Minggu, 15 Agustus 2010

Bible Study - Agustus 2010

“J A L A N S A L I B”


Kamis, 05 Agustus 2010


JALAN SALIB berbicara proses mati & bangkit bersama dengan Kristus. Sebab jika kita sudah mati bersama dengan Kristus, maka kita juga akan dibangkitkan bersama dengan Kristus. Inilah yang disebut sudah DICIPTAKAN MENJADI CIPTAAN BARU (Roma 6 : 4 - 5).
Jika Kristus Yesus telah disalibkan sebagai jalan pendamaian bagi dunia, untuk menebus segala dosa manusia, maka kita juga harus disalibkan. Tetapi yang dimaksud dengan "disalibkan"disini bukan tubuh yang disalibkan di kayu salib seperti yang penah dialami Tuhan Yesus, melainkan manusia lama kitalah yang harus disalibkan supaya tubuh dosa kita benar-benar hilang kuasanya. Sebab jika tubuh dosa kita telah hilang kuasanya, maka kita tidak lagi menghambakan diri kepada dosa, tidak lagi takluk kepada dosa, tetapi dosa sudah dikalahkan oleh darah Yesus Kristus.

Supaya kita bisa mengalami proses diciptakan menjadi manusia baru,Tuhan lebih dahulu akan “menguji” lewat berbagai-bagai persoalan dengan maksud untuk mengetahui sampai dimana kesetiaan kita dalam mengikut Tuhan. Tetapi kita harus tahu, bahwa ketika Tuhan sedang menguji itu yang paling Tuhan inginkan bukanlah untuk mendatangkan kematian, melainkan untuk mengetahui sampai dimana kesetiaan kita kepada Tuhan.Tuhan sudah tahu sampai dimana batas kemampuan kita, Tuhan juga sudah tahu bahwa sebenarnya tidak ada yang lain yang bisa diandalkan di dunia ini yang bisa memberi pertolongan selain pribadi Tuhan Yesus saja.
Maka dalam 1 Korintus 10 : 13 firman Tuhan menjelaskan pencobaan-pencobaan yang kita alami itu ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Mengapa? sebab Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita, tetapi Tuhan akan memberikan jalan keluar supaya kita dapat menanggungnya.
Untuk itu kalau kita lihat dalam kitab Perjanjian Lama, ada dua orang yang dicobai dengan pencobaan/ujian yang luar biasa, yaitu AYUB dan ABRAHAM.
Ayub seorang yang paling kaya, seorang yang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1 : 1 - 3). Walau pun demikian, Tuhan masih mengijinkan Ayub dicobai oleh iblis, bukan karena Allah tidak mengasihi Ayub tetapi untuk mengetahui apakah ditengah-tengah ujian itu masih ada kasih kepada Allah. Ujian yang dialami Ayub itu pun tidak tanggung-tanggung, mungkin tidak pernal lagi ada ujian yang separah yang pernah dihadapi Ayub ini:

- semua anaknya mati,
- hartanya habis
- mengalami sakit penyakit yang sangat parah
- semua sahabatnya menjauh
- istrinya pun datang mengejek supaya Ayub mau mengutuki Tuhan


Tetapi Ayub mampu menghadapi semua itu dan ia pun menang sebab yang ada di dalam hatinya adalah Tuhan dan membuat Tuhan yang paling utama dalam hidupnya. Bahkan ditengah-tengah penderitaannya itu, Ayub masih bisa memuji Tuhan dan tidak menuduh Allah berbuat yang tidak patut kepadanya, ia juga percaya bahwa Tuhan akan memulihkan. Dan memang benar, dalam Ayub psl 42 keadaan Ayub dipulihkan kembali lebih dari apa yang dimilikinya semula.

Yang dialami Abraham:
- lama menungguh janji Allah
- setelah mendapat anak kemudian Allah menguji Abraham supaya membawa
anaknya, Ishak untuk dipersembahkan kepada Allah.

Dalam Kejadian 22 : 6 ketika Allah menguji kepercayaan Abraham, Abraham juga mendidik istri dan anaknya, Ishak dalam hal korban dan ibadah. Caranya: Abraham mengambil kayu api untuk korban bakaran dan memikulkannya ke atas bahu Ishak.
Ini berbicara: pelajaran dalam hal mendidik anak-anak sedini mungkin, supaya anak-anak itu terikat kepada Tuhan lewat ibadah, lewat persembahan mau pun lewat pelayanan. Jadi Ishak mau dibawa ke atas gunung Moria dan memikul kayu api untuk korban bakaran itu sebab ia sudah tahu betapa berharganya ibadah itu, karena itu ia tidak mengelak dan tidak bersungut-sungut walau pun harus berjalan tiga hari perjalanan lamanya.
Yeremia 17 : 10 firman Tuhan mengatakan: "Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." Jadi kalau Tuhan menguji Abraham, tujuannya: supaya ia mampu mengalahkan perasaannya, supaya ia mampu menaklukkan keinginannya hanya kepada Tuhan saja dan supaya Abraham berhasil menjadi contoh/teladan sampai kepada kita sekarang ini.

Kejadian 22 : 12 = Abraham takut kepada Allah
Kejadian 22 : 15 - 16 = Abraham itu mengasihi Allah
Kejadian 22 : 17 = hasilnya Tuhan berjanji memberkati Abraham berlimpah-limpah.

Saudara-saudara, apa yang dialami oleh Ayub dan Abraham ini adalah berbicara jalan salib, mereka mengalami proses pengujian yang begitu berat. Namun mereka berhasil menang, mereka mampu melewati semua itu walau pun dengan jalan yang sangat panjang. Mereka bisa menang karena yang ada di dalam hati dan pikiran mereka selalu Tuhan.
HALELUYA ...................!!!!!!!!!!!!!!!!!



“HIDUP ADALAH KRISTUS”


Bible Study, 12 Agustus 2010


Saudara-saudara, “hidup adalah Kristus” harus menjadi puncak kepengikutan kita kepada Tuhan, tidak boleh sedikit pun hubungan kita renggang apalagi terpisah dengan Kristus. Jangan sama seperti lima gadis bodoh, juga menantikan kedatangan Mempelai Pria Sorga bersama-sama dengan kelima gadis yang bijaksana, sama-sama bangun dan sama-sama beraktivitas, tetapi yang berhasil masuk ke dalam ruang perjamuan adalah lima gadis bijaksana.
Mengapa demikian? sebab kelima gadis yang bijaksana itu punya pelita yang menyala dan minyak dalam buli-buli, sedangkan kelima gadis yang bodoh itu tidak mempunyai minyak dalam buli-buli.
Pelita yang menyala dan minyak dalam buli-buli itu adalah berbicara praktek hidup anak-anak Tuhan atau hamba-hamba Tuhan yang hidup dalam terang firman pengajaran, punya aktivitas pelayanan yang berkenan kepada Tuhan. Kalau kita lihat Yohanes 15 : 1 - 27 ini adalah berbicara Kristus sebagai pokok anggur yang benar, kita adalah ranting-rantingnya (dalam terang Tabernakel kena mengena dengan PELITA). Persekutuan yang benar itu diibaratkan seperti pokok dengan ranting, Kristus adalah pokok dan kita adalah rantingnya. Supaya bisa hidup, ranting-ranting itu harus tetap melekat pada pokok, ranting itu bisa hidup sepenuhnya karena ditopang oleh pokok. Demikianlah juga dengan kita sebagai jemaat Tuhan, kita bisa hidup, kita bisa beraktivitas, bisa beribadah dan melayani Tuhan, semua itu bisa terjadi karena Kristus Yesus telah menopang kita dengan kuasa-Nya, lewat darah, lewat firman dan juga lewat Roh Kudus-Nya. Intinya: hidup kita ini harus tetap tinggal dan berada di dalam Kristus, tidak boleh jauh dan tidak boleh terpisah walau pun sesaat.

Maka kalau kita lihat kitab Efesus, dalam terang Tabernakel kena mengena dengan Meja Roti Sajian. Juga berbicara:
1), adanya persekutuan yang benar dengan Tuhan lewat firman pengajaran-Nya,
2), pribadi Kristus Yesus lewat firman-Nya tinggal di dalam kita sehingga kita layak disebut milik kepunyaan Kristus.
Jika kita sudah hidup di dalam Kristus maka ada tiga (3) kekayaan yang akan kita nikmati, yaitu:

1). Efesus 1 : 7 - 8 “kekayaan kasih karunia”, jika kita sudah hidup di dalamKristus dan Kristus diam di dalam kita, maka kita akan berhak mendapatkan: penebusan dan pengampunan dosa.

2). Efesus 1 : 18 “kekayaan kemuliaan”, diberikan tidak kepada semua orang tetapi hanya kepada mereka yang sudah hidup di dalam Kristus, yaitu mereka yang sudah kudus dan setia kepada Tuhan.

3). Efesus 1 : 19 “kehebatan kuasa Tuhan”, yg diberikan Tuhan kepada orang yang percaya dengan sungguh-sungguh. Karena itu supaya kita bisa menikmati semua kekayaan Allah itu, pertama-tama hati kita harus tetap menerima firman Tuhan, kita harus dikuduskan, kemudian kita harus tetap setia melayani Tuhan.

Syarat supaya bisa menerima "kekayaan kasih karunia" dari Tuhan Yesus, kita harus percaya bahwa Yesus lah satu-satunya penebus, satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dunia. Sebab sebelum manusia itu ditebus, ia sedang berada di dalam maut, ia hidup dalam dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran. Dan sebelum manusia itu diampuni dosanya sesungguhnya manusia itu jauh dari kebahagiaan, jauh dari kebenaran bahkan jauh dari keselamatan.
Untuk itulah Tuhan Yesus datang ke dunia ini, Ia menunjukkan kekayaan kasih karunia-Nya dengan menjadi penebus bagi semua orang.

Roma 4 : 6 - 8 praktek penebusan itu:

1. Pelanggaran-pelanggaran kita diampuni
2. Dosa-dosa kita ditutupi
3. Kesalahan-kesalahan kita tidak diperhidungkan.


Jika sudah demikian, barulah kita layak disebut berbahagia. Sebanyak apa pun harta kita, setinggi apa pun jabatan kita, bahkan semaju apa pun usaha kita, semua itu tidak bisa memberi kebahagiaan, justru sebaliknya ketakutanlah yang datang. Tetapi setelah pelanggaran kita diampuni, dosa kita ditutupi (=disucikan) dan setelah kesalahan kita tidak diperhitungkan lagi, pada saat itulah kita akan merasakan kebahagiaan dari Tuhan.

