Senin, 05 April 2010

BIBLE STUDY - APRIL 2010

“KEDEWASAAN YANG PENUH”

KAMIS - 25 MARET 2010

Saudara-saudara, Musa adalah seorang pemimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, seorang yang sangat lembut hatinya. Namun demikian, Tuhan memfonis Musa boleh melihat tanah Kanaan tetapi tidak boleh masuk ke dalamnya. Mengapa? sebab Musa mempunyai kesalahan yang sangat fatal, yaitu karena ia tidak mengikuti gerak atau perkembangan firman Tuhan. Sebab ketika Tuhan Allah berfirman kepadanya supaya berbicara kepada batu, Musa tidak melaksanakan firman Tuhan tersebut dengan tepat, sebaliknya ia mengingat pengalaman yang pertama dengan memukul batu tersebut.
Memang air bisa keluar dari gunung batu dan seluruh bangsa Israel termasuk kambing dombanya minum dengan puas, tetapi yang menjadi masalah adalah Musa tidak boleh masuk ke tanah Kanaan. Melihat boleh tetapi masuk tidak. Tuhan berfirman supaya berbicara kepada batu tetapi Musa memukul artinya : sama dengan tidak mengikuti gerak firman Tuhan.
Maka dalam Ibrani 6 ada dua (2) hal yang sangat ditekankan firman Tuhan, yaitu:
*supaya kita meninggalkan asas-asas yang pertama dari ajaran tentang
Kristus dan

**supaya kita beralih kepada perkembangannya yang penuh.
Yang termasuk asas-asas pertama seperti ajaran tentang pembabtisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang mati dan hukuman kekal. Memang hal ini juga harus menjadi isi pemberitaan firman Tuhan tetapi tidak boleh hanya berputar-putar disitu saja, tetapi harus terus meningkat supaya pengenalan kita akan Kristus juga bisa meningkat. Hal ini juga ditegaskan dalam Efesus 4 : 11 - 16 Tuhan Yesus Kristus telah memberikan lima jabatan, yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar yang bertujuan untuk memperlengkapi orang-orang kudus supaya terbangun menjadi tubuh Kristus yang sempurna.
Lima jabatan inilah yang akan memperlengkapi gereja Tuhan supaya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Kalau gereja itu masih disebut anak-anak rohani, akibatnya: akan diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikannya yang menyesatkan. Atau dengan kata lain tidak akan bisa menjadi dewasa baik dalam iman, dalam pengharapan apalagi dalam kasih. Persoalan yang paling berat yang akan dihadapi gereja Tuhan diakhir zaman ini bukan hanya persoalan makan dan minum, tetapi menghadapi pengajaran palsu.
Jemaat yang tidak dewasa rohaninya: biasanya tidak dapat melihat pekerjaan Tuhan, selalu menuntut dan menganggap Tuhan tidak adil, dan mengukur kasih Tuhan dengan perkara jasmani. Tetapi jemaat yang sudah dewasa rohaninya, yaitu yang sudah memiliki pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, pasti dapat mengerti kedalaman kasih Tuhan dan tidak mengukur kasih Tuhan itu secara lahiriah. Mazmur 36 : 6 - 8 jemaat yang dewasa itu dapat mengerti bahwa kasih Tuhan itu sampai ke langit dan setia Tuhan itu sampai ke awan bahkan dapat menghargai kasih setia Tuhan itu dengan cara berlindung kepada Tuhan dalam naungan sayap-Nya. Orang yang sudah dewasa rohaninya pasti dapat melihat keadilan Tuhan seperti gunung-gunung, hukum Tuhan itu bagaikan samudera raya yang hebat, bahkan dapat melihat Tuhan menyelamatkan manusia dan hewan, tetapi maksudnya bukan diselamatkan masuk dalam sorga, Tuhan sudah pernah menyelamatkan hewan pada zaman Nuh. Dan dalam Mazmur 63 : 4 firman Tuhan juga menegaskan bahwa kasih Tuhan itu lebih baik dari pada hidup artinya kasih Tuhan itu kita nikmati bukan hanya ketika di dunia ini saja tetapi sampai kita masuk ke dalam kerajaan sorga. Inilah berkat yang akan kita nikmati jika sudah memiliki perkembangan kasih yang sampai kepada kesempurnaan. Karena itu jangan puas kalau sudah diselamatkan, jangan puas jika sudah disebut sebagai anak-anak Tuhan, tetapi mari kita tingkatkan terus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh yang menjadikan kita menjadi sempurna sama seperti Kristus adalah sempurna.
Gereja Tuhan yang sudah sempurna itulah yang akan diangkat oleh Tuhan, dijamin tidak akan masuk ke dalam aniaya antikristus. Tuhan Yesus akan memperlengkapi kita semua dengan lima jabatan yang dari Roh Kudus sampai kepada kedewasaan yang penuh di dalam Kristus.
Haleluya .... !!!!!



“ P A S K A H ”

Kamis - 01 April 2010


Puji Tuhan!
Kita sudah melihat perkembangan firman Tuhan yang telah dinyatakan kepada kita selama ini, firman yang telah dibukakan rahasia nya. Ini harus kita syukuri sebab lewat firman pengajaran inilah kita bisa dibentuk dan diperbaharui dari hari ke hari sampai menjadi sempurnadan layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Dalam perkembangan firman pengajaran ini ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaitu: DARAH KRISTUS sebab keselamatan ini bisa kita peroleh hanya oleh darah Yesus saja. Bagi bangsa Israel, PASKAH itu adalah sarana untuk melepaskan mereka dari perbudakan Mesir menuju tanah Kanaan yang limpah susu dan madu.
Sedangkan bagi kita, gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, PASKAH itu adalah tanda kelepasan dari dosa supaya kita diselamatkan dan dibawa menuju kota Yerusalem Baru, yaitu masuk ke dalam kerajaan sorga. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam Markus 14 : 12 - 16, untuk merayakan PASKAH harus dengan persiapan yang matang, tidak boleh sembarangan dan tidak disemua tempat, harus ditempat yang ditentukan sendiri oleh Tuhan Yesus. Maka untuk mempersiapkan perjamuan PASKAH, Tuhan Yesus mengutus dua orang murid-Nya ke tempat yang ditentukan sendiri oleh Yesus, sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia (ayat 15). Tuhan Yesus tahu bahwa perjamuan kudus itu merupakan sarana untuk mempererat hubungan, PASKAH itu adalah momen yang tepat untuk mengikatkan diri-Nya dengan murid-murid-Nya.
Itu sebab nya untuk mempersiapkan PASKAH itu harus dengan matang dan tidak boleh sembarangan. Dalam Keluaran psl 11, sebelum bangsa Israel mengadakan PASKAH, Tuhan Allah lebih dahulu berfirman kepada Musa sebagai pemimpin, tujuannya: supaya bangsa Israel bisa merayakan PASKAH dengan tepat dan benar. Ayat 4 - 5 = pada saat bangsa Israel merayakan PASKAH, firman Tuhan sudah menubuatkan apa yang akan terjadi di Mesir: anak-anak sulung di tanah Mesir akan mati, mulai anak sulung Firaun, anak sulung budak dan juga semua anak sulung hewan. Ayat 6 = seruan yang hebat akan terjadi di Mesir seperti yang belum pernah terjadi dan seperti yang tidak akan terjadi lagi. Ayat 9 - 10 = Firaun tidak gentar, walaupun nubuatan itu begitu hebat, Firaun tetap mengeraskan hatinya.
Mengapa demikian? Supaya Tuhan bisa melakukan lebih banyak mujizat yang besar, Tuhan sengaja mengeraskan hati Firaun sebab Tuhan tahu apa yang akan diperbuat-Nya, tulah kesepuluh segera akan dilaksanakan. Jadi dalam Keluaran psl 11 ini ada dua (2) nubuatan penting:
1). Nubuat kepada orang Mesir adalah: semua anak sulung akan mati.
2). Nubuat kepada bangsa Israel adalah mereka akan keluar dari Mesir dengan membawa emas dan perak.
Jadi PASKAH bagi gereja Tuhan diakhir zaman: “Tuhan Yesus telah mati di kayu salib sebagai korban PASKAH untuk melepaskan kita dari kuasa maut dan dari perbudakan dosa.” Jadi untuk mengadakan PASKAH harus dengan cara yang tepat, harus dengan persiapan yang matang, tidak boleh main-main. PASKAH itu dilakukan harus didasari dengan kasih, ada kerinduan.
Tantang kedatangan Tuhan Yesus sebagai Anak Domba Allah, sebagai penggenapan PASKAH, kelahiran-Nya sudah dinubuatkan jauh sebelum IA lahir. Tentang kematian-Nya dan kebangkitan-Nya sampai kenaikan-Nya pun sudah dinubuatkan dalam Alkitab, semua terjadi bukan karena kebetulan tetapi sudah diatur dengan sebaik-baiknya. Ibrani 10 : 19 - 21 oleh darah Yesus (yaitu lewat korban Kristus) sekarang kita sudah beroleh keberanian masuk ke dalam tempat kudus. Mengapa? sebab lewat kematian-Nya, IA telah membuka jalan yangbaru dan yang hidup bagi kita.
H A L E L U Y A .....!!!!


“ P A S K A H ”

Kamis - 08 April 2010


Saudara-saudara, bagi bangsa Israel, PASKAH adalah tanda kelepasan dari perbudakan Mesir supaya mereka bisa keluar dari Mesir dan berjalan menuju tanah Kanaan. Sedangkan bagi gereja Tuhan diakhir zaman, PASKAH adalah tanda keselamatan, tanda kelepasan dari perbudakan dosa, supaya kita dibawa masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Tidak ada kelepasan kalau tidak ada korban PASKAH, dan tidak akan ada keselamatan kalau Kristus tidak mati di atas kayu salib sebagai korban PASKAH. Untuk menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, bagi Tuhan tidak terlalu sulit, sebab dengan berfirman saja semua itu sudah jadi. Tetapi untuk mengerjakan keselamatan dan untuk melepaskan manusia dari dosa, tidak cukup hanya dengan berfirman saja, melainkan Ia sendiri harus turun dan menjadi manusia. Puncaknya: Yesus harus mati di atas kayu salib sebagai korban penebus untuk melepaskan dan menebus manusia dari segala dosa dan pelanggarannya.
Kalau seandainya ada cara lain, tidak perlu Yesus mati di kayu salib, tetapi karena ini satu-satunya cara untuk melepaskan manusia dari dosa, Yesus harus merelakan diri-Nya sebagai korban, Ia tidak mengelak walaupun Ia harus mati.
Karena itu PASKAH itu bukan hanya sekedar perayaan-perayaan begitu saja, PASKAH itu adalah “Hari Raya” yang di dalamnya ada sukacita besar yang harus kita rayakan sebagai tanda kita sudah dibebaskan dari dosa dan maut. Dapat kita lihat dalam Keluaran 12 : 13 - 14 bagi umat Tuhan, PASKAH itu merupakan pesta yang menjadi peringatan supaya dirayakan turun temurun. “DARAH” yang ditaruh diambang pintu menjadi tanda supaya tidak ada tulah kematian bagi umat Israel. Demikian juga dalam Keluaran 24 : 5 - 8 tanda darah itu menjadi "darah perjanjian" yang diadakan Tuhan dengan umat-Nya, syaratnya: mau mendengar dan melakukan segala perintah Tuhan. Setiap orang yang mau mendengar danmelakukan firman Tuhan, akan merima percikan darah Kristus yang menjadi tanda keselamatan. Maka dalam 1 Korintus 15 : 7 - 8 untuk mengalami korban PASKAH dimana Kristus sebagai anak domba yang telah disembelih, kita diajak supaya berpesta.
Mengapa? sebab di dalamnya adasukacita, ada kegirangan setelah dibebaskan dari dosa dan maut. Tetapi harus kita perhatikan dengan baik-baik, berpesta jangan dengan ragi yang lama, jangan dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi harus dengan “roti yang tidak beragi” yaitu dengan kemurnian dan dengan kebenaran. Artinya: harus mengalami tanda keubahan hidup, yaitu yangtelah diubahkan dari cara-cara hidup yang lama yang selama ini jauh dari kebenaran, sekarang harus hidup dalam kebenaran.

