Selasa, 13 Juli 2010

BIBLE STUDY - J U L Y 2010

“JANGANLAH KAMU KUATIR”


Kamis - 01 Juli 2010


Manusia itu pada dasarnya lemah, rapuh & mudah putus asa. Manusia yang terdiri dari darah dan daging ini perlu akan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, uang, pekerjaan, kesehatan, dll, ini yang membuat sehingga manusia itu memiliki keinginan. Sehingga karena kebutuhan tersebut, manusia itu sering sekali terpengaruh bagaimana cara untuk memenuhi semua kebutuhannya. Kadang-kadang ada orang yang tidak perduli dengan firman Tuhan, sehingga apa pun caranya, halal atau tidak halal, yang penting kebutuhan itu bisa dipenuhi, yang penting kepuasan diri bisa digapai. Sehingga tidak heran banyak orang Kristen tanpa sadar telah membuat Tuhan itu hanya seperti mesin pencetak uang, membuat Tuhan itu seperti seorang pembantu untuk mengambil ini dan itu, fokusnya hanya untuk kepentingannya sendiri saja.

Sebagai jemaat Tuhan, kita harus tahu bahwa apapun yang ada di dunia ini tidak dapat memuaskan hasrat manusia, seberapa banyak pun harta yang ada padanya, semua itu tidak dapat memberi kepuasan yang abadi sifatnya hanya kepuasan daging yang sementara saja. Tuhan itu adalah Raja kita, Bapa kita, Penolong kita, Juruselamat kita, Suami kita, jauh lebih tinggi dari segala kebutuhan hidup kita. Karena Dia adalah Tuhan dan Bapa kita, maka hanya Dia sajalah yang dapat memberi kepuasan dalam hati kita. Tuhan mengundang supaya kita datang kepada-Nya, dengan cara menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan termasuk hati, hasrat atau pun keinginan kita.
Kalau kita sudah menyerahkan hasrat atau keinginan kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan masuk ke dalam hati kita lewat firman dan Roh Kudus-Nya, Ia akan menguasai keinginan kita. Tuhan mau menguasai hasrat kita, Tuhan mau hanya Dia saja yang ada di dalam hati dan pikiran kita, supaya segala bentuk kekuatiran itu bisa diusir dari dalam diri kita.
Matius 6 : 25 - 34
Tuhan Yesus menjelaskan dengan terperinci kepada murid-murid tentang kekuatiran, tentang apa yang membuat manusia itu menjadi kuatir. Dalam ayat ini ada beberapa hal yang membuat manusia menjadi kuatir dalam hidupnya, yaitu:

- akan hidup
- akan makanan
- akan minuman
- akan pakaian


Tuhan Yesus berkata: "Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja dalam hidupnya?" (ayat 27) Orang yang kuatir hidupnya tidak akan tenang, tidak akan dapat berbuat apa-apa dan sulit diajak percaya kepada firman Tuhan. mengapa? sebab pikirannya hanya tertuju kepada masalahnya.
Karena itu Tuhan Yesus dengan tegas berkata bahwa hidup itu lebih penting dari pada makanan dan minuman dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. Tuhan Yesus berkata demikian supaya kita semua jangan hanya berfokus kepada perkara-perkara yang lahiriah saja tetapi supaya kita juga lebih memperhatikan perkara-perkara rohani. Maksudnya supaya kita menjaga ibadah dan persekutuan kita kepada Tuhan. Ibadah dan persekutuan itu tidak boleh rusak karena kekuatiran, tidak boleh tertinggal karena lebih mengejar perkara-perkara yagn lahiriah.
Supaya kita jangan kuatir, Tuhan Yesus mengangkat burung-burung di udara & bunga bakung di ladang yang hidup tanpa kekuatiran. Walaupun burung di udara itu tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tetapi dipelihara oleh Tuhan, tidak pernah kekurangan. Demikian juga dengan bunga bakung di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun dipelihara oleh Tuhan dan Tuhan sendiri yang mendandani bunga bakung tersebut sehingga nampak indah dipemandangan mata. Bahka Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak pernah berpakaian seindah salah satu dari bunga bakung tersebut.

Burung-burung di udara dan bunga bakung ini berbicara sikap hidup orang Kristen yang selalu percaya kepada Tuhan, percaya kepada firman Tuhan dan selalu bergantung harap hanya kepada Tuhan Yesus saja. Tidak membuat kebutuhan itu diatas segalanya, tidak membuat perkara-perkara yang lahiriah itu lebih tinggi dari perkara yang rohani.

Ingat! tidak ada seorang pun manusia yang bisa mengusir kekuatiran dari dalam dirinya sendiri, kecuali kalau mau datang kepada Tuhan dengan mempercayai firman-Nya, sebab dengan mempercayai firman Tuhan maka rasa kuatir itu pasti akan hilang sehingga kita bisa datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Belajarlah hidup tanpa kekuatiran, belajarlah hanya bergantung harap kepada Tuhan, maka Tuhan sendiri akan bekerja seperti Ia memelihara burung-burung di udara dan bunga bakung di ladang. Bahkan Tuhan Yesus akan membuat hidup kita lebih indah dan lebih mulia dari pada bunga bakung.
Haleluya.....!!!!!!!!!!


“PENGURAPAN DARI ROH KUDUS”


Kamis - 08 Juli 2010

Dalam Matius 25 : 1 - 13 gereja Tuhan itu diumpamakan seperti sepuluh gadis yang sama-sama menantikan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Pria. Lima diantaranya disebut bijaksana berhasil masuk ke dalam pesta perjamuan kawin, ini gambaran gereja Tuhan yang berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus. Sedang kan yang lima lagi disebut bodoh, punya pelita tetapi tidak punya minyak dalam buli-buli. Minyak dalam buli-buli ini berbicara pekerjaan Roh Kudus, yaitu pengurapan dari Roh Kudus, juga berbicara tentang perbuatan-perbuatan yang benar yang dapat menyenangkan hati Tuhan.

Dalam Tabernakel ada tiga (3) ruangan, yaitu:
- Halaman,
- Ruangan Suci dan
- Ruangan Maha Suci,
yang juga berarti ada tiga jenis pengurapan dari Roh Kudus.

Orang yang sudah berada di Halaman juga sudah diurapi tetapi belum sepenuhnya hidup dalam kebenaran, kadang-kadang masih bercampur dengan keinginan daging artinya masih bisa kalah dengan keinginan diri sendiri.
Pengurapan di Ruangan Suci, ini ditujukan khusus kepada orang-orang yang sudah mengalami tanda pembaharuan atau yang sudah mengalami penyucian oleh firman Tuhan. Setiap orang yang sudah mengalami pengurapan di Ruangan Suci akan mendapatkan karunia-karunia dari Roh Kudus.
Dan pengurapan di Ruangan Maha Suci diberikan khusus hanya kepada orang-orang kudus yang telah menjadi taat dan setia untuk disempurnakan, sepenuh hidupnya sudah dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus.
Karena itu sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, kita harus tahu dari mana sumber pengurapan tersebut, yaitu hanya bersumber dari salib Kristus.
Sebagaimana Kristus telah mati di atas kayu salib dan dibangkitkan dan telah naik ke sorga, demikian juga kita harus mengalami proses penyaliban, yaitu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya supaya pengurapan dari Roh Kudus ini bisa kita alami.
SALIB ini berbicara ada korban penebusan dan perdamaian, kita telah diperdamaikan dengan Bapa oleh darah Kristus untuk selanjutnya layak disebut sebagai milik kepunyaan Tuhan. Perlu kita ketahui, dalam kitab Perjanjian Lama berbicara pengurapan kita harus tahu dari mana sumber minyak urapan dan untuk apa kegunaannya. Hal ini perlu kita ketahui supaya kita jangan sampai salah mengartikan minyak pengurapan, dan supaya jangan sampai salah mempergunakannya. Sebab kalau kita lihat zaman sekarang ini banyak orang Kristen tidak mengerti dari mana sumber minyak urapan sehingga tidak mengetahui kegunaannya juga. Keluaran 30 : 22 - 25 minyak urapan yang kudus bahan-bahannya terbuat dari rempah rempah pilihan, seperti mur tetesan lima ratus syikal, kayu manis yang harum, tebu yang baik, kayu teja dan minyak zaitun. Jadi bahan minyak urapan itu bukan hanya dari minyak zaitun saja tetapi juga dari bahan-bahan yang lain, tetapi tidak boleh ditambah dengan yang tidak ditentukan oleh Tuhan. Kalau kita lihat dalam ayat ini, berbicara minyak urapan secara hurufiah saja tidak sembarangan apalagi secara rohani. Sekarang ini banyak orang mengaku memiliki minyak urapan karena sudah datang dari Yerusalem, mereka menganggap kalau sudah memiliki minyak zaitun saja sudah memiliki minyak urapan. Ini prinsip yang salah. Ingat dan lihat ayat tersebut di atas, secara hurufiah saja yang disebut minyak urapan itu bukan hanya dari minyak zaitun saja, sehingga kalau sudah membawa minyak zaitun dari Israel, Saudara langsung merasa inilah minyak urapan yang asli, Saudara langsung membesar-besarkan diri sebagai hamba Tuhan yang diurapi.
Pengurapan yang benar itu bukan lagi secara hurufiah, pengurapan yang dari Roh Kudus itu murni karunia Tuhan, Roh Kudus akan mengurapi siapa yang layak untuk diurapi, dan IA juga akan memberikan karunia-karunia Roh Kudus kepada siapa yang dianggap layak untuk menerimanya.
Penggenapan pengurapan yang benar itu adalah urapan yang bersumber dari Roh Kudus yang akan mengurapi setiap orang yang mau berjalan dalam salib, dan yang sudah hidup di dalam kebenaran, tetap hidup setia baik beribadah maupun untuk melayani Tuhan. Pengurapan dari Roh Kudus itu tidak seperti kebanyakan orang yang memakai minyak zaitun untuk mengurapi dan yang lebih parah lagi minyak urapah itu telah disalah gunakan untuk mencari untung. Karena itu kita harus mengerti dari mana sumber pengurapan yang sebenarnya supaya jangan tetap menggunakan minyak pengurapan yang hurufiah saja. Roh Kudus sudah dicurahkan, dan Tuhan akan memberikan pengurapan itu kepada siapa yang dianggap layak untuk diurapi.



“PENGURAPAN DARI ROH KUDUS”


Kamis - 15 J U L I 2010


Saudara-saudara, sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu, bahwa untuk membuat minyak urapan yang kudus tidak sembarangan dan tidak boleh dicampur dengan rempah-rempah yang lain, yang tidak ditentukan oleh Tuhan. Minyak urapan yang kudus itu terbuat dari rempah-rempah pilihan, seperti Mur tetesan lima ratus syikal, kayu manis yang harum, tebu yang baik, kayu teja dan minyak zaitun. Semua bahan-bahannya Tuhan sendiri yang menentukan, bukan Musa dan bukan pula Harun atau bangsa Israel. Yang disebut minyak urapan yang kudus itu bukan hanya terdiri dari minyak zaitun saja, harus lengkap.

MINYAK MUR
berbicara: perjalanan salib.