Demikian juga supaya kita layak mendapatkan kekayaan kemuliaan dan kehebatan kuasa Tuhan, kita harus hidup suci dan setia mengikuti Tuhan mau pun melayani Tuhan. Kekayaan kemuliaan dan kehebatan kuasa Tuhan itu diberikan tidak kepada sembarang orang, tidak diberikan kepada orang yang masih berdosa, walau pun mereka sudah percaya kepada Yesus tetapi kalau tidak kudus dan kalau tidak setia, maka kekayaan kemuliaan dan kehebatan kuasa Tuhan itu tidak akan pernah dinikmati. Mengapa? Roma 3 : 23 firman Tuhan begitu tegas telah menyatakan bahwa setiap orang yang berdosa itu telah kehilangan kemuliaan ALlah.
Tetapi jika kita mau hidup kudus dan mau setia mengikuti dan melayani Tuhan, maka Tuhan ALlah akan memberikan kekayaan kemuliaan-Nya dan kehebatan kuasa-Nya juga akan dinyatakan di dalam hidup kita. Inilah yang membuat sehingga kita dapat merasakan betapa indahnya hidup dalam persekutuan yang benar, betapa bahagianya jika Kristus sudah tinggal di dalam kita. 2 Korintus 3 : 13 firman Tuhan mengatakan: kita semua (=yang sudah dikuduskan) akan mencerminkan kemuliaan Tuhan, kita akan diubah menjadi serupa dengan gambar Kristus, dalam kemuliaan yagn semakin besar.



“HIDUP ADALAH KRISTUS”


Kamis - 19 Agustus 2010


Manusia jasmani ini tidak bisa masuk ke dalam Allah dan Ia tidak akan mau tinggal didalamnya, kalau masih tetap mempertahankan manusia jasmani, maka sudah jelas tidak akan boleh masuk ke dalam kerajaan sorga. Tetapi syukur kepada Allah, Yesus Kristus telah mati di atas kayu salib untuk menunjukkan kemurahannya yang begitu besar, Tuhan telah lebih dahulu menempatkan diri-Nya dalam kehidupan kita lewat tiga perkara, yaitu:

- lewat firman-Nya = kena mengena dengan MEJA ROTI, yang telah diberikan untuk
menyatakan segala rencana-Nya yang begitu besar di dalam kehidupan manusia berdosa.
- lewat Roh Kudus-Nya = kena mengena dengan PELITA, yang besar fungsinya untuk
menyadarkan manusia dari segala dosa-dosanya supaya berbalik dan datang kepada Tuhan.
- lewat kasih-Nya = kena mengena dengan MEZBAH DUPA, yang telah ditunjukkan
Nya lewat kematian-Nya di kayu salib supaya kita bisa dipersekutukan dengan pribadi-Nya.

Jika sudah demikian barulah bisa disebut “hidup adalah Kristus” sebab Allah telah berkenan untuk menyatakan diri-Nya di dalam kita untuk membaharui kita dari hari kesehari sampai kita segambar dengan Kristus. Efesus 1 : 3 jika hidup adalah Kristus maka kita akan layak menerima “segala berkat rohani” di dalam sorga, yaitu: kekayaan kasih karunia, kekayaan kemuliaan dan juga kehebatan kuasa Allah yang akan dinyatakan dalam pribadi kita. Memang manusia itu pada dasarnya sudah mewarisi dosa sejak dari nenek moyangnya dansudah berada dalam tawanan dosa. Dalam Roma 7 : 24 rasul Paulus mengaku dengan jujurdan berkata: “Aku, manusia celaka! Siapakan yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Dalam ayat ini rasul Paulus menyebut tubuhnya sebagai “tubuh maut”, ini membuktikan bahwa di dalam tubuh kita sebagai manusia tidak ada yang patut dibanggakan, tidak ada yang istimewa di dalamnya. Kalau rasul Paulus saja berkata demikian, terlebih lagi kita harus mau dengan jujur mengaku bahwa di dalam tubuh kita ini juga tidak ada yang patut dibanggakan. Namun walau pun demikian, dalam Roma 7 : 25 ada satu pribadi yang dapat membebaskan kita dari tubuh maut ini, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib sebagai korban penebusan untuk mengampuni segala dosa yang telah kita lakukan.

DAUD, juga seorang yang mau mengakui segala dosa dan pelanggarannya dengan jujur, iatidak mau menutup-nutupi segala pelanggaran yang telah diperbuatnya.
Kita bisa melihatnya dalam Mazmur 51 : 3 - 7 ketika Daud berdoa kepada Tuhan dengan jujur ia memohon belas kasihan Tuhan menurut kasih setia dan rahmat Tuhan yang besar supaya:
- segala pelanggarannya dihapuskan
- dibersihkan dari segala kesalahannya
- ditahirkan dari segala dosanya


Daud sadar bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membersihkan atau mentahirkan dirinya dari dosa, termasuk dirinya sendiri selain pribadi Tuhan Allah. Doa Daud yang patut kita perhatikan: “Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!” Kuasa penebusan itu sanggup membersihkan atau menyucikan dari dosa supaya menjadi tahir dan membasuh sampai menjadi lebih putih dari salju. Seperti Daud dibersihkan dengan hisop, demikian juga kita akan disucikan dari segala dosa dengan darah Yesus Kristus. Hisop itu menunjuk kepada darah Yesus, jadi hanya oleh darah Yesus saja segala dosa dan pelanggaran bisa dibersihkan. Maka untuk mentahirkan kita dari dosa, lebih dahulu Tuhan akan menegor kita sampai ke dalam batin dengan jalan memasukkan firman Tuhan ke dalam hati kita (ayat 8). Firman Tuhan yang kita dengar itu menjadi alat bagi Tuhan untuk mengoreksi sampai ke dalam batin kita, dengan jalan demikian maka Kristus akan diam di dalam kita dan kita di dalam Kristus.



“KITAB KELUARAN”


Kamis - 26 Agustus 2010

Kitab Keluaran bertemakan : Tuhan membawa umat-Nya keluar dari perbudakan di bawa masuk ke tanah perjanjian untuk dijadikan sebagai imam-imam. Kemudian dalam terang Tabernakel kena mengena dengan Halaman, yang berbicara hidup karena iman. Yang dimaksud dengan “hidup karena iman” adalah yang beriman hanya kepada Tuhan Yesus, yang percaya kepada Yesus dan yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Yesus yang rela mati di kayu salib sebagai korban tujuannya adalah untuk menebus kita dari segala dosa dan pelanggaran supaya bisa diperdamaikan dengan Allah. Firman Tuhan dalam Roma 3 : 21 - 31 menjelaskan kepada kita manusia itu bisa dibenarkan hanya kalau ia mau beriman kepada Tuhan Yesus. Walau pun semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah namun oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan di dalam Kristus Yesus, yaitu oleh darah-Nya. Jadi Kristus Yesus telah ditentukan menjadi jalan pendamaian karena iman supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya diselamatkan dan dibebaskan dari dosa dan hukum maut.
Maka setiap orang yang sudah masuk ke daerah Halaman, yaitu yang sudah dibenarkan oleh iman, hidupnya ditandai dengan sikap yang benar: “mau diatur, mau dipimpin, mau diarahkan supaya hidup dalam kebenaran.” Puncaknya mau diatur firman Tuhan dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, baik pribadinya, nikah atau keluarganya, usahanya, pekerjaannya, pergaulannya, bahkan pelayanannya diatur firman Tuhan.

Bukti jemaat yang benar: ia harus mau diatur dan diarahkan lewat firman Tuhanyang diterima lewat ibadah dan penggembalaan, setia beribadah, setia mengembalikan perpuluhan, setia melayani, dll.

Bukti hamba Tuhan yang benar: ia juga harus mau diatur dan dipimpin oleh firman Tuhan, sekali pun sudah hamba Tuhan tetapi harus tetap tergembala dengan baik.

Mengapa kita sangat memerlukan tanda kelepasan?
supaya kita bisa berjalan dalam pimpinan Tuhan, berjalan dalam kebenaran untuk memperoleh hidup yang kekal. Sebab kalau kita lihat selama bangsa Israel itu masih diperbudak di Mesir, maka mereka tidak mungkin bisa berjalan menuju tanah perjanjian. Demikian juga selama manusia itu belum dilepaskan dari perbudakan dosa, maka sudah jelas ia tidak mungkin bisa berjalan dalam kebenaran dan langkah perjalanannya tidak mungkin menuju sorga.
Maka kalau kita lihat inti kitab Keluaran yang sesungguhnya adalah:
1. Umat-Nya dibebaskan dari perbudakan dosa.
2. Dipelihara dan diatur dalam penggembalaan yang benar.
3. Tuhan mau menempatkan umat-Nya supaya berpusat ke tempat kediaman
Allah yang sesungguhnya.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mensyukuri keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan Yesus yang mati di kayu salib. Kematian Tuhan Yesus itu bertujuan untuk menghidupkan manusia yang telah berdosa itu supaya memiliki keselamatan yang pasti. Efesus 2 : 1 - 10 manusia yang telah mati karena pelanggaran dan dosa itu telah dihidupkan kembali bersama-sama dengan Kristus oleh kasih karunia yang telah dikerjakan sepenuhnya oleh Kristus. Kita telah dibangkitkan dan juga telah memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, di dalam kemuliaan-Nya yang kekal.

Selasa, 13 Juli 2010

BIBLE STUDY - J U L Y 2010

“JANGANLAH KAMU KUATIR”


Kamis - 01 Juli 2010


Manusia itu pada dasarnya lemah, rapuh & mudah putus asa. Manusia yang terdiri dari darah dan daging ini perlu akan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, uang, pekerjaan, kesehatan, dll, ini yang membuat sehingga manusia itu memiliki keinginan. Sehingga karena kebutuhan tersebut, manusia itu sering sekali terpengaruh bagaimana cara untuk memenuhi semua kebutuhannya. Kadang-kadang ada orang yang tidak perduli dengan firman Tuhan, sehingga apa pun caranya, halal atau tidak halal, yang penting kebutuhan itu bisa dipenuhi, yang penting kepuasan diri bisa digapai. Sehingga tidak heran banyak orang Kristen tanpa sadar telah membuat Tuhan itu hanya seperti mesin pencetak uang, membuat Tuhan itu seperti seorang pembantu untuk mengambil ini dan itu, fokusnya hanya untuk kepentingannya sendiri saja.

Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tahu bahwa apapun yang ada di dunia ini tidak dapat memuaskan hasrat manusia, seberapa banyak pun harta yang ada padanya, semua itu tidak dapat memberi kepuasan yang abadi sifatnya hanya kepuasan daging yang sementara saja. Tuhan itu adalah Raja kita, Bapa kita, Penolong kita, Juruselamat kita, Suami kita, jauh lebih tinggi dari segala kebutuhan hidup kita. Karena Dia adalah Tuhan dan Bapa kita, maka hanya Dia sajalah yang dapat memberi kepuasan dalam hati kita. Tuhan mengundang supaya kita datang kepada-Nya, dengan cara menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan termasuk hati, hasrat atau pun keinginan kita.
Kalau kita sudah menyerahkan hasrat atau keinginan kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan masuk ke dalam hati kita lewat firman dan Roh Kudus-Nya, Ia akan menguasai keinginan kita. Tuhan mau menguasai hasrat kita, Tuhan mau hanya Dia saja yang ada di dalam hati dan pikiran kita, supaya segala bentuk kekuatiran itu bisa diusir dari dalam diri kita.
Matius 6 : 25 - 34
Tuhan Yesus menjelaskan dengan terperinci kepada murid-murid tentang kekuatiran, tentang apa yang membuat manusia itu menjadi kuatir. Dalam ayat ini ada beberapa hal yang membuat manusia menjadi kuatir dalam hidupnya, yaitu:

- akan hidup
- akan makanan
- akan minuman
- akan pakaian


Tuhan Yesus berkata: "Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja dalam hidupnya?" (ayat 27) Orang yang kuatir hidupnya tidak akan tenang, tidak akan dapat berbuat apa-apa dan sulit diajak percaya kepada firman Tuhan. mengapa? sebab pikirannya hanya tertuju kepada masalahnya.
Karena itu Tuhan Yesus dengan tegas berkata bahwa hidup itu lebih penting dari pada makanan dan minuman dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Tuhan Yesus berkata demikian supaya kita semua jangan hanya berfokus kepada perkara-perkara yang lahiriah saja tetapi supaya kita juga lebih memperhatikan perkara-perkara rohani. Maksudnya supaya kita menjaga ibadah dan persekutuan kita kepada Tuhan. Ibadah dan persekutuan itu tidak boleh rusak karena kekuatiran, tidak boleh tertinggal karena lebih mengejar perkara-perkara yagn lahiriah.
Supaya kita jangan kuatir, Tuhan Yesus mengangkat burung-burung di udara & bunga bakung di ladang yang hidup tanpa kekuatiran. Walaupun burung di udara itu tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi dipelihara oleh Tuhan, tidak pernah kekurangan. Demikian juga dengan bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun dipelihara oleh Tuhan dan Tuhan sendiri yang mendandani bunga bakung tersebut sehingga nampak indah dipemandangan mata. Bahka Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak pernah berpakaian seindah salah satu dari bunga bakung tersebut.

Burung-burung di udara dan bunga bakung ini berbicara sikap hidup orang Kristen yang selalu percaya kepada Tuhan, percaya kepada firman Tuhan dan selalu bergantung harap hanya kepada Tuhan Yesus saja. Tidak membuat kebutuhan itu diatas segalanya, tidak membuat perkara-perkara yang lahiriah itu lebih tinggi dari perkara yang rohani.

Ingat! tidak ada seorang pun manusia yang bisa mengusir kekuatiran dari dalam dirinya sendiri, kecuali kalau mau datang kepada Tuhan dengan mempercayai firman-Nya, sebab dengan mempercayai firman Tuhan maka rasa kuatir itu pasti akan hilang sehingga kita bisa datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Belajarlah hidup tanpa kekuatiran, belajarlah hanya bergantung harap kepada Tuhan, maka Tuhan sendiri akan bekerja seperti Ia memelihara burung-burung di udara dan bunga bakung di ladang. Bahkan Tuhan Yesus akan membuat hidup kita lebih indah dan lebih mulia dari pada bunga bakung.
Haleluya.....!!!!!!!!!!


“PENGURAPAN DARI ROH KUDUS”


Kamis - 08 Juli 2010

Dalam Matius 25 : 1 - 13 gereja Tuhan itu diumpamakan seperti sepuluh gadis yang sama-sama menantikan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria. Lima diantaranya disebut bijaksana berhasil masuk ke dalam pesta perjamuan kawin, ini gambaran gereja Tuhan yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Sedang kan yang lima lagi disebut bodoh, punya pelita tetapi tidak punya minyak dalam buli-buli. Minyak dalam buli-buli ini berbicara pekerjaan Roh Kudus, yaitu pengurapan dari Roh Kudus, juga berbicara tentang perbuatan-perbuatan yang benar yang dapat menyenangkan hati Tuhan.

Dalam Tabernakel ada tiga (3) ruangan, yaitu:
- Halaman,
- Ruangan Suci dan
- Ruangan Maha Suci,
yang juga berarti ada tiga jenis pengurapan dari Roh Kudus.

Orang yang sudah berada di Halaman juga sudah diurapi tetapi belum sepenuhnya hidup dalam kebenaran, kadang-kadang masih bercampur dengan keinginan daging artinya masih bisa kalah dengan keinginan diri sendiri.
Pengurapan di Ruangan Suci, ini ditujukan khusus kepada orang-orang yang sudah mengalami tanda pembaharuan atau yang sudah mengalami penyucian oleh firman Tuhan. Setiap orang yang sudah mengalami pengurapan di Ruangan Suci akan mendapatkan karunia-karunia dari Roh Kudus.
Dan pengurapan di Ruangan Maha Suci diberikan khusus hanya kepada orang-orang kudus yang telah menjadi taat dan setia untuk disempurnakan, sepenuh hidupnya sudah dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus.
Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita harus tahu dari mana sumber pengurapan tersebut, yaitu hanya bersumber dari salib Kristus.
Sebagaimana Kristus telah mati di atas kayu salib dan dibangkitkan dan telah naik ke sorga, demikian juga kita harus mengalami proses penyaliban, yaitu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya supaya pengurapan dari Roh Kudus ini bisa kita alami.
SALIB ini berbicara ada korban penebusan dan perdamaian, kita telah diperdamaikan dengan Bapa oleh darah Kristus untuk selanjutnya layak disebut sebagai milik kepunyaan Tuhan. Perlu kita ketahui, dalam kitab Perjanjian Lama berbicara pengurapan kita harus tahu dari mana sumber minyak urapan dan untuk apa kegunaannya. Hal ini perlu kita ketahui supaya kita jangan sampai salah mengartikan minyak pengurapan, dan supaya jangan sampai salah mempergunakannya. Sebab kalau kita lihat zaman sekarang ini banyak orang Kristen tidak mengerti dari mana sumber minyak urapan sehingga tidak mengetahui kegunaannya juga. Keluaran 30 : 22 - 25 minyak urapan yang kudus bahan-bahannya terbuat dari rempah rempah pilihan, seperti mur tetesan lima ratus syikal, kayu manis yang harum, tebu yang baik, kayu teja dan minyak zaitun. Jadi bahan minyak urapan itu bukan hanya dari minyak zaitun saja tetapi juga dari bahan-bahan yang lain, tetapi tidak boleh ditambah dengan yang tidak ditentukan oleh Tuhan. Kalau kita lihat dalam ayat ini, berbicara minyak urapan secara hurufiah saja tidak sembarangan apalagi secara rohani. Sekarang ini banyak orang mengaku memiliki minyak urapan karena sudah datang dari Yerusalem, mereka menganggap kalau sudah memiliki minyak zaitun saja sudah memiliki minyak urapan. Ini prinsip yang salah. Ingat dan lihat ayat tersebut di atas, secara hurufiah saja yang disebut minyak urapan itu bukan hanya dari minyak zaitun saja, sehingga kalau sudah membawa minyak zaitun dari Israel, Saudara langsung merasa inilah minyak urapan yang asli, Saudara langsung membesar-besarkan diri sebagai hamba Tuhan yang diurapi.
Pengurapan yang benar itu bukan lagi secara hurufiah, pengurapan yang dari Roh Kudus itu murni karunia Tuhan, Roh Kudus akan mengurapi siapa yang layak untuk diurapi, dan IA juga akan memberikan karunia-karunia Roh Kudus kepada siapa yang dianggap layak untuk menerimanya.
Penggenapan pengurapan yang benar itu adalah urapan yang bersumber dari Roh Kudus yang akan mengurapi setiap orang yang mau berjalan dalam salib, dan yang sudah hidup di dalam kebenaran, tetap hidup setia baik beribadah maupun untuk melayani Tuhan. Pengurapan dari Roh Kudus itu tidak seperti kebanyakan orang yang memakai minyak zaitun untuk mengurapi dan yang lebih parah lagi minyak urapah itu telah disalah gunakan untuk mencari untung. Karena itu kita harus mengerti dari mana sumber pengurapan yang sebenarnya supaya jangan tetap menggunakan minyak pengurapan yang hurufiah saja. Roh Kudus sudah dicurahkan, dan Tuhan akan memberikan pengurapan itu kepada siapa yang dianggap layak untuk diurapi.



“PENGURAPAN DARI ROH KUDUS”


Kamis - 15 J U L I 2010


Saudara-saudara, sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, bahwa untuk membuat minyak urapan yang kudus tidak sembarangan dan tidak boleh dicampur dengan rempah-rempah yang lain, yang tidak ditentukan oleh Tuhan. Minyak urapan yang kudus itu terbuat dari rempah-rempah pilihan, seperti Mur tetesan lima ratus syikal, kayu manis yang harum, tebu yang baik, kayu teja dan minyak zaitun. Semua bahan-bahannya Tuhan sendiri yang menentukan, bukan Musa dan bukan pula Harun atau bangsa Israel. Yang disebut minyak urapan yang kudus itu bukan hanya terdiri dari minyak zaitun saja, harus lengkap.

MINYAK MUR
berbicara: perjalanan salib.

Untuk mendapattkan minyak mur, pohonnya harus dilukai dulu supaya keluar minyaknya. Kalau pohonnya tidak dilukai lebih dahulu, maka minyak tidak akan pernah keluar dari pohonnya sehingga tidak mungkin ada minyak mur yang harum baunya. Tetapi jika pohonnya sudah sengaja dilukai, maka pohon itu akan mengeluarkan minyak yang menetes terus menerus, memang tidak langsung banyak, tetapi kalau sudah menetes terus menerus dari hari ke hari, maka dapatlah minyak mur yang harum bauny. Inilah yang digunakan sebagai kelengkapan minyak urapan yang kudus untuk mengurapi imam-imam yang telah ditunjuk untuk melayani di kemah Allah.
Pohon yang sengaja dilukai supaya menghasilkan minyak mur ini berbicara:

- Pengalaman atau perjalanan Tuhan Yesus yang turun dari sorga ke bumi untuk membuka jalan keselamatan bagi kita semua, terutama gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, IA telah mati di kayu salib sebagai korban pendamaian bagi kita. Namun sebelum Tuhan Yesus disalibkan, terlebih dahulu Ia harus mengalami banyak penderitaan yang berat, yang dimulai ketika Ia berdoa di taman Getsemani pertama-tama yang ditaklukkan adalah keinginan-Nya sendiri, Ia harus rela menderita menanggung penderitaan yang begitu berat supaya terjadi keselamatan bagi kita semua. Ketika di taman Getsemani Yesus berdoa kepada Bapa: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26 : 39).
Pada waktu berdoa itu peluh (=keringat) Tuhan Yesus menjadi seperti "titik-titik darah" yang bertetesan ke tanah karena begitu peratnya pergumulan yang sedang dihadapi-Nya. Namun sekali pun sedang ditengah-tengah pergumulan yang berat, Tuhan Yesus menyerahkan semua itu kepada Bapa supaya kehendak Bapa saja yang terjadi (Lukas 22 : 44). Maka setelah Yesus selesai mengatakan demikian, Ia pun dengan rela menanggung begitu banyak penderitaan dan penganiayaan baik dari bangsa Israel sendiri mau pun dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mengalami pukulan yang begitu berat, Dia dianiaya sampai darah-Nya menetes seperti tetesan minyak mur yang keluar dari pohon yang telah dilukai tersebut.