Contoh yang patut kita teladani adalah PAULUS, dahulu seorang yang suka menganiaya jemaat, seorang yang ganas, telah mengalami keubahan sehingga ia menjadi rasul Kristus. Filipi 3 : 5 - 11 setelah mengalami tanda keubahan, yang dikehendaki Paulus adalah “mengenal Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya." Pengenalan ini dapat mengubah pandangan maupun pendiriannya, sehingga ia rela meninggalkan kebanggaanya dan menganggapnya sampah, sekarang pengenalan akan Kristus lebih utama.


“ MEMILIH YANG TERBAIK”

Bible Study - Kamis 15 April 2010


Saudara-saudara, pada zaman sekarang ini banyak gereja yang hanya berfokus kepada perkara-perkara yang lahiriah saja, pemberitaan firman Tuhan hanya dalam hal mujizat atau kesembuhan. Sebenarnya semua ini sangat berguna dan sangat kita butuhkan, tetapi ini bukan tujuan utama dalam mengikut Tuhan.
Untuk apa diberkati secara jasmani, sehat selalu sehat, tidak pernah sakit, tetapi kalau hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan, semua itu tidak berguna, sia-sia saja dan suatu saat akan datang penyesalan yang tidak ada artinya lagi.
Sebagai jemaat Tuhan maupun sebagai hamba Tuhan, kita semua harus memilih yang terbaik, yaitu menjadi orang yang berkenan kepada Tuhan. Dalam Lukas 10 : 38 - 42 firman Tuhan menjelaskan kepada kita tentang dua orang perempuan bersaudara, yang menerima Yesus di rumahnya. Dalam pandangan nubuatan firman Tuhan kedua perempuan ini menunjuk kepada gereja Tuhan yang hidup diakhir zaman ini, yang satu berhasil dikenan oleh Tuhan tetapi yang satu lagi tidak berkenan kepada Tuhan.
MARTA = memang menerima Yesus di rumahnya, tetapi setelah Yesus duduk, Marta justru sibuk melayani, ia tidak mengambil sikap yang benar untuk mendengarkan perkataan Yesus. Akibatnya: timbul sungut-sungut dan mulai mempersalahkan saudaranya sendiri, bahkan ia tidak sadar bahwa ia telah memerintah Tuhan Yesus supaya Maria membantunya.Sikap seperti ini tidak boleh kita tiru, harus dibuang jauh-jauh, kalau tidak maka akan timbul sungut-sungut dan kuatir dalam segala hal bahkan akan menyusahkan diri dengan banyak perkara.
Sikap yang benar adalah sikap yang dimiliki oleh MARIA, setelah Yesus duduk di rumah, Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Sikap Maria ini menunjuk kepada sikap yang suka dengar-dengaran akan firman Tuhan, yang selalu bergantung harap kepada Tuhan.
Sikap Marta sangat dicela oleh Tuhan Yesus, tetapi sikap Maria sangat dipuji. Tuhan Yesus berkata: “Hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” (ayat 42).
Menurut firman Tuhan, memilih bagian yang terbaik sama dengan mengalami kematian dan kebangkitan Kristus atau mengenal Kristus dalam kuasa kematian dan kebangkitan-Nya. Baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai jemaat Tuhan, kita harus memiliki pengenal seperti yang dimiliki oleh rasul Paulus. Filipi 3 : 10 - 11 yang paling dikehendaki oleh Paulus setelah mengenal Kristus adalah mengenal Dia dalam kematian dan kebangkitan-Nya, termasuk dalam penderitaan-Nya. Berkatnya: beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

1 Korintus 1 : 18
pemberitaan tentang salib (=tentang kematian dan kebangkitan-Nya):
- adalah kebodohan bagi orang-orang yang akan binasa, yaitu bagi orang-orang yang tidak mau menghargai korban Kristus, yang tidak mau mengalami kematian dan kebangkitan Kristus.
- adalah kekuatan Allah bagi orang-orang yang telah diselamatkan, yaitu orang-orang yang mau menghargai korban Kristus dan yang mau mengalami kematian dan kebangkitan Kristus.

Bahkan dalam 1 Korintus 1 : 23 lebih tegas lagi firman Tuhan menyatakan berita tentang salib Kristus:
- bagi orang-orang Yahudi adalah suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan.
- tetapi khusus bagi orang-orang yang telah dipanggil, yaitu orang-orang yang mau menghargai korban Kristus, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Inilah bagian yang terbaik, yang telah menjadi pilihan Maria dan juga yang menjadi pilihan bagi kita semua. Lukas 10 : 42 kalau kita sudah berhasil memilih bagian yang terbaik, maka tidak akan ada yang bisa mengambilnya dari kita.



“ PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA”

Kamis - 22 April 2010

Saudara-saudara, dalam kitab Perjanjian Lama untuk menghubungkan umat Israel dengan Allah harus lewat korban penyembelihan, baik domba atau kambing, baik dengan lembu atau sapi. Bangsa Israel harus membawa korban dan menyerahkannya kepada imam-imam supaya diolah menjadi korban yang berbau harum bagi Allah.
Demikian juga terjadi dengan gereja Tuhan yang berasal dari bangsa kafir, untuk menghubungkan kita dengan Allah juga harus dengan korban, yaitu dengan korban Kristus yang telah mati di atas kayu salib sebagai korban penebusan, yang sanggup menebus kita dari dosa dan dari maut. Tanpa korban Kristus, tidak ada seorangpun yang bisa menghadap Tuhan. Mengapa?
sebab kita ini adalah bangsa kafir, bukan umat Allah, kita bisa diterima menjadi umat Allah hanya lewat korban Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya sendiri sebagai ganti nyawa kita, sehingga dengan demikian kita layak menghadap Tuhan. Karena itu setelah menerima dan mengalami korban Kristus, terlebih setelah kita diperdamaikan dengan Allah, kita juga harus datang kepada Tuhan dengan membawa korban, beribadah harus ditandai dengan adanya korban, demikian juga melayani harus ditandai dengan korban, jika tanpa pengorbanan tidak mungkin hidup kita ini bisa berkenan kepada Tuhan. Jika Tuhan telah datang ke dunia ini dengan membawa korban, yaitu diri-Nya sendiri, maka kita juga harus membawa korban jika kita datang menghadap Tuhan.
Apakah korban yang harus kita bawa kepada Tuhan?
yang dimaksud dengan korban disini bukan hanya berbicara tentang uang, harta atau kekayaan, semua ini juga memang disebut korban. Tetapi masih ada lagi korban yang lebih tinggi dari uang atau harta tersebut, yaitu diri kita sendiri, hidup kita sendiri harus kita bawa dan kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan. 1 Korintus 6 : 20 menjelaskan karena Tuhan telah menebus kita dan harganya telah lunas dibayar, yaitu dengan darah-Nya sendiri, maka kita harus membawa tubuh kita dan mempersembahkannya kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, caranya: memuliakan Tuhan dengan tubuh.
Yang dimaksud memuliakan Tuhan dengan tubuh adalah: membawa tubuh kita ini beribadah kepada Tuhan, datang ke rumah Tuhan, tidak cukup kalau hanya di rumah saja duduk-duduk sambil dengan firman atau membaca firman Tuhan. Jadi kita harus datang kepada Tuhan, masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, barulah Tuhan disenangkan. Korban yang sudah dikerjakan oleh Yesus Kristus di kayu salib, membawa kita masuk ke dalam suasana pesta yang di dalamnya ada sukacita yang besar. Dapat kita lihat dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 Anak Domba paskah telah disembelih, yaitu Kristus, dan oleh korban Kristus inilah kita dibawa masuk ke dalam suasana pesta untuk menikmati sukacita bersama dengan Kristus.

Supaya bisa masuk ke dalam suasana pesta:
*kita harus membuang ragi yang lama,
**membuang ragi keburukan dan
***membuang ragi kejahatan.

Firman Tuhan berkata: “Marilah kita berpesta” pesta yang dimaksud adalah: PESTA KAWIN ANAK DOMBA. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam Wahyu 19 : 9 “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” sampai ditegaskan lagi: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Jadi puncak rencana Tuhan dalam hidup kita adalah untuk membawa kita masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, puncak dari segala kebahagiaan yang ada di dunia ini.


“ PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA”

Kamis - 29 April 2010


Sebagaimana telah kita lihat dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 firman Tuhan telah menjelaskan kepada kita bahwa "anak domba Paskah" telah disembelih, yaitu Yesus Kristus. Maka lewat korban Paskah ini, kita gereja Tuhan dari bangsa kafir telah beroleh kesempatan masuk ke dalam kerajaan sorga. Bahkan sebelum masuk ke dalam kerajaan sorga, kita juga diberi kesempatan masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, pesta kawin yang paling besar, yang paling mulia, yang paling hebat dari segala pesta kawin yang ada di dunia ini.
Wahyu 19 : 9 berkata: “Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Sampai ditekankan lagi supaya jangan sampai ada orang yang meragukannya: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.” Jadi Pesta kawin Anak Domba itu adalah benar-benar akan terjadi, tidak perlu diragukan lagi dan jangan sampai ada orang Kristen yang tidak percaya bahwa Yesus akan datang sebagai Suami untuk menjemput mempelai-Nya, itulah gereja Tuhan yang sudah dikuduskan dan yang sudah disempurnakan sampai menjadi sama seperti Yesus Kristus dalam kemuliaan-Nya.
Dalam Matius 25 : 1 - 13 Tuhan Yesus membuat contoh ada “lima gadis bijaksana” tetapi ada pula “lima gadis yang bodoh.”
Disebut lima gadis bijaksana karena mau mendengar dan melakukan firman Tuhan dengan taat dan setia dan karena lima gadis bijaksana ini telah siap sedia, mereka masuk ke ruang perjamuan lalu pintu ditutup. Lima gadis bijaksana ini gambaran gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, inilah yang akan masuk ke dalam pesta kawin
Anak Domba.
Sementara lima gadis bodoh, dikatakan bodoh walau mendengar tetapi tidak melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Akibatnya tertinggal sebab pintu telah ditutup. Walapun mereka mencoba mengetok-ngetok pintu, tetapi kepada mereka dikatakan: “Aku tidak mengenal kamu.”

Maka kalau kita lihat kembali Matius 7 : 21 - 23
* Banyak orang berhasil berseru-seru kepada nama Tuhan, tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga.
**Banyak orang berasil melayani Tuhan, mengusir setan, mengadakan banyak mujizat dan bernubuat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan, justru disebut “pembuat kejahatan.”

