kebenaran itu satu paket dengan kasih. Sebab yang dimaksud dengan kasih ialah: kita hidup menurut perintah Allah, dan yang dimaksud dengan perintah itu adalah kita harus hidup di dalam kasih (2 Yohanes 1 : 6). Inilah yang menjadi modal bagi kita untuk menghadapi bahaya penyesatan yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia untuk menyesatkanbanyak orang (ayat 7). Jika kita tetap berada di dalam kasih dan tetap melakukan segala perintahAllah, barulah bisa disebut kita tetap berada di dalam terang. Dan jika kita sudah berada di dalam terang, maka kegelapan yaitu bahaya penyesatan tidak akan bisa masuk. Mengapa? sebab di dalam terang tidak ada kegelapan dan kegelapan tidak dapat menguasai terang tersebut (1 Yohanes 2:10).



"MENGHADAPI BAHAYA PENYESATAN"

Kamis, 11 November 2010


Kristus adalah Kepala jemaat, firman yang telah menjadi manusia dan yang diam diantara kita. Sebagai alat yang dipakai Tuhan untuk membentuk kita menjadi sidang mempelai perempuan-Nya. Kristus itu juga adalah terang dunia, yaitu yang bisa menerangi setiap hati dan pikiran kita supaya jangan tetap dikuasai oleh dosa. 1 Yohanes 1 : 7 jika kita hidup di dalam terang firman itu berarti kita hidup di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita sehingga kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain dan dosa-dosa kita juga akan disucikan oleh darah Kristus.

Yang dimaksud dengan antikristus adalah:
- anti kebenaran, tidak mau hidup dalam kebenaran firman Tuhan.
- tidak mengaku Kristus sebagai yang diurapi Allah, tidak mau menerima dan tidak me-
ngakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia.

1 Yihanes 4 : 1 firman Tuhan menegaskan supaya kita jangan cepat-cepat percaya akan setiap roh, tetapi kita harus bisa menguji apakah roh itu berasal dari Tuhan atau tidak. Kita menguji setiap roh sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, dengan tujuan untuk menyesatkan orang-orang yang hidup dalam terang firman Tuhan. Karena Iblis itu bekerja dengan roh, maka kita harus bisa mengenal setiap roh dengan cara memohon hikmat dari Tuhan. 1 Yohanes 4 : 2 - 3 firman Tuhan memberi penjelasan bagaimana cara mengenal setiaproh, baik roh antikristus mau pun Roh yang berasal dari Tuhan.

- Setiap Roh yang mengaku bahwa Kristus telah datang sebagai manusia, inilah Roh yg berasal dari Allah, Roh yang harus diam di dalam kita untuk memimpin dan membawa kita kepada seluruh kebenaran firman Tuhan.
- Sebaliknya setiap roh yang tidak mengaku Yesus itu berasal dari Allah, dan yang tidak maumenerima kebenaran firman Tuhan, inilah roh antikristus yang sedang bekerja di tengah- tengah dunia untuk menyesatkan dan membinasakan banyak orang.

Kalau Tuhan telah mengutus Roh Kudus-Nya ke tengah-tengah manusia sebagai Penolong dansebagai Penghibur, Iblis juga telah mengrim rohnya dan sekarang telah ada di tengah-tengah dunia ini. Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita harus tetap waspada dan miliki pengenalan yang benar supaya kita bisa membedakan mana roh antikristus dan mana Roh yang berasal dari Allah. Supaya kita jangan terjebak kepada roh antikristus, kita harus punya sikap yang benar, yaitu: KITA HARUS DATANG KE SION.
Ibrani 12 : 22 - 23 SION adalah kumpulan yang meriah dari jemaat anak-anak sulung yang namanyaterdaftar di sorga, kemudian dalam Yesaya 2 : 3 SION itu adalah tempat firman pengajaran, tempat Allah mengajar jalan-jalan kita supaya kita berjalan dalam terang firman Tuhan. Pengharapan kita di tengah-tengah penderitaan yang sedang menimpa dunia ini, jika kita sudah berada di SION maka Tuhan akan memulihkan keadaan kita sehingga kita seperti orang-orang yang bermimpi. Karena Tuhan telah melakukan perkara yang besar dan ajaib, maka kita akan bisa bersukacita, lidah kita bersorak-sorai memuji dan memuliakan nama Tuhan. Jadi SION itu adalah tempat yang aman bagi jiwa kita, tempat di mana Tuhan memberikan perhatian-Nya yang luar biasa (Mazmur 126 : 1 - 3).