Untuk mendapattkan minyak mur, pohonnya harus dilukai dulu supaya keluar minyaknya. Kalau pohonnya tidak dilukai lebih dahulu, maka minyak tidak akan pernah keluar dari pohonnya sehingga tidak mungkin ada minyak mur yang harum baunya. Tetapi jika pohonnya sudah sengaja dilukai, maka pohon itu akan mengeluarkan minyak yang menetes terus menerus, memang tidak langsung banyak, tetapi kalau sudah menetes terus menerus dari hari ke hari, maka dapatlah minyak mur yang harum bauny. Inilah yang digunakan sebagai kelengkapan minyak urapan yang kudus untuk mengurapi imam-imam yang telah ditunjuk untuk melayani di kemah Allah.
Pohon yang sengaja dilukai supaya menghasilkan minyak mur ini berbicara:

- Pengalaman atau perjalanan Tuhan Yesus yang turun dari sorga ke bumi untuk membuka jalan keselamatan bagi kita semua, terutama gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, IA telah mati di kayu salib sebagai korban pendamaian bagi kita. Namun sebelum Tuhan Yesus disalibkan, terlebih dahulu Ia harus mengalami banyak penderitaan yang berat, yang dimulai ketika Ia berdoa di taman Getsemani pertama-tama yang ditaklukkan adalah keinginan-Nya sendiri, Ia harus rela menderita menanggung penderitaan yang begitu berat supaya terjadi keselamatan bagi kita semua. Ketika di taman Getsemani Yesus berdoa kepada Bapa: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26 : 39).
Pada waktu berdoa itu peluh (=keringat) Tuhan Yesus menjadi seperti "titik-titik darah" yang bertetesan ke tanah karena begitu peratnya pergumulan yang sedang dihadapi-Nya. Namun sekali pun sedang ditengah-tengah pergumulan yang berat, Tuhan Yesus menyerahkan semua itu kepada Bapa supaya kehendak Bapa saja yang terjadi (Lukas 22 : 44). Maka setelah Yesus selesai mengatakan demikian, Ia pun dengan rela menanggung begitu banyak penderitaan dan penganiayaan baik dari bangsa Israel sendiri mau pun dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mengalami pukulan yang begitu berat, Dia dianiaya sampai darah-Nya menetes seperti tetesan minyak mur yang keluar dari pohon yang telah dilukai tersebut.

- Galatia 6 : 17 dalam diri Paulus sebagai rasul Kristus (=PENGALAMAN HAMBA-HAMBA TUHAN) ada tanda-tanda milik Kristus, tanda ini diperoleh setelah Paulus mengalami banyak penderitaan dalam pemberitaan Injil kepada banyak orang. Yang dimaksud dengan "tanda-tanda milik Yesus" ini sama dengan jalan salib, di mana Paulus dalam pelayanannya dalam pemberitaan Injil juga mengalami banyak penderitaan demi penderitaan sampai Inil keselamatan itu sampai kepada banyak orang dan banyak bangsa.

- Demikian juga kita sebagai jemaat Tuhan, kita juga harus mau berjalan dalam jalan salib, kita harus mau menderita bersama dengan Kristus karena melakukan firman Tuhan, bukan karena dosa. Kalau penderitaan yang kita alami itu datang karena melakukan firman Tuhan, berarti Tuhan sedang membawa kita berjalan dalam jalan salib supaya kita bisa menjadi sama seperti Dia dalam kekudusan-Nya. Dan jika mau berjalan dalam jalan salib, maka penderitaan itu akan menghasilkan pengurapan dari Roh Kudus, kita akan diurapi supaya layak menjadi milik Kristus. Tetapi ada syaratnya: kita harus berhasil mengalahkan segala keinginan/tabiat daging.

Sebagaimana telah kita pelajari minyak mur itu banyaknya harus lima ratus hin, angka 500 hin ini adalah angka penuntasan, segala keinginan/tabiat daging harus benar-benar telah dikalahkan supaya kita layak menerima pengurapan dari Roh Kudus.
Dalam 1 Tawarikh 4 : 42 - 43 bani Simeon sebanyak lima ratus orang pindah ke pegunungan Seir setelah mereka membinasakan orang Amalek. AMALEK = keinginan daging. Artinya : setiap orang yang sudah mampu mengalahkan segala keinginan dagingnya, ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup, Kristus Yesus berkenan diam di dalam dirinya. Jadi segala keinginan daging harus dikalahkan, tidak boleh dibiarkan bertumbuh. Dalam Keluaran 17 : 14 Tuhan sendiri telah berfirman kepada Musa supaya dituliskan dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan bahwa Tuhan akan “menghapuskan” sama sekali ingatan kepada Amalek dari bawah kolong langit.

Contoh jemaat yang berjalan dalam salib adalah jemaat di Tesalonika yang hidup dalam iman, dalam pengharapan dan dalam kasih sehingga Tuhan berkenan memilih mereka. Walau pun mereka berjalan dalam penderitaan yang begitu berat (=jalan salib) tetapi mereka mampu bertumbuh dan berhasil menjadi penurut-penurut rasul-rasul dan penurut-penurut Tuhan, di tengah-tengah penindasan yang begitu berat mereka mampu melakukan firman Tuhan. Bahkan sekali pun mereka sedang berjalan dalam salib, tetapi mereka dapat menerima firman itu dengan sukacita sehingga Roh Kudus pun dengan leluasa bekerja di dalam diri mereka.
Jadi dengan seijin Tuhan, kita semua harus mau mengalami jalan salib supaya kita menerima pengurapan dari Roh Kudus yang sanggup membawa sampai kepada kesempurnaan. INGAT! sumber pengurapan itu adalah salib di mana Yesus ditinggikan, salib itulah sumber keselamatan bagi kita dan salib itu jugalah sumber pengurapan. Jadi kalau Saudara rindu mengalami pengurapan dari Roh Kudus, jalan saliblah solusinya, harus ada kerelaan berjalan dalam jalan salib, bagaikan pohon yang sengajar dilukai demikianlah Tuhan sengaja membawa kita berjalan di tengah-tengah penderitaan supaya nyata kuasa Tuhan memberi pertolongan. Jika Yesus sendiri sebagai Tuhan dan Juruselamat telah melewati jalan salib, maka kita juga harus berjalan melewati salib, tetapi bukan karena dosa melainkan karena melakukan firman Tuhan.
H A L E L U Y A ..................!!!!!!!!!!!!



“J A L A N S A L I B”


Kamis - 22 Juli 2010


JALAN SALIB membuat hidup kita tidak kelihatan lagi, melainkan kuasa Kristus dalam pengurapan dari Roh Kudus yang lebih dominan, yang mengatur dan yang memimpin hidup kita setiap hari. Jika Tuhan hidup di dalam hidup kita, maka kuasa Tuhan dalam pengurapan Roh Kudus akan menjadi nyata dalam hidup kita, secara sepenuhnya Roh Kudus yang akan mengendalikan hidup kita.

Lewat jalan salib itu, Tuhan mau menyatakan kuasa-Nya yang besar untuk menyelamatkan kita, bukan hanya dari dosa, bukan hanya dari maut tetapi juga dari segala kelemahan-kelemahan yang ada di dalam diri kita.
Perbedaan antara orang-orang dunia dengan anak-anak Tuhan: kalau orang-orang dunia lebih mencintai dirinya sendiri, lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, tetapi anak-anak Tuhan justru dengan rela menyangkal dirinya dan menyalibkan segala keinginan dagingnya.
Kita harus tetap mengetahui bahwa setelah manusia jatuh ke dalam dosa, tidak ada seorang pun yang bisa datang kepada Tuhan, tidak ada seorang pun yang berhasil bertemu dengan Tuhan. Mengapa? sebab dosa itu sudah memisahkan manusia yang berdosa dengan Allah. Yesaya 59 : 1 - 2 walau pun berseru-seru kepada Tuhan, tetapi Tuhan tidak mau mendengar dan tidak akan menjawab doanya, sebab dosa itu menjadi pemisah antara manusia yang berdosa dengan ALlah. Untuk itulah Tuhan mau menyatakan diri-Nya kepada manusia, Tuhan mau menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar demi keselamatan manusia, baik dari dosa maupun dari maut.

TUHAN ITU DISEBUT ALFA DAN OMEGA (=YANG AWAL DAN YANG AKHIR,) YANG SUDAH ADA DAN YANG AKAN DATANG, YANG MAHA KUASA (Wahyu 1 : 8)

Karena Tuhan itu adalah Alfa dan Omega, yang artinyaYang Awal dan Yang Akhir, maka hanya Dia sajalah yang bisa mengawali supaya kita bisa mendekat kepada Tuhan, Dialah satu-satunya pribadi yang bisa membawa kita bertemu dengan pribadi-Nya. Kalau seandainya Tuhan tidak mengerjakannya lebih dahulu, maka apa pun usaha yang dilakukan manusia untuk mendekat kepada Allah tidak akan berhasil, bahkan apapun yang diberikan manusia kepada Tuhan, semua itu tidak bisa mendekatkan manusia kepada Tuhan. Walau pun mungkin sudah tamat membaca Alkitab mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu, walau tidak mencuri, tidak membunuh, tidak berzinah, dll, semua itu tidak bisa membawa kita mendekat kepada Tuhan.
Tetapi syukur kepada Tuhan, Ia yang adalah Alfa dan Omega, Yang Awaldan Yang Akhir, Ia telah memulai jalan yang baru supaya kita bisa mendekat kepada Allah,yaitu lewat JALAN SALIB. Yesus telah mati di kayu salib, Ia telah mengalami banyak penderitaan dan penganiayaan yang begitu berat, tujuannya adalah untuk mengawali jalan supaya kita, orang-orang yang sudah berdosa bisa bertemu dengan Tuhan, supaya kita bisa dipertemukan kembali dengan Tuhan. Maka supaya kita semua bisa berjalan dalam jalan salib, kita harus punya sikap yang benar, yaitu kita harus mau MENGHAMBAKAN DIRI kepada Tuhan, dengan cara beribadah dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Yesaya 49 : 1 hamba Tuhan yang mau melayani dengan sungguh-sungguh itu sudah dipanggil Tuhan sejak dari kandungan, telah menyebut namanya sejak masih diperut ibunya. Hamba Tuhan yang benar:
- mulutnya seperti pedang yang tajam
- seperti anak panah yang runcing,
sikapnya: rela menjadi kecil, pribadi Tuhan Yesus yang dibesarkan (Yohanes 3 : 30).

Inilah jalan salib itu, jalan yang bisa membawa kita mendekat kepada Tuhan, kita akan menjadi hamba Tuhan yang diurapi, diberi kuasa. Ibrani 1 : 9 hamba Tuhan yang diurapi itu: mencintai keadilan, membenci kefasikan, ia melebihi orang yang lain yang juga mengaku sebagai hamba Tuhan tetapi tidak ada pengurapan dari Roh Kudus. Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 2 : 15 menekankan supaya kita jangan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Setiap orang yang lebih mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam dirinya sebab bagaimana mungkin ia bisa mengasihi Tuhan apalagi melayani Tuhan, sedangkan hatinya masih terikat kepada perkara yang duniawi. Jalan satu-satunya, kita harus mau berjalan dalam jalan salib, kita harus hidup oleh Roh maka kita tidak akan menuruti daging.



“J A L A N S A L I B”


Kamis, 29 Juli 2010


Firman Tuhan dalam Filipi 1 : 21 mengatakan: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Banyak orang mengaku orang Kristen, mengaku hidup, tetapi Kristus tidak tinggal di dalam hidupnya, selalu takut menghadapi masalah, takut ketika sedang sakit, kuatir akan kebutuhannya, kuatir akan anak-anaknya, dll.

Perlu kita ketahui arti kalimat: “Hidup adalah Kristus” itu berarti bahwa: Kristus benar-benar diam di dalam hidup kita, ia tinggal ditengah-tengah rumah tangga kita, dalam pelayanan kita mau pun dalam segala aktivitas kita. Sepenuhnya Kristus yang mengatur dan yang memimpin hidup kita, baik hati maupun pikiran kita.