Apa kejahatan mereka?
dalam ayat ini tidak disebutkan apa kejahatan yang perbuat sehingga mereka tidak dikenal. Tetapi kalau kita lihat dalam 1 Korintus 8 : 3 “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.” Jadi kejahatan yang mereka lakukan yang mengakibat kan sehingga mereka tidak dikenal oleh Tuhan adalah: karena mereka tidak mengasihi Tuhan, tidak melakukan firman Tuhan dengan kasih, melayani bukan karena didorong oleh karena kasih akan Allah. Kalau tidak mengasihi Tuhan, sekalipun berseru-seru kepada Tuhan bahkan sekalipun melayani Tuhan, dan sekalipun mampu mengadakan mujizat yang besar, semua itu tidak berarti di mata Tuhan. Segala sesuatu yang dilakukan tanpa kasih, dimata Tuhan tidak berarti.

Karena itu perlu kita perhatikan dengan baik-baik beberapa hal yang sering sekali membuat sehingga tidak mengasihi Tuhan:
1. pikiran yang sudah menjadi tumpul (2 Korintus 3 : 14 - 15)
2. karena hati belum berbalik kepada Tuhan (2 Korintus 3 : 16)
3. karena sesat (Matius 22 : 29)

Karena itu supaya kita bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba, pikiran kita harus dibaharui, hati kita harus berbalik kepada Tuhan atau dengan kata lain mengalami tanda keubahan, kemudian harus mengerti firman & kuasa Tuhan supaya jangan sesat. Setiap orang yang tidak sungguh-sungguh kepada Tuhan, walau pun mereka beribadah bahkan sekali pun mereka melayani, belum tentu mereka dikenal oleh Tuhan. Supaya kita berhasil dikenal oleh Tuhan dan supaya kita berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, lakukanlah firman Tuhan dengan kasih, dan melayanilah dengan didasari kasih akan ALlah. Maka kita pasti akan mengalami tanda keubahan dari hari ke hari sampai kita diubahkan menjadi sama seperti Kristus dalam kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus Kristus telah mati dan bangkit, bahkan Ia juga telah naik ke sorga untuk menyediakan tempat yang begitu indah dan mulia, maka marilah kita hidup di dalam kasih akan Tuhan dengan cara beribadah dan melayani Tuhan. Dengan demikian, maka kematian dan kebangkitan Kristus itu tidak sia-sia bagi kita, kita dapat mengalaminya dengan baik bahkan kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Kristus.
Karena itu, bagi kita pesta kawin Anak Domba ini harus menjadi fokus dan perhatian kita. Ingat Yesus Kristus akan datang sebagai Mempelai Pria sorga yang akan menikah dengan gereja yang sudah disucikan dan disempurnakan, supaya kita layak masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba ini, kita harus mengalami tanda keubahan sampai menjadi sama seperti kelima gadis bijaksana yang berhasil masuk ke dalam perjamuan, setelah itu pintu akan ditutup dan tidak ada lagi kesempatan untuk mencari kebenaran.
Pergunakan waktu dan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan cara hidup di dalam ibadah dan pelayanan yang didasari dengan kasih.

Selasa, 09 Februari 2010

Februari 2010

“BERJAGA - JAGA”

Bible Study - 04 Februari 2010

Saudara-saudara, setelah kita mempelajari pelajaran tentang pohon ara, langkah selanjutnya pelajaran yang harus kita perhatikan adalah pelajaran tentang “BERJAGA-JAGA.” Tuhan Yesus sengaja mendahulukan pelajaran tentang pohon ara setelah itu barulah tentang berjaga-jaga. Ini ada maksud dan tujuannya, sebab Tuhan Yesus tahu yang bisa berjaga-jaga itu tidak semua orang. Kalau sudah percaya atau kalau sudah beribadah lantas sudah siap berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan?
Orang yang sudah percaya atau bahkan yang sudah melayani sekali pun belum tentu tahu berjaga-jaga yang benar. Dalam ibadah raya, pada hari Minggu yang lalu, kita sudah melihat contoh berjaga-jaga yang benar, yaitu Nuh dan keluarganya. Dikatakan berjaga-jaga yang benar sebab Nuh dan keluarganya berhasil selamat dari air bah, tidak ada seorang pun dari antara keluarganya, baik istrinya, anaknya atau menantunya yang tidak selamat, semua selamat termasuk binatang-binatang yang masuk ke dalam bahtera. Selama seratus dua puluh tahun, Nuh dan keluarganya tetap setia membangun bahtera sampai selesai dan tidak ada yang meleset dari perkataan Tuhan kepadanya.
Maka sebagai jemaat Tuhan, ada tiga (3) poin penting yang harus kita perhatikan kalau kita rindu berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yaitu:

1). PAKAIAN PENGANTIN.

Pakaian pengantin diberikan Tuhan tidak kepada semua orang, hanya kepada gereja yang sudah siap sedia yaitu yang hidupnya sudah mengalami tanda keubahan dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan, dari orang yang dibenarkan menjadi orang yang dikuduskan, dan dari orang yang dikuduskan menjadi orang yang disempurnakan. Inilah model gereja yang layak disebut sebagai mempelai perempuan Kristus. Pakaian itu berfungsi untuk menutupi tubuh, supaya jangan nampak telanjang. Wahyu 19 : 7 - 8 firman Tuhan menjelaskan kepada gereja yang berhasil menjadi istri Anak Domba (pengantin) dikaruniakan supaya memakai “kain lenan halus” yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih. Pakaian itu mengandung arti yang sangat besar, yaitu: perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus, inilah gereja Tuhan yang sudah mengalami tanda keubahan tadi.
Perbuatan baik di sini bukanlah perbuatan baik menurut ukuran manusia tetapi baik menurut ukuran Tuhan sendiri. Sebab kalau manusia yang mengukur perbuatannya, maka sudah tentu ia akan merasa layak, merasa sudah berbuat apa yang dikehendaki Tuhan padahal masih jauh dari ukuran Tuhan. Orang Kristen yang merasa sudah baik belum tentu cocok menurut ukuran firman Tuhan, sebab keinginan daging ini selalu ingin akan hal-hal yang merusak iman, selalu ingin melakukan perkara-perkara yang duniawi. Kolose 3 : 5 ada beberapa hal yang harus dimatikan dari dalam diri kita, yaitu segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala. Jadi kalau orang Kristen merasa sudah berbuat yang baik padahal masih juga melakukan seperti yang dikatakan di atas, ia belum memiliki pakaian. Wahyu 16 : 15 firman Tuhan begitu menekankan betapa pentingnya kita memperhatikan pakaian supaya jangan nampak ketelanjangan kita. Pada dasarnya manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah sehingga nampaklah ketelanjangan mereka. Tetapi Tuhan memberi pakaian dari kulit binatang untuk mengganti pakaian dari daun pohon ara. Ini berbicara pekerjaan Kristus dalam korban-Nya untuk menutupi segala dosa dan ketelanjangan kita, Tuhan rindu memperbaiki kita kembali supaya layak mengenakan pakaian lenan halus yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan.

2). SUARA.

Gereja yang sudah diubahkan itu harus ditandai dengan adanya suara sorak sorai sebagai bukti sudah dibebas kan dari ikatan dosa. Wahyu 19 : 1 - 5 ada suara yang mengatakan “Haleluya” inilah suara yang ke luar dari mulut mempelai perempuan Kristus yang masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Gereja Tuhan yang sudah menjadi mempelai itu harus ditandai dengan adanya suara sorak sorai, selalu ada sukacita karena kemenangan yang telah diberikan Kristus kepada kita.

3). MAHKOTA.

Mempelai itu juga dilengkapi dengan mahkota sebagai tanda milik Kristus, Raja di atas segala raja. Mahkota ini juga merupakan perhiasan pengantin, sebagai kelengkapan seorang perempuan yang menjadi istri seorang laki-laki. Di dunia ini saja, kalau ada seorang perempuan yang menikah dengan suaminya, ia pasti diperlengkapi dengan hiasan-hiasan termasuk hiasan kepala. Mahkota itu diletakkan di atas kepala sebagai tanda bahwa seorang perempuan telah menikah dan menjadi istri seorang laki-laki. Demikian juga dengan gereja Tuhan yang menjedi mempelai perempuan Kristus akan diberikan suatu mahkota yang indah.
Haleluya .....!!!!!


“BERJAGA - JAGA”

Bible Study - Kamis 11 Februari 2010

Matius 24 : 36
ketika Tuhan Yesus berada di dunia ini sebagai manusia, sebagai Anak, Ia tidak tahu saat kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus sengaja merahasiakan saat kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Tetapi sekarang, setelah Ia duduk di atas tahta kerajaan-Nya, tentu Ia sudah tahu kapan saat yang tepat untuk datang kembali ke dunia untuk menjemput gereja-Nya yang sudah disucikan/dikuduskan dan yang sudah disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya.
Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5 : 1 - 11 menjelaskan kepada kita bagaimana sikap kita dalam berjaga-jaga yang benar. Dalam ayat ini dijelaskan, gereja Tuhan yang sudah mengalami tanda keubahan itu disebut “anak-anak terang dan anak-anak siang.” mengapa disebut anak-anak terang dan anak-anak siang? tentu ada sebabnya, yaitu karena tidak lagi hidup dalam kegelapan. Perbedaan anak-anak siang dengan orang-orang kegelapan: kalau orang-orang kegelapan itu tidur pada waktu malam dan mabuk pada waktu malam, tetapi anak-anak siang itu tetap berjaga-jaga dan sadar, baik pada malam hari mau pun pada siang hari. Jadi dari ayat-ayat tersebut di atas dapat kita lihat dengan jelas bahwa yang bisa berjaga-jaga dengan baik itu adalah anak-anak terang dan anak-anak siang, yang di dalam hidupnya tidak ada lagi dosa-dosa yang tersimpan.
Ibrani 12 : 26 - 28 satu kali lagi Tuhan akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Kalau perkara bumi dan perkara langit ini sudah digoncang oleh Tuhan, tidak ada perlindungan lain yang bisa melindungi kita dari malapetaka tersebut selain kita berlindung kepada Tuhan. Dalam ayat 28 dikatakan supaya kita terlindung, syaratnya: kita harus beribadah dan melayani dengan cara yang benar dan berkenan kepada Tuhan.
Sama seperti Nuh yang selamat dari air bah karena ia berjaga-jaga dengan tetap dalam suasana kerajaan sorga, demikian juga jika kita sudah beribadah dengan cara yang berkenan kepada Tuhan, maka kita juga pasti akan selamat dari segala malapetaka yang akan datang.
Yang berhak masuk ke dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan itu adalah:
*mereka yang selalu mengucap syukur
**yang beribadah dan melayani menurut cara yang berkenan
kepada Tuhan
dengan “hormat dan takut.”

Mazmur 23 : 1 - 6
inilah sikap hidup jemaat yang sudah berada dalam ibadah dan penggembalaan yang benar: menganggap Tuhan sebagai Gembala (=sebagai pemelihara).
Dalam penggembalaan yang benar :
1. kita akan dibaringkan di padang yang berumput hijau
(=ada firman pengajaran),

2. dibimbing ke air yang tenang (=ada persekutuan dengan Roh Kudus)
3. jiwa kita disegarkan (=ada persekutuan dengan Bapa dalam
doa dan penyembahan).