Senin, 20 September 2010

BIBLE STUDY - SEPTEMBER 2010

“TANDA PENEBUSAN”


Kamis, 02 September 2010


Selama bangsa Israel tidak dibebaskan dari perbudakan Mesir, mereka tidak mungkin bisa berjalan menuju tanah Kanaan, dan kalau Tuhan tidak mengutus Musa tidak mungkin seorang pun yang bisa keluar dari Mesir. Demikian juga setiap orang yang belum dilepaskan dari perbudakan dosa maka tidak mungkin bisa berjalan menuju sorga, sebab dosa masih mengikat dirinya.
Karena itu supaya kita bisa lepas dari dosa :

Kita harus “sadar” bahwa kita adalah orang berdosa yang sedang diperbudak oleh iblis.

Banyak orang bisa mengaku sebagai orang Kristen, percaya kepada Yesus, tetapi tidak disadari ternyata hidupnya masih diperbudak oleh dosa. Setiap orang yang masih diperbudak oleh dosa, apa pun yang diperbuat, apa pun yang dipersembahkan kepada Tuhan, termasuk ibadah dan pelayanannya tidak akan berkenan kepada Tuhan. Banyak orang bisa berbuat ini dan itu, banyak orang bisa berhasil melakukan segala aktivitasnya, tetapi yang mengendalikan dirinya masih dosa. Efesus 2 : 1 - 2 menjelaskan kalau manusia itu masih hidup dalam dosa dan pelanggaran, dimata Tuhan masih mati rohani, ia tidak memiliki ikatan dan persekutuan dengan Tuhan. Segala dosa dan pelanggarannya itu membuat hidupnya jauh dari Tuhan. Maka dalam Keluaran 2 : 23 - 25 setelah bangsa Israel sadar bahwa mereka sedang diperbudak, mereka mengeluh karena perbudakan tersebut maka mereka berseru-seru kepada Allah sehingga teriak mereka minta tolong sampai kepada Allah. Ini adalah tindakan yang benar. Lalu Allah mendengar dan mengingat kembali akan perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub sehinggga Allah mengutus Musa untuk membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir menuju tanah Kanaan. Jadi bangsa Israel bisa dibebaskan dari perbudakan setelah mereka “menyadari” bahwa mereka sedang diperbudak dan “membutuhkan” pertolongan dari Tuhan.
Dalam kitab Perjanjian Lama ada satu pribadi yang perlu kita teladani, seorang yang sangat menyadari siapa dirinya dan yang selalu menyadari membutuhkan Tuhan, yaitu DAUD. Sebenarnya Daud itu tidak lebih baik dari raja-raja Israel yang lainnya, bukan karena ia tidak pernah berdosa, tetapi justru Daud itu adalah seorang yang fatal pelanggarannya. Tetapi ada yang menjadi kelebihan Daud dengan raja-raja yang lainnya, yaitu: Daud selalu menyadari segala pelanggaran-pelanggarannya. Kita bisa melihatnya dalam Mazmur 51 ungkapan Daud yang patut kita perhatikan: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” (ayat 5) Daud sadar bahwa hanya Tuhan saja yang sanggup mentahirkan dirinya dari segala dosanya. Untuk mentahirkan dari dosa, Tuhan menegor sampai ke dalam batin supaya Tuhan memasukkan firman-Nya ke dalam batin (ayat 8).
Demikian juga selama manusia itu hidup di dalam dunia ini, semua sedang bergumul dengan dosanya sendiri. Sebab di mana saja dan kapan saja dosa itu bisa masuk, dipekerjaan, diperjalanan, di rumah, sesungguhnya harus selalu bergumul dengan dosa. Jadi tidak ada manusia yang tidak bergumul dengan dosa-dosanya. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap menyadari bahwa sekali pun sudah menerima firman pengajaran tentang kesempurnaan, bukan berarti sudah bebas dari dosa, bukan berarti dosa itu tidak mau datang kembali. Justru sebaliknya, setelah kita menerima firman pengajaran tentang kesempurnaan ini, dosa itu semakin menggoda, dosa itu semakin kuat menggoda manusia supaya jatuh. Disinilah kita harus selalu dekat dengan Tuhan dan harus selalu terikat dalam ibadah mau pun dalam pelayanan supaya hidup kita terpelihara dari hari ke hari sampai sempurna menjadi mempelai perempuan Kristus.
Salah satu dosa yang dipergumulkan oleh raja Daud adalah "dosa keturunan" yang telah mengalir/turun dari nenek moyang. Daud sangat sadar betapa bahanya dosa keturunan tersebut, karena itu ia pun bergumul secara pribadi kepada Tuhan supaya ia dilepaskan dari dosa keturunan tersebut.