- Galatia 6 : 17 dalam diri Paulus sebagai rasul Kristus (=PENGALAMAN HAMBA-HAMBA TUHAN) ada tanda-tanda milik Kristus, tanda ini diperoleh setelah Paulus mengalami banyak penderitaan dalam pemberitaan Injil kepada banyak orang. Yang dimaksud dengan "tanda-tanda milik Yesus" ini sama dengan jalan salib, di mana Paulus dalam pelayanannya dalam pemberitaan Injil juga mengalami banyak penderitaan demi penderitaan sampai Inil keselamatan itu sampai kepada banyak orang dan banyak bangsa.

- Demikian juga kita sebagai jemaat Tuhan, kita juga harus mau berjalan dalam jalan salib, kita harus mau menderita bersama dengan Kristus karena melakukan firman Tuhan, bukan karena dosa. Kalau penderitaan yang kita alami itu datang karena melakukan firman Tuhan, berarti Tuhan sedang membawa kita berjalan dalam jalan salib supaya kita bisa menjadi sama seperti Dia dalam kekudusan-Nya. Dan jika mau berjalan dalam jalan salib, maka penderitaan itu akan menghasilkan pengurapan dari Roh Kudus, kita akan diurapi supaya layak menjadi milik Kristus. Tetapi ada syaratnya: kita harus berhasil mengalahkan segala keinginan/tabiat daging.

Sebagaimana telah kita pelajari minyak mur itu banyaknya harus lima ratus hin, angka 500 hin ini adalah angka penuntasan, segala keinginan/tabiat daging harus benar-benar telah dikalahkan supaya kita layak menerima pengurapan dari Roh Kudus.
Dalam 1 Tawarikh 4 : 42 - 43 bani Simeon sebanyak lima ratus orang pindah ke pegunungan Seir setelah mereka membinasakan orang Amalek. AMALEK = keinginan daging. Artinya : setiap orang yang sudah mampu mengalahkan segala keinginan dagingnya, ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup, Kristus Yesus berkenan diam di dalam dirinya. Jadi segala keinginan daging harus dikalahkan, tidak boleh dibiarkan bertumbuh. Dalam Keluaran 17 : 14 Tuhan sendiri telah berfirman kepada Musa supaya dituliskan dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan bahwa Tuhan akan “menghapuskan” sama sekali ingatan kepada Amalek dari bawah kolong langit.

Contoh jemaat yang berjalan dalam salib adalah jemaat di Tesalonika yang hidup dalam iman, dalam pengharapan dan dalam kasih sehingga Tuhan berkenan memilih mereka. Walau pun mereka berjalan dalam penderitaan yang begitu berat (=jalan salib) tetapi mereka mampu bertumbuh dan berhasil menjadi penurut-penurut rasul-rasul dan penurut-penurut Tuhan, di tengah-tengah penindasan yang begitu berat mereka mampu melakukan firman Tuhan. Bahkan sekali pun mereka sedang berjalan dalam salib, tetapi mereka dapat menerima firman itu dengan sukacita sehingga Roh Kudus pun dengan leluasa bekerja di dalam diri mereka.
Jadi dengan seijin Tuhan, kita semua harus mau mengalami jalan salib supaya kita menerima pengurapan dari Roh Kudus yang sanggup membawa sampai kepada kesempurnaan. INGAT! sumber pengurapan itu adalah salib di mana Yesus ditinggikan, salib itulah sumber keselamatan bagi kita dan salib itu jugalah sumber pengurapan. Jadi kalau Saudara rindu mengalami pengurapan dari Roh Kudus, jalan saliblah solusinya, harus ada kerelaan berjalan dalam jalan salib, bagaikan pohon yang sengajar dilukai demikianlah Tuhan sengaja membawa kita berjalan di tengah-tengah penderitaan supaya nyata kuasa Tuhan memberi pertolongan. Jika Yesus sendiri sebagai Tuhan dan Juruselamat telah melewati jalan salib, maka kita juga harus berjalan melewati salib, tetapi bukan karena dosa melainkan karena melakukan firman Tuhan.
H A L E L U Y A ..................!!!!!!!!!!!!



“J A L A N S A L I B”


Kamis - 22 Juli 2010


JALAN SALIB membuat hidup kita tidak kelihatan lagi, melainkan kuasa Kristus dalam pengurapan dari Roh Kudus yang lebih dominan, yang mengatur dan yang memimpin hidup kita setiap hari. Jika Tuhan hidup di dalam hidup kita, maka kuasa Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus akan menjadi nyata dalam hidup kita, secara sepenuhnya Roh Kudus yang akan mengendalikan hidup kita.

Lewat jalan salib itu, Tuhan mau menyatakan kuasa-Nya yang besar untuk menyelamatkan kita, bukan hanya dari dosa, bukan hanya dari maut tetapi juga dari segala kelemahan-kelemahan yang ada di dalam diri kita.
Perbedaan antara orang-orang dunia dengan anak-anak Tuhan: kalau orang-orang dunia lebih mencintai dirinya sendiri, lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, tetapi anak-anak Tuhan justru dengan rela menyangkal dirinya dan menyalibkan segala keinginan dagingnya.
Kita harus tetap mengetahui bahwa setelah manusia jatuh ke dalam dosa, tidak ada seorang pun yang bisa datang kepada Tuhan, tidak ada seorang pun yang berhasil bertemu dengan Tuhan. Mengapa? sebab dosa itu sudah memisahkan manusia yang berdosa dengan Allah. Yesaya 59 : 1 - 2 walau pun berseru-seru kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mau mendengar dan tidak akan menjawab doanya, sebab dosa itu menjadi pemisah antara manusia yang berdosa dengan ALlah. Untuk itulah Tuhan mau menyatakan diri-Nya kepada manusia, Tuhan mau menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar demi keselamatan manusia, baik dari dosa maupun dari maut.

TUHAN ITU DISEBUT ALFA DAN OMEGA (=YANG AWAL DAN YANG AKHIR,) YANG SUDAH ADA DAN YANG AKAN DATANG, YANG MAHA KUASA (Wahyu 1 : 8)

Karena Tuhan itu adalah Alfa dan Omega, yang artinyaYang Awal dan Yang Akhir, maka hanya Dia sajalah yang bisa mengawali supaya kita bisa mendekat kepada Tuhan, Dialah satu-satunya pribadi yang bisa membawa kita bertemu dengan pribadi-Nya. Kalau seandainya Tuhan tidak mengerjakannya lebih dahulu, maka apa pun usaha yang dilakukan manusia untuk mendekat kepada Allah tidak akan berhasil, bahkan apapun yang diberikan manusia kepada Tuhan, semua itu tidak bisa mendekatkan manusia kepada Tuhan. Walau pun mungkin sudah tamat membaca Alkitab mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, walau tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berzinah, dll, semua itu tidak bisa membawa kita mendekat kepada Tuhan.
Tetapi syukur kepada Tuhan, Ia yang adalah Alfa dan Omega, Yang Awaldan Yang Akhir, Ia telah memulai jalan yang baru supaya kita bisa mendekat kepada Allah,yaitu lewat JALAN SALIB. Yesus telah mati di kayu salib, Ia telah mengalami banyak penderitaan dan penganiayaan yang begitu berat, tujuannya adalah untuk mengawali jalan supaya kita, orang-orang yang sudah berdosa bisa bertemu dengan Tuhan, supaya kita bisa dipertemukan kembali dengan Tuhan. Maka supaya kita semua bisa berjalan dalam jalan salib, kita harus punya sikap yang benar, yaitu kita harus mau MENGHAMBAKAN DIRI kepada Tuhan, dengan cara beribadah dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Yesaya 49 : 1 hamba Tuhan yang mau melayani dengan sungguh-sungguh itu sudah dipanggil Tuhan sejak dari kandungan, telah menyebut namanya sejak masih diperut ibunya. Hamba Tuhan yang benar:
- mulutnya seperti pedang yang tajam
- seperti anak panah yang runcing,
sikapnya: rela menjadi kecil, pribadi Tuhan Yesus yang dibesarkan (Yohanes 3 : 30).

Inilah jalan salib itu, jalan yang bisa membawa kita mendekat kepada Tuhan, kita akan menjadi hamba Tuhan yang diurapi, diberi kuasa. Ibrani 1 : 9 hamba Tuhan yang diurapi itu: mencintai keadilan, membenci kefasikan, ia melebihi orang yang lain yang juga mengaku sebagai hamba Tuhan tetapi tidak ada pengurapan dari Roh Kudus. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 2 : 15 menekankan supaya kita jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Setiap orang yang lebih mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam dirinya sebab bagaimana mungkin ia bisa mengasihi Tuhan apalagi melayani Tuhan, sedangkan hatinya masih terikat kepada perkara yang duniawi. Jalan satu-satunya, kita harus mau berjalan dalam jalan salib, kita harus hidup oleh Roh maka kita tidak akan menuruti daging.



“J A L A N S A L I B”


Kamis, 29 Juli 2010


Firman Tuhan dalam Filipi 1 : 21 mengatakan: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Banyak orang mengaku orang Kristen, mengaku hidup, tetapi Kristus tidak tinggal di dalam hidupnya, selalu takut menghadapi masalah, takut ketika sedang sakit, kuatir akan kebutuhannya, kuatir akan anak-anaknya, dll.

Perlu kita ketahui arti kalimat: “Hidup adalah Kristus” itu berarti bahwa: Kristus benar-benar diam di dalam hidup kita, ia tinggal ditengah-tengah rumah tangga kita, dalam pelayanan kita mau pun dalam segala aktivitas kita. Sepenuhnya Kristus yang mengatur dan yang memimpin hidup kita, baik hati maupun pikiran kita.