Berkat kalau sudah tergembala dengan benar: sekali pun sedang berjalan dalamlembah kekelaman, tetapi tidak dengan bahaya.
Mengapa? sebab ada Tuhan yang selalu menyertai kita.
Bahkan lebih jauh lagi, kebajikan dan kemurahan akan tetap mengikuti seumur hidup kita sehingga kita dapat diam di rumah Tuhan sepanjang masa dan menikmati berkat penggembalaan.
Kita bisa bisa melihat AYUB sebagai contoh yang tetap berada dalam perlindungan Tuhan. Ayub, seorang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan dan yang selalu menjauhi kejahatan selalu berada dalam kekuasaan Tuhan. Sebagai bukti Ayub dalam kekuasaan Tuhan “Tuhan membuat pagar sekelilingnya, rumahnya dan segala yang dimilikinya” (Ayub 1 : 10). Maka sekali pun Ayub mengalami begitu banyak pencobaan dan penderitaan, Ayub bisa memuji Tuhan dan tidak menuduh Tuhan berbuat yang kurang patut kepadanya. Karena Ayub tetap tekun mengikuti Tuhan, maka Tuhan pun memulihkan keadaannya kembali, bahkan lebih dari yang semula. Ayub 42 : 10 Tuhan memulihkan keadaan Ayub, dan Tuhan memberikan kepadanya dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu (dalam hal berkat jasmani), kemudian dalam ayat 13 - 15 Tuhan juga memberikan keturunan kepada Ayub sebagai ganti anak-anaknya yang telah mati, bahkan khusus anak-anak yang perempuan: di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub tersebut. Luar biasa, ini bisa terjadi karena Tuhan sudah memulihkan keadaan Ayub.
Saudara-saudara, jika kita sudah diberi kesempatan untuk bekerja/melayani di ladang Tuhan, ada satu pribadi yang patut kita teladani, yaitu pribadi Tuhan Yesus. Sikap sebagai pelayan atau hamba Tuhan: bekerja untuk melayani, tidak menuntut untuk dilayani. Sama seperti Yesus yang datang ke dunia ini bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani, untuk itulah Tuhan Yesus rela memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan untuk memperdamaikan kita dengan Bapa. Supaya sesuai dengan Roma 8 : 17 jika kita mau memperlengkapi diri mau menderita bersama-sama dengan Kristus, maka kita juga akan dipermulia kan bersama-sama dengan Dia. Jika kita mau meneladani sikap Kristus, maka kita pasti berhasil berjaga-jaga sambil menanti-nantikan kedatangan-Nya yang kedua kali. Tidak ada seorang pun yang bisa berjaga-jaga kalau ia tidak mau meneladani Tuhan Yesus, Yesuslah teladan yang paling sempurna.



“BERJAGA-JAGA”

Bible Study - 18 Februari 2010

Saudara-saudara, berjaga-jaga yang benar adalah berjaga-jaga sambil bekerja melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Pada hari-hari yang lalu kita sudah melihat contoh berjaga-jaga yang benar, yaitu NUH. Ketika Tuhan berencana membinasakan segala makhluk yang benafas dengan air bah, Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan sehingga Tuhan berfirman supaya Nuh membuat bahtera. Bahtera ini adalah sarana yang dipersiapkan Tuhan untuk menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari air bah. Jadi sebelum air bah itu datang, Nuh sudah berjaga-jaga sambil membangun bahtera.
Bagi kita sekarang, bahtera ini mengandung arti yang sangat besar menunjuk kepada: Ibadah dan penggembalaan yang benar dalam suasana kerajaan sorga, kemudian bahtera ini juga menunjuk Tabernakel yang terdiri dari tiga tingkatan: Halaman, Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci. Jadi kalau kita kaitkan dengan Tabernakel, berjaga-jaga yang benar adalah berjaga sampai ketingkat yang ketiga, yaitu menjadi sempurna supaya sama seperti Kristus yang adalah sempurna adanya.
Wahyu 13 : 7 pada saat antikristus berkuasa di atas bumi ini selama 3 ½ tahun, orang-orang yang tidak sampai kepada kesempurnaan itu akan tinggal sehingga antikristus akan mengalahkan mereka. Tetapi gereja Tuhan yang sudah berjaga-jaga sampai ketingkat yang ketiga akan selamat dan akan disingkirkan ke padang gurun, tempat yang telah disediakan Tuhan supaya jauh dari jangkauan ular naga. Pengalaman Nuh hampir sama dengan pengalaman perempuan yang melahirkan Anak laki-laki, kalau Nuh selamat karena disingkirkan dari air bah, perempuan itu selamat juga karena disingkirkan oleh Tuhan dari jangkauan ular naga.

“Perempuan yang melahirkan Anak laki-laki” itu adalah menunjuk gereja Tuhan yang sudah sempurna, yang tetap berjaga-jaga sambil bekerja.
Sedangkan “Anak laki-laki” itu adalah wujudnya tubuh Kristus yang telah terbentuk di dalam diri gereja Tuhan yang telah sempurna.

Jadi supaya kita berhasil menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, kita harus berjaga-jaga sambil bekerja, baik sebagai jemaat mau pun sebagai hamba-hamba Tuhan, kita semua harus berjaga-jaga sambil melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Matius 24 : 40 & Matius 21 : 28 - 33 melayani itu adalah kepercayaan/anugrah Tuhan, harus dihargai dengan cara bekerja. Dua orang anak sama-sama mendapat kesempatan/kemurahan bekerja di kebun anggur.
Matius 21 : 28 - 29 “anak yang pertama” berkata: “Baik bapa.” tetapi ia tidak pergi ke kebun anggur untuk bekerja. Anak yang pertama ini nampaknya baik, nampaknya rohani padahal dalam prakteknya ia tidak melakukan apa yang menjadi kehendak bapanya. Orang Kristen seperti model anak yang pertama ini sangat banyak, di mulut memang mengaku anak Tuhan, mengaku orang Kristen, tetapi tidak mau beribadah kepada Tuhan. Kalau tidak mau beribadah dan melakukan firman Tuhan bagaimana pun hebatnya atau kayanya, di mata Tuhan itu semua sia-sia saja, sebab semua akan habis binasa.
Matius 21 : 30 tetapi "anak yang kedua" ini sangat berbeda dengan anak yang pertama, kalau anak yang pertama di mulut nampaknya baik, tetapi anak yang kedua ini di mulut ia membantang perintah ayahnya, ia berkata: “Aku tidak mau” Tetapi kemudian ia menyesal juga lalu pergi ke kebun anggur untuk melakukan seperti yang telah diperintahkan bapanya.

Kedua anak tersebut sebenarnya sama-sama jahat, sama-sama punya kesalahan. Tetapi anak yang kedua ini mempunyai kelebihan, dalam hidupnya ada tanda keubahan yang disertai dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Dalam ayat 32 Tuhan Yesus menjelaskan model anak yang kedua ini menunjuk kepada pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal yang terkenal sebagai orang berdosa. Ini juga menunjuk latar belakang kita sebagai umat Tuhan dari latar belakang orang berdosa, yang penuh dengan dosa dan pelanggaran-pelanggaran, yang telah ditebus oleh Tuhan dengan darah-Nya dari cara hidup yang sia-sia, dilepaskan dari kutuk supaya menjadi milik Tuhan. Itu sebabnya sebagai jemaat Tuhan, kita harus menghargai kemurahan Tuhan ini dengan cara mau melakukan segala perintah Tuhan, bagaikan orang yang bekerja di kebun anggur dengan penuh tanggung jawab sampai berhasil menghasilkan buah-buah yang dapat menyenangkan hati Tuhan. Kita berada di dalam ibadah mau pun dalam pelayanan bukan karena kebaikan kita tetapi hanya karena kasih karunia yang dianugrahkan Tuhan, maka selayaknya kita berjaga-jaga sambil bekerja sampai Tuhan datang kembali menjemput gereja-Nya yang telah disempurnakan.


“B E R J A G A-J A G A”

Kamis - 25 Februari 2010

Berjaga-jaga dalam tanda kesetiaan.

Bekerja di ladang Tuhan itu merupakan kasih karunia Tuhan. Demikian juga melayani dalam gerak firman pengajaran dalam pembangunan tubuh Kristus merupakan kasih karunia Tuhan, tidak sembarang orang yang dipercayakan di dalamnya. Karena itu kalau kita sudah diberi kesempatan melayani di ladang Tuhan, segala bentuk kesombongan atau kekerasan hati dan sungut-sungut harus dibuang dari dalam hidup kita.
Matius 24 : 40 - 42 Tuhan Yesus sudah menjelaskan model orang-orang yang diberi kesempatan melayani di ladang Tuhan, ada yang diangkat dan ada pula yang ditinggalkan. Yang dibawa/yang diangkat adalah mereka yang mau bekerja di ladang Tuhan (=melayani) dengan sungguh-sungguh, tidak sombong (tidak merasa dibutuhkan), tidak dengan sungut-sungut dan tidak dengan iri hari, tetapi melayani dengan setulus hati. Kalau mau melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita akan menjadi orang yang paling dekat dengan Tuhan.

Yohanes 12 : 24 proses menjadi seorang pelayan: harus mau seperti “biji gandum” yang jatuh ke dalam tanah dan mati supaya bisa bertumbuh, sebab kalau tidak jatuh ke dalam tanah maka biji gandum itu akan tetap satu. Tetapi jika biji gandum itu sudah jatuh ke dalam tanah dan mati, akan mengeluarkan tunas lalu bertumbuh terus sampai menghasilkan buah yang banyak. Dan kalau kita mau menjadi pelayan Tuhan yang bekerja dengan sungguh-sungguh, maka kitalah orang yang paling dekat dengan Tuhan.

Yohanes 12 : 26 Tuhan Yesus mengatakan: “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” Kalau melayani dengan sungguh-sungguh, Bapa sendiri hormat kepada kita. Ini membuktikan yang melayani itulah yang paling dekat dengan Tuhan, di mana Tuhan berada di situ juga kita berada. Yang dimaksud “Di mana Aku berada” = di rumah Bapa, yaitu di dalah sorga. Dalam Yohanes 14 : 1 - 4 Tuhan Yesus sudah menjelaskan maksud dan tujuan-Nya pergi ke sorga, yaitu untuk menyediakan tempat bagi kita, dan kalau Tuhan datang kembali Ia akan membawa kita ke tempat yang sudah disediakan tersebut. Tetapi yang bisa di bawa masuk ke dalam tidak semua orang, hanyalah mereka yang mau melayani dengan sungguh-sungguh. Dalam Matius 25 : 14 - 30 kita bisa melihat contoh pelayan-pelayan atau hamba-hamba Tuhan yang diberi kesempatan melayani di ladang Tuhan. Tuhan Yesus mengumpamakan hal kerajaan sorga itu sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Ada yang diberi lima talenta, ada yang diberi dua talenta dan ada yang dieberi satu talenta, masing-masing menurut kesanggupannya. Dari antara mereka ada yang berhasil menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, mereka berhasil menjalankan uang itu lalu beroleh laba. Hamba-hamba yang telah berhasil menjalan kan uang itu diakui sebagai hamba yang baik dan setia, sehingga diberi tanggung jawab dalam perkara yang besar. Berkatnya: masuk ke dalam kebahagiaan bersama-sama dengan tuannya. Disamping itu ada juga hamba yang tidak berhasil menjalankan uang itu dengan baik sehingga tidak memperoleh laba. Hamba yang tidak berhasil menjalankan uang itu disebut sebagai hamba yang jahat dan malas. Seharusnya hamba itu harus menjalankan uang itu supaya menghasilkan laba, tetapi sebaliknya ia menyembunyikan talenta itu di dalam tanah. Akibatnya hamba yang jahat dan malas itu dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Karena itu bagi kita yang sudah diberi kesempatan melayani di ladang Tuhan, pekerjaan kita sama, yaitu: beribadah dan melayani dengan penuh kasih dan tanggung jawab. Melayani dalam tanda yang benar harus melayani dalam tahbisan yang benar, harus melayani dengan penuh kasih. Praktek melayani dalam kasih: masalah timbul jangan karena kesalahan kita sendiri. 1 Korintus 6 : 6 - 9 Karena dengan adanya saja perkara di antara kita, yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kita. Maka sebagai hamba Tuhan/pelayan Tuhan harus mau menderita dan harus mau dirugikan supaya tidak merugikan orang lain. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Jadi jelas kalau diberi kesempatan melayani di ladang Tuhan, kita harus mempunyai sikap yang baik melayani harus dengan penuh tanggung jawab dan dengan penuh kasih, Tuhan pasti berkenan kepada kita.