Dosa keturunan itu sifatnya mengikat dari keturunan ke keturunan, kalau tidak diputuskan oleh kuasa korban Kristus maka dosa keturunan itu akan tetap mengikat. Di sinilah kita sebagai jemaat Tuhan harus menyadari dan menggumulkan supaya dosa keturunan itu dilepaskan.
Kemudian dalam kitab Perjanjian Baru ada satu pribadi yang paling menyadari sebagai orang yang paling berdosa, yaitu rasul Paulus. Roma 7 : 13 - 26 firman Tuhan menjelaskan tentang perjuangan Paulus dalam melawan hukum Taurat dan hukum dosa. Paulus menyadari sering sekali melakukan apa yang sebenarnya tidak dikehendaki. Roma 7 : 23 Paulus berkata bahwa ia sedang berjuang melawan hukum akal budi yang membuat dia menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhnya. Bahkan Paulus sampai berkata: "Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" Kemudian dalam 1 Timotius 1 : 15 - 17 Paulus mengaku bahwa dialah yang paling berdosa dari orang lain, suatu sikap patut kita teladani. Sebab kalau kalau kita lihat pada zaman sekarang ini banyak orang menganggap dirinya lebih benar dari orang lain, merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Padahal menurut firman Tuhan sebagai orang yang rendah hati, kita harus tetap menganggap bahwa hanya Tuhan lah yang benar dan Tuhan mampu membenarkan orang-orang yang mau belajar kepada-Nya.
Paulus tidak memandang kesalahan orang lain dan tidak suka mempersalahkan orang lain, tidak melihat kekurangan orang lain, tetapi lebih memandang kepada dirinya, suka mengoreksi dirinya sendiri. Inilah yang membuat sehingga Paulus berani berkata: "diantara mereka akulah yang paling berdosa." Karena Paulus menyadari sebagai orang yang paling berdosa, maka kasih karunia Tuhan turun kepadanya. Paulus pun rela menjadi
rasul untuk memberitakan Injil keselamatan kepada bangsa-bangsa lain walau harus mengalami banyak penderitaan dan penganiayaan.
2 Korintus 11 : 1 - 6 Paulus sebagai rasul Kristus telah mempertunangkan jemaat di Korintus kepada satu laki-laki, yaitu Kristus supaya jemaat itu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, layak dipersandingkan dengan Kristus sebagai Mempelai laki-laki sorga. Namun kalau kita lihat, Paulus masih takut kalau-kalau mereka telah disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Kristus. Paulus mengambil contoh "Hawa" yang telah diperdaya oleh ular dengan kelicikannya sehingga manusia pertama itu pun jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan kehilangan kemuliaan Allah.
Dari ayat ini dapat kita lihat bahwa sekali pun sudah menerima firman pengajaran mempelai, firman yang mengajarkan tentang kesempurnaan gereja Tuhan sebagai mempelai perempuan Kristus, satu hal yang harus tetap kita lakukan, yaitu: "harus tetap taat dan setia." Hawa jatuh ke dalam dosa bukan karena dosa perzinahan, bukan karena membunuh atau mencuri, tetapi ia jatuh karena tidak setia melakukan apa yang diperintahkan ALlah kepada mereka.
Demikian juga setelah kita menerima firman pengajaran Mempelai yang Alkitabiah ini, yaitu pengajaran tentang kesempurnaan gereja Tuhan, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah: "kita harus tetap taat dan setia melakukan firman Tuhan sampai Tuhan datang kembali." Kita harus dengan rendah hati mengaku bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan pertolongan dari Tuhan, yang membutuhkan firman pengajaran supaya diperbaharui dari hari ke hari sampai sempurna sama seperti Yesus. Daud dan rasul Paulus yang telah diangkat sebagai contoh-contoh dalam Alkitab perlu kita teladani cara hidup mereka, yang sadar siapa diri mereka dihadapan Tuhan dan yang selalu mengharapkan pertolongan Tuhan. Jika sudah demikian maka Allah sumber damai sejahtera itu akan memenuhi hati kita dengan kuasa-Nya supaya mampu menolak segala bentuk dosa.
HALELUYA ............!!!!!!!!!!!!!!!!!!