Sehingga jika Kristus sudah diam di dalam hidup kita, maka kita tidak akan mudah lagi terpengaruh dengan segala hal yang berbau dosa, tidak goyah ketika sedang menghadapi banyak penderitaan atau pencobaan, tidak akan kuatir akan segala kebutuhan, bahkan sekali pun sedang diperhadapkan kepada kematian, tidak akan takut.
Firman Tuhan dalam 2 Korintus 5 : 17 menjelaskan setiap orang yang sudah berada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, dan kalau kita sudah disebut cipataan baru, berarti segala sifat dan karakter yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Ayat 18 = kalau sudah diciptakan menjadi ciptaan baru, maka kepadanya akan dipercayakan pelayanan, baik untuk melayani Tuhan mau pun manusia.
Perlu kita ketahui bawa pada zaman sekarang ini, kita bagaikan sedang berada di dalam “gelanggang pertandingan”, kita sedang diperhadapkan kepada banyak penderitaan. Walau pun kita sudah diselamatkan, dosa sudah diampuni, sudah menerima terang firman Tuhan, bukan berarti bebas dari berbagai-bagai masalah, sebaliknya Tuhan justru dengan sengaja sedang membawa kita berjalan dalam jalan salib, tujuannya untuk mengetahui sampai dimana kasih dan kesetiaan kita dalam mengikut Tuhan.
Oleh sebab itu Firman Tuhan dalam Ibrani 10 : 32 menjelaskan sesudah kita menerima terang firman Tuhan, kita banyak menderita oleh karena kita mau bertahan dalam perjuangan yang begitu berat. Mungkin ada yang mengalami sakit penyakit, mungkin ada yang mengalami problem dalam rumah tangga, seperti istri yang tidak bertobat, suami yang tidak bertobat atau anak-anak yang tidak bertobat. Semua ini sengaja Tuhan ijinkan kita hadapi, kita sedang dibawa berjalan dalam jalan salib untuk mengetahui apakah ditengah-tengah penderitaan itu kita masih cinta Tuhan atau sebaliknya.
Tetapi ingatlah, jikalau Kristus sudah diam di dalam hati kita, seberat apa pun penderitaan itu tidak akan terasa lagi, mungkin ada orang yang merasa kasihan melihat Saudara yang sedang sakit, yang kekurangan sesuatu, atau apapun penderitaan yang sedang engkau alami, tetapi karena Kristus sudah tinggal di dalam hidup kita dan kita sudah tinggal di dalam hidup kita, kita sendiri tidak merasakannya.
Ibrani 10 : 33 - 34 bentuk-bentuk penderitaan itu antara lain kita dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, menjadi orang-orang hukuman, harta dirampas habis, namun sekalipun demikian kita harus mampu menerima semua itu dengan sukacita, bukan dengan paksaan dan jangan dengan sungut-sungut. Sebab kita sedang mengharapkan harta yg lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya, yaitu hidup yang kekal bersama dengan Kristus di dalam kerajaan sorga. Ibrani 10 : 35 sikap kita sebagai jemaat Tuhan: jangan melepaskan kepercayaan sebab besar upah yang menantinya. Kemudian dalam ayat 36 yang paling kita perlukan dalam menantikan harta yang lebih baik itu adalah ketekunan, supaya sesudah kita melakukan kehendak Allah, kita berhasil memperoleh yang dijanjikan itu.

Karena itu supaya kita bisa berjalan dalam jalan salib:
- kita harus mampu mematikan segala keinginan daging, tabiat daging atau keinginan diri sendiri,
- kita harus tetap memandang kepada Kristus sebagai teladan yang lebih dahulu memikul salib untuk memberi contoh kepada kita.

Karena Kristus telah disalibkan untuk dosa-dosa kita, maka kita juga wajib menyalibkan segala keinginan daging supaya Kristus benar-benar tinggal di dalam hidup kita. Jalan salib itu berbicara ada proses pengalaman mati dan bangkit bersama dengan Kristus, dan kalau sudah demikian kita juga akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus. Inilah yang disebut mengalami proses DICIPTAKAN MENJADI CITPAAN YANG BARU, yang dibaharui dari cara-cara hidup yang lama. Karena itu kalau Tuhan sengaja membawa engkau berjalan dalam jalan salib, ingat! ini adalah cara Tuhan untuk membawa supaya kita bisa mendekat kepada Tuhan, supaya kita bisa beribadah dan melayani Tuhan dengan benar dan dibaharui dari hari ke hari sampai menjadi sama seperti Yesus dalam kekudusan-Nya. HALELUYA ........!!!!!!!!

Senin, 21 Juni 2010

Bible Study - JUNI 2010

"HARI PENTAKOSTA"

Kamis - 03 Juni 2010


PELITA bisa menyala karena ada minyak dan sumbu. SUMBU ini berbicara : ada kerelaan mengalami sengsara karena melakukan firman Tuhan, bukan karena dosa. Juga berbicara ada harga yagn harus dibayar jika ingin menjadi terang bagi sesama. 1 Petrus 4 : 12 mengatakan bahwa penderitaan itu dibaratkan seperti "nyala api siksaan" yang datang sebagai ujian, untuk menguji bagaimana kasih kita kepada Tuhan apakah masih tetap menyala walau sedang mengalami banyak ujian?
Oleh sebab itu supaya sumbu jangan habis/hancur ketika sedang pelita sedang dinyalakan harus tetap tersedia "minyak" yang cukup sebab pelita itu tidak boleh kekurangan minyak apalagi kalau sampai habis. Selagi pelita itu tetap penuh dengan minyak, pelita itu akan tetap menyala dan mengeluarkan sinarnya dan sumbu itu juga tidak akan habis terbakar.
Demikian juga selama urapan Roh Kudus ada di dalam hidup kita, maka hidup kita akan tetap memancarkan cahaya, tidak akan terpengaruh oleh gelapnya dosa dan tidak akan bersungut-sungut walau sedang mengalami penderitaan.

Ada dua (2) fungsi minyak urapan, yaitu:

1. UNTUK MENJAGA HATI DAN PIKIRAN.
Imamat 21 : 12 untuk menjaga hati dan pikiran supaya jangan sampai tercemar oleh dosa, imam-imam yang telah dikhususkan tidak boleh keluar dari tempat kudus, harus tetap berada di tempat kudus supaya terpelihara hati dan pikirannya. Minyak urapan yang dicurahkan ke atas kepala itu berfungsi menjaga supaya hati dan pikiran jangan rusak/tercemar, sebab kalau pikiran sudah rusak apalagi hati kalau sudah rusak, maka seluruh hidupnya juga akan rusak. Hati dan pikiran bisa mempengaruhi seluruh tubuh. TEtapi kalau tetap berada di dalam tempat kudus, ia akan tetap terikat dengan Tuhan lewat ibadah dan pelayanan.
Demikian juga kalau Roh Kudus sudah mengurapi kita, penderitaan dan kesukaran pun akan menjadi ringan, tidak ada satu masalah pun yang bisa mempengaruhi hidup kita. Mengapa? sebab hati kita sudah dijaga oleh Roh Kudus dan pikiran kita pun tidak lagi memikirkan hal-hal yang negatif, tetapi sudah yang positif. Jadi pengurapan yang dari Roh Kudus ini sangat berfungsi untuk menjaga kepala supaya dapat memikirkan yang jernih, dan kalau pikiran kita sudah jernih, barulah kita dapat memikirkan dan mencari perkara-perkara yang di atas (Kolose 3 : 1 - 2)
Kalau Tuhan sudah mencurahkan Roh Kudus-Nya, kasih ALlah akan dicrahkan juga di dalam hati kita sehingga kita dapat berpengharapan kepada Tuhan, bagi orang suci, yaitu yang hati dan pikirannya dijaga Roh Kudus semuanya menjadi suci. Sebaliknya bagi orang yang tidak beriman, baik hati dan pikirannya pun tidak ada yang suci.

2. UNTUK MENJAGA PELAYANAN KITA.
Imamat 24 : 1 - 4 supaya Pelita tetap menyala harus ada "minyak zaitun tumbuk yang tulen" untuk lampu. Ini adalah berbicara pekerjaan Roh Kudus yang berfungsi menjaga supaya kita tetap setia mengikuti mau pun melayani Tuhan, sama seperti Pelita yang tetap menyala di tempat kudus. Roh Kudus kalau sudah dicurahkan di dalam hati kita, Roh Kudus itu akan menjaga pelayanan kita sampai jemaat itu terbentuk menjadi "tubuh Kristus."
1 Korintus 12 : 13 yang disebut "tubuh Kristus" adalah mereka yang sudah berada di dalam satu Roh, yaitu yang telah DIBABTIS menjadi satu tubuh dan yang DIBERI MINUM dari satu Roh. Baik orang Yahudi mau pun orang Yunani (=kafir), kalau tidak dibabtis dengan Roh Kudus tidak akan bisa menjadi satu tubuh, yaitu menjadi tubuh Kristus. Apalagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari kafir, kalau tidak menjadi satu tubuh dengan bangsa Israel, maka kita tidak akan pernah diselamatkan.
Mengapa? sebab firman Tuhan telah mengatakan bahwa bangsa kafir itu hidup tanpa iman, tanpa pengharapan dan tanpa Tuhan. Karena bagi kita, fungsi Roh Kudus itu bukan hanya membawa supaya berbahasa Roh, bernubuat, dll, tetapi lebih lagi untuk membabtiskan kita supaya menjadi satu tubuh, yaitu menjadi tubuh Kristus. Setiap orang yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, akan dipimpin oleh Roh, baik dalam hidup sehari-hari (=ketika dirumah, ketika sedang dalam perjalanan, ketika sedang dalam aktivitas bekerja atau berusaha), terlebih lagi ketika sedang dalam beribadah mau pun melayani Tuhan.
Itu sebabnya firman Tuhan sangat menekankan supaya kita memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Efesus 4 : 3) sehingga satu dengan yang lain bisa saling mengasihi, saling mengampuni, tidak ada kebencian atau pun iri hati tetapi yang ada adalah satu dengan yang merasa satu kesatuan yang tidak terpisahkan oleh apapun. Efesus 4 : 4 - 6 kalau kita sudah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera maka Roh itu akan membawa kita menjadi: satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu babtisan dan satu ALlah.
Kemudian pekerjaan Roh Kudus itu adalah untuk memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar (=5 jabatan dari Roh Kudus) yang berfungsi untuk MEMPERLENGKAPI orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan demi terbentuknya "TUBUH KRISTUS" yang sempurna, yang telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah bawa Yesus itu adalah benar-benar Mempelai Pria Sorga yang segera akan datang untuk menjemput gereja-Nya.

Jadi baik sebagai jemaat mau pun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita harus tetap berada di dalam pengurapan Roh Kudus supaya hati dan pikiran kita terjaga demikian juga dengan pelayanan kita. Jangan mau gagal di tengah jalan, jangan mau gugur imanmu, tetapi tetaplah setia mengikuti Tuhan dan melayanilah dengan penuh pengabdian, maka Kristus yang adalah Mempelai Pria Sorga akan memperlengkapi kita semua sampai terbentuk menjadi tubuh Kristus yang sempurna. H A L E L U Y A ........!!!!!!!