Rabu, 13 Januari 2010

Bible Study - Januari 2010

“TANDA PEMBAHARUAN HIDUP”

Bible Study/Ibadah Tutup Tahun
31 Desember 2009

Saudara-saudara, pada akhir zaman, yaitu menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, ada satu pelajaran penting yang harus kita ketahui, yaitu pelajaran tentang “pohon ara”. Lukas 11 : 12 - 14 Pohon Ara ini adalah pohon yang pernah dikutuk oleh Yesus, ini menunjuk kepada keadaan manusia yang pernah terkutuk yang diakibatkan oleh dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran. Tetapi disamping itu, pohon ara ini juga berbicara keadaan hidup manusia yang sudah mengalami tanda keubahan hidup.
Sebagai contoh kita bisa melihat kehidupan Ayub yang dipulihkan kembali lebih dari yang sebelumnya (Ayub 42 : 1 - 6). Penyebabnya: karena Ayub punya sikap yang benar: mau memperhatikan firman Tuhan. Keyakinan Ayub, ia yakin bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan ia juga yakin bahwa tidak ada rencana Tuhan yang gagal. Untuk mendapat pemulihan dari Tuhan, perubahan pertama yang dimiliki oleh Ayub adalah berubah dalan hal pandangan percaya yang benar akan firman Tuhan, bukan hanya percaya di mulut tetapi benar-benar percaya dalam hati dan tindakannya. Ayub 19 : 25 - 27 kepercayaan Ayub: ia yakin bahwa Penebusnya benar-benar hidup. Maka walau pun kulit tubuhnya sudah sangat rusak, ia tetap yakin bahwa tanpa daging pun ia dapat melihat Tuhan. Ayub melihat dan menyaksikan sendiri bahwa Tuhan memihak kepadanya.
Sauadara-saudara, supaya jangan hidup dalam kekuatiran, Yesus berkata supaya kita emandang burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai namun diberi makan. Supaya kita bisa sama seperti Ayub, hidup tanpa kekuatiran Matius 6 : 33 kita harus mengutamakan kebenaran lebih dari pada yang lain. Sebab jika kita sudah mengutamakan kebenaran lebih dari pada yang lain, maka kita pasti akan dapat melihat dan memperhatikan firman nubuatan, yaitu firman yang memperlihatkan kepada kita apa yang akan terjadi di kemudian hari. Khusus dalam Matius 24 : 14 nubuat yang terakhir, yang ketujuh, yang disampaikan Tuhan Yesus: Injil kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua orang. Injil Kerajaan adalah berbicara tentang Tabernakel Allah yang akan dinyatakan kepada umat-Nya. Sebab dalam Ibrani 8 : 5 firman Tuhan telah mengatakan Tabernakel itu adalah gambaran dan contoh kerajaan sorga yang diperlihatkan Allah kepada Musa di atas gunung.
Di samping itu, Injil kerajaan ini juga berbicara berita tentang kesempurnaan gereja Tuhan yang dibentuk dan dipersiapkan supaya menjadi mempelai perempuan Kristus, gereja Tuhan itu harus dikuduskan dan bahkan harus disempurnakan. Puncaknya Wahyu 21 : 2 Tuhan memperlihatkan kota yang kudus, yaitu Yerusalem yang baru, yang turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Supaya ini bisa terwujud, Matius 14 : 21; 15 : 38 perlu kita perhatikan sebanyak dua kali Tuhan Yesus mengadakan mujizat memberi makan lima ribu orang dan empat ribu orang. Kalau kita lihat yang dihitung disini hanya laki-laki saja, tidak termasuk perempuan mau pun anak-anak.
Timbul pertanyaan: mengapa perempuan dan anak-anak tidak termasuk dalam hitungan?
Apakah Tuhan itu tidak sayang kepada perempuan dan anak-anak, apakah perempuan dan anak-anak itu tidak boleh masuk ke dalam kerajaan sorga? Bukan karena Tuhan tidak sayang dan bukan karena mereka tidak boleh masuk dalam kerajaan sorga, tetapi ini berbicara sikap dalam menanggapi firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, kita semua baik laki-laki, perempuan bahkan anak-anak, harus punya sikap yang sama dalam menanggapi firman Tuhan, yaitu bersikap sebagai laki-laki.

Mengapa harus memiliki sikap seperti laki-laki?
Firman Tuhan dalam 1 Korintus 16 : 13 - 14 menjelaskan kepada kita sikap sebagai laki-laki ada tiga (3) hal yang sangat penting kita perhatikan, yaitu:
*berjaga-jaga,
**berdiri teguh dalam iman (tidak gugur imannya)
***dapat melayani Tuhan dengan kasih.
Itu sebabnya firman Tuhan begitu tegas mengatakan: “Bersikaplah sebagai laki-laki!” Ini perintah Tuhan yang sangat perlu kita perhatikan.
Maka setiap orang yang sudah masuk ke dalam kegerakan rohani, yaitu yang sudah mengalami tanda keubahan dalam hidup, kita semua mampu bersikap sebagai laki-laki, tetap berjaga-jaga dalam setiap waktu, tetap kuat dalam iman walau sedang dalam penderitaan dan selalu giat dalam melayani Tuhan. Atau dengan kata lain: kepengikutan kita kepada Tuhan tidak dapat terpengaruh oleh segala keadaan. Dan jika kita sudah bersikap sebagai laki-laki, barulah kita bisa memperhatikan nubuat yang terakhir tersebut, yaitu mempersiapkan diri supaya layak masuk dalam kerajaan Allah.
Walaupun dalam Matius 24 : 12 Yesus telah mengatakan bahwa menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, kedurhakaan akan semakin bertambah dan kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin, namun gereja Tuhan yang sudah mengalami tanda keubahan itu tidak perlu takut lagi. Sikap kita sebagai laki-laki itu pasti dapat mengatasi semuanya sehingga kita pasti dapat bertahan, akan tetap tinggal di dalam Tuhan dan tidak tergoyahkan. Jadi keberhasilan kita sangat ditentukan oleh sikap kita sendiri. HALELUYA ...!!!


“PELAJARAN TENTANG POHON ARA”

Bible Study - 14 Januari 2010

Matius 24 : 14 nubuat terbesar dan yang terakhir digenapi : Injil Kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian. INJIL KERAJAAN = berbicara Tabernakel, juga berbicara kegerakan hujan akhir di mana akan terjadi kegerakan rohani yang sangat besar, Tuhan akan mencurahkan kuasa-Nya untuk memulihkan keadaan umat-Nya. Itu sebabnya dalam Amos 3 : 7 firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Maka sikap kita sebagai jemaat Tuhan mau pun sebagai hamba-hamba Tuhan, tidak cukup kalau hanya disebut sebagai orang percaya saja, tetapi harus mengalami peningkatan demi peningkatan sampai hidup kita ini benar-benar sesuai dengan kehendak-Nya.
Kalau dalam kegerakan hujan awal, Injil keselamatan diberitakan ke seluruh dunia, supaya banyak orang percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Tetapi dalam kegerakan hujan akhir, yang diberitakan adalah Injil Kerajaan sorga, diberitakan kepada seluruh dunia supaya semua orang yang sudah percaya itu mengalami peningkatan rohani, dibaharui dari sehari ke sehari sampai memiliki sifat Kristus. Maka kegerakan hujan akhir ini bisa kita lihat penampilannya dalam Wahyu 6 : 2 “penunggang kuda putih” akan maju sebagai pemenang. Jadi kuda putih ini adalah berbicara kegerakan hujan akhir, Kristus tampil dalam segala kekuatan dan kuasa-Nya untuk merebut kemenangan.
Dilanjutkan dalam Wahyu 19 : 11 - 16 penunggang kuda putih itu disebut sebagai: “Yang Setia dan Yang Benar”, dan nama-Nya ialah “Firman Allah.” Setiap orang yang mau mengikuti penunggang kuda putih ini juga pasti akan mengalami kemenangan demi kemenangan, juga akan disebut sebagai pemenang. Hanya kuncinya: kita juga harus setia mengikut Tuhan, harus setia melakukan segala perintah Tuhan dan selalu taat dan dengar-dengaran akan firman Tuhan. Maka pelajaran tentang pohon ara (Matius 24 : 32 - 36) seperti yang sudah kita lihat dan pelajari pada minggu-minggu ini harus menjadi pelajaran penting, harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh.
Sebab kita sudah mengetahui bahwa pelajaran tentang pohon ara ini adalah pelajaran tentang tanda keubahan hidup, hidup yang dahulu berada dalam kutuk, sekarang sudah beroleh kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan sorga.
Ranting-ranting yang melembut = hati yang mau menerima kuasa Tuhan dalam firman-Nya, Amsal 10 : 5 mengumpulkan pada musim dingin = mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, kemudian dijelaskan lagi dalam Amsal 30 : 25 sikap yang baik itu seperti "semut" yang menyediakan makanannya pada musim panas, artinya : tahu mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Jika pohon ara sudah melembut dan mulai bertunas, maka musim panas sudah dekat, Yesus mengatakan jika sudah melihat semuanya ini, berarti waktu kedatangan Tuhan yang kedua kalinya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Mari kita perhatikan firman Tuhan ini dengan sebaik-baiknya supaya kita juga bisa seperti semut dapat mengumpulkan makanan tepat pada waktunya. Sebab jika tidak berhasil mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, atau jika tidak masuk ke dalam suasana musim panas, akan terjebak ke dalam musim dingin, rohani menjadi dingin, tidak ada gairah untuk beribadah mau pun untuk melayani Tuhan. Suasana musim dingin ini sangat mempengaruhi rohani seseorang, suasana dingin rohani ini membuat orang Kristen tidak memperhatikan firman Tuhan, ia hanya melihat keadaannya sendiri. Dan penyebab dingin rohani itu sendiri adalah karena kedurhakaan, kedurhakaan inilah yang membuat banyak anak-anak Tuhan menjadi dingin rohani. Setiap orang yang sudah terjebak ke dalam suasana dingin rohani, pertama yang hilang dari dirinya adalah kasih, ia tidak lagi mengasihi Tuhan mau pun firman Tuhan. Maka tidak heran kalau dalam 1 Korintus 16 : 22 firman Tuhan begitu tegas mengatakan: “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata.” Jadi jelas, setiap orang yang tidak hidup dalam kasih, sesungguhnya ia sedang berada dalam masalah besar, yaitu sedang berada dalam kutuk. Kalau keadaannya tetap seperti ini, kalau Tuhan datang sudah jelas ia akan tertinggal dan akan masuk ke dalam aniaya antikris.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengetahui bahwa Tuhan itu sangat menginginkan dan merindukan supaya kita mengalami tanda keubahan hidup, jangan pertahankan hidup dalam kutuk tetapi berjanjilah dengan sungguh-sungguh melakukan segala perintah Tuhan. Dari hidup yang terkutuk, harus mau diubah supaya menjadi manusia rohani yang sudah dibaharui dari hari ke hari, kemudian setelah kita diubahkan menjadi manusia rohani harus ditingkatkan lagi, harus mau diubah dan dibaharui oleh firman Tuhan sampai berhasil memiliki sifat-sifat Kristus. Jadi pada dasarnya, setiap orang yang sudah mengalami tanda keubahan hidup itu ditandai dengan sifat-sifatnya atau karakternya sudah sama seperti Kristus, semua sesuai dengan firman Tuhan.


“PELAJARAN TENTANG POHON ARA”

Bible Study - 21 Januari 2010

Saudara-saudara, firman Tuhan mengatakan bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, sudah diambang pintu, dan prosesnya begitu cepat sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya. Karena itu sebagai persiapan supaya kita berhasil menyambut kedatangan-Nya, ada satu pelajaran penting yang harus kita perhatikan dengan baik-baik, yaitu “pelajaran tentang pohon ara”. Dan selama ini kita sudah beberapa kali melihat dan mempelajari tentang pohon ara, yaitu pelajaran yang berpokuskan tentang tanda keubahan hidup. Tanda keubahan hidup itu dimulai dari orang berdosa diubah menjadi orang benar, yang dikuduskan dan disempurnakan supaya layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Karena itu, supaya kita berhasil menyambut kedatangan Tuhan, ada sikap yang harus kita miliki, yaitu: cara mendengar yang baik.
Jika mendengar dengan baik, membuat kita dapat memperhatikan segala sesuatu dengan baik, cepat tanggap akan segala sesuatu dan tidak akan terpengaruh dengan perkara-perkara dosa., fokusnya hanya mengikut Tuhan dan mempersiapkan diri. Dan jika mendengar dengan baik, membuat kerohanian kita bertumbuh dengan baik sebab dapat mengerti akan firman maupun akan segala kehendak Tuhan. Supaya kita berhasil memiliki tanda keubahan hidup, pertama-tama sikap yang kita miliki: memperhatikan firman Tuhan dengan baik = memperhatikan kemurahan Tuhan.
Artinya: Jika kita sudah memperhatikan firman Tuhan, dari pihak Tuhan: IA akan menunjukkan kemurahan-Nya, untuk membela dan memelihara kita dalam setiap waktu.

Ada tiga (3) kemurahan Tuhan yang perlu kita miliki, yaitu:

1) Soal kebutuhan hidup : akan makan dan minum.
Markus 8 : 1 - 10 ketika Tuhan Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan karena mereka tidak mempunyai makanan. Tuhan Yesus menunjukkan kemurahan-Nya, walau pun banyak jumlah orang yang mengikuti-Nya, Tuhan Yesus sanggup memberi mereka makan sampai kenyang bahkan sampai ada sisa tujuh bakul penuh. Demikian juga, jika kita mau mendengar dan memperhatikan firman Tuhan, maka Tuhan juga akan menunjukkan kemurahan-Nya untuk mencukupkan segala kebutuhan kita dalam segala hal.
2).Soal kesehatan: tubuh yang dipelihara.
Markus 1 : 40-42 ketika seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut memohon bantuan-Nya (=memohon kemurahan), maka tergeraklah hati Tuhan Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplan penyakit orang kusta itu, dan ia menjadi tahir. Arti perkataan Yesus: "Aku mau, jadilah engkau tahir" = Tuhan mau memberikan kemurahan-Nya memberi kesembuhan kepada orang yang sakit.
Demikian juga berlaku bagi setiap orang sakit, kalau mau datang kepada Tuhan Yesus memohon dengan sungguh-sungguh dengan memperhatikan firman Tuhan, maka Tuhan akan memberi kesembuhan sebagai bukti Yesus peduli akan kesehatan kita, Yesus peduli dengan tubuh jasmani kita. Kuncinya: datang kepada Yesus dengan sungguh-sungguh dengan merendahkan diri dihadapan-Nya sambil memohon kemurahan-Nya. Maka separah apapun penyakitmu, seberat apapun derita yang engkau tanggung, Tuhan akan menunjukkan kemurahan-Nya untuk memberikan kesembuhan.
3). Soal penghiburan.
Tuhan Yesus juga mau memberikan penghiburan kepada setiap orang yang membutuhkan penghiburan. Lukas 7 : 13 - 14, ketika Tuhan Yesus membangkitkan orang muda di kota Nain, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan setelah melihat kesedihan hati janda yang telah ditinggal mati oleh anaknya. Maka Tuhan Yesus berkata kepadanya: “Jangan menangis”. Ini membuktikan Tuhan Yesus sangat peduli dengan orang-orang yang sedang dalam masalah termasuk kepada orang yang sedang mengalami kematian anak sekali pun. Kalau kita mau memperhatikan firman dan memperhatikan kemurahan Tuhan, maka Tuhan bersedia memberikan penghiburan.

Saudara-saudara, memperhatikan kemurahan Tuhan sama dengan mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Orang yang mau ditolong oleh Tuhan, yang mau disembuhkan, yang mau dihiburkan, harus mau memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik supaya Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya. Roma 11 : 22 firman Tuhan mengatakan ada dua hal yang perlu kita perhatikan, yaitu kemurahan dan kekerasan Tuhan. Kepada orang yang mau memperhatikan kemurahan, Tuhan tidak akan memotong/membuang mereka, tetapi kepada orang yang tidak mau memperhatikan kemurahan, Tuhan akan menunjukkan kekerasan-Nya khususnya kepada orang-orang yang telah jatuh. Sebagai jemaat Tuhan, kita jangan hanya memperhatikan kemurahan Tuhan saja, tetapi perhatikan juga kekerasan-Nya supaya ada rasa takut akan Tuhan sehingga kita tidak bermain-main lagi dengan yang namanya dosa atau pelanggaran.




Kamis, 10 Desember 2009

Bible Study - Desember 2009

“LEBIH DARI PEMENANG”

Kamis - 03 Desember 2009

Wahyu 21 : 7 yang menang akan memperoleh hidup yang kekal di dalam sorga, layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Tetapi kalau tidak menang, akan masuk ke dalam kematian yang kedua, yaitu di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam Wahyu pasal 6 pembukaan ketujuh meterai berbicara tentang pembukaan rahasia-rahasia tentang akhir zaman maupun tentang rahasia kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.
METERAI = penutup suatu rahasia. Yang sanggup membuka meterai hanyalah Anak Domba, yaitu pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria sorga. Wahyu 5 : 3 - 5 firman Tuhan menjelaskan tidak ada seorangpun yang dapat membuka ketujuh meterai, termasuk rasul Yohanes sendiri, walaupun ia rasul yang paling dikasihi Yesus, tidak dapat melihat bagian dalamnya. Pribadi Yesus itu digambarkan sebagai “singa dari suku Yehuda”, yaitu tunas Daud yang telah menang, disebut menang karena Yesus telah mati dan bangkit kembali, IA telah mengalahkan maut untuk selama-lamanya.
Wahyu 5 : 9 Yesus layak menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya karena:
*Yesus telah disembelih
(=mengalami proses kematian, IA mati bukan karena dosa-Nya sendiri tetapi sebagai korban pendamaian yang memperdamaikan kita dengan Allah).
**Yesus telah bangkit
(=setelah mati, Yesus bangkit kembali pada hari yang ketiga mengalahkan maut supaya kita beroleh kehidupan bersama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya).
Maka supaya kita bisa menang, kita harus mengikuti yang telah menang yaitu Yesus Kristus, Dialah yang harus kita teladani dan kita ikuti supaya kita berhasil lebih dari orang-orang yang telah menang. Sebab jika tidak mau mengikuti yang telah menang, maka tidak mungkin bisa menang mengalahkan dosa, tidak mungkin bisa menjadi pemenang. Sebab pemimpin yang kita ikuti itu menjadi penentu menang atau tidak, menjadi lebih dari pemenang ditentukan dengan pemimpin yang kita ikuti. Sekarang ini sudah saat-saat akhir menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus, akhir dari akhir zaman. Maka pada langkah-langkah terakhir ini kita harus berjuang lebih sungguh-sungguh melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, yaitu hidup di dalam ibadah dan pelayanan yang benar.
Wahyu 2 : 1 - 7 suatu teguran yang begitu keras kepada jemaat di Efesus karena mereka tidak lagi melakukan apa yang semula telah mereka lakukan dan karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Padahal dalam ayat 2 - 3 jemaat di Efesus ini adalah jemaat yang berjerih payah dalam mengikuti Tuhan, dan yang selalu bertekun. Tetapi karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula, firman Tuhan begitu keras menegor dan mencela mereka: betapa dalamnya engkau telah jatuh.
Maka Tuhan Allah menasehatkan supaya mereka bertobat dan melakukan lagi apa yang semula telah mereka lakukan, yaitu beribadah dan melayani Tuhan. Jika menang, maka jemaat di Efesus akan masuk ke taman Firdaus Allah dan akan diberi makan dari buah pohon kehidupan. Tetapi jika tidak menang, maka Tuhan ALlah akan mengambil kaki dian dari tempatnya, artinya: tidak diberi kesempatan lagi baik untuk beribadah maupun melayani Tuhan.
Penjahat yang di sebelah kanan salib Tuhan Yesus, pada detik-detik terakhir dari kematiannya sempat mengakui Yesus sebagai Raja. Kalau yang di sebelah kiri mengejek, tetapi yang di sebelah kanan ini justru mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, ia berkata kepada Yesus: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23 : 39 - 43).
Seorang yang sedang berada pada detik-detik kematian sanggup mengaku Yesus sebagai Raja , ini bukan pekerjaan yang mudah tetapi merupakan pengenalan yang sangat luar biasa,. Sebab biasanya orang yang sedang berada dalam penderitaan suka sekali bersungut-sungut, tetapi orang yang di sebelah kanan Tuhan Yesus ini sanggup mengaku Yesus sebagai Raja. Jika mengaku Yesus sebagai Raja sama dengan mengaku Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga yang akan menikah dengan mempelai perempuan-Nya (Wahyu 19 : 6 - 8). Sebab dalam Hosea 2 : 18 - 19 puncak rencana Tuhan bagi kita adalah : Allah mau menjadikan umat-Nya sebagai istri-Nya dalam keadilan dan kebenaran dalam kasih setia dan kasih sayang. Tujuannya: supaya kita dapat mengenal Kristus dengan tepat dan benar, bukan hanya sebagai Tuhan dan Juruselamat saja tetapi lebih dari pada itu sebagai Mempelai Pria Sorga.
Yesaya 62 : 4 - 5
kalau kita sudah jadi mempelai perempuan Kristus, akan disebut:
1). yang tidak ditinggalkan suami,
2). yang tidak sunyi, dan
3). yang berkenan kepada Allah.
Maka dalam ayat 6 khusus kepada mempelai perempuan, Tuhan menempatkan pengintai-pengintai untuk melindungi mempelai-Nya itu sepanjang hari dan sepanjang malam. Gereja Tuhan yang jadi mempelai perempuan itu puncaknya akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan. Inilah penampilan gereja Tuhan yang jadi pemenang, yang telah diberi kemenangan oleh Kristus sebagai pemimpin yang sanggup memberikan kemenangan. Haleluya...!!