“TANDA PENEBUSAN”


Kamis - 09 September 2010


2. DIATUR DAN DIPELIHARA DALAM PENGGEMBALAAN (Keluaran 15 : 22 - 27 s/d psl 24)

Setelah bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, langkah selanjutnya mereka harus mau diatur dan dipelihara oleh Tuhan dalam pimpinan Musa. Tuhan tahu di padang gurun mereka tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat menanam apalagi menuai, jadi sepenuhnya dengan cara Tuhan yang ajaib. Seluruh bangsa Israel telah keluar dari Mesir dan tidak ada seorang pun yang tidak lepas dari perbudakan Firaun. Untuk itulah mereka harus mau diatur dengan firman Tuhan, baik cara hidup, cara beribadah, cara melayani mau pun cara berkorban kepada Tuhan. Supaya dengan dengan demikian mereka dibela dan dipelihara oleh Allah.
Tetapi kalau kita lihat, yang berhasil masuk ke tanah Kanaan hanyal KALEB dan YOSUA, selebihnya dari bangsa itu telah ditewaskan selama dalam perjalanan di padang gurun. Penyebabnya tentu ada, yaitu: karena mereka tidak mau diatur dan dipelihara oleh ALlah. Padahal Tuhan Allah telah memelihara mereka dengan cara yang ajaib, Tuhan selalu mencukupkan apa saja yang menjadi kebutuhan mereka.

Demikian juga berlaku bagi kita sekarang ini, supaya kita berhak mendapatkan pemeliharan dari Tuhan, syratnya: kita harus mau "diatur" dan "dipelihara" oleh Tuhan. Kalau kita kaitkan dengan skema Tabernakel, cara Tuhan mengatur kita dimuai sejak dari Pintu Kemah yang berbicara tentang kepenuhan Roh Kudus. Jadi setelah kita percaya dan menerima Yesus sebagai Kepala, setelah bertobat dan dibabtis dengan babtisan yang benar, langkah selanjutnya kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus, tujuannya supaya kita bisa diatur oleh Tuhan lewat firman-Nya. Mengapa harus penuh Roh Kudus? sebab setiap orang yang sudah dipenuhi Roh Kudus, mereka akan mudah diatur oleh Tuhan, mudah mengerti firman Tuhan, mudah memberi dirinya dipimpin oleh Tuhan.
Setiap orang yang belum dipenuhi dengan Roh Kudus:
- selalu hidup menuruti keinginan daging atau keinginan hatinya saja
- sulit mengerti firman Tuhan

Itu sebabnya tidak heran walau datang ke gereja, dengar firman Tuhan, tetapi cara hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Ulangan 4 : 1 supaya bangsa Israel hidup dan berhasil memasuki serta menduduki tanah Kanaan, ada syarat yang harus mereka lakukan, yaitu: mau "mendengar" segala ketetapan dan peraturan yang telah diajarkan oleh Allah untuk dilakukan dengan taat dan setia. Banyak orang bisa tahu akan firman Tuhan, tetapi hanya sekedar tahu saja tanpa mau melakukannya, banyak orang berhasil menjadi orang Kristen, berhasil mendengar dan menerima firman pengajaran, tetapi tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan. Cara hidupnya tidak mencerminkan sebagai orang pengajaran.
Maka dalam Zakharia 7 : 11 firman Tuhan menegaskan setiap orang yang tidak menghiraukan firman pengajaran akan nampak dari cara hidupnya:
- dilintangkannya bahunya untuk melawan
- ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar firman pengajaran
Dan tanpa disadarinya, mereka sendiri telah membuat hati mereka keras seperti batu amril supaya jangan mendengar dan menerima firman pengajaran yang disampaikan Tuhan melalui Roh-Nya dengan perantaraan hamba-hamba Tuhan (ayat 12). Akibatnya: Tuhan ALlah tidak mendengar pada waktu mereka memanggil-manggil nama Tuhan, bahkan Tuhan juga akan meniupkan mereka seperti angin badai ke segala bangsa (ayat 14).
Intinya: kebahagiaan atau sukacita akan berubah menjadi sunyi sepi.