Sehingga jika Kristus sudah diam di dalam hidup kita, maka kita tidak akan mudah lagi terpengaruh dengan segala hal yang berbau dosa, tidak goyah ketika sedang menghadapi banyak penderitaan atau pencobaan, tidak akan kuatir akan segala kebutuhan, bahkan sekali pun sedang diperhadapkan kepada kematian, tidak akan takut.
Firman Tuhan dalam 2 Korintus 5 : 17 menjelaskan setiap orang yang sudah berada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, dan kalau kita sudah disebut cipataan baru, berarti segala sifat dan karakter yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Ayat 18 = kalau sudah diciptakan menjadi ciptaan baru, maka kepadanya akan dipercayakan pelayanan, baik untuk melayani Tuhan mau pun manusia.
Perlu kita ketahui bawa pada zaman sekarang ini, kita bagaikan sedang berada di dalam “gelanggang pertandingan”, kita sedang diperhadapkan kepada banyak penderitaan. Walau pun kita sudah diselamatkan, dosa sudah diampuni, sudah menerima terang firman Tuhan, bukan berarti bebas dari berbagai-bagai masalah, sebaliknya Tuhan justru dengan sengaja sedang membawa kita berjalan dalam jalan salib, tujuannya untuk mengetahui sampai dimana kasih dan kesetiaan kita dalam mengikut Tuhan.
Oleh sebab itu Firman Tuhan dalam Ibrani 10 : 32 menjelaskan sesudah kita menerima terang firman Tuhan, kita banyak menderita oleh karena kita mau bertahan dalam perjuangan yang begitu berat. Mungkin ada yang mengalami sakit penyakit, mungkin ada yang mengalami problem dalam rumah tangga, seperti istri yang tidak bertobat, suami yang tidak bertobat atau anak-anak yang tidak bertobat. Semua ini sengaja Tuhan ijinkan kita hadapi, kita sedang dibawa berjalan dalam jalan salib untuk mengetahui apakah ditengah-tengah penderitaan itu kita masih cinta Tuhan atau sebaliknya.
Tetapi ingatlah, jikalau Kristus sudah diam di dalam hati kita, seberat apa pun penderitaan itu tidak akan terasa lagi, mungkin ada orang yang merasa kasihan melihat Saudara yang sedang sakit, yang kekurangan sesuatu, atau apapun penderitaan yang sedang engkau alami, tetapi karena Kristus sudah tinggal di dalam hidup kita dan kita sudah tinggal di dalam hidup kita, kita sendiri tidak merasakannya.
Ibrani 10 : 33 - 34 bentuk-bentuk penderitaan itu antara lain kita dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, menjadi orang-orang hukuman, harta dirampas habis, namun sekalipun demikian kita harus mampu menerima semua itu dengan sukacita, bukan dengan paksaan dan jangan dengan sungut-sungut. Sebab kita sedang mengharapkan harta yg lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya, yaitu hidup yang kekal bersama dengan Kristus di dalam kerajaan sorga. Ibrani 10 : 35 sikap kita sebagai jemaat Tuhan: jangan melepaskan kepercayaan sebab besar upah yang menantinya. Kemudian dalam ayat 36 yang paling kita perlukan dalam menantikan harta yang lebih baik itu adalah ketekunan, supaya sesudah kita melakukan kehendak Allah, kita berhasil memperoleh yang dijanjikan itu.

Karena itu supaya kita bisa berjalan dalam jalan salib:
- kita harus mampu mematikan segala keinginan daging, tabiat daging atau keinginan diri sendiri,
- kita harus tetap memandang kepada Kristus sebagai teladan yang lebih dahulu memikul salib untuk memberi contoh kepada kita.

Karena Kristus telah disalibkan untuk dosa-dosa kita, maka kita juga wajib menyalibkan segala keinginan daging supaya Kristus benar-benar tinggal di dalam hidup kita. Jalan salib itu berbicara ada proses pengalaman mati dan bangkit bersama dengan Kristus, dan kalau sudah demikian kita juga akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus. Inilah yang disebut mengalami proses DICIPTAKAN MENJADI CITPAAN YANG BARU, yang dibaharui dari cara-cara hidup yang lama. Karena itu kalau Tuhan sengaja membawa engkau berjalan dalam jalan salib, ingat! ini adalah cara Tuhan untuk membawa supaya kita bisa mendekat kepada Tuhan, supaya kita bisa beribadah dan melayani Tuhan dengan benar dan dibaharui dari hari ke hari sampai menjadi sama seperti Yesus dalam kekudusan-Nya. HALELUYA ........!!!!!!!!

Senin, 21 Juni 2010

Bible Study - JUNI 2010

"HARI PENTAKOSTA"

Kamis - 03 Juni 2010


PELITA bisa menyala karena ada minyak dan sumbu. SUMBU ini berbicara : ada kerelaan mengalami sengsara karena melakukan firman Tuhan, bukan karena dosa. Juga berbicara ada harga yagn harus dibayar jika ingin menjadi terang bagi sesama. 1 Petrus 4 : 12 mengatakan bahwa penderitaan itu dibaratkan seperti "nyala api siksaan" yang datang sebagai ujian, untuk menguji bagaimana kasih kita kepada Tuhan apakah masih tetap menyala walau sedang mengalami banyak ujian?
Oleh sebab itu supaya sumbu jangan habis/hancur ketika sedang pelita sedang dinyalakan harus tetap tersedia "minyak" yang cukup sebab pelita itu tidak boleh kekurangan minyak apalagi kalau sampai habis. Selagi pelita itu tetap penuh dengan minyak, pelita itu akan tetap menyala dan mengeluarkan sinarnya dan sumbu itu juga tidak akan habis terbakar.
Demikian juga selama urapan Roh Kudus ada di dalam hidup kita, maka hidup kita akan tetap memancarkan cahaya, tidak akan terpengaruh oleh gelapnya dosa dan tidak akan bersungut-sungut walau sedang mengalami penderitaan.

Ada dua (2) fungsi minyak urapan, yaitu:

1. UNTUK MENJAGA HATI DAN PIKIRAN.
Imamat 21 : 12 untuk menjaga hati dan pikiran supaya jangan sampai tercemar oleh dosa, imam-imam yang telah dikhususkan tidak boleh keluar dari tempat kudus, harus tetap berada di tempat kudus supaya terpelihara hati dan pikirannya. Minyak urapan yang dicurahkan ke atas kepala itu berfungsi menjaga supaya hati dan pikiran jangan rusak/tercemar, sebab kalau pikiran sudah rusak apalagi hati kalau sudah rusak, maka seluruh hidupnya juga akan rusak. Hati dan pikiran bisa mempengaruhi seluruh tubuh. TEtapi kalau tetap berada di dalam tempat kudus, ia akan tetap terikat dengan Tuhan lewat ibadah dan pelayanan.
Demikian juga kalau Roh Kudus sudah mengurapi kita, penderitaan dan kesukaran pun akan menjadi ringan, tidak ada satu masalah pun yang bisa mempengaruhi hidup kita. Mengapa? sebab hati kita sudah dijaga oleh Roh Kudus dan pikiran kita pun tidak lagi memikirkan hal-hal yang negatif, tetapi sudah yang positif. Jadi pengurapan yang dari Roh Kudus ini sangat berfungsi untuk menjaga kepala supaya dapat memikirkan yang jernih, dan kalau pikiran kita sudah jernih, barulah kita dapat memikirkan dan mencari perkara-perkara yang di atas (Kolose 3 : 1 - 2)
Kalau Tuhan sudah mencurahkan Roh Kudus-Nya, kasih ALlah akan dicrahkan juga di dalam hati kita sehingga kita dapat berpengharapan kepada Tuhan, bagi orang suci, yaitu yang hati dan pikirannya dijaga Roh Kudus semuanya menjadi suci. Sebaliknya bagi orang yang tidak beriman, baik hati dan pikirannya pun tidak ada yang suci.

2. UNTUK MENJAGA PELAYANAN KITA.
Imamat 24 : 1 - 4 supaya Pelita tetap menyala harus ada "minyak zaitun tumbuk yang tulen" untuk lampu. Ini adalah berbicara pekerjaan Roh Kudus yang berfungsi menjaga supaya kita tetap setia mengikuti mau pun melayani Tuhan, sama seperti Pelita yang tetap menyala di tempat kudus. Roh Kudus kalau sudah dicurahkan di dalam hati kita, Roh Kudus itu akan menjaga pelayanan kita sampai jemaat itu terbentuk menjadi "tubuh Kristus."
1 Korintus 12 : 13 yang disebut "tubuh Kristus" adalah mereka yang sudah berada di dalam satu Roh, yaitu yang telah DIBABTIS menjadi satu tubuh dan yang DIBERI MINUM dari satu Roh. Baik orang Yahudi mau pun orang Yunani (=kafir), kalau tidak dibabtis dengan Roh Kudus tidak akan bisa menjadi satu tubuh, yaitu menjadi tubuh Kristus. Apalagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari kafir, kalau tidak menjadi satu tubuh dengan bangsa Israel, maka kita tidak akan pernah diselamatkan.
Mengapa? sebab firman Tuhan telah mengatakan bahwa bangsa kafir itu hidup tanpa iman, tanpa pengharapan dan tanpa Tuhan. Karena bagi kita, fungsi Roh Kudus itu bukan hanya membawa supaya berbahasa Roh, bernubuat, dll, tetapi lebih lagi untuk membabtiskan kita supaya menjadi satu tubuh, yaitu menjadi tubuh Kristus. Setiap orang yang sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, akan dipimpin oleh Roh, baik dalam hidup sehari-hari (=ketika dirumah, ketika sedang dalam perjalanan, ketika sedang dalam aktivitas bekerja atau berusaha), terlebih lagi ketika sedang dalam beribadah mau pun melayani Tuhan.
Itu sebabnya firman Tuhan sangat menekankan supaya kita memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Efesus 4 : 3) sehingga satu dengan yang lain bisa saling mengasihi, saling mengampuni, tidak ada kebencian atau pun iri hati tetapi yang ada adalah satu dengan yang merasa satu kesatuan yang tidak terpisahkan oleh apapun. Efesus 4 : 4 - 6 kalau kita sudah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera maka Roh itu akan membawa kita menjadi: satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu babtisan dan satu ALlah.
Kemudian pekerjaan Roh Kudus itu adalah untuk memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita-pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar (=5 jabatan dari Roh Kudus) yang berfungsi untuk MEMPERLENGKAPI orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan demi terbentuknya "TUBUH KRISTUS" yang sempurna, yang telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah bawa Yesus itu adalah benar-benar Mempelai Pria Sorga yang segera akan datang untuk menjemput gereja-Nya.

Jadi baik sebagai jemaat mau pun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita harus tetap berada di dalam pengurapan Roh Kudus supaya hati dan pikiran kita terjaga demikian juga dengan pelayanan kita. Jangan mau gagal di tengah jalan, jangan mau gugur imanmu, tetapi tetaplah setia mengikuti Tuhan dan melayanilah dengan penuh pengabdian, maka Kristus yang adalah Mempelai Pria Sorga akan memperlengkapi kita semua sampai terbentuk menjadi tubuh Kristus yang sempurna. H A L E L U Y A ........!!!!!!!



“PEKERJAAN ROH KUDUS”

Kamis - 10 Juni 2010


Dalam terang Tabernakel ada tiga (3) pintu:
1. Pintu Gerbang
2. Pintu Kemah
3. Pintu Tirai.

Pintu Gerbang = pintu yang terbuka kepada orang-orang yang masih di luar Tuhan atau orang-orang berdosa.
Pintu Kemah = pintu yang terbuka kepada orang-orang yang sudah percaya dan yang rindu untuk dikuduskan.
Sedangkan Pintu Tirai = pintu yang terbuka kepada orang-orang yang telah dikuduskan supaya disempurnakan menjadi sama seperti Kristus, menjadi mempelai perempuan-Nya. Khusus Pintu Kemah, tidak semua orang bisa melewati pintu ini sebab ada tindakan yagn harus dilakukan, yaitu menanggalkan segala keinginan daging, melepaskan segala kesenangan karena dosa dan dunia. Demikian juga tidak semua orang bisa dipenuhi Roh Kudus, walau pun sudah percaya tetapi kalau tidak bertobat dan kalau tidak dibabtis dengan babtisan yang benar, maka Roh Kudus tidak akan dicurahkan kepadanya.
Kisah Para Rasul 2 : 1 - 4 menjelaskan semua orang percaya berkumpul disatu tempat yaitu rasul-rasul dan mereka yang setia mengikuti Yesus. Orang-orang percaya inilah nantinya yang dipenuhi oleh Roh Kudus lalu mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang telah diberikan Roh Kudus itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Yang dimaksud orang-orang percaya di sini adalah mereka yang sudah percaya, sudah bertobat dan sudah dibabtis dengan babtisan yang benar.
Maka orang Kristen yang sudah dipenuhi oleh Roh Kudus itulah yang bisa masuk kedalam Ruangan Kudus, yang akhirnya disebut sebagai Bait Allah, tempat Roh Kudus tinggal (1 Korintus 3 : 16 - 17). Sehingga dalam Wahyu 11 : 1 Bait Suci & Mezbah akan diukur dengan tongkat pengukur, Bait Suci itu menunjuk Ruangan Suci sedangkan Mezbah itu menunjuk kepada Mezbah Dupa, yaitu orang-orang yang sudah memilik doa dan penyembahan yang benar.
Tetapi kalau Pelataran/Halaman tidak diukur sebab telah diserahkan kepada bangsa-bangsa lain, yaitu antikristus untuk diinjak-injak selama 3 ½ tahun. Pelataran ini menunjuk kepada orang-orang Kristen yang sudah percaya, sudah bertobat, sudah dibabtis dengan air, tetapi belum penuh dengan Roh Kudus.
Setiap orang yang belum penuh dengan Roh Kudus, tidak boleh masuk ke dalam Bait Allah (=Ruangan Suci) dan belum layak disebut tubuh Kristus. Mengapa? sebab setiap orang yang belum memiliki Roh Kristus, ia belum dapat disebut sebagai milik Kristus (Roma 8 : 9). Bahkan setiap orang yang belum memiliki Roh Kristus, tidak mungkin bisa berkenan kepada ALlah. Mengapa? sebab ia hidup masih menuruti keinginan dagingnya yang membuat ia tidak takluk kepada hukum ALlah, yaitu firman Tuhan sehingga setiap orang yang masih menuruti keinginan dagingnya ia masih menjadi seteru kepada Allah (ayat 6 - 8)
Dan kalau kita lihat dalam 1 Korintus 12 : 13 yang layak disebut sebagai tubuh Kristus adalah mereka yang sudah berada dalam satu Roh, yang telah dibabtis menjadi satu tubuh dan yang diberi minum dari satu Roh. Baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka harus berada di dalam satu Roh dan diberi minum dari satu Roh, inilah nanti yang akan dibabtis menjadi satu tubuh, yaitu menjadi “tubuh Kristus.” Apalagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, kalau tidak menjadi satu tubuh dengan orang Yahudi, maka kita tidak akan diselamatkan bahkan kita tidak akan dapat disebut sebagai tubuh Kristus.
Jadi bagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, fungsi Roh Kudus itu bukan hanya memberi bahasa Roh, bukan hanya untuk bernubuat, tetapi untuk membabtiskan kita supaya menjadi satu tubuh dalam tubuh Kristus, yang dipenuhi dan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Dengan demikian kita akan layak disebut sebagai milik kepunyaan Tuhan, yang dikuduskan dan disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya. H A L E L U Y A .......!!!!!!!!



“PEKERJAAN ROH KUDUS”

Kamis - 17 Juni 2010


Karena Tuhan Yesus telah naik ke sorga supaya Roh Kudus dicurahkan ketengah-tengah kita, maka kita juga harus mengalami seperti yang telah dialami Tuhan Yesus:

1). Kalau Yesus tersalib, maka kita juga harus tersalib bagi dosa, bagi dunia dan segala keinginan daging.
2). Kalau Yesus telah bangkit, maka kita juga akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus, kita akan diberi kuasa supaya menang atas dosa.
3). Kalau Yesus telah naik, maka kita juga akan dibawa masuk ke dalam kerajaan sorga, layak untukdipermuliakan bersama dengan Kristus dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Kisah Para Rasul 2 : 5 - 13 firman Tuhan menjelaskan segala suku dan segala bangsa (=ada 17 bahasa) menjadi satu di dalam Tuhan setelah pekerjaan Roh Kudus dinyatakan kepada murid-murid dan orang-orang percaya. Roma 8 : 2 firman Tuhan memberi satu ketegasan kepada kita bahwa Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus baik dari hukum dosa maupun dari hukum maut. Efesus 2 : 1 mengatakan bahwa dahulu kita telah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita, tetapi syukur kepada Tuhan, oleh Roh Kudus-Nya kita telah dihidupkan kembali bahkan telah dibebaskan dari kutuk dosa dan hukum Taurat. Bahkan dalam Roma 8 : 10 - 11 lebih ditegaskan lagi jika Roh Kudus telah ada di dalam hidup kita, sekali pun tubuh telah mati karena dosa, sekarang telah dihidupkan kembali oleh Roh Kudus supaya kita mampu hidup di dalam kebenaran. Roh Kudus itulah yang mampu membangkitkan kita dari tubuh kita yang fana ini. Sama seperti Yesus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh Roh Kudus, demikian juga kita akan dibangkitkan oleh Roh Kudus, kita akan mengalami seperti yang telah dialami oleh Tuhan Yesus.
Maka dalam Kisah Para Rasul 2 : 41 - 47 firman Tuhan menjelaskan bagaimana pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa yang telah dinyatakan kepada jemaat mula-mula sehingga mereka mampu memiliki cara hidup yang baik:

*Memberi diri dibabtis,
**bertekun dalam pengajaran rasul-rasul,
***bertekun dalam persekutuan dan
****berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Inilah yang membuat sehingga jumlah merekabertambah menjadi tiga ribu jiwa.
Dan tidak cukup sampai disitu, pekerjaanRoh Kudus itu juga membuat semua orang yang telah menjadi percaya itutetap bersatu dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Puncaknya: jemaat yang pertama itu mampu bertekun dan dengan sehatiselalu berkumpul tiap-tiap hari di bait Allah (Kisah Para Rasul 4 : 31 ).
Dan dalam Lukas 9 : 23 Tuhan Yesus memberitahukan syarat untuk mengikuti Yesus, yaitu: menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Jadi setiap orang yang rindu memiliki cara hidup jemaat yang mula-mula ini, ia harus mampu menyangkal diri dan memikul salibnya, bukan satu hari, bukan satu minggu, bukan satu bulan atau satu tahun saja, tetapi harus setiap hari.
Selama manusia itu masih mempertahankan cara hidupnya yang lama, ia tidak akan mampu menyangkal diri apalagi untuk memikul salibnya setiap hari. Terimalah Roh Kudus, hiduplah dalam pimpinan-Nya supaya engkau mampu menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Haleluya........!!!!!


"PEKERJAAN ROH KUDUS"

Bible Study, Kamis - 24 Juni 2010


Saudara-saudara, Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga yang akan datang kembali, Ia disebut sebagai "ANAK DOMBA YANG TELAH DISEMBELIH". Buktinya setelah Yesus bangkit dari antara orang mati dan terangkat ke sorga, Ia disebut sebagai Anak Domba yang telah disembelih. Wahyu 5 : 6 "...............di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih,......" Wahyu 5 : 9 ".............Engkau layak menerima gulungan kibat itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah memlei mereka bagi ALlah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa."
Ini membuktikan bahwa Yesus setelah naik ke sorga dan duduk dalam kemuliaan-Nya , tidak melupakan apa yang telah dikerjakan-Nya selama Ia turun ke dunia, Ia telah mati di kayu salib sebagai korban penghapus dosa untuk memperdamaikan manusia yang telah berdosa dengan Bapa di sorga. Kita bisa diperdamikan dengan Bapa hanya oleh korban Kristus. Tanda salib ini tidak pernah hilang dari diri Tuhan Yesus, tanda ini akan tetap ada sampai gereja yang sempurna itu diangkat menjadi sidang mempelai perempuan.

Untuk itulah Roh Kudus dicurahkan ke tengah-tengah umat-Nya supaya kita yang selama ini telah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa, diberi kehidupan, yang selama ini telah jauh dari kebenaran supaya hidup dalam kebenaran. Pekerjaan Roh Kudus itu sangat penting dalam hidup manusia, untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan akan adanya penghakiman. Roh Kudus itu juga bekerja memberi kekuatan/kuasa supaya kita jangan terus menerus dikalahkan oleh keinginan daging kita sendiri. Kalau Roh Kudus sudah bekerja, Ia akan membawa kita kepada seluruh kebenaran, Ia akan membawa hidup kita untuk mengalami tanda keubahan yang diperbaharui dari sehari ke sehari.

Selama manusia itu masih tetap mempertahankan keinginannya, dan selama manusia itu tetap mempertahankan cara hidupnya yang lama, maka ia tidak mungkin bisa menyangkal dirinya apalagi untuk memikul salib setiap hari. Dan pada hari-hari yang lalu kita sudah melihat, bahwa arti "memikul salib" itu sama dengan "menyalibkan daging" dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Paulus sebagai rasul Kristus berulang-ulang mengatakan: ia telah disalibkan dengan Kristus. Galatia 2 : 19 Paulus setelah menjadi rasul Kristus telah disalibkan dengan Kristus supaya bisa hidup untuk Allah. Sehingga Paulus dapat merasa, ia hidup tetapi bukan ia sendiri lagi yang hidup, melainkan Kristus juga telah hidup di dalam dirinya (ayat 20).
Jadi dari ayat ini dapat kita petik, supaya Kristus hidup di dalam diri kita maka kita juga harus sama seperti Paulus: disalibkan bersama dengan Kristus. Artinya: kita harus mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Sehingga setiap orang yagn sudah tersalib bagi Kristus, puncaknya: tidak mau bermegah selain di dalam Kristus Yesus, kebahagiannya adalah berjalan bersama dengan Kristus walau pun harus mengalami banyak-banyak penderitaan (Galatia 6 : 14).
- walau menderita, tetapi tetap percaya dan berharap kepada Tuhan
- walau sakit, tetapi tetap setia beribadah kepada Tuhan
- walaup mengalami banyak pencobaan, tetapi tidak lemah dan tidak putus asa


Dibawah ini kita bisa melihat contoh orang yang tidak hidup dalam Roh mau pun yang hidup dalam Roh:

SAUL, ketika diangkat menjadi rasa Israel memang diurapi dengan minyak urapan, tetapi sumber minyaknya dari "buli-buli tanah". Ini berbicara hidup yang tidak dipimpin oleh Roh dan tidak dikuasai oleh Roh Kudus, tetapi hidup menurut keinginan diri sendiri = hidup dalam daging. Firman Tuhan berkata setiap orang yang tetap hidup menurut daging akan mati, dan memang benar karena Saul tidak hidup menurut Roh akibatnya ia dan keluarganya kian lama kita lemah. Saul memang diurapi, tetapi tidak mampu menyangkal diri, ia tidak mampu mengalahkan pikirannya. Inilah yang membuat sehingga akhirnya Saul mati bunuh diri.