“PEKERJAAN ROH KUDUS”

Kamis - 10 Juni 2010


Dalam terang Tabernakel ada tiga (3) pintu:
1. Pintu Gerbang
2. Pintu Kemah
3. Pintu Tirai.

Pintu Gerbang = pintu yang terbuka kepada orang-orang yang masih di luar Tuhan atau orang-orang berdosa.
Pintu Kemah = pintu yang terbuka kepada orang-orang yang sudah percaya dan yang rindu untuk dikuduskan.
Sedangkan Pintu Tirai = pintu yang terbuka kepada orang-orang yang telah dikuduskan supaya disempurnakan menjadi sama seperti Kristus, menjadi mempelai perempuan-Nya. Khusus Pintu Kemah, tidak semua orang bisa melewati pintu ini sebab ada tindakan yagn harus dilakukan, yaitu menanggalkan segala keinginan daging, melepaskan segala kesenangan karena dosa dan dunia. Demikian juga tidak semua orang bisa dipenuhi Roh Kudus, walau pun sudah percaya tetapi kalau tidak bertobat dan kalau tidak dibabtis dengan babtisan yang benar, maka Roh Kudus tidak akan dicurahkan kepadanya.
Kisah Para Rasul 2 : 1 - 4 menjelaskan semua orang percaya berkumpul disatu tempat yaitu rasul-rasul dan mereka yang setia mengikuti Yesus. Orang-orang percaya inilah nantinya yang dipenuhi oleh Roh Kudus lalu mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang telah diberikan Roh Kudus itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Yang dimaksud orang-orang percaya di sini adalah mereka yang sudah percaya, sudah bertobat dan sudah dibabtis dengan babtisan yang benar.
Maka orang Kristen yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus itulah yang bisa masuk kedalam Ruangan Kudus, yang akhirnya disebut sebagai Bait Allah, tempat Roh Kudus tinggal (1 Korintus 3 : 16 - 17). Sehingga dalam Wahyu 11 : 1 Bait Suci & Mezbah akan diukur dengan tongkat pengukur, Bait Suci itu menunjuk Ruangan Suci sedangkan Mezbah itu menunjuk kepada Mezbah Dupa, yaitu orang-orang yang sudah memilik doa dan penyembahan yang benar.
Tetapi kalau Pelataran/Halaman tidak diukur sebab telah diserahkan kepada bangsa-bangsa lain, yaitu antikristus untuk diinjak-injak selama 3 ½ tahun. Pelataran ini menunjuk kepada orang-orang Kristen yang sudah percaya, sudah bertobat, sudah dibabtis dengan air, tetapi belum penuh dengan Roh Kudus.
Setiap orang yang belum penuh dengan Roh Kudus, tidak boleh masuk ke dalam Bait Allah (=Ruangan Suci) dan belum layak disebut tubuh Kristus. Mengapa? sebab setiap orang yang belum memiliki Roh Kristus, ia belum dapat disebut sebagai milik Kristus (Roma 8 : 9). Bahkan setiap orang yang belum memiliki Roh Kristus, tidak mungkin bisa berkenan kepada ALlah. Mengapa? sebab ia hidup masih menuruti keinginan dagingnya yang membuat ia tidak takluk kepada hukum ALlah, yaitu firman Tuhan sehingga setiap orang yang masih menuruti keinginan dagingnya ia masih menjadi seteru kepada Allah (ayat 6 - 8)
Dan kalau kita lihat dalam 1 Korintus 12 : 13 yang layak disebut sebagai tubuh Kristus adalah mereka yang sudah berada dalam satu Roh, yang telah dibabtis menjadi satu tubuh dan yang diberi minum dari satu Roh. Baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka harus berada di dalam satu Roh dan diberi minum dari satu Roh, inilah nanti yang akan dibabtis menjadi satu tubuh, yaitu menjadi “tubuh Kristus.” Apalagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, kalau tidak menjadi satu tubuh dengan orang Yahudi, maka kita tidak akan diselamatkan bahkan kita tidak akan dapat disebut sebagai tubuh Kristus.
Jadi bagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, fungsi Roh Kudus itu bukan hanya memberi bahasa Roh, bukan hanya untuk bernubuat, tetapi untuk membabtiskan kita supaya menjadi satu tubuh dalam tubuh Kristus, yang dipenuhi dan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Dengan demikian kita akan layak disebut sebagai milik kepunyaan Tuhan, yang dikuduskan dan disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya. H A L E L U Y A .......!!!!!!!!



“PEKERJAAN ROH KUDUS”

Kamis - 17 Juni 2010


Karena Tuhan Yesus telah naik ke sorga supaya Roh Kudus dicurahkan ketengah-tengah kita, maka kita juga harus mengalami seperti yang telah dialami Tuhan Yesus:

1). Kalau Yesus tersalib, maka kita juga harus tersalib bagi dosa, bagi dunia dan segala keinginan daging.
2). Kalau Yesus telah bangkit, maka kita juga akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, kita akan diberi kuasa supaya menang atas dosa.
3). Kalau Yesus telah naik, maka kita juga akan dibawa masuk ke dalam kerajaan sorga, layak untukdipermuliakan bersama dengan Kristus dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Kisah Para Rasul 2 : 5 - 13 firman Tuhan menjelaskan segala suku dan segala bangsa (=ada 17 bahasa) menjadi satu di dalam Tuhan setelah pekerjaan Roh Kudus dinyatakan kepada murid-murid dan orang-orang percaya. Roma 8 : 2 firman Tuhan memberi satu ketegasan kepada kita bahwa Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus baik dari hukum dosa maupun dari hukum maut. Efesus 2 : 1 mengatakan bahwa dahulu kita telah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita, tetapi syukur kepada Tuhan, oleh Roh Kudus-Nya kita telah dihidupkan kembali bahkan telah dibebaskan dari kutuk dosa dan hukum Taurat. Bahkan dalam Roma 8 : 10 - 11 lebih ditegaskan lagi jika Roh Kudus telah ada di dalam hidup kita, sekali pun tubuh telah mati karena dosa, sekarang telah dihidupkan kembali oleh Roh Kudus supaya kita mampu hidup di dalam kebenaran. Roh Kudus itulah yang mampu membangkitkan kita dari tubuh kita yang fana ini. Sama seperti Yesus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh Roh Kudus, demikian juga kita akan dibangkitkan oleh Roh Kudus, kita akan mengalami seperti yang telah dialami oleh Tuhan Yesus.
Maka dalam Kisah Para Rasul 2 : 41 - 47 firman Tuhan menjelaskan bagaimana pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa yang telah dinyatakan kepada jemaat mula-mula sehingga mereka mampu memiliki cara hidup yang baik:

*Memberi diri dibabtis,
**bertekun dalam pengajaran rasul-rasul,
***bertekun dalam persekutuan dan
****berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Inilah yang membuat sehingga jumlah merekabertambah menjadi tiga ribu jiwa.
Dan tidak cukup sampai disitu, pekerjaanRoh Kudus itu juga membuat semua orang yang telah menjadi percaya itutetap bersatu dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Puncaknya: jemaat yang pertama itu mampu bertekun dan dengan sehatiselalu berkumpul tiap-tiap hari di bait Allah (Kisah Para Rasul 4 : 31 ).
Dan dalam Lukas 9 : 23 Tuhan Yesus memberitahukan syarat untuk mengikuti Yesus, yaitu: menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Jadi setiap orang yang rindu memiliki cara hidup jemaat yang mula-mula ini, ia harus mampu menyangkal diri dan memikul salibnya, bukan satu hari, bukan satu minggu, bukan satu bulan atau satu tahun saja, tetapi harus setiap hari.
Selama manusia itu masih mempertahankan cara hidupnya yang lama, ia tidak akan mampu menyangkal diri apalagi untuk memikul salibnya setiap hari. Terimalah Roh Kudus, hiduplah dalam pimpinan-Nya supaya engkau mampu menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Haleluya........!!!!!


"PEKERJAAN ROH KUDUS"

Bible Study, Kamis - 24 Juni 2010


Saudara-saudara, Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga yang akan datang kembali, Ia disebut sebagai "ANAK DOMBA YANG TELAH DISEMBELIH". Buktinya setelah Yesus bangkit dari antara orang mati dan terangkat ke sorga, Ia disebut sebagai Anak Domba yang telah disembelih. Wahyu 5 : 6 "...............di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih,......" Wahyu 5 : 9 ".............Engkau layak menerima gulungan kibat itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah memlei mereka bagi ALlah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa."
Ini membuktikan bahwa Yesus setelah naik ke sorga dan duduk dalam kemuliaan-Nya , tidak melupakan apa yang telah dikerjakan-Nya selama Ia turun ke dunia, Ia telah mati di kayu salib sebagai korban penghapus dosa untuk memperdamaikan manusia yang telah berdosa dengan Bapa di sorga. Kita bisa diperdamikan dengan Bapa hanya oleh korban Kristus. Tanda salib ini tidak pernah hilang dari diri Tuhan Yesus, tanda ini akan tetap ada sampai gereja yang sempurna itu diangkat menjadi sidang mempelai perempuan.

Untuk itulah Roh Kudus dicurahkan ke tengah-tengah umat-Nya supaya kita yang selama ini telah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa, diberi kehidupan, yang selama ini telah jauh dari kebenaran supaya hidup dalam kebenaran. Pekerjaan Roh Kudus itu sangat penting dalam hidup manusia, untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan adanya penghakiman. Roh Kudus itu juga bekerja memberi kekuatan/kuasa supaya kita jangan terus menerus dikalahkan oleh keinginan daging kita sendiri. Kalau Roh Kudus sudah bekerja, Ia akan membawa kita kepada seluruh kebenaran, Ia akan membawa hidup kita untuk mengalami tanda keubahan yang diperbaharui dari sehari ke sehari.