“LEBIH DARI PEMENANG”

Bible Study - Kamis 10 Desember 2009


Saudara-saudara, dalam setiap kemenangan ada berkat besar yang tersimpan di dalamnya, asal kita tetap tekun dan tetap setia melakukan segala perintah Allah. Sama seperti firman Tuhan kepada ketujuh jemaat dalam kitab Wahyu pasal 2 & 3, firman Tuhan selalu mengatakan: “Barangsiapa menang” ini merupakan janji Tuhan kepada setiap orang yang mau menekuni firman Tuhan, di mulai dari jemaat di Efesus sampai kepada jemaat di Laodikia, baik jemaat yang bobrok rohaninya sampai kepada jemaat yang bertumbuh rohaninya. Gereja Tuhan yang menang, kepada merekalah Tuhan akan menepati segala janji-Nya, Tuhan akan menunjukkan dan memberikan apa yang menjadi upah yang layak mereka terima. Inilah janji Allah kepada Yosua dan bangsa Israel dalam kitab Yosua 1 : 7 - 8, jika tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, jika selalu merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, atau dengan kata lain jika tetap setia melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan, maka dua hal ini akan kita alami, yaitu:
  1. perjalanan kita pasti akan berhasil
  2. akan tetap beruntung ke manapun kita pergi (=melangkah).
Mengapa?
Sebab Tuhan ada dipihak kita yang selalu siap sedia memberikan kemenangan yang besar.
Karena itu, sebagai jemaat Tuhan, mari kita perhatikan peringatan-peringatan Tuhan kepada ketujuh jemaat yang ada dalam kitab Wahyu pasal 2 & 3 tersebut supaya kita dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar, tidak terombang-ambing oleh cara-cara atau sifat-sifat sesama jemaat Tuhan. Salah satu yang perlu kita perhatikan, kepada jemaat di Tiatira firman Tuhan begitu tegas menegor dan mengoreksi keadaan mereka: supaya jangan sesat.
Mengapa demikian?
sebab di sana ada seorang yang bernama IZEBEL yang membawa kesesatan supaya berbuat zinah dan supaya makan persembahan-persembahan berhala yang menjijikkan hati Tuhan. Dalam Wahyu 2 : 20 kita bisa melihat sasaran penyesatan itu pertama-tama ditujukan kepada pemimpin-pemimpin rohani, sebab jika pemimpin-pemimpin rohani sudah sesat, maka dengan mudah pula jemaat-jemaat yang dipimpinnya disesatkan. Izebel ini adalah istri raja Ahab, seorang perempuan Sidon yang membawa dewa-dewanya dan nabi-nabinya ke Israel, inilah yang membuat sehingga raja Ahab sendiri maupun orang Israel terseret kepada penyembahan yang salah, yaitu menyembah kepada dewa Baal. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap waspada sebab penyesatan ini memiliki perkembangan yang sangat cepat, di mulai dari satu pribadi, berlanjut kepada satu keluarga, berlanjut kepada satu bangsa dan terus akan berlanjut kepada semua bangsa-bangsa di dunia ini. Kalau penyesatan itu dapat berkembang, maka untuk mengimbangi penyesatan itu kita harus punya sikap yang tepat dan benar, yaitu:
harus tetap mengikuti perkembangan firman Tuhan dalam bentuk firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah.
Sebab jika kita sudah setia mengikuti perkembangan firman pengajaran ini, maka kita akan dapat mengenal Tuhan dengan tepat dan benar, bahkan kita akan semakin dibentuk dan dipersiapkan dalam segala hal untuk menyongsong kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Yesaya 2 : 2 - 3, supaya jangan sesat firman Tuhan menghimbau supaya kita datang ke bukit Sion. Mengapa harus ke bukit Sion? sebab di bukit Sion ada firman pengajaran. Khusus pada hari-hari terakhir, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya akan ada suara (yaitu firman Tuhan) yang akan menghimbau: “Mari kita naik ke gunung Sion, ke rumah Allah Yakub” tujuannya adalah:
  1. supaya Tuhan mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya
  2. supaya kita dapat berjalan menempuhnya (= jalan dalam terang firman Tuhan).
Mengerti jalan Tuhan menjadi kunci utama supaya kita bisa menang.
Sebab kalau seseorang itu sudah salah arah (=sudah sesat) apalagi sudah sempat menekuni kesesatan ini, maka sangat sulit untuk kembali kepada kebenaran, sulit melepaskan diri dari tangan iblis. Maka dalam Wahyu 2 : 21 sebenarnya kepada jemaat di Tiatira ini sudah diberi kesempatan/waktu supaya bertobat dari zinahnya, tetapi sayang mereka tidak mau bertobat. Akibatnya: Tuhan melemparkan mereka ke atas ranjang orang sakit dan ke dalam kesukaran yang besar, yaitu masuk ke dalam aniaya antikristus.
Tetapi kepada jemaat-jemaat yang lain, yaitu jemaat yang tidak terseret kepada kesesatan yang tidak menyelidiki apa yang disebut seluk beluk iblis, Tuhan berjanji tidak akan menanggungkan beban lain. Kepada jemaat di Tiatira yang menang Tuhan akan mengaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa untuk memerintah dengan tongkat besi, dan Tuhan juga akan mengaruniakan bintang timur.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengetahui bahwa pada zaman akhir ini bahaya yang paling besar yang sedang mengancam pertumbuhan rohani, baik sebagai hamba-hamba Tuhan terlebih lagi sebagai jemaat-jemaat, adalah bahaya penyesatan. Sehingga dalam Matius 24 ketika Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya tentang tanda-tanda akhir zaman dan tanda-tanda kesudahan dunia, salah satu yang paling ditekankan adalah tentang bahaya penyesatan. Maka khusus tentang bahaya penyesatan ini, Tuhan Yesus menekankan: supaya kita tetap “WASPADA”, ini berarti kita harus tetap waspada supaya jangan sampai disesatkan oleh pengajaran-pengajaran yang palsu. Sebab sebelum Tuhan Yesus datang kali yang kedua, banyak orang akan datang dengan memakai nama Tuhan dengan maksud untuk menyesatkan banyak orang (Matius 24 : 4 - 5). Kalau tidak hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka bahaya penyesatan ini akan masuk dan merusak iman anak-anak Tuhan. Terhadap penyesatan tidak ada seorang pun yang bisa kebal, baik itu hamba-hamba Tuhan apalagi yang namanya jemaat, tidak ada seorang pun yang bisa kebal terhadap penyesatan. Karena itu kunci supaya jangan sesat: terima firman pengajaran mempelai Alkitabiah, yaitu firman yang telah dibukakan rahasianya. Firman Tuhan yang telah dibukakan rahasinya akan membukakan mata rohani kita dan akan memberikan pengertian yang benar sehingga kita dapat mengeikuti Tuhan dengan benar dan tidak akan kalah terhadap penyesatan ini. HALELUYA ... !!!


“LEBIH DARI PEMENANG”

Bible Study - Kamis, 17 Desember 2009

Ruangan Maha Suci berbicara tentang kesempurnaan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga, tempat di mana Ia akan menyatu dengan gereja-Nya yang telah disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya. Ruangan Maha Suci ini tidak bisa terlepas dari percikan darah yang dibawa mulai dari Mezmah Korban Bakaran sampai ke depan Tabut Perjanjian, di mana Peti dan tutup pendamaian diperciki dengan darah. Darah inilah juga yang bisa menyucikan gereja Tuhan supaya layak menyatu dengan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Dapat kita lihat dalam Wahyu 7 : 14 pakaian kita bisa menjadi putih karena sudah dicuci dengan darah Anak Domba. Pakaian ini berbicara perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus setelah menerima percikan darah Kristus (Wahyu 19 : 8).
Pakaian putih ini harus kita miliki, sebab pakaian putih ini menjadi penentu supaya kita layak berdiri dihadapan tahta Allah dan melayani Dia di Bait Suci-Nya (ayat 15). Karena itu, supaya kita berhasil memiliki pakaian yang putih ini, ada sikap yang harus kita miliki, yaitu: jangan kompromi dengan yang namanya dosa. Karena itu kalau kita lihat dalam kitab Wahyu 3 : 1 - 6 firman Tuhan memperlihatkan kepada kita, bahwa di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya, yang tidak kompromi dengan dosa, karena itu, mereka layak berjalan dengan Tuhan dalam pakaian putih. Padahal kalau kita lihat keadaan jemaat di Sardis, mereka dikatakan hidup padahal mati, mereka adalah jemaat yang sudah hampir mati dan tidak ada satupun dari pekerjaan mereka yang didapati Tuhan sempurna. Tetapi justru dalam keadaan yang demikianlah masih ada beberapa orang dari antara jemaat di Sardis yang berhasil menang, berhasil memiliki pakaian putih yang telah dicuci dengan darah Anak Domba.

Kuncinya: mendengar dan lakukan firman Tuhan.

Abraham, setelah dipanggil Allah ke luar dari Ur-Kasdim tidak langsung meresponi firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dalam Kejadian psl 12, setelah Allah berfirman memang Abraham langung ke luar dari Ur-Kasdim tetapi ada yang kurang dilakukan, yaitu pada waktu Abraham ke luar, LOT juga turut serta bersama dengan Abraham. Padahal Allah sudah berfirman supaya Abraham pergi bukan hanya meninggalkan negerinya, tetapi termasuk juga meninggalkan sanak saudaranya, yang disuruh ke keluar hanya Abraham dan istrinya, tidak termasuk dengan LOT. Dalam hal ini Abraham masih kompromi dengan saudaranya. Inilah yang membuat sehingga lama sekali Allah baru mau berfirman kepada Abraham untuk melanjutkan rencana-Nya. Tetapi setelah dalam psl 13, yaitu setelah LOT berpisah dari Abraham, barulah Tuhan berfirman kepada Abraham untuk melanjutkan janji-Nya, baik untuk memberikan berkat maupun tentang keturunan.
Saudara-saudara, orang yang sudah rohani harus berbeda dengan orang yang tidak rohani demikian juga dalam hal pandangan orang yang rohani itu harus berbeda dengan orang yang tidak rohani. Dalam Kejadian 13 : 10 - 13 pandangan LOT = memandang Sodom dan Gomora seperti taman Tuhan, sepertinya indah memberi harapan. Memang Sodom dan Gomora itu banyak airnya (=subur) tetapi yang menjadi masalah adalah orang-orang yang ada di Sodom dan Gomora itu adalah jahat-jahat, tidak ada rasa takut akan Tuhan. Inilah yang mempengaruhi kehidupan LOT. Maka sekalipun LOT itu sudah kaya, pandangannya masih saja tamak, tidak pernah puas dengan apa yang sudah ada padanya, sehingga LOT dan keluarganya tidak ada satu pun yang berkenan kepada Allah.
Tetapi pandangan Abraham setelah ia berpisah dengan LOT berhasil memiliki pandangan yang baik. Kalau pun Tuhan berfirman “Pandanglah sekekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan ke barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” (lihat ayat 14 - 18) Abraham memandang bukan karena mengikuti pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang mengarahkan pandangannya untuk memandang kepada janji yang telah disediakan Tuhan kepadanya dan kepada keturunannya. Abraham itu benar-benar memiliki pandangan yang benar, berhasil memandang tempat yang telah dijanjikan Tuhan kepadanya.
Inilah juga yang harus menjadi kerinduan kita sebagai jemaat Tuhan, kita harus berhasil memiliki pandangan yang tepat dan benar supaya kita juga berhasil mendapatkan apa yang telah dijanjikan Tuhan bagi kita. Kalau pandangan kita sudah benar, berkatnya bukan hanya secara lahiriah saja, tetapi terlebih pula kita dapat mengenal pribadi Allah yang sesungguhnya, kita dapat memandang-Nya lewat firman pengajaran-Nya yang besar dan mulia. Karena itu sekalipun kita sedang diperhadapkan seperti keadaan jemaat di Sardis, mengalami begitu banyak tantangan dan cobaan, namun pandangan kita itu menjadi penentu supaya kita berhasil disebut sebagai: PEMENANG, kita juga akan berhasil memiliki pakaian putih dan berhasil berjalan bersama dengan Kristus dalam pakaian putih, dengan kata lain berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, masuk dalam pesta kawin Anak Domba. Kalau kita sudah berhasil memiliki pakaian putih, Tuhan tidak akan menghapus nama kita dari dalam kitab kehidupan melainkan Tuhan akan mengaku nama kita di hadapan Bapa dan dihadapan para malaikat-Nya. Sungguh, ini adalah berkat yang besar, yang harus kita rebut supaya kita benar-benar layak berjalan bersama dengan Kristus. H A L E L U Y A ...!!!