DAUD, ketika diangkat menjadi raja Israel diurapi dengan minyak urapan dari "tabung tanduk", ini berbicara urapan Tuhan dalam kuasa Roh Kudus-Nya yang memberi kekuatan sehingga Daud selalu menang ke mana pun ia pergi berperang. Kalau Saul kian lama kian lemah, tetapi Daud kian lama kita kuat. Kalau Saul mati dalam keadaan putus asa, tetapi Daud selalu limpah dengan kemenangan sebab Tuhan selalu bersamanya.
Proses untuk mendapatkan "tabung tanduk" = ada proses penyembelihan, harus mati dulu supaya tanduknya bisa diambil. Demikian juga supaya kita bisa hidup dalam kuasa/pimpinan Roh Kudus, kita harus mengalami proses kematian. Tetapi yang mati disini bukan secara hurufiah, tetapis secara rohani, yaitu: menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Kalau segala keinginan daging sudah dimatikan, barulah kita akan mengalami limpah kuasa Roh Kudus, kita akan dipimpin dan dikuasai Roh Kudus untuk melakukan segala yang dikehendaki Tuhan.
Efesus 3 : 16 Roh Kudus yang memenuhi kita itu akan "menguatkan" dan "meneguhkan" kita sampai kepada batin kita. Batin = bagian yang paling dalam, ini harus dikuatkan dan yang mampu menguatkannya hanyal Roh Kudus yang bisa masuk sampai ke dalam hati kita. Yohanes 15 : 25 - 27 bahkan kita juga akan mengalami pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa, Roh Kudus itu akan bekerja untuk memberi "penghiburan" ketika sedang mengalami banyak pencobaan, ketika sedang menderita, bahkan ketika kita sedang sakit.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mampu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya supaya kita bisa mengalami pekerjaan Roh Kudus yang luar biasa itu.

Rabu, 12 Mei 2010

BIBLE STUDY - M E I 2 0 1 0

“ PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA”

Bible Study - Kamis 06 Mei 2010


Saudara-saudara, kita sudah melihat bahwa pesta kawin Anak Domba itu adalah pesta yang paling akbar, pesta yang paling meriah, pesta yang paling agung, pesta yang paling besar dari segala pesta yang ada di dunia ini, dan tidak ada satu pesta pun yang bisa menandingi kemegahan pesta kawin Anak Domba ini. Karena itu supaya kita bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba ini, kita semua lebih dahulu harus mengalami tanda penebusan dan tanda keubahan hidup. Ini sangat penting. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalam sorga apalagi menjadi mempelai perempuan Kristus, kalau hidupnya belum mengalami penebusan oleh darah atau oleh korban Kristus.
Perlu kita ketahui bahwa tidak semua orang Kristen yang mengaku percaya kepada Yesus itu sudah mengalami tanda penebusan apalagi tanda keubahan hidup. Memang Yesus sudah mati di atas kayu salib untuk semua orang dan untuk semua bangsa, tetapi korban Kristus ini bisa berlaku dan bisa berguna hanya bagi mereka yang mau menghargainya tentu ditandai dengan sikap yang benar kepada Tuhan. Yaitu datang kepada Tuhan dan menyerahkan seluruh hidupnya supaya diperbaharui oleh kuasa korban Kristus. Kita bisa melihat contoh yang mau menghargai kesempatan dengan sebaik-baiknya, yaitu RUT, seorang perempuan Moab (=latar belakang kafir) dan seorang janda (=punya aib). Tetapi karena ia mau tetap setia mengikuti mertuanya Naomi sampai ke Betlehem, Rut berhasil mengalami penebusan dan puncaknya menjadi istri Boas. Rut ini adalah gambaran gereja Tuhan yang berlatar belakang kafir yang sudah mengalami penebusan oleh korban Kristus dan yang dibentuk menjadi sempurna, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus. Rut berhasil menjadi istri Boas, sebab Naomi sebagai mertua tahu akan kebutuhan yang palig dibutuhkan oleh Rut.
Maka Naomi menawarkan kebahagiaan kepada Rut untuk mencari “tempat perlindungan” yaitu tempat yang bisa memberikan kebahagiaan. Naomi adalah gambaran hamba Tuhan yang bijaksana, yang tahu akan kebutuhan jemaatnya. Supaya jemaat itu bisa berbahagia, kita tidak cukup hanya beribadah, tidak cukup kalau hanya melayani, semua ini memang perlu sebagai wujud kasih kepada Tuhan, tetapi yang paling utama adalah supaya kita bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, inilah tempat yang paling berbahagia tersebut. Sebagai jemaat Tuhan, tidak cukup kalau hanya disebut sebagai jemaat saja, tetapi harus dibawa kepada peningkatan yaitu menjadi sidang mempelai perempuan Kristus supaya layak masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Rut 3 : 2 Naomi memperkenalkan Boas yang sedang menampi jelai di tempat pengirikan, tepatnya pada malam hari.
Dalam Matius 25 : 1 - 13; Wahyu 19 : 9 firman Tuhan menjelaskan kepada kita bahwa Pesta Kawin Anak Domba itu diadakan tepatnya pada malam hari.
Maka kalau kita lihat Rut sampai berhasil menjadi istri Boas karena sudah mengalami dua kali penebusan, yaitu:

1). Dalam penebusan yang pertama menebusan segala milik pusaka (Rut 4 : 4),
2). Dalam penebusan yang kedua menjadikan Rut sebagai istri Boas (Rut 4 : 9 - 10).

Namun sebelum Rut berhasil menjadi istri Boas, perlu kita lihat dalam Rut 3 : 1 - 3 ada empat (4) hal yang harus dilakukan oleh Rut, yaitu:

1. MANDI = mandi air dan firman (Efesus 5 : 26) artinya limpah dengan firman Tuhan dan selalu berada dalam pimpinan Roh Kudus. Maka Tuhan akan menempatkan kita di hadapan diri-Nya menjadi jemaat yang cemerlang tanpa cacat atau kerut, Tuhan mau menjadikan kita sebagai jemaat yang kudus dan tak bercela. Puncaknya Tuhan mau membawa kita dan menjadikan kita sebagai istri-Nya, menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Arti kata "MANDI" disini juga menunjuk sudah "dibabtis" baik dengan air mau pun dengan Roh Kudus. Galatia 3 : 27 = jika kita sudah dibabtis di dalam Kristus maka kita akan layak mengenakan Kristus, dengan kata lain layak disebut sebagai orang Kristen(=pengikut Kristus).

2. BERURAP = diurapi dengan Roh Kudus, kalau Tuhan sudah mengurapi kita maka hidup kita yang selama ini ditandai dengan cacat cela sekarang cacat cela kita itu sudah diambil sebab Yesus sudah mati di atas kayu salib dan Roh Kudus akan memimpin hidup kita (Roma 8 : 14 - 15). Dan Roh Kudus itulah yang akan membawa kita supaya bisa berseru: "ya Abba, ya Bapa."

3. MEMAKAI PAKAIAN BAGUS = hidup yang sesuai dengan firman Tuhan, yang selalu diterangi oleh firman Tuhan. Wahyu 19 : 8 menjelaskan pakaian bagus itu menunjuk sikap hidup atau perbuatan-perbuatan dari orang-orang kudus. Kolose 3 : 12 - 15 hal-hal yang harus kita kenakan: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Puncaknya: mengenakan kasih, sebab kasih itulah sebagai "pengikat" yang mempersatukan dan menyempurnakan. Maka setiap orang yang sudah memakai pakaian bagus, damai sejahtera Kristus akan memerintah dalam hati kita.

4. PERGI KE TEMPAT PENGIRIKAN = masuk ke dalam penggembalaan yang tepat dan benar yang di dalamnya ada firman pengajaran yang mampu memberi pertumbuhan rohani. Tempat pengirikan itu adalah tempat untuk memisahkan gandum dari tangkainya = berbicara hidup yang sudah dipisahkan dari cara-cara hidup yang lama dan yang duniawi. Maka setiap orang yang sudah masuk ke dalam penggembalaan yang benar, yang di dalamnya ada firman pengajaran, ketajaman firman itulah yang sanggup memisahkan kita dari cara-cara hidup yang lama, kalau dari diri kita sendiri tentu kita tidak mampu. Karena itu masuklah ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar supaya hidupmu beroleh kesempatan untuk dibaharui.

Jadi jelas dari kedua penebusan yang dialami oleh Rut, penebusan yang tertinggi adalah penebusan yang membawa kita masuk ke dalam puncak kebahagiaan, yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus, yang sudah ditebus/dibeli dari tiap-tiap suku, bahasa, kaum dan bangsa untuk dimasukkan ke dalam satu tempat yaitu ke dalam pesta kawin Anak Domba, di sanalah kita dapat mengalami puncak kebahagiaan. H A L E L U Y A ........!!!!!!!!



“PERKARA YANG DI ATAS”

Bible Study - Kamis 13 Mei 2010


Saudara-saudara, Tuhan Yesus mati di atas kayu salib = untuk dosa-dosa kita, Yesus bangkit dari antara orang mati = untuk memberikan kuasa dan kemenangan kepada kita.Tidak ada korban lain yang dapat menyelamatkan manusia dari dosa kecuali oleh korban Kristus. Ibrani 9 : 14 Yesus Kristus telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, dan oleh korban Kristus ini Ia telah menyucikan hati nurani kita dan perbuatan-perbuatan yang sia-sia, yang tujuannya supaya kita bisa beribadah kepada Tuhan dengan tepat dan benar. Dan dalam Ibrani 9 : 22 dikatakan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan, kalau bukan karena korban Kristus tidak mungkin dosa-dosa kita bisa diampuni.
Maka ketika Tuhan Yesus mati, begitu besar penderitaan yang dialami dan begitu mengerikan tetapi Yesus tidak mengelak, Ia sabar menanggung semua itu supaya terjadilah keselamatan itu bagi semua orang. Saudara-saudara, berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus ini sangat tidak disukai oleh bangsa Yahudi sehingga mereka mencoba menutup-nutupi dengancara mengatakan mayat Yesus telah dicuri oleh murid-murid-Nya.

Maka berkat yang akan kita alami jika sudah mengalami proses kematian dan kebangkitan:

*Supaya kita mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dalam kemuliaan yang kekal (2 Timotius 2 : 8 - 10).

Maka dalam dalam ayat 8 dikatakan berita tentang kematian dan kebangkitan Kristus menjadi isi pemberitaan Injil yang diberitakan rasul Paulus kepada semua orang supaya diselamatkan. Walau pun Paulus harus mengalami banyak penderitaan, bahkan walau pun ia dibelenggu seperti seorang penjahat, ia tidak mundur tetapi terus saja memberitakan Injil Kristus. Kuasa kematian dan kebangkitan Kristus ini kita alami bukan ketika kita sudah masuk ke dalam sorga, tetapi selagi kita masih di bumi ini kita sudah mengalaminya, dengan syarat: terima firman Tuhan dan hiduplah di dalam kebenaran walau pun harus menanggung banyak penderitaan seperti rasul Paulus.
Kolose 3 : 1 - 4 setiap orang yang sudah mengalami kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, ada dua (2) tanda yang akan dimiliki, yaitu:
- MENCARI perkara yang di atas
- MEMIKIRKAN perkara yang di atas.
Yang dimaksud dengan ayat ini ditujukan bukan kepada orang-orang yang sudah mati tetapi kepada orang-orang yang masih hidup, yaitu yang sudah mengalami tanda keubahan hidup yang dikerjakan Tuhan di dalam hidup kita lewat kematian dan kebangkitan-Nya. Dan kalau kita sudah mengalami tanda keubahan hidup, kita akan menerima kuasa supaya bisa disebut sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1 : 12) dan hidup kita juga akan tersembunyi bersama dengan Kristus.
LOT adalah contoh atau gambaran orang Kristen yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari dan tidak memikirkan perkara yang di atas. LOT tertipu dengan pandangan matanya sendiri yang melihat lembah Zoar sepertinya taman Tuhan, padahal di sana banyak kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Berbeda dengan ABRAHAM, bukan ABRAHAM yang memilih bagiannya, tetapi Tuhan sendiri yang memilih tempat yang terbaik baginya. Mengapa? karena sejak ABRAHAM meninggalkan Ur-Kasdim, ia dengan sungguh-sungguh mengikutTuhan dan kepercayaannya kepada Tuhan sungguh sudah sangat teruji.



“YESUS TERANGKAT KE SORGA”


Kamis - 20 M e i 2010

Ada tiga (3) pertumbuhan yang benar: bertumbuh dalam kebenaran, dalam kesucian dan dalam kesempurnaan, yang berpusat kepada Kristus sebagai Kepala dan sebagai Mempelai Pria Sorga. Itu sebabnya nama Yesus itu adalah nama yang paling besar, nama yang berkuasa atas segala sesuatu, nama yang bisa kita andalkan dalam segala hal. Bukti Yesus adalah Tuhan, bukan saja karena Ia telah mati di atas kayu salib, bukan saja karena Ia telah bangkit dari antara orang mati tetapi karena Ia juga telah naik ke sorga dan akan datang kembali dalam segala kemuliaan-Nya.
Yohanes 14 : 1 - 3 Yesus naik ke sorga tujuannya adalah untuk menyediakan tempat, supaya apabila Ia datang kembali Ia akan membawa kita ke tempat di mana Ia berada. Puncak rencana Tuhan bagi kita semua adalah: supaya di tempat di mana Tuhan Yesus berada di sana juga kita berada. Jika seandainya Yesus tidak naik ke sorga, berarti Yesus itu sama saja dengan manusia biasa, sama saja dengan nabi-nabi, dan yang lebih lagi semua pemberitaan tentang kebenaran itu sia-sia saja sebab tetap saja tidak ada keselamatan yang pasti. Jadi kenaikan Tuhan Yesus ke sorga adalah untuk membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa, yang mampu memberi kan keselamatan kepada semua orang yang percaya dan menerima Dia sebagai Juruselamat.
Dalam Yohanes 3 : 13 Tuhan Yesus mengatakan: “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.” Jadi satu-satunya yang telah naik ke sorga adalah Tuhan Yesus Kristus. Maka supaya kita juga bisa naik ke sorga, tentu ada syaratnya yaitu kita harus meninggikan Tuhan Yesus. Yohanes 3 : 14 - 15, Tuhan Yesus mengatakan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Dalam ayat ini Yesus disamakan dengan ular, padahal kita tahu selama ini ular itu sering disebut gambaran Iblis.
Karena itu perlu kita tahu latar belakang/sejarah mengapa Yesus harus ditinggikan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, Bilangan 21 : 4 - 9 penyebabnya adalah karena bangsa Israel tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan, mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa. Akibatnya: Tuhan Allah menyuruh ular-ular tedung memagut bangsa Israel sehingga banyak yang mati.
Sekarang pengalaman bangsa Israel ini adalah gambaran kepada orang-orang Kristen yang:
*suka bersungut-sungut,
**merasa tidak dipelihara padahal dipelihara,
***diberi firman tetapi tidak menghargainya.
Mengata-ngatai baik Allah mau pun hamba Tuhan akibatnya sangat fatal, menjadi makanan empuk bagi Iblis. Itu sebabnya setiap orang yang tidak menghargai firman penggembalaan, yang merasa tidak diberkati oleh firman Tuhan, yang tidak merasakan pemeliharaan dari Tuhan, akan mati dipagut ular, akan mati rohani. Maka dalam Bilangan 21 : 8 jalan keluar supaya jangan mati, Tuhan memerintahkan supaya Musa membuat ular dari tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang, supaya setiap orang yang memandang kepada ular tembaga tersebut maka tetaplah ia hidup. Walau pun bisa ular itu sangat berbahaya, tetapi kalau sudah memandang kepada ular tembaga, maka ia akan tetap hidup. Demikian juga setiap orang yang sudah mati karena dosa dan pelanggaran, akan tetap hidup, asal mau memandang dan meninggikan Tuhan Yesus Kristus, Ia sudah mati, bangkit dan hidup kembali, bahkan Ia juga sudah naik ke sorga untuk menyediakan tempat yang indah bagi kita semua.
Haleluya........!!


“YESUS TERANGKAT KE SORGA”

Kamis - 27 M e i 2 0 1 0


Sebagaimana telah kita lihat pada minggu yang lalu karena bangsa Israel tidak dapat lagi menahan hati, akhirnya mereka berkata-kata (=bersungut-sungut) melawan Allah dan Musa. Akibatnya Tuhan memerintahkan ular-ular tedung memagut sehingga banyak dari antara mereka yang tewas sebab bisa/racun ular tedung itu sangat berbahaya. Kalau ular mamagut manusia, biasanya yang paling cepat diserang adalah "hati" dan kalau hati sudah diserang maka organ tubuh yang lain juga pasti mengalami akibat yang fatal sampai menimbulkan kematian.
Sikap bangsa Israel yang menentang Allah dan Musa ini tidak boleh masuk dalam hidup kita, kita harus membuang jauh-jauh sikap yang suka bersungut-sungut, yang merasa tidak dipelihara, merasa tidak diberkati, bahkan muak akan akan firman Tuhan. Bilangan 21 : 8 jalan keluar supaya jangan mati dipagut ular: Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang supaya setiap orang yang memandangnya akan tetap hidup. Dalam Yohanes 3 : 14 Tuhan Yesus mengatakan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun demikian juga Anak Manusi harus ditinggikan.
Ini berbicara pekerjaan Yesus yang dikerjakan-Nya setelah Ia naik ke sorga. Kalau Yesus sudah ditinggikan, maka Yesus akan mencurahkan Roh Kudus-Nya ke dalam hati untuk menguatkan, untuk menghiburkan bahkan untuk menyatakan bahwa kuasa kematian dan kebangkitan Kristus itu sungguh-sungguh luar biasa.
Efesus 1 : 19 - 21
firman Tuhan mengatakan betapa hebat kuasa Tuhan Yesus bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya, yaitu yang sudah mengenal Dia dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya dan yang dilanjutkan kembali dengan kenaikan-Nya ke sorga. Maka sekali pun racun ular itu sangat berbahaya, sekali pun Iblis selalu menggoda untuk berbuat dosa, kalau mau meninggikan Tuhan Yesus, maka Ia akan memberikan Roh Kudus-Nya di dalam hati kita. Setiap orang yang mau meninggikan Tuhan Yesus akan hidup.
Saudara-saudara, kalau kita lihat dalam Kisah Para Rasul 1 : 9 - 11 yang bisa menyaksikan Yesus terangkat ke sorga tidak banyak, hanya kesebelas murid ditambah dengan beberapa orang perempuan. Tidak sebanding ketika Yesus ditangkap dan diadili, seluruh Yerusalem gempar dan mereka juga turut mengatakan: “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Namun ketika Tuhan Yesus naik ke sorga tidak banyak orang yang bisa menyaksikannya. Ini juga satu nubuatan, bahwa pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali tidak banyak orang yang bisa menyaksikan kedatangan-Nya. Yang bisa menyaksikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah gereja Tuhan yang sudah dipulihkan, yang punya bobot rohani, yaitu mereka yang setia beribadah, setia melakukan firman Tuhan dan setia melayani.
Contoh: ELISA berhasil mendapat dua bagian dari roh ELIA, karena Elisa mau mengikut ke mana saja Elia pergi, mulai ke Gilgal, ke Betel, ke Yerikho dan ke sungai Yordan. Elia yang naik ke sorga adalah gambaran Kristus yang telah naik ke sorga, sedangkan Elisa adalah gambaran gereja Tuhan yang berhasil mengikuti gerak firman Tuhan, yang berhasil meninggikan Tuhan Yesus. Elisa bukan hanya mendengar, tetapi ia juga dengan setia mengikuti Elia. Ini adalah suatu gambaran, supaya kita berhasil dipenuhi dengan Roh Kudus, kita juga harus setia mengikuti Tuhan, setia melakukan firman-Nya dan tetap setia dalam ibadah dan pelayanan.
Maka Tuhan akan mengurapi kita dengan memberikan Roh Kudus-Nya:
*untuk memeteraikan kita sebagai tanda milik Kristus
**Roh Kudus itu akan menjadi jaminan dari semua yang telah disediakan Tuhan untuk kita (2 Korintus 1 : 21 - 22)

Senin, 05 April 2010

BIBLE STUDY - APRIL 2010

“KEDEWASAAN YANG PENUH”

KAMIS - 25 MARET 2010

Saudara-saudara, Musa adalah seorang pemimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, seorang yang sangat lembut hatinya. Namun demikian, Tuhan memfonis Musa boleh melihat tanah Kanaan tetapi tidak boleh masuk ke dalamnya. Mengapa? sebab Musa mempunyai kesalahan yang sangat fatal, yaitu karena ia tidak mengikuti gerak atau perkembangan firman Tuhan. Sebab ketika Tuhan Allah berfirman kepadanya supaya berbicara kepada batu, Musa tidak melaksanakan firman Tuhan tersebut dengan tepat, sebaliknya ia mengingat pengalaman yang pertama dengan memukul batu tersebut.
Memang air bisa keluar dari gunung batu dan seluruh bangsa Israel termasuk kambing dombanya minum dengan puas, tetapi yang menjadi masalah adalah Musa tidak boleh masuk ke tanah Kanaan. Melihat boleh tetapi masuk tidak. Tuhan berfirman supaya berbicara kepada batu tetapi Musa memukul artinya : sama dengan tidak mengikuti gerak firman Tuhan.
Maka dalam Ibrani 6 ada dua (2) hal yang sangat ditekankan firman Tuhan, yaitu:
*supaya kita meninggalkan asas-asas yang pertama dari ajaran tentang
Kristus dan

**supaya kita beralih kepada perkembangannya yang penuh.
Yang termasuk asas-asas pertama seperti ajaran tentang pembabtisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang mati dan hukuman kekal. Memang hal ini juga harus menjadi isi pemberitaan firman Tuhan tetapi tidak boleh hanya berputar-putar disitu saja, tetapi harus terus meningkat supaya pengenalan kita akan Kristus juga bisa meningkat. Hal ini juga ditegaskan dalam Efesus 4 : 11 - 16 Tuhan Yesus Kristus telah memberikan lima jabatan, yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar yang bertujuan untuk memperlengkapi orang-orang kudus supaya terbangun menjadi tubuh Kristus yang sempurna.
Lima jabatan inilah yang akan memperlengkapi gereja Tuhan supaya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Kalau gereja itu masih disebut anak-anak rohani, akibatnya: akan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikannya yang menyesatkan. Atau dengan kata lain tidak akan bisa menjadi dewasa baik dalam iman, dalam pengharapan apalagi dalam kasih. Persoalan yang paling berat yang akan dihadapi gereja Tuhan diakhir zaman ini bukan hanya persoalan makan dan minum, tetapi menghadapi pengajaran palsu.
Jemaat yang tidak dewasa rohaninya: biasanya tidak dapat melihat pekerjaan Tuhan, selalu menuntut dan menganggap Tuhan tidak adil, dan mengukur kasih Tuhan dengan perkara jasmani. Tetapi jemaat yang sudah dewasa rohaninya, yaitu yang sudah memiliki pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, pasti dapat mengerti kedalaman kasih Tuhan dan tidak mengukur kasih Tuhan itu secara lahiriah. Mazmur 36 : 6 - 8 jemaat yang dewasa itu dapat mengerti bahwa kasih Tuhan itu sampai ke langit dan setia Tuhan itu sampai ke awan bahkan dapat menghargai kasih setia Tuhan itu dengan cara berlindung kepada Tuhan dalam naungan sayap-Nya. Orang yang sudah dewasa rohaninya pasti dapat melihat keadilan Tuhan seperti gunung-gunung, hukum Tuhan itu bagaikan samudera raya yang hebat, bahkan dapat melihat Tuhan menyelamatkan manusia dan hewan, tetapi maksudnya bukan diselamatkan masuk dalam sorga, Tuhan sudah pernah menyelamatkan hewan pada zaman Nuh. Dan dalam Mazmur 63 : 4 firman Tuhan juga menegaskan bahwa kasih Tuhan itu lebih baik dari pada hidup artinya kasih Tuhan itu kita nikmati bukan hanya ketika di dunia ini saja tetapi sampai kita masuk ke dalam kerajaan sorga. Inilah berkat yang akan kita nikmati jika sudah memiliki perkembangan kasih yang sampai kepada kesempurnaan. Karena itu jangan puas kalau sudah diselamatkan, jangan puas jika sudah disebut sebagai anak-anak Tuhan, tetapi mari kita tingkatkan terus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh yang menjadikan kita menjadi sempurna sama seperti Kristus adalah sempurna.
Gereja Tuhan yang sudah sempurna itulah yang akan diangkat oleh Tuhan, dijamin tidak akan masuk ke dalam aniaya antikristus. Tuhan Yesus akan memperlengkapi kita semua dengan lima jabatan yang dari Roh Kudus sampai kepada kedewasaan yang penuh di dalam Kristus.
Haleluya .... !!!!!



“ P A S K A H ”

Kamis - 01 April 2010


Puji Tuhan!
Kita sudah melihat perkembangan firman Tuhan yang telah dinyatakan kepada kita selama ini, firman yang telah dibukakan rahasia nya. Ini harus kita syukuri sebab lewat firman pengajaran inilah kita bisa dibentuk dan diperbaharui dari hari ke hari sampai menjadi sempurnadan layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Dalam perkembangan firman pengajaran ini ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu: DARAH KRISTUS sebab keselamatan ini bisa kita peroleh hanya oleh darah Yesus saja. Bagi bangsa Israel, PASKAH itu adalah sarana untuk melepaskan mereka dari perbudakan Mesir menuju tanah Kanaan yang limpah susu dan madu.
Sedangkan bagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, PASKAH itu adalah tanda kelepasan dari dosa supaya kita diselamatkan dan dibawa menuju kota Yerusalem Baru, yaitu masuk ke dalam kerajaan sorga. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam Markus 14 : 12 - 16, untuk merayakan PASKAH harus dengan persiapan yang matang, tidak boleh sembarangan dan tidak disemua tempat, harus ditempat yang ditentukan sendiri oleh Tuhan Yesus. Maka untuk mempersiapkan perjamuan PASKAH, Tuhan Yesus mengutus dua orang murid-Nya ke tempat yang ditentukan sendiri oleh Yesus, sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia (ayat 15). Tuhan Yesus tahu bahwa perjamuan kudus itu merupakan sarana untuk mempererat hubungan, PASKAH itu adalah momen yang tepat untuk mengikatkan diri-Nya dengan murid-murid-Nya.
Itu sebab nya untuk mempersiapkan PASKAH itu harus dengan matang dan tidak boleh sembarangan. Dalam Keluaran psl 11, sebelum bangsa Israel mengadakan PASKAH, Tuhan Allah lebih dahulu berfirman kepada Musa sebagai pemimpin, tujuannya: supaya bangsa Israel bisa merayakan PASKAH dengan tepat dan benar. Ayat 4 - 5 = pada saat bangsa Israel merayakan PASKAH, firman Tuhan sudah menubuatkan apa yang akan terjadi di Mesir: anak-anak sulung di tanah Mesir akan mati, mulai anak sulung Firaun, anak sulung budak dan juga semua anak sulung hewan. Ayat 6 = seruan yang hebat akan terjadi di Mesir seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan terjadi lagi. Ayat 9 - 10 = Firaun tidak gentar, walaupun nubuatan itu begitu hebat, Firaun tetap mengeraskan hatinya.
Mengapa demikian? Supaya Tuhan bisa melakukan lebih banyak mujizat yang besar, Tuhan sengaja mengeraskan hati Firaun sebab Tuhan tahu apa yang akan diperbuat-Nya, tulah kesepuluh segera akan dilaksanakan. Jadi dalam Keluaran psl 11 ini ada dua (2) nubuatan penting:
1). Nubuat kepada orang Mesir adalah: semua anak sulung akan mati.
2). Nubuat kepada bangsa Israel adalah mereka akan keluar dari Mesir dengan membawa emas dan perak.
Jadi PASKAH bagi gereja Tuhan diakhir zaman: “Tuhan Yesus telah mati di kayu salib sebagai korban PASKAH untuk melepaskan kita dari kuasa maut dan dari perbudakan dosa.” Jadi untuk mengadakan PASKAH harus dengan cara yang tepat, harus dengan persiapan yang matang, tidak boleh main-main. PASKAH itu dilakukan harus didasari dengan kasih, ada kerinduan.
Tantang kedatangan Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah, sebagai penggenapan PASKAH, kelahiran-Nya sudah dinubuatkan jauh sebelum IA lahir. Tentang kematian-Nya dan kebangkitan-Nya sampai kenaikan-Nya pun sudah dinubuatkan dalam Alkitab, semua terjadi bukan karena kebetulan tetapi sudah diatur dengan sebaik-baiknya. Ibrani 10 : 19 - 21 oleh darah Yesus (yaitu lewat korban Kristus) sekarang kita sudah beroleh keberanian masuk ke dalam tempat kudus. Mengapa? sebab lewat kematian-Nya, IA telah membuka jalan yangbaru dan yang hidup bagi kita.
H A L E L U Y A .....!!!!


“ P A S K A H ”

Kamis - 08 April 2010


Saudara-saudara, bagi bangsa Israel, PASKAH adalah tanda kelepasan dari perbudakan Mesir supaya mereka bisa keluar dari Mesir dan berjalan menuju tanah Kanaan. Sedangkan bagi gereja Tuhan diakhir zaman, PASKAH adalah tanda keselamatan, tanda kelepasan dari perbudakan dosa, supaya kita dibawa masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Tidak ada kelepasan kalau tidak ada korban PASKAH, dan tidak akan ada keselamatan kalau Kristus tidak mati di atas kayu salib sebagai korban PASKAH. Untuk menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, bagi Tuhan tidak terlalu sulit, sebab dengan berfirman saja semua itu sudah jadi. Tetapi untuk mengerjakan keselamatan dan untuk melepaskan manusia dari dosa, tidak cukup hanya dengan berfirman saja, melainkan Ia sendiri harus turun dan menjadi manusia. Puncaknya: Yesus harus mati di atas kayu salib sebagai korban penebus untuk melepaskan dan menebus manusia dari segala dosa dan pelanggarannya.
Kalau seandainya ada cara lain, tidak perlu Yesus mati di kayu salib, tetapi karena ini satu-satunya cara untuk melepaskan manusia dari dosa, Yesus harus merelakan diri-Nya sebagai korban, Ia tidak mengelak walaupun Ia harus mati.
Karena itu PASKAH itu bukan hanya sekedar perayaan-perayaan begitu saja, PASKAH itu adalah “Hari Raya” yang di dalamnya ada sukacita besar yang harus kita rayakan sebagai tanda kita sudah dibebaskan dari dosa dan maut. Dapat kita lihat dalam Keluaran 12 : 13 - 14 bagi umat Tuhan, PASKAH itu merupakan pesta yang menjadi peringatan supaya dirayakan turun temurun. “DARAH” yang ditaruh diambang pintu menjadi tanda supaya tidak ada tulah kematian bagi umat Israel. Demikian juga dalam Keluaran 24 : 5 - 8 tanda darah itu menjadi "darah perjanjian" yang diadakan Tuhan dengan umat-Nya, syaratnya: mau mendengar dan melakukan segala perintah Tuhan. Setiap orang yang mau mendengar danmelakukan firman Tuhan, akan merima percikan darah Kristus yang menjadi tanda keselamatan. Maka dalam 1 Korintus 15 : 7 - 8 untuk mengalami korban PASKAH dimana Kristus sebagai anak domba yang telah disembelih, kita diajak supaya berpesta.
Mengapa? sebab di dalamnya adasukacita, ada kegirangan setelah dibebaskan dari dosa dan maut. Tetapi harus kita perhatikan dengan baik-baik, berpesta jangan dengan ragi yang lama, jangan dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi harus dengan “roti yang tidak beragi” yaitu dengan kemurnian dan dengan kebenaran. Artinya: harus mengalami tanda keubahan hidup, yaitu yangtelah diubahkan dari cara-cara hidup yang lama yang selama ini jauh dari kebenaran, sekarang harus hidup dalam kebenaran.

Contoh yang patut kita teladani adalah PAULUS, dahulu seorang yang suka menganiaya jemaat, seorang yang ganas, telah mengalami keubahan sehingga ia menjadi rasul Kristus. Filipi 3 : 5 - 11 setelah mengalami tanda keubahan, yang dikehendaki Paulus adalah “mengenal Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya." Pengenalan ini dapat mengubah pandangan maupun pendiriannya, sehingga ia rela meninggalkan kebanggaanya dan menganggapnya sampah, sekarang pengenalan akan Kristus lebih utama.


“ MEMILIH YANG TERBAIK”

Bible Study - Kamis 15 April 2010


Saudara-saudara, pada zaman sekarang ini banyak gereja yang hanya berfokus kepada perkara-perkara yang lahiriah saja, pemberitaan firman Tuhan hanya dalam hal mujizat atau kesembuhan. Sebenarnya semua ini sangat berguna dan sangat kita butuhkan, tetapi ini bukan tujuan utama dalam mengikut Tuhan.
Untuk apa diberkati secara jasmani, sehat selalu sehat, tidak pernah sakit, tetapi kalau hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan, semua itu tidak berguna, sia-sia saja dan suatu saat akan datang penyesalan yang tidak ada artinya lagi.
Sebagai jemaat Tuhan maupun sebagai hamba Tuhan, kita semua harus memilih yang terbaik, yaitu menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan. Dalam Lukas 10 : 38 - 42 firman Tuhan menjelaskan kepada kita tentang dua orang perempuan bersaudara, yang menerima Yesus di rumahnya. Dalam pandangan nubuatan firman Tuhan kedua perempuan ini menunjuk kepada gereja Tuhan yang hidup diakhir zaman ini, yang satu berhasil dikenan oleh Tuhan tetapi yang satu lagi tidak berkenan kepada Tuhan.
MARTA = memang menerima Yesus di rumahnya, tetapi setelah Yesus duduk, Marta justru sibuk melayani, ia tidak mengambil sikap yang benar untuk mendengarkan perkataan Yesus. Akibatnya: timbul sungut-sungut dan mulai mempersalahkan saudaranya sendiri, bahkan ia tidak sadar bahwa ia telah memerintah Tuhan Yesus supaya Maria membantunya.Sikap seperti ini tidak boleh kita tiru, harus dibuang jauh-jauh, kalau tidak maka akan timbul sungut-sungut dan kuatir dalam segala hal bahkan akan menyusahkan diri dengan banyak perkara.
Sikap yang benar adalah sikap yang dimiliki oleh MARIA, setelah Yesus duduk di rumah, Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Sikap Maria ini menunjuk kepada sikap yang suka dengar-dengaran akan firman Tuhan, yang selalu bergantung harap kepada Tuhan.
Sikap Marta sangat dicela oleh Tuhan Yesus, tetapi sikap Maria sangat dipuji. Tuhan Yesus berkata: “Hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (ayat 42).
Menurut firman Tuhan, memilih bagian yang terbaik sama dengan mengalami kematian dan kebangkitan Kristus atau mengenal Kristus dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya. Baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai jemaat Tuhan, kita harus memiliki pengenal seperti yang dimiliki oleh rasul Paulus. Filipi 3 : 10 - 11 yang paling dikehendaki oleh Paulus setelah mengenal Kristus adalah mengenal Dia dalam kematian dan kebangkitan-Nya, termasuk dalam penderitaan-Nya. Berkatnya: beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

1 Korintus 1 : 18
pemberitaan tentang salib (=tentang kematian dan kebangkitan-Nya):
- adalah kebodohan bagi orang-orang yang akan binasa, yaitu bagi orang-orang yang tidak mau menghargai korban Kristus, yang tidak mau mengalami kematian dan kebangkitan Kristus.
- adalah kekuatan Allah bagi orang-orang yang telah diselamatkan, yaitu orang-orang yang mau menghargai korban Kristus dan yang mau mengalami kematian dan kebangkitan Kristus.

Bahkan dalam 1 Korintus 1 : 23 lebih tegas lagi firman Tuhan menyatakan berita tentang salib Kristus:
- bagi orang-orang Yahudi adalah suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.
- tetapi khusus bagi orang-orang yang telah dipanggil, yaitu orang-orang yang mau menghargai korban Kristus, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Inilah bagian yang terbaik, yang telah menjadi pilihan Maria dan juga yang menjadi pilihan bagi kita semua. Lukas 10 : 42 kalau kita sudah berhasil memilih bagian yang terbaik, maka tidak akan ada yang bisa mengambilnya dari kita.



“ PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA”

Kamis - 22 April 2010

Saudara-saudara, dalam kitab Perjanjian Lama untuk menghubungkan umat Israel dengan Allah harus lewat korban penyembelihan, baik domba atau kambing, baik dengan lembu atau sapi. Bangsa Israel harus membawa korban dan menyerahkannya kepada imam-imam supaya diolah menjadi korban yang berbau harum bagi Allah.
Demikian juga terjadi dengan gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, untuk menghubungkan kita dengan Allah juga harus dengan korban, yaitu dengan korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban penebusan, yang sanggup menebus kita dari dosa dan dari maut. Tanpa korban Kristus, tidak ada seorangpun yang bisa menghadap Tuhan. Mengapa?
sebab kita ini adalah bangsa kafir, bukan umat Allah, kita bisa diterima menjadi umat Allah hanya lewat korban Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya sendiri sebagai ganti nyawa kita, sehingga dengan demikian kita layak menghadap Tuhan. Karena itu setelah menerima dan mengalami korban Kristus, terlebih setelah kita diperdamaikan dengan Allah, kita juga harus datang kepada Tuhan dengan membawa korban, beribadah harus ditandai dengan adanya korban, demikian juga melayani harus ditandai dengan korban, jika tanpa pengorbanan tidak mungkin hidup kita ini bisa berkenan kepada Tuhan. Jika Tuhan telah datang ke dunia ini dengan membawa korban, yaitu diri-Nya sendiri, maka kita juga harus membawa korban jika kita datang menghadap Tuhan.
Apakah korban yang harus kita bawa kepada Tuhan?
yang dimaksud dengan korban disini bukan hanya berbicara tentang uang, harta atau kekayaan, semua ini juga memang disebut korban. Tetapi masih ada lagi korban yang lebih tinggi dari uang atau harta tersebut, yaitu diri kita sendiri, hidup kita sendiri harus kita bawa dan kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan. 1 Korintus 6 : 20 menjelaskan karena Tuhan telah menebus kita dan harganya telah lunas dibayar, yaitu dengan darah-Nya sendiri, maka kita harus membawa tubuh kita dan mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, caranya: memuliakan Tuhan dengan tubuh.
Yang dimaksud memuliakan Tuhan dengan tubuh adalah: membawa tubuh kita ini beribadah kepada Tuhan, datang ke rumah Tuhan, tidak cukup kalau hanya di rumah saja duduk-duduk sambil dengan firman atau membaca firman Tuhan. Jadi kita harus datang kepada Tuhan, masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, barulah Tuhan disenangkan. Korban yang sudah dikerjakan oleh Yesus Kristus di kayu salib, membawa kita masuk ke dalam suasana pesta yang di dalamnya ada sukacita yang besar. Dapat kita lihat dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 Anak Domba paskah telah disembelih, yaitu Kristus, dan oleh korban Kristus inilah kita dibawa masuk ke dalam suasana pesta untuk menikmati sukacita bersama dengan Kristus.

Supaya bisa masuk ke dalam suasana pesta:
*kita harus membuang ragi yang lama,
**membuang ragi keburukan dan
***membuang ragi kejahatan.

Firman Tuhan berkata: “Marilah kita berpesta” pesta yang dimaksud adalah: PESTA KAWIN ANAK DOMBA. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Wahyu 19 : 9 “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” sampai ditegaskan lagi: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Jadi puncak rencana Tuhan dalam hidup kita adalah untuk membawa kita masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, puncak dari segala kebahagiaan yang ada di dunia ini.


“ PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA”

Kamis - 29 April 2010


Sebagaimana telah kita lihat dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 firman Tuhan telah menjelaskan kepada kita bahwa "anak domba Paskah" telah disembelih, yaitu Yesus Kristus. Maka lewat korban Paskah ini, kita gereja Tuhan dari bangsa kafir telah beroleh kesempatan masuk ke dalam kerajaan sorga. Bahkan sebelum masuk ke dalam kerajaan sorga, kita juga diberi kesempatan masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, pesta kawin yang paling besar, yang paling mulia, yang paling hebat dari segala pesta kawin yang ada di dunia ini.
Wahyu 19 : 9 berkata: “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Sampai ditekankan lagi supaya jangan sampai ada orang yang meragukannya: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Jadi Pesta kawin Anak Domba itu adalah benar-benar akan terjadi, tidak perlu diragukan lagi dan jangan sampai ada orang Kristen yang tidak percaya bahwa Yesus akan datang sebagai Suami untuk menjemput mempelai-Nya, itulah gereja Tuhan yang sudah dikuduskan dan yang sudah disempurnakan sampai menjadi sama seperti Yesus Kristus dalam kemuliaan-Nya.
Dalam Matius 25 : 1 - 13 Tuhan Yesus membuat contoh ada “lima gadis bijaksana” tetapi ada pula “lima gadis yang bodoh.”
Disebut lima gadis bijaksana karena mau mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia dan karena lima gadis bijaksana ini telah siap sedia, mereka masuk ke ruang perjamuan lalu pintu ditutup. Lima gadis bijaksana ini gambaran gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, inilah yang akan masuk ke dalam pesta kawin
Anak Domba.
Sementara lima gadis bodoh, dikatakan bodoh walau mendengar tetapi tidak melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Akibatnya tertinggal sebab pintu telah ditutup. Walapun mereka mencoba mengetok-ngetok pintu, tetapi kepada mereka dikatakan: “Aku tidak mengenal kamu.”

Maka kalau kita lihat kembali Matius 7 : 21 - 23
* Banyak orang berhasil berseru-seru kepada nama Tuhan, tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
**Banyak orang berasil melayani Tuhan, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat dan bernubuat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan, justru disebut “pembuat kejahatan.”

Apa kejahatan mereka?
dalam ayat ini tidak disebutkan apa kejahatan yang perbuat sehingga mereka tidak dikenal. Tetapi kalau kita lihat dalam 1 Korintus 8 : 3 “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.” Jadi kejahatan yang mereka lakukan yang mengakibat kan sehingga mereka tidak dikenal oleh Tuhan adalah: karena mereka tidak mengasihi Tuhan, tidak melakukan firman Tuhan dengan kasih, melayani bukan karena didorong oleh karena kasih akan Allah. Kalau tidak mengasihi Tuhan, sekalipun berseru-seru kepada Tuhan bahkan sekalipun melayani Tuhan, dan sekalipun mampu mengadakan mujizat yang besar, semua itu tidak berarti di mata Tuhan. Segala sesuatu yang dilakukan tanpa kasih, dimata Tuhan tidak berarti.

Karena itu perlu kita perhatikan dengan baik-baik beberapa hal yang sering sekali membuat sehingga tidak mengasihi Tuhan:
1. pikiran yang sudah menjadi tumpul (2 Korintus 3 : 14 - 15)
2. karena hati belum berbalik kepada Tuhan (2 Korintus 3 : 16)
3. karena sesat (Matius 22 : 29)

Karena itu supaya kita bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, pikiran kita harus dibaharui, hati kita harus berbalik kepada Tuhan atau dengan kata lain mengalami tanda keubahan, kemudian harus mengerti firman & kuasa Tuhan supaya jangan sesat. Setiap orang yang tidak sungguh-sungguh kepada Tuhan, walau pun mereka beribadah bahkan sekali pun mereka melayani, belum tentu mereka dikenal oleh Tuhan. Supaya kita berhasil dikenal oleh Tuhan dan supaya kita berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, lakukanlah firman Tuhan dengan kasih, dan melayanilah dengan didasari kasih akan ALlah. Maka kita pasti akan mengalami tanda keubahan dari hari ke hari sampai kita diubahkan menjadi sama seperti Kristus dalam kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus Kristus telah mati dan bangkit, bahkan Ia juga telah naik ke sorga untuk menyediakan tempat yang begitu indah dan mulia, maka marilah kita hidup di dalam kasih akan Tuhan dengan cara beribadah dan melayani Tuhan. Dengan demikian, maka kematian dan kebangkitan Kristus itu tidak sia-sia bagi kita, kita dapat mengalaminya dengan baik bahkan kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Kristus.
Karena itu, bagi kita pesta kawin Anak Domba ini harus menjadi fokus dan perhatian kita. Ingat Yesus Kristus akan datang sebagai Mempelai Pria sorga yang akan menikah dengan gereja yang sudah disucikan dan disempurnakan, supaya kita layak masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba ini, kita harus mengalami tanda keubahan sampai menjadi sama seperti kelima gadis bijaksana yang berhasil masuk ke dalam perjamuan, setelah itu pintu akan ditutup dan tidak ada lagi kesempatan untuk mencari kebenaran.
Pergunakan waktu dan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan cara hidup di dalam ibadah dan pelayanan yang didasari dengan kasih.