Selama manusia itu masih tetap mempertahankan keinginannya, dan selama manusia itu tetap mempertahankan cara hidupnya yang lama, maka ia tidak mungkin bisa menyangkal dirinya apalagi untuk memikul salib setiap hari. Dan pada hari-hari yang lalu kita sudah melihat, bahwa arti "memikul salib" itu sama dengan "menyalibkan daging" dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Paulus sebagai rasul Kristus berulang-ulang mengatakan: ia telah disalibkan dengan Kristus. Galatia 2 : 19 Paulus setelah menjadi rasul Kristus telah disalibkan dengan Kristus supaya bisa hidup untuk Allah. Sehingga Paulus dapat merasa, ia hidup tetapi bukan ia sendiri lagi yang hidup, melainkan Kristus juga telah hidup di dalam dirinya (ayat 20).
Jadi dari ayat ini dapat kita petik, supaya Kristus hidup di dalam diri kita maka kita juga harus sama seperti Paulus: disalibkan bersama dengan Kristus. Artinya: kita harus mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Sehingga setiap orang yagn sudah tersalib bagi Kristus, puncaknya: tidak mau bermegah selain di dalam Kristus Yesus, kebahagiannya adalah berjalan bersama dengan Kristus walau pun harus mengalami banyak-banyak penderitaan (Galatia 6 : 14).
- walau menderita, tetapi tetap percaya dan berharap kepada Tuhan
- walau sakit, tetapi tetap setia beribadah kepada Tuhan
- walaup mengalami banyak pencobaan, tetapi tidak lemah dan tidak putus asa


Dibawah ini kita bisa melihat contoh orang yang tidak hidup dalam Roh mau pun yang hidup dalam Roh:

SAUL, ketika diangkat menjadi rasa Israel memang diurapi dengan minyak urapan, tetapi sumber minyaknya dari "buli-buli tanah". Ini berbicara hidup yang tidak dipimpin oleh Roh dan tidak dikuasai oleh Roh Kudus, tetapi hidup menurut keinginan diri sendiri = hidup dalam daging. Firman Tuhan berkata setiap orang yang tetap hidup menurut daging akan mati, dan memang benar karena Saul tidak hidup menurut Roh akibatnya ia dan keluarganya kian lama kita lemah. Saul memang diurapi, tetapi tidak mampu menyangkal diri, ia tidak mampu mengalahkan pikirannya. Inilah yang membuat sehingga akhirnya Saul mati bunuh diri.

DAUD, ketika diangkat menjadi raja Israel diurapi dengan minyak urapan dari "tabung tanduk", ini berbicara urapan Tuhan dalam kuasa Roh Kudus-Nya yang memberi kekuatan sehingga Daud selalu menang ke mana pun ia pergi berperang. Kalau Saul kian lama kian lemah, tetapi Daud kian lama kita kuat. Kalau Saul mati dalam keadaan putus asa, tetapi Daud selalu limpah dengan kemenangan sebab Tuhan selalu bersamanya.
Proses untuk mendapatkan "tabung tanduk" = ada proses penyembelihan, harus mati dulu supaya tanduknya bisa diambil. Demikian juga supaya kita bisa hidup dalam kuasa/pimpinan Roh Kudus, kita harus mengalami proses kematian. Tetapi yang mati disini bukan secara hurufiah, tetapis secara rohani, yaitu: menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Kalau segala keinginan daging sudah dimatikan, barulah kita akan mengalami limpah kuasa Roh Kudus, kita akan dipimpin dan dikuasai Roh Kudus untuk melakukan segala yang dikehendaki Tuhan.
Efesus 3 : 16 Roh Kudus yang memenuhi kita itu akan "menguatkan" dan "meneguhkan" kita sampai kepada batin kita. Batin = bagian yang paling dalam, ini harus dikuatkan dan yang mampu menguatkannya hanyal Roh Kudus yang bisa masuk sampai ke dalam hati kita. Yohanes 15 : 25 - 27 bahkan kita juga akan mengalami pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa, Roh Kudus itu akan bekerja untuk memberi "penghiburan" ketika sedang mengalami banyak pencobaan, ketika sedang menderita, bahkan ketika kita sedang sakit.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya supaya kita bisa mengalami pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa itu.

Rabu, 12 Mei 2010

BIBLE STUDY - M E I 2 0 1 0

“ PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA”

Bible Study - Kamis 06 Mei 2010


Saudara-saudara, kita sudah melihat bahwa pesta kawin Anak Domba itu adalah pesta yang paling akbar, pesta yang paling meriah, pesta yang paling agung, pesta yang paling besar dari segala pesta yang ada di dunia ini, dan tidak ada satu pesta pun yang bisa menandingi kemegahan pesta kawin Anak Domba ini. Karena itu supaya kita bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba ini, kita semua lebih dahulu harus mengalami tanda penebusan dan tanda keubahan hidup. Ini sangat penting. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam sorga apalagi menjadi mempelai perempuan Kristus, kalau hidupnya belum mengalami penebusan oleh darah atau oleh korban Kristus.
Perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang Kristen yang mengaku percaya kepada Yesus itu sudah mengalami tanda penebusan apalagi tanda keubahan hidup. Memang Yesus sudah mati di atas kayu salib untuk semua orang dan untuk semua bangsa, tetapi korban Kristus ini bisa berlaku dan bisa berguna hanya bagi mereka yang mau menghargainya tentu ditandai dengan sikap yang benar kepada Tuhan. Yaitu datang kepada Tuhan dan menyerahkan seluruh hidupnya supaya diperbaharui oleh kuasa korban Kristus. Kita bisa melihat contoh yang mau menghargai kesempatan dengan sebaik-baiknya, yaitu RUT, seorang perempuan Moab (=latar belakang kafir) dan seorang janda (=punya aib). Tetapi karena ia mau tetap setia mengikuti mertuanya Naomi sampai ke Betlehem, Rut berhasil mengalami penebusan dan puncaknya menjadi istri Boas. Rut ini adalah gambaran gereja Tuhan yang berlatar belakang kafir yang sudah mengalami penebusan oleh korban Kristus dan yang dibentuk menjadi sempurna, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus. Rut berhasil menjadi istri Boas, sebab Naomi sebagai mertua tahu akan kebutuhan yang palig dibutuhkan oleh Rut.
Maka Naomi menawarkan kebahagiaan kepada Rut untuk mencari “tempat perlindungan” yaitu tempat yang bisa memberikan kebahagiaan. Naomi adalah gambaran hamba Tuhan yang bijaksana, yang tahu akan kebutuhan jemaatnya. Supaya jemaat itu bisa berbahagia, kita tidak cukup hanya beribadah, tidak cukup kalau hanya melayani, semua ini memang perlu sebagai wujud kasih kepada Tuhan, tetapi yang paling utama adalah supaya kita bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, inilah tempat yang paling berbahagia tersebut. Sebagai jemaat Tuhan, tidak cukup kalau hanya disebut sebagai jemaat saja, tetapi harus dibawa kepada peningkatan yaitu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus supaya layak masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Rut 3 : 2 Naomi memperkenalkan Boas yang sedang menampi jelai di tempat pengirikan, tepatnya pada malam hari.
Dalam Matius 25 : 1 - 13; Wahyu 19 : 9 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa Pesta Kawin Anak Domba itu diadakan tepatnya pada malam hari.
Maka kalau kita lihat Rut sampai berhasil menjadi istri Boas karena sudah mengalami dua kali penebusan, yaitu:

1). Dalam penebusan yang pertama menebusan segala milik pusaka (Rut 4 : 4),
2). Dalam penebusan yang kedua menjadikan Rut sebagai istri Boas (Rut 4 : 9 - 10).

Namun sebelum Rut berhasil menjadi istri Boas, perlu kita lihat dalam Rut 3 : 1 - 3 ada empat (4) hal yang harus dilakukan oleh Rut, yaitu:

1. MANDI = mandi air dan firman (Efesus 5 : 26) artinya limpah dengan firman Tuhan dan selalu berada dalam pimpinan Roh Kudus. Maka Tuhan akan menempatkan kita di hadapan diri-Nya menjadi jemaat yang cemerlang tanpa cacat atau kerut, Tuhan mau menjadikan kita sebagai jemaat yang kudus dan tak bercela. Puncaknya Tuhan mau membawa kita dan menjadikan kita sebagai istri-Nya, menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Arti kata "MANDI" disini juga menunjuk sudah "dibabtis" baik dengan air mau pun dengan Roh Kudus. Galatia 3 : 27 = jika kita sudah dibabtis di dalam Kristus maka kita akan layak mengenakan Kristus, dengan kata lain layak disebut sebagai orang Kristen(=pengikut Kristus).

2. BERURAP = diurapi dengan Roh Kudus, kalau Tuhan sudah mengurapi kita maka hidup kita yang selama ini ditandai dengan cacat cela sekarang cacat cela kita itu sudah diambil sebab Yesus sudah mati di atas kayu salib dan Roh Kudus akan memimpin hidup kita (Roma 8 : 14 - 15). Dan Roh Kudus itulah yang akan membawa kita supaya bisa berseru: "ya Abba, ya Bapa."

3. MEMAKAI PAKAIAN BAGUS = hidup yang sesuai dengan firman Tuhan, yang selalu diterangi oleh firman Tuhan. Wahyu 19 : 8 menjelaskan pakaian bagus itu menunjuk sikap hidup atau perbuatan-perbuatan dari orang-orang kudus. Kolose 3 : 12 - 15 hal-hal yang harus kita kenakan: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Puncaknya: mengenakan kasih, sebab kasih itulah sebagai "pengikat" yang mempersatukan dan menyempurnakan. Maka setiap orang yang sudah memakai pakaian bagus, damai sejahtera Kristus akan memerintah dalam hati kita.

4. PERGI KE TEMPAT PENGIRIKAN = masuk ke dalam penggembalaan yang tepat dan benar yang di dalamnya ada firman pengajaran yang mampu memberi pertumbuhan rohani. Tempat pengirikan itu adalah tempat untuk memisahkan gandum dari tangkainya = berbicara hidup yang sudah dipisahkan dari cara-cara hidup yang lama dan yang duniawi. Maka setiap orang yang sudah masuk ke dalam penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran, ketajaman firman itulah yang sanggup memisahkan kita dari cara-cara hidup yang lama, kalau dari diri kita sendiri tentu kita tidak mampu. Karena itu masuklah ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar supaya hidupmu beroleh kesempatan untuk dibaharui.

Jadi jelas dari kedua penebusan yang dialami oleh Rut, penebusan yang tertinggi adalah penebusan yang membawa kita masuk ke dalam puncak kebahagiaan, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus, yang sudah ditebus/dibeli dari tiap-tiap suku, bahasa, kaum dan bangsa untuk dimasukkan ke dalam satu tempat yaitu ke dalam pesta kawin Anak Domba, di sanalah kita dapat mengalami puncak kebahagiaan. H A L E L U Y A ........!!!!!!!!



“PERKARA YANG DI ATAS”

Bible Study - Kamis 13 Mei 2010


Saudara-saudara, Tuhan Yesus mati di atas kayu salib = untuk dosa-dosa kita, Yesus bangkit dari antara orang mati = untuk memberikan kuasa dan kemenangan kepada kita.Tidak ada korban lain yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa kecuali oleh korban Kristus. Ibrani 9 : 14 Yesus Kristus telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, dan oleh korban Kristus ini Ia telah menyucikan hati nurani kita dan perbuatan-perbuatan yang sia-sia, yang tujuannya supaya kita bisa beribadah kepada Tuhan dengan tepat dan benar. Dan dalam Ibrani 9 : 22 dikatakan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan, kalau bukan karena korban Kristus tidak mungkin dosa-dosa kita bisa diampuni.
Maka ketika Tuhan Yesus mati, begitu besar penderitaan yang dialami dan begitu mengerikan tetapi Yesus tidak mengelak, Ia sabar menanggung semua itu supaya terjadilah keselamatan itu bagi semua orang. Saudara-saudara, berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus ini sangat tidak disukai oleh bangsa Yahudi sehingga mereka mencoba menutup-nutupi dengancara mengatakan mayat Yesus telah dicuri oleh murid-murid-Nya.