NAAMAN
adalah contoh kehidupan yang tidak mau diatur.
Dalam 2 Raja-raja psl 5 ada empat (4) kesalahan Naaman ketika ia datang ke pada hamba Tuhan untuk mendapat kesembuhan dari penyakit kustanya, yaitu:
- Datang kepada Tuhan supaya disembuhkan tetapi lewat jalur yang salah. Sebab jalur yang dipakai Naaman adalah jalur birokrasi, ia meminta surat kepada raja untuk dibawa kepada nabi Elisa. Jalur yang dilakukan Naaman ini tidak tepat, walau pun pangkatnya tinggi, walau pun ia seorang yang dihormati bahkan walau pun ia seorang yang sangat kaya, kalau datang meminta pertolongan kepada Tuhan harus lewat jalur yang benar, yaitu datang beribadah kepada Tuhan kemudian barulah memohon pertolongan Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, jika engkau ingin mendapat pertolongan dari Tuhan, maka engkau harus lewat jalan yang benar, yaitu lewat ibadah dan penggembalaan yang benar.
- Mengatur cara Tuhan, menganggap cara yang dikatakan nabi Elisa itu tidak tepat. Sebab setelah Naaman sampai kepada Elisa, jusru Elisa berkata kepadanya: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." Naaman memang perti tetapi dengan hati yang gusar dan menganggap cara yang dikatakan Elisa itu tidak cepat.
- Pergi dengan panas hati, memang ia pergi juga tetapi sayang dibarengi dengan hati yang panas. Seharusnya ia pergi dengan sukacita dan dengan bersyukur sebab akan mendapat kesembuhan, tetapi sebaliknya ia malah pergi dengan panas hati.
- Membayar kesembuhan dengan hartanya, setelah Naaman sembuh dari kustanya ia mencoba membayar kesembuhan itu dengan hartanya. Cara ini salah, seharusnya ia bersyukur kepada Tuhan dan mengakui bahwa Tuhanlah Allah yang patut dipuji, selanjutnya ia menyerahkan dirinya untuk menyembah Allah.

Sebagai jemaat Tuhan, kita kedatangan kita kepada Tuhan harus tepat dan benar, apalagi kalau ada diantara saudara yang membutuhkan pertolongan Tuhan, datanglah dengan cara yang tepat dan benar disertai dengan rasa takut dan hormat dan setialah beribadah dan digembalakan dalam penggembalaan yang benar. Maka apapun yang menjadi masalahmu, yakinlah Tuhan Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga pasti akan memberi pertolongan dengan segera.
Haleluya...........!!!!!!!!!




"TANDA PENEBUSAN"


Kamis - 16 September 2010


3. Tuhan mau menempatkan supaya umat-Nya itu berpusat ke tempat kediaman-Nya.


Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu bahwa Kitab Keluaran itu bertemakan: Tuhan sedang membawa umat-Nya keluar dari perbudakan Mesir (=dari tangan Firaun) untuk selanjutnya dibawa masuk ke tanah perjanjian yang selanjutnya dijadikan sebagai imam-imam bagi Allah. Dalam pimpinan Musa, semua orang Israel telah keluar dari perbudakan, tidak ada seorang pun yang tertinggal, tetapi semua berangkat, baik anak-anak, yang muda mau pun yang tua-tua. Tetapi pada kenyataannya, sekalipun mereka telah keluar dari Mesir, kalau kita lihat hanya dua orang saja yang berhasil masuk ke tanah Kanaan, yaitu YOSUA & KALEB selebihnya dari bangsa itu ditewaskan di padang gurun karena ketidaktaatan mereka kepada firman Tuhan. Penyebab mengapa mereka ditewaskan di padang gurun adalah: karena mereka "tidak mau diatur" oleh Tuhan lewat firman yang telah disampaikan oleh Musa. Padahal setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, ALlah selalu memelihara mereka dan menuntun mereka dengan cara yagn ajaib, dengan kuasa dan penyerataan Tuhan: tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Ini adalah cara Tuhan memelihara dan melindungi bangsa Israel selama dalam perjalan. Tiang awan dan tiang api itu juga berbicara kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka.