“NATAL MENURUT INJIL MATIUS”

Bible Study/Ibadah Malam Natal - 24 Desember 2009

Saudara-saudara, NATAL menurut Injil Matius menceritakan Yesus sebagai Raja, yang dibuktikan dalam Matius 1 : 1 dalam silsilah Yesus disebut sebagai anak Daud, jadi nama Daud lebih ditonjolkan dari nama-nama yang lain termasuk dari nama Abraham. Ini membuktikan bahwa Yesus yang telah lahir itu adalah benar-benar seorang Raja yang sanggup menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Matius 1 : 21). Pertama-tama yang bisa mengenal Yesus sebagai Raja adalah orang-orang majus yang datang dari Timur mencari Raja yang baru lahir sebab mereka telah melihat bintang-Nya di Timur. Dan memang imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat juga tahu bahwa di Betlehem akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat Allah, yaitu Israel (Matius 2 : 1 - 12). Jadi ketika Yesus lahir di Betlehem, IA lahir sebagai seorang Raja yang berkuasa menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa dan yang menjadi pemimpin umat-Nya kepada kemenangan. Itu sebabnya pada hari-hari yang lalu kita telah melihat bahwa NATAL itu adalah wujud cinta kasih Allah kepada manusia, di mana Ia telah turun menjadi manusia dan menjadi sama seperti kita. Tujuannya: untuk menyelamatkan kita dan menjadi Pengantara yang memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga.
Yesus Kristus telah diberikan sebagai kado yang terbesar dan yang tertinggi, jauh lebih tinggi dari semua yang ada di dunia ini. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, sikap kita dalam suasana NATAl ini harus menghargai dan menerima kelahiran Kristus dengan sikap yang benar, menerima firman Tuhan supaya masuk di dalam hati kita. NATAl itu bukan hanya sekedar perayaan begitu saja seperti ketika orang merayakan ulang tahun dengan meriah, NATAL yang benar bukan dengan acara-acara yang heboh dan bukan hanya sebagai kebiasaan-kebiasaan belaka. Sebab kalau kita lihat pada zaman sekarang ini, banyak orang merasa berhasil merayakan NATAL dengan acara-acara yang nampaknya menarik, dengan kue-kue yang enak-enak, dengan lilin atau pohon natal. Ingat! NATAL itu bukanlah sekedar perayaan, tetapi harus dihargai dengan sebaik-baiknya dengan sikap mau datang kepada Tuhan, masuk ke dalam Ibadah dan penggembalaan yang benar, barulah Yesus mau lahir di dalam hidup kita.
Sama seperti kelima nama-nama perempuan yang disebut dalam silsilah Tuhan Yesus, yang di mulai dari Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba dan Maria. Kelima perempuan ini mempunyai latar belakang berbeda-beda, ada yang hancur nikahnya seperti Tamar, ada yang hancur hidupnya menjadi pelacur seperti Rahab, ada yang dari latar belakang orang Moab seperti Rut, ada yang tertindas seperti Batsyeba, ada pula yang sederhana seperti Maria. Tetapi kelima nama-nama ini, walaupun dari latar belakang yang berbeda-beda tetapi berhasil masuk dalam silsilah Tuhan Yesus.
Kelima nama perempuan ini adalah gambaran kepada gereja Tuhan yang berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga, yang masuk ke dalam pesta perjamuan, sama seperti kelima gadis bijaksana dalam Matius 25 : 1- 13 yang berhasil menyongsong mempelai laki-laki. Disebut gadis yang bijaksana karena telah mempersiapkan diri dengan hidup sesuai dengan firman Tuhan, hidup yang selalu bergantung harap kepada Tuhan.
Kita semua juga mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, mungkin tidak jauh beda dengan kelima gadis tersebut di atas, tetapi sekalipun demikian lewat NATAL ini hidup kita bisa dipulihkan dan dibaharui, dengan catatan terima firman dan hiduplah dalam pimpinan Roh Kudus. Karena itu, marilah kita berNATAL yang benar, bukan dengan kesenangan atau dengan cara sendiri, tetapi sesuaikan semua dengan firman Tuhan. Setialah beribadah kepada Tuhan dan hiduplah dalam penggembalaan yang benar supaya Tuhan berkenan hadir di dalam hidup kita, mejadi Pemimpin yang berkuasa menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. H A L E L U Y A ... !!


“YESUS KRISTUS DATANG SEBAGAI HAMBA”

Bible Study/Ibadah Tutup Tahun
31 Desember 2009

Sebagaimana telah kita lihat pada Buletin kita minggu yang lalu, NATAL adalah kado Allah yang terbesar, yang diberikan kepada semua orang, di mana Yesus lahir ke dunia ini dan menjadi sama dengan manusia supaya bisa menjadi Juruselamat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. NATAL itu juga adalah berbicara tentang penggenapan janji-janji Allah tentang keselamatan yang sudah dinubuatkan sejak dalam Perjanjian Lama. Firman Tuhan sudah menubuatkan tentang lahirnya Mesias yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
Saudara-saudara, kalau kita lihat keempat Injil, hanya Injil Markus saja yang tidak menceritakan tentang kelahiran Yesus Kristus, ketika IA datang ke dunia ini. Kalau dalam Injil Yohanes, masih diceritakan bahwa Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia dan diam di antara kita, sehingga kita dapat melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, yang penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1 : 14). Tetapi khusus dalam Injil Markus tidak ada cerita tentang lahirnya Yesus sebagai Juruselamat dunia.
Mengapa Injil Markus tidak menceritakan tentang kelahiran Yesus?
Sebab Injil Markus adalah kitab yang menceritakan Yesus sebagai hamba. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Injil Markus, masih dalam pasal 1 saja sudah diceritakan tentang pelayanan Yesus setelah IA dibabtis di sungai Yordan, IA langsung dibawa oleh Roh ke padang gurun dan tinggal di sana selama empat puluh hari lamanya di antara binatang-binatang liar (=buas). Ini semua untuk menunjukkan kepada kita tentang kemampuan Yesus yang datang sebagai hamba untuk melayani umat-Nya. Dalam Filipi 2 : 5 - 7 firman Tuhan mengatakan untuk menjadi hamba, Yesus harus mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba dan menjadi sama dengan manusia, tujuannya adalah untuk melayani kita. Maka setelah selesai dibabtis di sungai Yordan, Yesus langsung dibawa oleh Roh untuk berhadapan dengan iblis yang tampil lewat binatang-binatang liar (=buas). Hal ini terjadi untuk membuktikan kepada kita bahwa Yesus itu benar-benar mampu sebagai Juruselamat, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa. Yesus mampu menghadapi binatang-binatang liar tersebut karena di dalam diri-Nya ada firman Tuhan.
Maka sebagai jemaat Tuhan, sekalipun engkau mengalami banyak tantangan, banyak pencobaan atau penderitaan, kita harus mempunyai satu keyakinan: kita pasti bisa menang, karena Yesus sudah lebih dahulu menang maka Ia juga pasti akan memberikan kemenangan kepada kita sekaliannya.
Sekalipun engkau sendang dalam sakit penyakit yang begitu parah, engkau harus tetap yakin bahwa engkau “pasti sembuh” bahkan sekali pun engkau sedang dalam masalah besar, engkau harus tetap yakin: Tuhan pasti menolong engkau.
Kuncinya: selagi firman Tuhan ada dalam hidupmu dan selagi ada Roh Kudus memimpin hidupmu, Tuhan pasti akan memberikan kemenangan, sama seperti Yesus menang demikian juga kita akan menang. Maka jadikanlah firman itu sebagai kebutuhanmu yang lebih utama bahkan yang lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini, termasuk dari hidupmu sendiri. Jika sudah demikian, maka firman yang ada di dalam hatimu itu akan mengerjakan perkara yang besar, sanggup melepaskan engkau dari segala masalah, sanggup mengatasi penderitaanmu, sanggup memberikan kesembuhan dalam tubuhmu.
Saudara-saudara, semua janji-janji Allah yang sudah dinubuatkan itu pasti digenapi, tidak ada satu pun yang tidak digenapi atau terlalaikan termasuk tentang kedatatangan-Nya yang kedua kalinya. 2 Pettrus 3 : 3 firman Tuhan mengatakan pada hari-hari zaman akhir, akan tampil banyak orang sebagai pengejek-pengejek, yang menganggap Tuhan telah lalai menepati janji-Nya. Ini tidak benar. Sebab dalam ayat 9 firman Tuhan telah menegaskan bahwa sebenarnya Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun banyak orang yang menganggapnya sebagai kelalaian. Mereka ini adalah orang yang tidak mengerti akan firman Tuhan. Sebenarnya kalau pun sampai sekarang ini Tuhan belum juga datang, bukan berarti karena IA telah lalai atau lupa akan firman-Nya. Tetapi ada satu maksud dan tujuannya, yaitu: supaya jangan ada seorang pun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Saudara-saudara, pada NATAL yang pertama kita patut bersyukur kepada Tuhan. Sebab jika dalam Perjanjian Lama nama Tuhan itu masih merupakan suatu rahasia dan tidak sembarangan orang menyebut nama-Nya. Tetapi khusus pada NATAL yang pertama, nama Tuhan Allah itu sudah dinyatakan dan diberitahukan kepada Yusuf dan Maria, supaya Anak yang baru lahir itu diberi nama: YESUS. Jadi nama Tuhan kita yang sebenarnya adalah YESUS, jangan ada orang yang ragu akan hal ini dan jangan sampai saudara lupa akan nama ini, sebab nama Tuhan kita ini adalah nama yang berkuasa, patut kita andalkan dalam segala hal.
Bisa kita lihat dalam Ibrani 1 : 1 - 4 firman Tuhan menjelaskan: kalau pada zaman dahulu , yaitu dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada umat-Nya lewat perantaraan nabi-nabi, tetapi pada zaman akhir ini, yaitu sejak Yesus lahir, Allah sudah berbicara kepada manusia dengan perantaraan Anak-Nya, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang telah ditetapkan sebagai Juruselamat semua orang. Hanya Dialah satu-satunya yang sanggup menyelamatkan kita dari segala dosa dan melepaskan kita dari maut. Kemudian dalam ayat 3 dijelaskan Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah yang sebenarnya, yang menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh dengan kekuasaan. Jadi Yesus itu adalah Allah kita sebenarnya, Yesus itulah nama Allah yang telah diberikan kepada manusia supaya lewat nama-Nya kita beroleh keselamatan. Karena itu jangan ada seorang pun yang ragu tentang nama Allah yang sesungguhnya. Haleluya...!!!