Maka berkat yang akan kita alami jika sudah mengalami proses kematian dan kebangkitan:

*Supaya kita mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dalam kemuliaan yang kekal (2 Timotius 2 : 8 - 10).

Maka dalam dalam ayat 8 dikatakan berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus menjadi isi pemberitaan Injil yang diberitakan rasul Paulus kepada semua orang supaya diselamatkan. Walau pun Paulus harus mengalami banyak penderitaan, bahkan walau pun ia dibelenggu seperti seorang penjahat, ia tidak mundur tetapi terus saja memberitakan Injil Kristus. Kuasa kematian dan kebangkitan Kristus ini kita alami bukan ketika kita sudah masuk ke dalam sorga, tetapi selagi kita masih di bumi ini kita sudah mengalaminya, dengan syarat: terima firman Tuhan dan hiduplah di dalam kebenaran walau pun harus menanggung banyak penderitaan seperti rasul Paulus.
Kolose 3 : 1 - 4 setiap orang yang sudah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, ada dua (2) tanda yang akan dimiliki, yaitu:
- MENCARI perkara yang di atas
- MEMIKIRKAN perkara yang di atas.
Yang dimaksud dengan ayat ini ditujukan bukan kepada orang-orang yang sudah mati tetapi kepada orang-orang yang masih hidup, yaitu yang sudah mengalami tanda keubahan hidup yang dikerjakan Tuhan di dalam hidup kita lewat kematian dan kebangkitan-Nya. Dan kalau kita sudah mengalami tanda keubahan hidup, kita akan menerima kuasa supaya bisa disebut sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1 : 12) dan hidup kita juga akan tersembunyi bersama dengan Kristus.
LOT adalah contoh atau gambaran orang Kristen yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari dan tidak memikirkan perkara yang di atas. LOT tertipu dengan pandangan matanya sendiri yang melihat lembah Zoar sepertinya taman Tuhan, padahal di sana banyak kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Berbeda dengan ABRAHAM, bukan ABRAHAM yang memilih bagiannya, tetapi Tuhan sendiri yang memilih tempat yang terbaik baginya. Mengapa? karena sejak ABRAHAM meninggalkan Ur-Kasdim, ia dengan sungguh-sungguh mengikutTuhan dan kepercayaannya kepada Tuhan sungguh sudah sangat teruji.



“YESUS TERANGKAT KE SORGA”


Kamis - 20 M e i 2010

Ada tiga (3) pertumbuhan yang benar: bertumbuh dalam kebenaran, dalam kesucian dan dalam kesempurnaan, yang berpusat kepada Kristus sebagai Kepala dan sebagai Mempelai Pria Sorga. Itu sebabnya nama Yesus itu adalah nama yang paling besar, nama yang berkuasa atas segala sesuatu, nama yang bisa kita andalkan dalam segala hal. Bukti Yesus adalah Tuhan, bukan saja karena Ia telah mati di atas kayu salib, bukan saja karena Ia telah bangkit dari antara orang mati tetapi karena Ia juga telah naik ke sorga dan akan datang kembali dalam segala kemuliaan-Nya.
Yohanes 14 : 1 - 3 Yesus naik ke sorga tujuannya adalah untuk menyediakan tempat, supaya apabila Ia datang kembali Ia akan membawa kita ke tempat di mana Ia berada. Puncak rencana Tuhan bagi kita semua adalah: supaya di tempat di mana Tuhan Yesus berada di sana juga kita berada. Jika seandainya Yesus tidak naik ke sorga, berarti Yesus itu sama saja dengan manusia biasa, sama saja dengan nabi-nabi, dan yang lebih lagi semua pemberitaan tentang kebenaran itu sia-sia saja sebab tetap saja tidak ada keselamatan yang pasti. Jadi kenaikan Tuhan Yesus ke sorga adalah untuk membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa, yang mampu memberi kan keselamatan kepada semua orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat.
Dalam Yohanes 3 : 13 Tuhan Yesus mengatakan: “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.” Jadi satu-satunya yang telah naik ke sorga adalah Tuhan Yesus Kristus. Maka supaya kita juga bisa naik ke sorga, tentu ada syaratnya yaitu kita harus meninggikan Tuhan Yesus. Yohanes 3 : 14 - 15, Tuhan Yesus mengatakan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Dalam ayat ini Yesus disamakan dengan ular, padahal kita tahu selama ini ular itu sering disebut gambaran Iblis.
Karena itu perlu kita tahu latar belakang/sejarah mengapa Yesus harus ditinggikan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, Bilangan 21 : 4 - 9 penyebabnya adalah karena bangsa Israel tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan, mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa. Akibatnya: Tuhan Allah menyuruh ular-ular tedung memagut bangsa Israel sehingga banyak yang mati.
Sekarang pengalaman bangsa Israel ini adalah gambaran kepada orang-orang Kristen yang:
*suka bersungut-sungut,
**merasa tidak dipelihara padahal dipelihara,
***diberi firman tetapi tidak menghargainya.
Mengata-ngatai baik Allah mau pun hamba Tuhan akibatnya sangat fatal, menjadi makanan empuk bagi Iblis. Itu sebabnya setiap orang yang tidak menghargai firman penggembalaan, yang merasa tidak diberkati oleh firman Tuhan, yang tidak merasakan pemeliharaan dari Tuhan, akan mati dipagut ular, akan mati rohani. Maka dalam Bilangan 21 : 8 jalan keluar supaya jangan mati, Tuhan memerintahkan supaya Musa membuat ular dari tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang, supaya setiap orang yang memandang kepada ular tembaga tersebut maka tetaplah ia hidup. Walau pun bisa ular itu sangat berbahaya, tetapi kalau sudah memandang kepada ular tembaga, maka ia akan tetap hidup. Demikian juga setiap orang yang sudah mati karena dosa dan pelanggaran, akan tetap hidup, asal mau memandang dan meninggikan Tuhan Yesus Kristus, Ia sudah mati, bangkit dan hidup kembali, bahkan Ia juga sudah naik ke sorga untuk menyediakan tempat yang indah bagi kita semua.
Haleluya........!!


“YESUS TERANGKAT KE SORGA”

Kamis - 27 M e i 2 0 1 0


Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu karena bangsa Israel tidak dapat lagi menahan hati, akhirnya mereka berkata-kata (=bersungut-sungut) melawan Allah dan Musa. Akibatnya Tuhan memerintahkan ular-ular tedung memagut sehingga banyak dari antara mereka yang tewas sebab bisa/racun ular tedung itu sangat berbahaya. Kalau ular mamagut manusia, biasanya yang paling cepat diserang adalah "hati" dan kalau hati sudah diserang maka organ tubuh yang lain juga pasti mengalami akibat yang fatal sampai menimbulkan kematian.
Sikap bangsa Israel yang menentang Allah dan Musa ini tidak boleh masuk dalam hidup kita, kita harus membuang jauh-jauh sikap yang suka bersungut-sungut, yang merasa tidak dipelihara, merasa tidak diberkati, bahkan muak akan akan firman Tuhan. Bilangan 21 : 8 jalan keluar supaya jangan mati dipagut ular: Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang supaya setiap orang yang memandangnya akan tetap hidup. Dalam Yohanes 3 : 14 Tuhan Yesus mengatakan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun demikian juga Anak Manusi harus ditinggikan.
Ini berbicara pekerjaan Yesus yang dikerjakan-Nya setelah Ia naik ke sorga. Kalau Yesus sudah ditinggikan, maka Yesus akan mencurahkan Roh Kudus-Nya ke dalam hati untuk menguatkan, untuk menghiburkan bahkan untuk menyatakan bahwa kuasa kematian dan kebangkitan Kristus itu sungguh-sungguh luar biasa.
Efesus 1 : 19 - 21
firman Tuhan mengatakan betapa hebat kuasa Tuhan Yesus bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya, yaitu yang sudah mengenal Dia dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya dan yang dilanjutkan kembali dengan kenaikan-Nya ke sorga. Maka sekali pun racun ular itu sangat berbahaya, sekali pun Iblis selalu menggoda untuk berbuat dosa, kalau mau meninggikan Tuhan Yesus, maka Ia akan memberikan Roh Kudus-Nya di dalam hati kita. Setiap orang yang mau meninggikan Tuhan Yesus akan hidup.
Saudara-saudara, kalau kita lihat dalam Kisah Para Rasul 1 : 9 - 11 yang bisa menyaksikan Yesus terangkat ke sorga tidak banyak, hanya kesebelas murid ditambah dengan beberapa orang perempuan. Tidak sebanding ketika Yesus ditangkap dan diadili, seluruh Yerusalem gempar dan mereka juga turut mengatakan: “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Namun ketika Tuhan Yesus naik ke sorga tidak banyak orang yang bisa menyaksikannya. Ini juga satu nubuatan, bahwa pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali tidak banyak orang yang bisa menyaksikan kedatangan-Nya. Yang bisa menyaksikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah gereja Tuhan yang sudah dipulihkan, yang punya bobot rohani, yaitu mereka yang setia beribadah, setia melakukan firman Tuhan dan setia melayani.
Contoh: ELISA berhasil mendapat dua bagian dari roh ELIA, karena Elisa mau mengikut ke mana saja Elia pergi, mulai ke Gilgal, ke Betel, ke Yerikho dan ke sungai Yordan. Elia yang naik ke sorga adalah gambaran Kristus yang telah naik ke sorga, sedangkan Elisa adalah gambaran gereja Tuhan yang berhasil mengikuti gerak firman Tuhan, yang berhasil meninggikan Tuhan Yesus. Elisa bukan hanya mendengar, tetapi ia juga dengan setia mengikuti Elia. Ini adalah suatu gambaran, supaya kita berhasil dipenuhi dengan Roh Kudus, kita juga harus setia mengikuti Tuhan, setia melakukan firman-Nya dan tetap setia dalam ibadah dan pelayanan.
Maka Tuhan akan mengurapi kita dengan memberikan Roh Kudus-Nya:
*untuk memeteraikan kita sebagai tanda milik Kristus
**Roh Kudus itu akan menjadi jaminan dari semua yang telah disediakan Tuhan untuk kita (2 Korintus 1 : 21 - 22)