Saudara-saudara, setelah kita dilepaskan dari perbudakan dosa, setelah kita ditebus dengan darah Kristus dan setelah kita diperdamaikan dengan Allah, langkah selanjutnya kita juga "harus mau diatur" oleh Tuhan supaya berhak mendapatkan pemeliharaan Tuhan. Kemudian kita juga harus mau "dibangun" menjadi bait ALlah yang kudus, menjadi tempat kediaman ALlah yang sesungguhnya. Sama seperti bangsa Israel ketika mereka di padang gurun, Tuhan ALlah memberi perintah kepada Musa supaya mereka membuat tempat kudus bagi Tuhan supaya Tuhan mau diam di tengah-tengah mereka (Keluaran 25 : 8 - 9). Maksud dan tujuannya adalah supaya kita semua berpusat ke tempat kediaman Tuhan.
Ketika Musa dan bangsa Israel membuat tempat kudus bagi Tuhan, semua harus sesuai dengan petunjuk Tuhan, tidak boleh melenceng sedikitpun, tetapi benar-benar harus sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan Tuhan, tidak boleh ditambah atau dikurang. Bagi kita sekarang: kita harus benar-benar dibangun menjadi tempat kediaman ALlah, yang dibangun di atas dasar yang benar, yaitu di dalam firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah.

Jadi jika kita dibangun menjadi bait Allah tujuannya adalah:
- supaya ada tempat bagi ALlah menyatakan kehadiran-Nya di tengah-tengah kehidupan kita.
- supaya kita tahu bagaimana beribadah yang benar, bagaiman berkorban yang benar dan melayanai dengan benar.
- supaya kita tahu sampai di mana tingkan kerohanian kita

Maka kepada kita sekarang, supaya kita berhak mendapat pemeliharaan dari Tuhan: kita harus mau berpusat kepada tempat kediaman Tuhan, atau dengan kata lain: "KITA HARUS DIBANGUN MENJADI BAIT ALLAH YANG KUDUS".
Sebab setelah kita dibangun menjadi bait ALlah yang kudus barulah ALlah mau menyatakan kehadiran-Nya ditengah-tengah kehidupan kita, di dalam rumah tangga, di dalam usaha maupun dalam pekerjaan kita. Ulangan 4 : 1 firman Tuhan menjelaskan supaya bangsa Israel hidup dan berhasil memasuki serta menduduki tanah Kanaan, ada syaraat dan ketentuan yang harus dilakukan, yaitu mereka harus mau "mendengar" segala ketetapan dan peraturan yang telah diajarkan untuk dilakukan dengan taat dan setia. Setiap firman Tuhan itu harus menjadi praktek dalam hidup sehari-hari.
Banyak orang bisa berhasil mengetahui firman Tuhan, sudah ditebus dan sudah menjadi orang Kristen, tetapi kalau hanya sekedar tahu saja, kalau hanya sekedar disebut orang Kristen saja itu tidak ada artinya, tetapi harus membuat firman Tuhan itu menjadi praktek hidupnya sehari-hari.

Maka kalau kita lihat dalam Zakharia 7 : 11 firman Tuhan menegaskan sikap hidup orang yang tidak mau melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia:
1. Tidak menghiraukan firman pengajaran.
2. Dilintangkannya bahunya untuk melawan.
3. Ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar.
4. Membuat hati meeka keras seperti batu amril.

Maka sebagai akibatnya Tuhan tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil nama Tuhan. Dan tidak sampai disitu saja, Tuhan juga meniupkan mereka seperti angin badai ke segala bangsa (ayat 13 - 14). Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita tidak boleh bermain-main dalam mendengar firman pengajaran, tetapi kita harus meresponi dengan baik, dengar dan lakukan dengan taat dan setia. Yohanes 8 : 31 - 32 ciri-cir orang yang mendengar dengan baik akan dimerdekakan dari dosa dan akan hidup dalam pimpinan Roh Kudus sebab di mana ada Roh Kudus di situ ada kemerdekaan (2 Korintus 3 : 13). Jika sudah demikian, maka kita pasti akan berhasil dibangun menjadi bait Allah, menjadi tubuh Kristus yang dikuduskan dan disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Tidak ada cara lain yang bisa membuat kita berhasil menjadi bait ALlah atau menjati tubuh Kristus kalau tidak mau berpusat ke kempat kediaman Tuhan. INGAT! Wahyu 21 : 1 - 2 Yerusalem Baru itulah pusat kita, ke sanalah sasaran kepengikutan kita puncaknya dijadikan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus.