Selasa, 09 Februari 2010

Februari 2010

“BERJAGA - JAGA”

Bible Study - 04 Februari 2010

Saudara-saudara, setelah kita mempelajari pelajaran tentang pohon ara, langkah selanjutnya pelajaran yang harus kita perhatikan adalah pelajaran tentang “BERJAGA-JAGA.” Tuhan Yesus sengaja mendahulukan pelajaran tentang pohon ara setelah itu barulah tentang berjaga-jaga. Ini ada maksud dan tujuannya, sebab Tuhan Yesus tahu yang bisa berjaga-jaga itu tidak semua orang. Kalau sudah percaya atau kalau sudah beribadah lantas sudah siap berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan?
Orang yang sudah percaya atau bahkan yang sudah melayani sekali pun belum tentu tahu berjaga-jaga yang benar. Dalam ibadah raya, pada hari Minggu yang lalu, kita sudah melihat contoh berjaga-jaga yang benar, yaitu Nuh dan keluarganya. Dikatakan berjaga-jaga yang benar sebab Nuh dan keluarganya berhasil selamat dari air bah, tidak ada seorang pun dari antara keluarganya, baik istrinya, anaknya atau menantunya yang tidak selamat, semua selamat termasuk binatang-binatang yang masuk ke dalam bahtera. Selama seratus dua puluh tahun, Nuh dan keluarganya tetap setia membangun bahtera sampai selesai dan tidak ada yang meleset dari perkataan Tuhan kepadanya.
Maka sebagai jemaat Tuhan, ada tiga (3) poin penting yang harus kita perhatikan kalau kita rindu berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, yaitu:

1). PAKAIAN PENGANTIN.

Pakaian pengantin diberikan Tuhan tidak kepada semua orang, hanya kepada gereja yang sudah siap sedia yaitu yang hidupnya sudah mengalami tanda keubahan dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan, dari orang yang dibenarkan menjadi orang yang dikuduskan, dan dari orang yang dikuduskan menjadi orang yang disempurnakan. Inilah model gereja yang layak disebut sebagai mempelai perempuan Kristus. Pakaian itu berfungsi untuk menutupi tubuh, supaya jangan nampak telanjang. Wahyu 19 : 7 - 8 firman Tuhan menjelaskan kepada gereja yang berhasil menjadi istri Anak Domba (pengantin) dikaruniakan supaya memakai “kain lenan halus” yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih. Pakaian itu mengandung arti yang sangat besar, yaitu: perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus, inilah gereja Tuhan yang sudah mengalami tanda keubahan tadi.
Perbuatan baik di sini bukanlah perbuatan baik menurut ukuran manusia tetapi baik menurut ukuran Tuhan sendiri. Sebab kalau manusia yang mengukur perbuatannya, maka sudah tentu ia akan merasa layak, merasa sudah berbuat apa yang dikehendaki Tuhan padahal masih jauh dari ukuran Tuhan. Orang Kristen yang merasa sudah baik belum tentu cocok menurut ukuran firman Tuhan, sebab keinginan daging ini selalu ingin akan hal-hal yang merusak iman, selalu ingin melakukan perkara-perkara yang duniawi. Kolose 3 : 5 ada beberapa hal yang harus dimatikan dari dalam diri kita, yaitu segala sesuatu yang duniawi seperti percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala. Jadi kalau orang Kristen merasa sudah berbuat yang baik padahal masih juga melakukan seperti yang dikatakan di atas, ia belum memiliki pakaian. Wahyu 16 : 15 firman Tuhan begitu menekankan betapa pentingnya kita memperhatikan pakaian supaya jangan nampak ketelanjangan kita. Pada dasarnya manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah sehingga nampaklah ketelanjangan mereka. Tetapi Tuhan memberi pakaian dari kulit binatang untuk mengganti pakaian dari daun pohon ara. Ini berbicara pekerjaan Kristus dalam korban-Nya untuk menutupi segala dosa dan ketelanjangan kita, Tuhan rindu memperbaiki kita kembali supaya layak mengenakan pakaian lenan halus yaitu menjadi mempelai perempuan Kristus, yang dikuduskan dan disempurnakan.

2). SUARA.

Gereja yang sudah diubahkan itu harus ditandai dengan adanya suara sorak sorai sebagai bukti sudah dibebas kan dari ikatan dosa. Wahyu 19 : 1 - 5 ada suara yang mengatakan “Haleluya” inilah suara yang ke luar dari mulut mempelai perempuan Kristus yang masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba. Gereja Tuhan yang sudah menjadi mempelai itu harus ditandai dengan adanya suara sorak sorai, selalu ada sukacita karena kemenangan yang telah diberikan Kristus kepada kita.

3). MAHKOTA.

Mempelai itu juga dilengkapi dengan mahkota sebagai tanda milik Kristus, Raja di atas segala raja. Mahkota ini juga merupakan perhiasan pengantin, sebagai kelengkapan seorang perempuan yang menjadi istri seorang laki-laki. Di dunia ini saja, kalau ada seorang perempuan yang menikah dengan suaminya, ia pasti diperlengkapi dengan hiasan-hiasan termasuk hiasan kepala. Mahkota itu diletakkan di atas kepala sebagai tanda bahwa seorang perempuan telah menikah dan menjadi istri seorang laki-laki. Demikian juga dengan gereja Tuhan yang menjedi mempelai perempuan Kristus akan diberikan suatu mahkota yang indah.
Haleluya .....!!!!!

Rabu, 13 Januari 2010

Bible Study - Januari 2010

“TANDA PEMBAHARUAN HIDUP”

Bible Study/Ibadah Tutup Tahun
31 Desember 2009

Saudara-saudara, pada akhir zaman, yaitu menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, ada satu pelajaran penting yang harus kita ketahui, yaitu pelajaran tentang “pohon ara”. Lukas 11 : 12 - 14 Pohon Ara ini adalah pohon yang pernah dikutuk oleh Yesus, ini menunjuk kepada keadaan manusia yang pernah terkutuk yang diakibatkan oleh dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran. Tetapi disamping itu, pohon ara ini juga berbicara keadaan hidup manusia yang sudah mengalami tanda keubahan hidup.
Sebagai contoh kita bisa melihat kehidupan Ayub yang dipulihkan kembali lebih dari yang sebelumnya (Ayub 42 : 1 - 6). Penyebabnya: karena Ayub punya sikap yang benar: mau memperhatikan firman Tuhan. Keyakinan Ayub, ia yakin bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu dan ia juga yakin bahwa tidak ada rencana Tuhan yang gagal. Untuk mendapat pemulihan dari Tuhan, perubahan pertama yang dimiliki oleh Ayub adalah berubah dalan hal pandangan percaya yang benar akan firman Tuhan, bukan hanya percaya di mulut tetapi benar-benar percaya dalam hati dan tindakannya. Ayub 19 : 25 - 27 kepercayaan Ayub: ia yakin bahwa Penebusnya benar-benar hidup. Maka walau pun kulit tubuhnya sudah sangat rusak, ia tetap yakin bahwa tanpa daging pun ia dapat melihat Tuhan. Ayub melihat dan menyaksikan sendiri bahwa Tuhan memihak kepadanya.
Sauadara-saudara, supaya jangan hidup dalam kekuatiran, Yesus berkata supaya kita emandang burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai namun diberi makan. Supaya kita bisa sama seperti Ayub, hidup tanpa kekuatiran Matius 6 : 33 kita harus mengutamakan kebenaran lebih dari pada yang lain. Sebab jika kita sudah mengutamakan kebenaran lebih dari pada yang lain, maka kita pasti akan dapat melihat dan memperhatikan firman nubuatan, yaitu firman yang memperlihatkan kepada kita apa yang akan terjadi di kemudian hari. Khusus dalam Matius 24 : 14 nubuat yang terakhir, yang ketujuh, yang disampaikan Tuhan Yesus: Injil kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua orang. Injil Kerajaan adalah berbicara tentang Tabernakel Allah yang akan dinyatakan kepada umat-Nya. Sebab dalam Ibrani 8 : 5 firman Tuhan telah mengatakan Tabernakel itu adalah gambaran dan contoh kerajaan sorga yang diperlihatkan Allah kepada Musa di atas gunung.
Di samping itu, Injil kerajaan ini juga berbicara berita tentang kesempurnaan gereja Tuhan yang dibentuk dan dipersiapkan supaya menjadi mempelai perempuan Kristus, gereja Tuhan itu harus dikuduskan dan bahkan harus disempurnakan. Puncaknya Wahyu 21 : 2 Tuhan memperlihatkan kota yang kudus, yaitu Yerusalem yang baru, yang turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Supaya ini bisa terwujud, Matius 14 : 21; 15 : 38 perlu kita perhatikan sebanyak dua kali Tuhan Yesus mengadakan mujizat memberi makan lima ribu orang dan empat ribu orang. Kalau kita lihat yang dihitung disini hanya laki-laki saja, tidak termasuk perempuan mau pun anak-anak.
Timbul pertanyaan: mengapa perempuan dan anak-anak tidak termasuk dalam hitungan?
Apakah Tuhan itu tidak sayang kepada perempuan dan anak-anak, apakah perempuan dan anak-anak itu tidak boleh masuk ke dalam kerajaan sorga? Bukan karena Tuhan tidak sayang dan bukan karena mereka tidak boleh masuk dalam kerajaan sorga, tetapi ini berbicara sikap dalam menanggapi firman Tuhan. Sebagai jemaat Tuhan, kita semua baik laki-laki, perempuan bahkan anak-anak, harus punya sikap yang sama dalam menanggapi firman Tuhan, yaitu bersikap sebagai laki-laki.

Mengapa harus memiliki sikap seperti laki-laki?
Firman Tuhan dalam 1 Korintus 16 : 13 - 14 menjelaskan kepada kita sikap sebagai laki-laki ada tiga (3) hal yang sangat penting kita perhatikan, yaitu:
*berjaga-jaga,
**berdiri teguh dalam iman (tidak gugur imannya)
***dapat melayani Tuhan dengan kasih.
Itu sebabnya firman Tuhan begitu tegas mengatakan: “Bersikaplah sebagai laki-laki!” Ini perintah Tuhan yang sangat perlu kita perhatikan.
Maka setiap orang yang sudah masuk ke dalam kegerakan rohani, yaitu yang sudah mengalami tanda keubahan dalam hidup, kita semua mampu bersikap sebagai laki-laki, tetap berjaga-jaga dalam setiap waktu, tetap kuat dalam iman walau sedang dalam penderitaan dan selalu giat dalam melayani Tuhan. Atau dengan kata lain: kepengikutan kita kepada Tuhan tidak dapat terpengaruh oleh segala keadaan. Dan jika kita sudah bersikap sebagai laki-laki, barulah kita bisa memperhatikan nubuat yang terakhir tersebut, yaitu mempersiapkan diri supaya layak masuk dalam kerajaan Allah.
Walaupun dalam Matius 24 : 12 Yesus telah mengatakan bahwa menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, kedurhakaan akan semakin bertambah dan kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin, namun gereja Tuhan yang sudah mengalami tanda keubahan itu tidak perlu takut lagi. Sikap kita sebagai laki-laki itu pasti dapat mengatasi semuanya sehingga kita pasti dapat bertahan, akan tetap tinggal di dalam Tuhan dan tidak tergoyahkan. Jadi keberhasilan kita sangat ditentukan oleh sikap kita sendiri. HALELUYA ...!!!


“PELAJARAN TENTANG POHON ARA”

Bible Study - 14 Januari 2010

Matius 24 : 14 nubuat terbesar dan yang terakhir digenapi : Injil Kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia menjadi kesaksian. INJIL KERAJAAN = berbicara Tabernakel, juga berbicara kegerakan hujan akhir di mana akan terjadi kegerakan rohani yang sangat besar, Tuhan akan mencurahkan kuasa-Nya untuk memulihkan keadaan umat-Nya. Itu sebabnya dalam Amos 3 : 7 firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Maka sikap kita sebagai jemaat Tuhan mau pun sebagai hamba-hamba Tuhan, tidak cukup kalau hanya disebut sebagai orang percaya saja, tetapi harus mengalami peningkatan demi peningkatan sampai hidup kita ini benar-benar sesuai dengan kehendak-Nya.
Kalau dalam kegerakan hujan awal, Injil keselamatan diberitakan ke seluruh dunia, supaya banyak orang percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Tetapi dalam kegerakan hujan akhir, yang diberitakan adalah Injil Kerajaan sorga, diberitakan kepada seluruh dunia supaya semua orang yang sudah percaya itu mengalami peningkatan rohani, dibaharui dari sehari ke sehari sampai memiliki sifat Kristus. Maka kegerakan hujan akhir ini bisa kita lihat penampilannya dalam Wahyu 6 : 2 “penunggang kuda putih” akan maju sebagai pemenang. Jadi kuda putih ini adalah berbicara kegerakan hujan akhir, Kristus tampil dalam segala kekuatan dan kuasa-Nya untuk merebut kemenangan.
Dilanjutkan dalam Wahyu 19 : 11 - 16 penunggang kuda putih itu disebut sebagai: “Yang Setia dan Yang Benar”, dan nama-Nya ialah “Firman Allah.” Setiap orang yang mau mengikuti penunggang kuda putih ini juga pasti akan mengalami kemenangan demi kemenangan, juga akan disebut sebagai pemenang. Hanya kuncinya: kita juga harus setia mengikut Tuhan, harus setia melakukan segala perintah Tuhan dan selalu taat dan dengar-dengaran akan firman Tuhan. Maka pelajaran tentang pohon ara (Matius 24 : 32 - 36) seperti yang sudah kita lihat dan pelajari pada minggu-minggu ini harus menjadi pelajaran penting, harus kita perhatikan dengan sungguh-sungguh.
Sebab kita sudah mengetahui bahwa pelajaran tentang pohon ara ini adalah pelajaran tentang tanda keubahan hidup, hidup yang dahulu berada dalam kutuk, sekarang sudah beroleh kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan sorga.
Ranting-ranting yang melembut = hati yang mau menerima kuasa Tuhan dalam firman-Nya, Amsal 10 : 5 mengumpulkan pada musim dingin = mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, kemudian dijelaskan lagi dalam Amsal 30 : 25 sikap yang baik itu seperti "semut" yang menyediakan makanannya pada musim panas, artinya : tahu mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Jika pohon ara sudah melembut dan mulai bertunas, maka musim panas sudah dekat, Yesus mengatakan jika sudah melihat semuanya ini, berarti waktu kedatangan Tuhan yang kedua kalinya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Mari kita perhatikan firman Tuhan ini dengan sebaik-baiknya supaya kita juga bisa seperti semut dapat mengumpulkan makanan tepat pada waktunya. Sebab jika tidak berhasil mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, atau jika tidak masuk ke dalam suasana musim panas, akan terjebak ke dalam musim dingin, rohani menjadi dingin, tidak ada gairah untuk beribadah mau pun untuk melayani Tuhan. Suasana musim dingin ini sangat mempengaruhi rohani seseorang, suasana dingin rohani ini membuat orang Kristen tidak memperhatikan firman Tuhan, ia hanya melihat keadaannya sendiri. Dan penyebab dingin rohani itu sendiri adalah karena kedurhakaan, kedurhakaan inilah yang membuat banyak anak-anak Tuhan menjadi dingin rohani. Setiap orang yang sudah terjebak ke dalam suasana dingin rohani, pertama yang hilang dari dirinya adalah kasih, ia tidak lagi mengasihi Tuhan mau pun firman Tuhan. Maka tidak heran kalau dalam 1 Korintus 16 : 22 firman Tuhan begitu tegas mengatakan: “Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata.” Jadi jelas, setiap orang yang tidak hidup dalam kasih, sesungguhnya ia sedang berada dalam masalah besar, yaitu sedang berada dalam kutuk. Kalau keadaannya tetap seperti ini, kalau Tuhan datang sudah jelas ia akan tertinggal dan akan masuk ke dalam aniaya antikris.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengetahui bahwa Tuhan itu sangat menginginkan dan merindukan supaya kita mengalami tanda keubahan hidup, jangan pertahankan hidup dalam kutuk tetapi berjanjilah dengan sungguh-sungguh melakukan segala perintah Tuhan. Dari hidup yang terkutuk, harus mau diubah supaya menjadi manusia rohani yang sudah dibaharui dari hari ke hari, kemudian setelah kita diubahkan menjadi manusia rohani harus ditingkatkan lagi, harus mau diubah dan dibaharui oleh firman Tuhan sampai berhasil memiliki sifat-sifat Kristus. Jadi pada dasarnya, setiap orang yang sudah mengalami tanda keubahan hidup itu ditandai dengan sifat-sifatnya atau karakternya sudah sama seperti Kristus, semua sesuai dengan firman Tuhan.


“PELAJARAN TENTANG POHON ARA”

Bible Study - 21 Januari 2010

Saudara-saudara, firman Tuhan mengatakan bahwa kedatangan Tuhan sudah sangat dekat, sudah diambang pintu, dan prosesnya begitu cepat sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya. Karena itu sebagai persiapan supaya kita berhasil menyambut kedatangan-Nya, ada satu pelajaran penting yang harus kita perhatikan dengan baik-baik, yaitu “pelajaran tentang pohon ara”. Dan selama ini kita sudah beberapa kali melihat dan mempelajari tentang pohon ara, yaitu pelajaran yang berpokuskan tentang tanda keubahan hidup. Tanda keubahan hidup itu dimulai dari orang berdosa diubah menjadi orang benar, yang dikuduskan dan disempurnakan supaya layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Karena itu, supaya kita berhasil menyambut kedatangan Tuhan, ada sikap yang harus kita miliki, yaitu: cara mendengar yang baik.
Jika mendengar dengan baik, membuat kita dapat memperhatikan segala sesuatu dengan baik, cepat tanggap akan segala sesuatu dan tidak akan terpengaruh dengan perkara-perkara dosa., fokusnya hanya mengikut Tuhan dan mempersiapkan diri. Dan jika mendengar dengan baik, membuat kerohanian kita bertumbuh dengan baik sebab dapat mengerti akan firman maupun akan segala kehendak Tuhan. Supaya kita berhasil memiliki tanda keubahan hidup, pertama-tama sikap yang kita miliki: memperhatikan firman Tuhan dengan baik = memperhatikan kemurahan Tuhan.
Artinya: Jika kita sudah memperhatikan firman Tuhan, dari pihak Tuhan: IA akan menunjukkan kemurahan-Nya, untuk membela dan memelihara kita dalam setiap waktu.

Ada tiga (3) kemurahan Tuhan yang perlu kita miliki, yaitu:

1) Soal kebutuhan hidup : akan makan dan minum.
Markus 8 : 1 - 10 ketika Tuhan Yesus melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan karena mereka tidak mempunyai makanan. Tuhan Yesus menunjukkan kemurahan-Nya, walau pun banyak jumlah orang yang mengikuti-Nya, Tuhan Yesus sanggup memberi mereka makan sampai kenyang bahkan sampai ada sisa tujuh bakul penuh. Demikian juga, jika kita mau mendengar dan memperhatikan firman Tuhan, maka Tuhan juga akan menunjukkan kemurahan-Nya untuk mencukupkan segala kebutuhan kita dalam segala hal.
2).Soal kesehatan: tubuh yang dipelihara.
Markus 1 : 40-42 ketika seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut memohon bantuan-Nya (=memohon kemurahan), maka tergeraklah hati Tuhan Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplan penyakit orang kusta itu, dan ia menjadi tahir. Arti perkataan Yesus: "Aku mau, jadilah engkau tahir" = Tuhan mau memberikan kemurahan-Nya memberi kesembuhan kepada orang yang sakit.
Demikian juga berlaku bagi setiap orang sakit, kalau mau datang kepada Tuhan Yesus memohon dengan sungguh-sungguh dengan memperhatikan firman Tuhan, maka Tuhan akan memberi kesembuhan sebagai bukti Yesus peduli akan kesehatan kita, Yesus peduli dengan tubuh jasmani kita. Kuncinya: datang kepada Yesus dengan sungguh-sungguh dengan merendahkan diri dihadapan-Nya sambil memohon kemurahan-Nya. Maka separah apapun penyakitmu, seberat apapun derita yang engkau tanggung, Tuhan akan menunjukkan kemurahan-Nya untuk memberikan kesembuhan.
3). Soal penghiburan.
Tuhan Yesus juga mau memberikan penghiburan kepada setiap orang yang membutuhkan penghiburan. Lukas 7 : 13 - 14, ketika Tuhan Yesus membangkitkan orang muda di kota Nain, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan setelah melihat kesedihan hati janda yang telah ditinggal mati oleh anaknya. Maka Tuhan Yesus berkata kepadanya: “Jangan menangis”. Ini membuktikan Tuhan Yesus sangat peduli dengan orang-orang yang sedang dalam masalah termasuk kepada orang yang sedang mengalami kematian anak sekali pun. Kalau kita mau memperhatikan firman dan memperhatikan kemurahan Tuhan, maka Tuhan bersedia memberikan penghiburan.

Saudara-saudara, memperhatikan kemurahan Tuhan sama dengan mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Orang yang mau ditolong oleh Tuhan, yang mau disembuhkan, yang mau dihiburkan, harus mau memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik supaya Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya. Roma 11 : 22 firman Tuhan mengatakan ada dua hal yang perlu kita perhatikan, yaitu kemurahan dan kekerasan Tuhan. Kepada orang yang mau memperhatikan kemurahan, Tuhan tidak akan memotong/membuang mereka, tetapi kepada orang yang tidak mau memperhatikan kemurahan, Tuhan akan menunjukkan kekerasan-Nya khususnya kepada orang-orang yang telah jatuh. Sebagai jemaat Tuhan, kita jangan hanya memperhatikan kemurahan Tuhan saja, tetapi perhatikan juga kekerasan-Nya supaya ada rasa takut akan Tuhan sehingga kita tidak bermain-main lagi dengan yang namanya dosa atau pelanggaran.




Kamis, 10 Desember 2009

Bible Study - Desember 2009

“LEBIH DARI PEMENANG”

Kamis - 03 Desember 2009

Wahyu 21 : 7 yang menang akan memperoleh hidup yang kekal di dalam sorga, layak menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Tetapi kalau tidak menang, akan masuk ke dalam kematian yang kedua, yaitu di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Maka kalau kita lihat firman Tuhan dalam Wahyu pasal 6 pembukaan ketujuh meterai berbicara tentang pembukaan rahasia-rahasia tentang akhir zaman maupun tentang rahasia kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kalinya.
METERAI = penutup suatu rahasia. Yang sanggup membuka meterai hanyalah Anak Domba, yaitu pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria sorga. Wahyu 5 : 3 - 5 firman Tuhan menjelaskan tidak ada seorangpun yang dapat membuka ketujuh meterai, termasuk rasul Yohanes sendiri, walaupun ia rasul yang paling dikasihi Yesus, tidak dapat melihat bagian dalamnya. Pribadi Yesus itu digambarkan sebagai “singa dari suku Yehuda”, yaitu tunas Daud yang telah menang, disebut menang karena Yesus telah mati dan bangkit kembali, IA telah mengalahkan maut untuk selama-lamanya.
Wahyu 5 : 9 Yesus layak menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya karena:
*Yesus telah disembelih
(=mengalami proses kematian, IA mati bukan karena dosa-Nya sendiri tetapi sebagai korban pendamaian yang memperdamaikan kita dengan Allah).
**Yesus telah bangkit
(=setelah mati, Yesus bangkit kembali pada hari yang ketiga mengalahkan maut supaya kita beroleh kehidupan bersama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya).
Maka supaya kita bisa menang, kita harus mengikuti yang telah menang yaitu Yesus Kristus, Dialah yang harus kita teladani dan kita ikuti supaya kita berhasil lebih dari orang-orang yang telah menang. Sebab jika tidak mau mengikuti yang telah menang, maka tidak mungkin bisa menang mengalahkan dosa, tidak mungkin bisa menjadi pemenang. Sebab pemimpin yang kita ikuti itu menjadi penentu menang atau tidak, menjadi lebih dari pemenang ditentukan dengan pemimpin yang kita ikuti. Sekarang ini sudah saat-saat akhir menjelang kedatangan Tuhan Yesus Kristus, akhir dari akhir zaman. Maka pada langkah-langkah terakhir ini kita harus berjuang lebih sungguh-sungguh melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, yaitu hidup di dalam ibadah dan pelayanan yang benar.
Wahyu 2 : 1 - 7 suatu teguran yang begitu keras kepada jemaat di Efesus karena mereka tidak lagi melakukan apa yang semula telah mereka lakukan dan karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula. Padahal dalam ayat 2 - 3 jemaat di Efesus ini adalah jemaat yang berjerih payah dalam mengikuti Tuhan, dan yang selalu bertekun. Tetapi karena mereka telah meninggalkan kasih yang mula-mula, firman Tuhan begitu keras menegor dan mencela mereka: betapa dalamnya engkau telah jatuh.
Maka Tuhan Allah menasehatkan supaya mereka bertobat dan melakukan lagi apa yang semula telah mereka lakukan, yaitu beribadah dan melayani Tuhan. Jika menang, maka jemaat di Efesus akan masuk ke taman Firdaus Allah dan akan diberi makan dari buah pohon kehidupan. Tetapi jika tidak menang, maka Tuhan ALlah akan mengambil kaki dian dari tempatnya, artinya: tidak diberi kesempatan lagi baik untuk beribadah maupun melayani Tuhan.
Penjahat yang di sebelah kanan salib Tuhan Yesus, pada detik-detik terakhir dari kematiannya sempat mengakui Yesus sebagai Raja. Kalau yang di sebelah kiri mengejek, tetapi yang di sebelah kanan ini justru mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya, ia berkata kepada Yesus: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Lukas 23 : 39 - 43).
Seorang yang sedang berada pada detik-detik kematian sanggup mengaku Yesus sebagai Raja , ini bukan pekerjaan yang mudah tetapi merupakan pengenalan yang sangat luar biasa,. Sebab biasanya orang yang sedang berada dalam penderitaan suka sekali bersungut-sungut, tetapi orang yang di sebelah kanan Tuhan Yesus ini sanggup mengaku Yesus sebagai Raja. Jika mengaku Yesus sebagai Raja sama dengan mengaku Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga yang akan menikah dengan mempelai perempuan-Nya (Wahyu 19 : 6 - 8). Sebab dalam Hosea 2 : 18 - 19 puncak rencana Tuhan bagi kita adalah : Allah mau menjadikan umat-Nya sebagai istri-Nya dalam keadilan dan kebenaran dalam kasih setia dan kasih sayang. Tujuannya: supaya kita dapat mengenal Kristus dengan tepat dan benar, bukan hanya sebagai Tuhan dan Juruselamat saja tetapi lebih dari pada itu sebagai Mempelai Pria Sorga.
Yesaya 62 : 4 - 5
kalau kita sudah jadi mempelai perempuan Kristus, akan disebut:
1). yang tidak ditinggalkan suami,
2). yang tidak sunyi, dan
3). yang berkenan kepada Allah.
Maka dalam ayat 6 khusus kepada mempelai perempuan, Tuhan menempatkan pengintai-pengintai untuk melindungi mempelai-Nya itu sepanjang hari dan sepanjang malam. Gereja Tuhan yang jadi mempelai perempuan itu puncaknya akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan. Inilah penampilan gereja Tuhan yang jadi pemenang, yang telah diberi kemenangan oleh Kristus sebagai pemimpin yang sanggup memberikan kemenangan. Haleluya...!!



“LEBIH DARI PEMENANG”

Bible Study - Kamis 10 Desember 2009


Saudara-saudara, dalam setiap kemenangan ada berkat besar yang tersimpan di dalamnya, asal kita tetap tekun dan tetap setia melakukan segala perintah Allah. Sama seperti firman Tuhan kepada ketujuh jemaat dalam kitab Wahyu pasal 2 & 3, firman Tuhan selalu mengatakan: “Barangsiapa menang” ini merupakan janji Tuhan kepada setiap orang yang mau menekuni firman Tuhan, di mulai dari jemaat di Efesus sampai kepada jemaat di Laodikia, baik jemaat yang bobrok rohaninya sampai kepada jemaat yang bertumbuh rohaninya. Gereja Tuhan yang menang, kepada merekalah Tuhan akan menepati segala janji-Nya, Tuhan akan menunjukkan dan memberikan apa yang menjadi upah yang layak mereka terima. Inilah janji Allah kepada Yosua dan bangsa Israel dalam kitab Yosua 1 : 7 - 8, jika tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, jika selalu merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, atau dengan kata lain jika tetap setia melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan, maka dua hal ini akan kita alami, yaitu:
  1. perjalanan kita pasti akan berhasil
  2. akan tetap beruntung ke manapun kita pergi (=melangkah).
Mengapa?
Sebab Tuhan ada dipihak kita yang selalu siap sedia memberikan kemenangan yang besar.
Karena itu, sebagai jemaat Tuhan, mari kita perhatikan peringatan-peringatan Tuhan kepada ketujuh jemaat yang ada dalam kitab Wahyu pasal 2 & 3 tersebut supaya kita dapat mengambil keputusan yang tepat dan benar, tidak terombang-ambing oleh cara-cara atau sifat-sifat sesama jemaat Tuhan. Salah satu yang perlu kita perhatikan, kepada jemaat di Tiatira firman Tuhan begitu tegas menegor dan mengoreksi keadaan mereka: supaya jangan sesat.
Mengapa demikian?
sebab di sana ada seorang yang bernama IZEBEL yang membawa kesesatan supaya berbuat zinah dan supaya makan persembahan-persembahan berhala yang menjijikkan hati Tuhan. Dalam Wahyu 2 : 20 kita bisa melihat sasaran penyesatan itu pertama-tama ditujukan kepada pemimpin-pemimpin rohani, sebab jika pemimpin-pemimpin rohani sudah sesat, maka dengan mudah pula jemaat-jemaat yang dipimpinnya disesatkan. Izebel ini adalah istri raja Ahab, seorang perempuan Sidon yang membawa dewa-dewanya dan nabi-nabinya ke Israel, inilah yang membuat sehingga raja Ahab sendiri maupun orang Israel terseret kepada penyembahan yang salah, yaitu menyembah kepada dewa Baal. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tetap waspada sebab penyesatan ini memiliki perkembangan yang sangat cepat, di mulai dari satu pribadi, berlanjut kepada satu keluarga, berlanjut kepada satu bangsa dan terus akan berlanjut kepada semua bangsa-bangsa di dunia ini. Kalau penyesatan itu dapat berkembang, maka untuk mengimbangi penyesatan itu kita harus punya sikap yang tepat dan benar, yaitu:
harus tetap mengikuti perkembangan firman Tuhan dalam bentuk firman pengajaran mempelai yang Alkitabiah.
Sebab jika kita sudah setia mengikuti perkembangan firman pengajaran ini, maka kita akan dapat mengenal Tuhan dengan tepat dan benar, bahkan kita akan semakin dibentuk dan dipersiapkan dalam segala hal untuk menyongsong kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Yesaya 2 : 2 - 3, supaya jangan sesat firman Tuhan menghimbau supaya kita datang ke bukit Sion. Mengapa harus ke bukit Sion? sebab di bukit Sion ada firman pengajaran. Khusus pada hari-hari terakhir, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya akan ada suara (yaitu firman Tuhan) yang akan menghimbau: “Mari kita naik ke gunung Sion, ke rumah Allah Yakub” tujuannya adalah:
  1. supaya Tuhan mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya
  2. supaya kita dapat berjalan menempuhnya (= jalan dalam terang firman Tuhan).
Mengerti jalan Tuhan menjadi kunci utama supaya kita bisa menang.
Sebab kalau seseorang itu sudah salah arah (=sudah sesat) apalagi sudah sempat menekuni kesesatan ini, maka sangat sulit untuk kembali kepada kebenaran, sulit melepaskan diri dari tangan iblis. Maka dalam Wahyu 2 : 21 sebenarnya kepada jemaat di Tiatira ini sudah diberi kesempatan/waktu supaya bertobat dari zinahnya, tetapi sayang mereka tidak mau bertobat. Akibatnya: Tuhan melemparkan mereka ke atas ranjang orang sakit dan ke dalam kesukaran yang besar, yaitu masuk ke dalam aniaya antikristus.
Tetapi kepada jemaat-jemaat yang lain, yaitu jemaat yang tidak terseret kepada kesesatan yang tidak menyelidiki apa yang disebut seluk beluk iblis, Tuhan berjanji tidak akan menanggungkan beban lain. Kepada jemaat di Tiatira yang menang Tuhan akan mengaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa untuk memerintah dengan tongkat besi, dan Tuhan juga akan mengaruniakan bintang timur.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus mengetahui bahwa pada zaman akhir ini bahaya yang paling besar yang sedang mengancam pertumbuhan rohani, baik sebagai hamba-hamba Tuhan terlebih lagi sebagai jemaat-jemaat, adalah bahaya penyesatan. Sehingga dalam Matius 24 ketika Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya tentang tanda-tanda akhir zaman dan tanda-tanda kesudahan dunia, salah satu yang paling ditekankan adalah tentang bahaya penyesatan. Maka khusus tentang bahaya penyesatan ini, Tuhan Yesus menekankan: supaya kita tetap “WASPADA”, ini berarti kita harus tetap waspada supaya jangan sampai disesatkan oleh pengajaran-pengajaran yang palsu. Sebab sebelum Tuhan Yesus datang kali yang kedua, banyak orang akan datang dengan memakai nama Tuhan dengan maksud untuk menyesatkan banyak orang (Matius 24 : 4 - 5). Kalau tidak hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, maka bahaya penyesatan ini akan masuk dan merusak iman anak-anak Tuhan. Terhadap penyesatan tidak ada seorang pun yang bisa kebal, baik itu hamba-hamba Tuhan apalagi yang namanya jemaat, tidak ada seorang pun yang bisa kebal terhadap penyesatan. Karena itu kunci supaya jangan sesat: terima firman pengajaran mempelai Alkitabiah, yaitu firman yang telah dibukakan rahasianya. Firman Tuhan yang telah dibukakan rahasinya akan membukakan mata rohani kita dan akan memberikan pengertian yang benar sehingga kita dapat mengeikuti Tuhan dengan benar dan tidak akan kalah terhadap penyesatan ini. HALELUYA ... !!!


“LEBIH DARI PEMENANG”

Bible Study - Kamis, 17 Desember 2009

Ruangan Maha Suci berbicara tentang kesempurnaan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga, tempat di mana Ia akan menyatu dengan gereja-Nya yang telah disempurnakan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya. Ruangan Maha Suci ini tidak bisa terlepas dari percikan darah yang dibawa mulai dari Mezmah Korban Bakaran sampai ke depan Tabut Perjanjian, di mana Peti dan tutup pendamaian diperciki dengan darah. Darah inilah juga yang bisa menyucikan gereja Tuhan supaya layak menyatu dengan Kristus sebagai Mempelai Pria Sorga. Dapat kita lihat dalam Wahyu 7 : 14 pakaian kita bisa menjadi putih karena sudah dicuci dengan darah Anak Domba. Pakaian ini berbicara perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus setelah menerima percikan darah Kristus (Wahyu 19 : 8).
Pakaian putih ini harus kita miliki, sebab pakaian putih ini menjadi penentu supaya kita layak berdiri dihadapan tahta Allah dan melayani Dia di Bait Suci-Nya (ayat 15). Karena itu, supaya kita berhasil memiliki pakaian yang putih ini, ada sikap yang harus kita miliki, yaitu: jangan kompromi dengan yang namanya dosa. Karena itu kalau kita lihat dalam kitab Wahyu 3 : 1 - 6 firman Tuhan memperlihatkan kepada kita, bahwa di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya, yang tidak kompromi dengan dosa, karena itu, mereka layak berjalan dengan Tuhan dalam pakaian putih. Padahal kalau kita lihat keadaan jemaat di Sardis, mereka dikatakan hidup padahal mati, mereka adalah jemaat yang sudah hampir mati dan tidak ada satupun dari pekerjaan mereka yang didapati Tuhan sempurna. Tetapi justru dalam keadaan yang demikianlah masih ada beberapa orang dari antara jemaat di Sardis yang berhasil menang, berhasil memiliki pakaian putih yang telah dicuci dengan darah Anak Domba.

Kuncinya: mendengar dan lakukan firman Tuhan.

Abraham, setelah dipanggil Allah ke luar dari Ur-Kasdim tidak langsung meresponi firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dalam Kejadian psl 12, setelah Allah berfirman memang Abraham langung ke luar dari Ur-Kasdim tetapi ada yang kurang dilakukan, yaitu pada waktu Abraham ke luar, LOT juga turut serta bersama dengan Abraham. Padahal Allah sudah berfirman supaya Abraham pergi bukan hanya meninggalkan negerinya, tetapi termasuk juga meninggalkan sanak saudaranya, yang disuruh ke keluar hanya Abraham dan istrinya, tidak termasuk dengan LOT. Dalam hal ini Abraham masih kompromi dengan saudaranya. Inilah yang membuat sehingga lama sekali Allah baru mau berfirman kepada Abraham untuk melanjutkan rencana-Nya. Tetapi setelah dalam psl 13, yaitu setelah LOT berpisah dari Abraham, barulah Tuhan berfirman kepada Abraham untuk melanjutkan janji-Nya, baik untuk memberikan berkat maupun tentang keturunan.
Saudara-saudara, orang yang sudah rohani harus berbeda dengan orang yang tidak rohani demikian juga dalam hal pandangan orang yang rohani itu harus berbeda dengan orang yang tidak rohani. Dalam Kejadian 13 : 10 - 13 pandangan LOT = memandang Sodom dan Gomora seperti taman Tuhan, sepertinya indah memberi harapan. Memang Sodom dan Gomora itu banyak airnya (=subur) tetapi yang menjadi masalah adalah orang-orang yang ada di Sodom dan Gomora itu adalah jahat-jahat, tidak ada rasa takut akan Tuhan. Inilah yang mempengaruhi kehidupan LOT. Maka sekalipun LOT itu sudah kaya, pandangannya masih saja tamak, tidak pernah puas dengan apa yang sudah ada padanya, sehingga LOT dan keluarganya tidak ada satu pun yang berkenan kepada Allah.
Tetapi pandangan Abraham setelah ia berpisah dengan LOT berhasil memiliki pandangan yang baik. Kalau pun Tuhan berfirman “Pandanglah sekekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan ke barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” (lihat ayat 14 - 18) Abraham memandang bukan karena mengikuti pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang mengarahkan pandangannya untuk memandang kepada janji yang telah disediakan Tuhan kepadanya dan kepada keturunannya. Abraham itu benar-benar memiliki pandangan yang benar, berhasil memandang tempat yang telah dijanjikan Tuhan kepadanya.
Inilah juga yang harus menjadi kerinduan kita sebagai jemaat Tuhan, kita harus berhasil memiliki pandangan yang tepat dan benar supaya kita juga berhasil mendapatkan apa yang telah dijanjikan Tuhan bagi kita. Kalau pandangan kita sudah benar, berkatnya bukan hanya secara lahiriah saja, tetapi terlebih pula kita dapat mengenal pribadi Allah yang sesungguhnya, kita dapat memandang-Nya lewat firman pengajaran-Nya yang besar dan mulia. Karena itu sekalipun kita sedang diperhadapkan seperti keadaan jemaat di Sardis, mengalami begitu banyak tantangan dan cobaan, namun pandangan kita itu menjadi penentu supaya kita berhasil disebut sebagai: PEMENANG, kita juga akan berhasil memiliki pakaian putih dan berhasil berjalan bersama dengan Kristus dalam pakaian putih, dengan kata lain berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, masuk dalam pesta kawin Anak Domba. Kalau kita sudah berhasil memiliki pakaian putih, Tuhan tidak akan menghapus nama kita dari dalam kitab kehidupan melainkan Tuhan akan mengaku nama kita di hadapan Bapa dan dihadapan para malaikat-Nya. Sungguh, ini adalah berkat yang besar, yang harus kita rebut supaya kita benar-benar layak berjalan bersama dengan Kristus. H A L E L U Y A ...!!!



“NATAL MENURUT INJIL MATIUS”

Bible Study/Ibadah Malam Natal - 24 Desember 2009

Saudara-saudara, NATAL menurut Injil Matius menceritakan Yesus sebagai Raja, yang dibuktikan dalam Matius 1 : 1 dalam silsilah Yesus disebut sebagai anak Daud, jadi nama Daud lebih ditonjolkan dari nama-nama yang lain termasuk dari nama Abraham. Ini membuktikan bahwa Yesus yang telah lahir itu adalah benar-benar seorang Raja yang sanggup menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Matius 1 : 21). Pertama-tama yang bisa mengenal Yesus sebagai Raja adalah orang-orang majus yang datang dari Timur mencari Raja yang baru lahir sebab mereka telah melihat bintang-Nya di Timur. Dan memang imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat juga tahu bahwa di Betlehem akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat Allah, yaitu Israel (Matius 2 : 1 - 12). Jadi ketika Yesus lahir di Betlehem, IA lahir sebagai seorang Raja yang berkuasa menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa dan yang menjadi pemimpin umat-Nya kepada kemenangan. Itu sebabnya pada hari-hari yang lalu kita telah melihat bahwa NATAL itu adalah wujud cinta kasih Allah kepada manusia, di mana Ia telah turun menjadi manusia dan menjadi sama seperti kita. Tujuannya: untuk menyelamatkan kita dan menjadi Pengantara yang memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga.
Yesus Kristus telah diberikan sebagai kado yang terbesar dan yang tertinggi, jauh lebih tinggi dari semua yang ada di dunia ini. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, sikap kita dalam suasana NATAl ini harus menghargai dan menerima kelahiran Kristus dengan sikap yang benar, menerima firman Tuhan supaya masuk di dalam hati kita. NATAl itu bukan hanya sekedar perayaan begitu saja seperti ketika orang merayakan ulang tahun dengan meriah, NATAL yang benar bukan dengan acara-acara yang heboh dan bukan hanya sebagai kebiasaan-kebiasaan belaka. Sebab kalau kita lihat pada zaman sekarang ini, banyak orang merasa berhasil merayakan NATAL dengan acara-acara yang nampaknya menarik, dengan kue-kue yang enak-enak, dengan lilin atau pohon natal. Ingat! NATAL itu bukanlah sekedar perayaan, tetapi harus dihargai dengan sebaik-baiknya dengan sikap mau datang kepada Tuhan, masuk ke dalam Ibadah dan penggembalaan yang benar, barulah Yesus mau lahir di dalam hidup kita.
Sama seperti kelima nama-nama perempuan yang disebut dalam silsilah Tuhan Yesus, yang di mulai dari Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba dan Maria. Kelima perempuan ini mempunyai latar belakang berbeda-beda, ada yang hancur nikahnya seperti Tamar, ada yang hancur hidupnya menjadi pelacur seperti Rahab, ada yang dari latar belakang orang Moab seperti Rut, ada yang tertindas seperti Batsyeba, ada pula yang sederhana seperti Maria. Tetapi kelima nama-nama ini, walaupun dari latar belakang yang berbeda-beda tetapi berhasil masuk dalam silsilah Tuhan Yesus.
Kelima nama perempuan ini adalah gambaran kepada gereja Tuhan yang berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga, yang masuk ke dalam pesta perjamuan, sama seperti kelima gadis bijaksana dalam Matius 25 : 1- 13 yang berhasil menyongsong mempelai laki-laki. Disebut gadis yang bijaksana karena telah mempersiapkan diri dengan hidup sesuai dengan firman Tuhan, hidup yang selalu bergantung harap kepada Tuhan.
Kita semua juga mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, mungkin tidak jauh beda dengan kelima gadis tersebut di atas, tetapi sekalipun demikian lewat NATAL ini hidup kita bisa dipulihkan dan dibaharui, dengan catatan terima firman dan hiduplah dalam pimpinan Roh Kudus. Karena itu, marilah kita berNATAL yang benar, bukan dengan kesenangan atau dengan cara sendiri, tetapi sesuaikan semua dengan firman Tuhan. Setialah beribadah kepada Tuhan dan hiduplah dalam penggembalaan yang benar supaya Tuhan berkenan hadir di dalam hidup kita, mejadi Pemimpin yang berkuasa menyelamatkan kita dari segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini. H A L E L U Y A ... !!


“YESUS KRISTUS DATANG SEBAGAI HAMBA”

Bible Study/Ibadah Tutup Tahun
31 Desember 2009

Sebagaimana telah kita lihat pada Buletin kita minggu yang lalu, NATAL adalah kado Allah yang terbesar, yang diberikan kepada semua orang, di mana Yesus lahir ke dunia ini dan menjadi sama dengan manusia supaya bisa menjadi Juruselamat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. NATAL itu juga adalah berbicara tentang penggenapan janji-janji Allah tentang keselamatan yang sudah dinubuatkan sejak dalam Perjanjian Lama. Firman Tuhan sudah menubuatkan tentang lahirnya Mesias yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.
Saudara-saudara, kalau kita lihat keempat Injil, hanya Injil Markus saja yang tidak menceritakan tentang kelahiran Yesus Kristus, ketika IA datang ke dunia ini. Kalau dalam Injil Yohanes, masih diceritakan bahwa Yesus itu adalah firman yang telah menjadi manusia dan diam di antara kita, sehingga kita dapat melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, yang penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1 : 14). Tetapi khusus dalam Injil Markus tidak ada cerita tentang lahirnya Yesus sebagai Juruselamat dunia.
Mengapa Injil Markus tidak menceritakan tentang kelahiran Yesus?
Sebab Injil Markus adalah kitab yang menceritakan Yesus sebagai hamba. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Injil Markus, masih dalam pasal 1 saja sudah diceritakan tentang pelayanan Yesus setelah IA dibabtis di sungai Yordan, IA langsung dibawa oleh Roh ke padang gurun dan tinggal di sana selama empat puluh hari lamanya di antara binatang-binatang liar (=buas). Ini semua untuk menunjukkan kepada kita tentang kemampuan Yesus yang datang sebagai hamba untuk melayani umat-Nya. Dalam Filipi 2 : 5 - 7 firman Tuhan mengatakan untuk menjadi hamba, Yesus harus mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa sebagai hamba dan menjadi sama dengan manusia, tujuannya adalah untuk melayani kita. Maka setelah selesai dibabtis di sungai Yordan, Yesus langsung dibawa oleh Roh untuk berhadapan dengan iblis yang tampil lewat binatang-binatang liar (=buas). Hal ini terjadi untuk membuktikan kepada kita bahwa Yesus itu benar-benar mampu sebagai Juruselamat, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa. Yesus mampu menghadapi binatang-binatang liar tersebut karena di dalam diri-Nya ada firman Tuhan.
Maka sebagai jemaat Tuhan, sekalipun engkau mengalami banyak tantangan, banyak pencobaan atau penderitaan, kita harus mempunyai satu keyakinan: kita pasti bisa menang, karena Yesus sudah lebih dahulu menang maka Ia juga pasti akan memberikan kemenangan kepada kita sekaliannya.
Sekalipun engkau sendang dalam sakit penyakit yang begitu parah, engkau harus tetap yakin bahwa engkau “pasti sembuh” bahkan sekali pun engkau sedang dalam masalah besar, engkau harus tetap yakin: Tuhan pasti menolong engkau.
Kuncinya: selagi firman Tuhan ada dalam hidupmu dan selagi ada Roh Kudus memimpin hidupmu, Tuhan pasti akan memberikan kemenangan, sama seperti Yesus menang demikian juga kita akan menang. Maka jadikanlah firman itu sebagai kebutuhanmu yang lebih utama bahkan yang lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini, termasuk dari hidupmu sendiri. Jika sudah demikian, maka firman yang ada di dalam hatimu itu akan mengerjakan perkara yang besar, sanggup melepaskan engkau dari segala masalah, sanggup mengatasi penderitaanmu, sanggup memberikan kesembuhan dalam tubuhmu.
Saudara-saudara, semua janji-janji Allah yang sudah dinubuatkan itu pasti digenapi, tidak ada satu pun yang tidak digenapi atau terlalaikan termasuk tentang kedatatangan-Nya yang kedua kalinya. 2 Pettrus 3 : 3 firman Tuhan mengatakan pada hari-hari zaman akhir, akan tampil banyak orang sebagai pengejek-pengejek, yang menganggap Tuhan telah lalai menepati janji-Nya. Ini tidak benar. Sebab dalam ayat 9 firman Tuhan telah menegaskan bahwa sebenarnya Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun banyak orang yang menganggapnya sebagai kelalaian. Mereka ini adalah orang yang tidak mengerti akan firman Tuhan. Sebenarnya kalau pun sampai sekarang ini Tuhan belum juga datang, bukan berarti karena IA telah lalai atau lupa akan firman-Nya. Tetapi ada satu maksud dan tujuannya, yaitu: supaya jangan ada seorang pun yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Saudara-saudara, pada NATAL yang pertama kita patut bersyukur kepada Tuhan. Sebab jika dalam Perjanjian Lama nama Tuhan itu masih merupakan suatu rahasia dan tidak sembarangan orang menyebut nama-Nya. Tetapi khusus pada NATAL yang pertama, nama Tuhan Allah itu sudah dinyatakan dan diberitahukan kepada Yusuf dan Maria, supaya Anak yang baru lahir itu diberi nama: YESUS. Jadi nama Tuhan kita yang sebenarnya adalah YESUS, jangan ada orang yang ragu akan hal ini dan jangan sampai saudara lupa akan nama ini, sebab nama Tuhan kita ini adalah nama yang berkuasa, patut kita andalkan dalam segala hal.
Bisa kita lihat dalam Ibrani 1 : 1 - 4 firman Tuhan menjelaskan: kalau pada zaman dahulu , yaitu dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada umat-Nya lewat perantaraan nabi-nabi, tetapi pada zaman akhir ini, yaitu sejak Yesus lahir, Allah sudah berbicara kepada manusia dengan perantaraan Anak-Nya, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang telah ditetapkan sebagai Juruselamat semua orang. Hanya Dialah satu-satunya yang sanggup menyelamatkan kita dari segala dosa dan melepaskan kita dari maut. Kemudian dalam ayat 3 dijelaskan Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah yang sebenarnya, yang menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh dengan kekuasaan. Jadi Yesus itu adalah Allah kita sebenarnya, Yesus itulah nama Allah yang telah diberikan kepada manusia supaya lewat nama-Nya kita beroleh keselamatan. Karena itu jangan ada seorang pun yang ragu tentang nama Allah yang sesungguhnya. Haleluya...!!!

Rabu, 11 November 2009

BIBLE STUDY NOPEMBER 2009

“LEBIH DARI PEMENANG”

Bible Study, 05 Nopember 2009

Supaya bisa mengalami kemenangan, harus ada perjuangan, harus ada pergumulan. Sama seperti dalam suatu pertandingan, yang bisa memenangi pertandingan itulah yang disebut pemenang. Dalam Wahyu 21 : 7a dikatakan: “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini” yang dimaksud “semuanya ini” adalah berbicara tentang hidup yang kekal yang telah dijanjikan Allah kepada umat-Nya. Kita harus menang sebab dalam Wahyu 21 : 4 dijelaskan yang ada di dalam dunia: air mata/tangisan, maut, perkabungan, ratap tangis dan dukacita, jadi firman Tuhan telah menjelaskan kepada kita bentuk pertandingan yang sedang diperhadapkan kepada kita, dan inilah pertandingan yang harus kita menangkan tersebut. Pada zaman Nehemia, ketika bangsa Israel membangun kembali kota Yerusalem yang telah runtuh, mereka menghadapi tantangan yang besar dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Nehemia 4 : 14, ketika Nehemia mengamat- amati keadaan atau yang sedang terjadi di tengah-tengah orang Israel khususnya di Yerusalem, maka Nehemia berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang lain supaya:
*jangan takut,
**supaya mengingat kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan
***supaya mereka berperang untuk saudara-saudara, untuk anak-anak lelaki,
untukanak-anak perempuan, untuk istri dan untuk rumah mereka.
Apa yang dialami oleh Nehemia ini bagi kita sekarang adalah berbicara tentang pembangunan tubuh Kristus, yaitu untuk membangun jemaat-jemaat supaya bisa menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang dikuduskan dan yang di sempurnakan. Memang dalam membangun jemaat menjadi tubuh Kristus banyak juga tantangan, kita juga harus berjuang dan mengalami banyak penderitaan seperti yang dialami oleh bangsa Israel pada zaman Nehemia, tetapi sekalipun demikian Tuhan Allah tidak akan tinggal diam, Ia juga akan menyertai kita dan membela kita dalam segala perkara yang kita hadapi. Firman Tuhan dalam Ibrani 13 : 5b mengatakan: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Inilah janji Tuhan kepada setiap orang yang mau hidup di dalam firman Tuhan. Dan kalau Tuhan sudah berjanji tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan, maka dengan yakin kita akan dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut.” (ayat 6). Kemudian dalam Yesaya 43 : 1 - 4, firman Tuhan juga sudah mengatakan: “Janganlah takut” Mengapa? sebab Tuhan Allah sudah “menebus” dan “memanggil” dan menjadikan kita sebagai umat kepunyaan Tuhan sendiri.

Maka jika kita sudah milik Allah, buktinya:
1). MENYEBERANG MELALUI AIR Tuhan akan menyertai.
Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, sedang terjepit sebab di depan ada laut di belakang ada tentara Mesir di kiri dan kanan padang belantara yang luas, jadi mereka hampir putus asa. Tetapi Tuhan menyelamatkan umat-Nya, Tuhan berkata kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir,” Maka Allah membelah laut tersebur sehingga orang Israel bisa berjalan di atas tanah yang kering.
2). BERJALAN MELALUI SUNGAI Tuhan menyertai.
Dalam Yosua 3 : 14 - 17 sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan ada satu sungai yang harus mereka seberangi, yaitu sungai Yordan. Tetapi Tuhan memerintahkan kepada Yosua supaya imam pengangkat tabut berjalan di depan dan bangsa Israel berjalan di belakang dengan jarak dua ribu hasta. Maka begitu imam pengangkat tabut menginjakkan kakinya, air sungai Yordan itu berhenti mengalir sehingga bangsa Israel bisa berjalan di tanah yang kering.
3). BERJALAN MELALUI API Tuhan menyertai.
Dalam Daniel 3 : 16 - 30 ketika Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan kepada perapian yang menyala-nyala, mereka tetap tidak mau menyembah patung yang telah dibuat oleh raja Nebukadnezar. Walaupun mereka dilemparkan ke dalam perapian yang telah dipanaskan tujuh kali lebi panas, Tuhan Allah menyertai mereka dan tidak ada sehelai rambutpun yang terbakar bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka.
Contoh-contoh di atas merupakan tanda-tanda penyertaan Tuhan, walaupun sekarang ini kita sedang mengalami banyak penderitaan, tetapi jika kita setia melakukan firman Tuhan dan tetap menjunjung tinggi firman pengajaran, kita tidak perlu takut sebab Tuhan pasti menolong dan akan memberikan kemenangan kepada kita. Jangan takut dengan penderitaan yang sedang engkau alami, yakinkan dirimu bahwa Tuhan pasti menolong engkau.
Kuncinya: jadilah sebagai pelaku firman Tuhan dan tetaplah tekun mengikuti Tuhan.


“LEBIH DARI PEMENANG”

Kamis - 19 Nopember 2009

Sebagaimana telah kita pelajari Kitab Yosua adalah kita yang menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, seorang pemimpin yang telah dipilih Allah untuk membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Kitab Yosua ini juga berbicara tentang kegerakan Akhir, di mana Tuhan akan membuat suatu kegerakan yang besar untuk membangun gereja Tuhan menjadi tubuh Kristus.
Khusus dalam kitab Yosua ini ada tiga (3) poin penting yang dapat kita temukan di dalamnya, yaitu:
1). Tentang kemepimpinan,
2). Hidup selalu bergantung sepenuhnya kepada Allah,
3). Dalam menghadapi peperangan selalu berharap kepada perlindungan
Tuhan.

Pada minggu-minggu yang lalu, kita sudah melihat yang memilih atau merekrut Yosua sebagai pemimpin adalah Tuhan sendiri, bukan manusia dan bukan karena keinginannya sendiri. Yosua benar-benar memiliki kriteria atau karakter yang cocok menurut ukuran Tuhan. Berbeda dengan kita, diambil dan ditebus dari cara hidup yang berdosa, dari cara hidup yang sia-sia, tetapi sekalipun demikian Allah bersedia mengubah hidup kita supaya sesuai dengan firman Tuhan. Jika dalam kitab Yosua perjuangan bangsa Israel adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi peperangan, sebab tanpa peperangan, tanah Kanaan itu tidak mungkin bisa diduduki, maka sekarang supaya kita bisa menang, kita juga harus mempersiapkan diri menghadapi peperangan. Sekarang kita memang sudah diselamatkan, sudah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, tetapi belum cukup sampai di sini saja, kita juga sedang diperhadapkan kepada satu peperangan yang namanya: peperangan rohani, kita berperang bukan melawan bangsa-bangsa lagi tetapi melawan segala keinginan-keinginan yang duniawi dan melawan segala tipu muslihat iblis. Keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan di dalam kita itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Justru setelah kita menerima kasih karunia dari Tuhan, kita harus lebih sungguh-sungguh lagi mengerjakan keselamatan tersebut, dengan cara hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Bukti mengerjakan keselamatan:
*setia beribadah,
**setia melayani Tuhan, dan
***apapun akan dikerjakan demi keselamatan jiwa kita.
1 Korintus 15 : 10, contoh: rasul Paulus, setelah menerima kasih karunia dari Allah ia tidak berhenti sampai di situ saja, ia tidak mau menyia-nyiakan kasih karunia Allah tersebut. Justru rasul Paulus sadar ia ada sebagaimana ada hanya karena kasih karunia Allah saja. Setiap orang yang sudah mengerti kasih karunia Allah, akan nampak dari sikapnya: mau menghargai kasih karunia Allah itu senantiasa melakukan apa yang berkenan kepada Allah.
Saudara-saudara, dengan kekuatan manusia secara lahiriah kita sangat terbatas, tidak ada seorang pun yang mampu melakukan firman Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang bisa menang terhadap dosa dan segala keinginannya. Tetapi ada kasih karunia Allah yang sanggup memberi kekuatan supaya kita dapat mengatakan seperti yang telah dikatakan rasul Paulus tersebut kita ada hanya karena kasih karunia Allah saja, jadi tidak ada alasan untuk sombong. Selama manusia itu merasa mampu, merasa sanggup tanpa firman Tuhan, maka selama itu pula ia akan mengalami banyak problem, mengalami banyak kesusahan, mengalami banyak penderitaan yang akan membawa kepada keputusasaan. Sebab akan datang saatnya Tuhan akan menyatakan kepadanya siapa dirinya yang sebenarnya.
Tetapi jika kita selalu merasa tidak mampu hidup tanpa Tuhan, merasa tidak dapat berbuat apa-apa kalau bukan karena kasih karunia Tuhan, maka saat itu juga Tuhan akan tampil dan bertindak untuk memberikan kekuatan. Tuhan sendiri akan menyatakan pertolongan-Nya yang begitu dahsyat untuk menolong kita dalam segala hal, baik dalam suka maupun dalam duka. Tuhan itu sungguh-sungguh dapat diandalkan dalam segala hal.
Maka dalam Yosua 1 : 5; 10 : 8 dua kali Tuhan berfirman kepada Yosua (=mendapat firman nubuat) tentang janji Allah yang akan memberi kemenangan yang luar biasa. Tuhan memberi firman nubuat untuk meyakinkan Yosua bahwa Allah ada dipihaknya dan akan selalu menyertai perjalanannya, supaya Yosua dan bangsa Israel yang dipimpinnya itu tidak ragu-ragu menghadapi peperangan yang sudah ada di depan mereka.
Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan kebenaran firman Tuhan ini: seorang pemimpin yang mau mengikut Tuhan dengan setia dan sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran firman Tuhan patut kita teladani dan kita ikuti. Jangan coba-coba lari dari penggembalaan dan jangan coba-coba hidup di luar kebenaran. Sebab kalau lari dari penggembalaan dan kalau tidak setia melakukan firman Tuhan, maka musuh akan menguasai hidupmu, engkau tidak akan bisa disebut sebagai pemenang. Sebab kepada seorang pemimpin yang telah dipilih Allah, Tuhan sendiri akan menyatakan penyertaan-Nya untuk memberikan kemenangan yang luar biasa. Maka sebanyak apapun musuh kita, sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, jika kita mau mengikuti firman penggembalaan, seperti Israel mau dipimpin oleh Yosua, Tuhan pasti akan memberikan kemenangan yang gilang gemilang, yaitu kita bisa menjadi pemenang yang lebih dari orang-orang yang menang.
Matius 7 : 21 - 23
= banyak orang berhasil memanggil nama Tuhan, berhasil melayani Tuhan, seperti berhasil bernubuat, berhasil mengusir setan dan berhasil mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan, tetapi sayang tidak berhasil dikenal oleh Allah. Sangat berbeda dengan Yosua yang behasil memimpin bangsa Israel sekaligus hidupnya juga berhasil menjadi orang yang dikenan oleh Allah. Itu sebabnya setiap orang yang mau hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, Tuhan akan menunjukkan penyertaan-Nya untuk memberikan kemenangan, kita menang terhadap keinginan kita sendiri, menang terhadap pekerjaan setan dan juga terhadap segala keinginan-keinginan yang duniawi. Inilah bentuk peperangan yang harus kita menangkan. Haleluya....!!


“LEBIH DARI PEMENANG”

Bible Study, Kamis - 26 Nopember 2009

Yohanes 8 : 29 Yesus sendiri dalam pelayanan-Nya selalu disertai oleh Bapa dan tidak dibiarkan sendiri, sebab Yesus sendiri selalu berbuat yang berkenan kepada Bapa. Jadi supaya kita layak diberkati Tuhan, selalu disertai dan supaya bisa menjadi pemenang, kita juga harus selalu berbuat apa yang berkenan kepada Tuhan:
*melakukan kehendak Allah dan
**setia melayani Tuhan.
Yohanes 4 : 34 melakukan kehendak Allah dan setia melayani Tuhan itu bagaikan makanan yang menjadi kebutuhan kita setiap hari, kalau tubuh ini selalu diberi makan setiap hari, demikian juga melakukan firman Tuhan itu harus setiap hari. Mazmur 121 : 1 - 2 pertolongan yang datangnya dari Tuhan dengan cara: memandang ke gunung-gunung, karena itu jangan sampai salah memandang sebab pandangan itu sangat menentukan berhasil atau tidaknya kita menjadi pemenang. Setiap orang yang pandangannya tepat dan benar, ia akan berhasil mengenal Tuhan dan berhasil menjadi pelaku firman Tuhan. Tetapi sebaliknya setiap orang yang pandangannya salah, tentu ia tidak mungkin bisa mengenal Allah dengan tepat dan benar, dan tidak mungkin bisa menjadi pelaku firman.
Contoh:
1). LOT, karena ia salah memandang, ia memandang Sodom dan Gomora seperti taman Tuhan, ia memandang Sodom dan Somora itu sepertinya menjanjikan padahal orang-orang yang ada di dalamnya jahat-jahat dan tidak takut akan Tuhan.
Akibatnya:
*Sodom dan Gomora dibinasakan Allah,
**hartanya habis lenyap,
***dan keluarganya pun hancur, istrinya menjadi tiang garam
dan ia sendiri harus meniduri anak-anaknya.
2). YAKUB, dalam Kejadian 33 karena salah memandang kakaknya, Esau, Yakub menjadi takut lalu menyembah Esau sampai tujuh kali, dikatakan salah menyembah sebab yang disembah adalah Esau bukan Allah. Boleh saja kita merendahkan diri terhadap saudara-saudara, boleh saja menghormati orang lain yang lebih tua dari pada kita, tetapi tidak boleh menyembah mereka. Orang Kristen yang benar itu tidak boleh menyembah manusia, hanya Allah saja yang patut disembah. Karena Yakub salah memandang, ia menjadi takut kepada Esau dan karena takutnya itulah maka ia memasang strategi, bagaimana caranya supaya Esau tidak marah lagi kepadanya.
ESAU = orang yang pernah ditipu oleh Yakub, ini berbicara tentang dosa masa lalu, dosa yang telah kita lakukan pada waktu dahulu kala.
Tetapi sebagai jemaat Tuhan, kita tidak perlu takut dengan dosa masa lalu, kita harus punya keyakinan yang teguh bahwa segala dosa dan pelanggaran kita yang dahulu pastikan sudah diampuni oleh Tuhan dan Tuhan juga sudah melupakan semua itu. 1 Yohanes 1 : 9 jika kita mengaku, firman Tuhan mengatakan Tuhan itu setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Dan kita harus tetap mengingat, yang disebut mengikut Tuhan artinya: bergerak maju dan tidak ada kata berhenti apalagi mundur. Arahkan terus mata rohani kita untuk memandang kepada sasaran yang tepat, yaitu untuk masuk ke dalam sorga, menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Kalau kita sudah punya sikap seperti ini, barulah kita mampu mempunyai sikap yang benar: tidak akan salah memandang, dan kalau tidak salah memandang kita juga tidak akan salah menyembah. Sebagai jemaat Tuhan, kerinduan yang paling utama adalah mengeri kehendak Tuhan dan setialah melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.
Jika menaruh pengharapan pada Kristus jangan hanya untuk hidup di dunia ini saja (1 Korintus 15 : 19) supaya jangan menjadi orang yang paling malang dari antara semua manusia. 2 Petrus 3 : 11 perintah Tuhan supaya kita bisa menjadi pemenang: betapa suci dan salehnya kita harus hidup, artinya kita harus disucikan dan setia beribadah, ini menunjuk kepada kehidupan yang sudah mengalami tanda pembaharuan, yang dibaharui dari sikap dan karakter yang bertentangan dengan firman Tuhan. Matius 7 : 13 - 14 dikatakan jalan untuk masuk ke dalam hidup itu sempit/sesak dan sedikit orang yang bisa melaluinya. Ini adalah pernyataan langsung dari Tuhan Yesus, bahwa untuk masuk ke dalam sorga itu harus berjuang supaya bisa berhasil. Sorga itu bukan barang murahan maka orang-orang yang bisa masuk ke dalamnya tidak sembarang orang, hanya mereka yang sudah bernilai tinggi. Langkah supaya kita bisa masuk ke dalamnya: TUNDUK sama seperti istri tunduk kepada suaminya. Dijelaskan dalam Efesus 5 : 23 - 24 kasih Kristus itu disejajarkan dengan kasih seorang suami yang rela menyerahkan diri-Nya bagi jemaat-Nya, maka sikap kita sebagai jemaat Tuhan, harus mau tunduk kepada Kristus dengan cara hidup melakukan segala perintah Allah, sama seperti Yesus yang senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada Allah. Jika kita sudah mempunyai sikap yang seperti ini, barulah Tuhan menyebut kita sebagai istri-Nya. Haleluya....!!!

Selasa, 06 Oktober 2009

Bible study Oktober 2009

“TANDA DARAH”

kamis 1Oktober 2009


Kalau kita dalami kitab Roma, kita akan melihat di dalamnya bagaimana keadaan orang berdosa sebelum memiliki tanda darah. Roma 1 : 18 menjelaskan orang-orang berdosa bagaikan sedang diperhadapkan kepada hakim yang siap untuk menjatuhkan hukuman. Dalam ayat ini dikatakan murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Tetapi Allah sendiri dalam segala kemuliaan-Nya, dalam segala kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya akan menyatakan kepada manusia itu apa saja yang telah diperbuatnya, sehingga tidak ada seorangpun menusia yang dapat berdalih di hadapan Allah. Sekalipun mereka mengaku mengenal Allah, tetapi mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah dan tidak tahu mengucap syukur kepada-Nya (ayat 20 - 21). Cara hidup yang sia-sia. Untuk itu Tuhan Allah telah menyediakan korban untuk menebus manusia itu dari cara hidup yang sia-sia, yaitu lewat darah Kristus. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 1 : 18 - 19 jelas mengatakan: bahwa kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang telah telah kita warisi dari nenek moyang bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan emas dan perak me lainkan dengan darah yang mahal, yaitu oleh darah Kristus. Yesus Kristus telah dipilih dan telah ditentukan sebagai jalan untuk memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga.
Ibrani 9 : 19 menjelaskan setelah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, Musa mengambil darah anak lembu dan domba jantan serta air, bulu merah dan hisop lalu memerciki kita itu dan seluruh umat Israel. Ayat 21 = juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secar demikian dengan darah. Ini semua berbicara tentang “tanda darah” yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus ketika Ia mati di atas kayu salib untuk menanggung segala dosa kita dan supaya kita memiliki tanda yang menjadikan kita sebagai milik kepunyaan Allah. Kalau dulu dengan darah binatang, tetapi sekarang dengan darah Kristus. Kalau belum memiliki tanda darah, berarti dosanya belum diampuni dan tidak layak disebut umat Allah. Jadi baik pribadi kita sendiri maupun alat-alat ibadah harus menerima tanda darah. Kalau kita lihat dalam Ibrani 12 : 22 - 24 darah Yesus itu dapat berbicara lebih kuat daripada darah Habel. Ini menjadi bukti betapa hebatnya kuasa darah Kristus yang sanggup membawa kita lebih dekat kepada Allah, Ia sendiri yang berbicara kepada Bapa tentang keadaan kita, ini yang membuat sehingga Yesus disebut “Pengantara Perjanjian Baru”. Kalau darah Habel berbicara kepada Allah adalah untuk menuntut pembalasan kepaad Allah terhadap orang yang telah membunuhnya. Sama seperti dalam Wahyu 6 : 9 - 11 ketika Anak Domba membuka meterai yang kelima, jiwa-jiwa yang telah dibunuh karena firman Tuhan berseru kepada Allah dengan suara yang nyaring menuntut pembalasan atas darah mereka. Tetapi dengan tegas Allah berkata supaya mereka beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara- saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. Tetapi darah Yesus berbicara bukan untuk diri-Nya sendiri dan bukan untuk menuntut pembalasan atas orang-orang yang telah menyalibkan-Nya, tetapi untuk memperdamaikan kita dengan Allah, Ia berbicara untuk mem bawa segala problem yang kita hadapi, akan segala kelemahan kita, supaya Allah berkenan untuk memberikan pengampunan dosa kepada kita. Dalam 1 Yohanes 2 : 1 - 2 dijelaskan fungsi darah Kristus : jika seseorang berbuat dosa, kita telah mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, Ia adalah pendamaian atas segala dosa kita. Bukan karena Tuhan setuju dengan dosa, tetapi jika sekalipun kita telah berbuat dosa dan menyesalinya kembali sehingga datang kepada Tuhan meminta ampun, maka Tuhan Allah akan tetap bersedia mengampuni kita.




“PEMIMPIN YANG DIPILIH ALLAH”


Kamis - 15 Oktober 2009


Pada zaman akhir ini, kebutuhan gereja Tuhan yang paling utama bukan akan hal makan dan minuman, melainkan akan berita tentang keselamatan, yaitu berita kesukaan yang telah diberitakan lewat firman kebenaran. Mengapa pemberitaan tentang keselamatan ini menjadi berita yang paling utama bagi kita? jawabnya: karena dosa sudah menjalar kepada semua orang hanya oleh satu orang yang tidak taat kepada firman, yaitu oleh Adam. Untuk itulah Tuhan Allah sendiri telah mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan kita dari kutuk karena dosa, juga lewat satu orang yaitu oleh Yesus Kristus. Roma 5 : 15 menjelaskan kepada kita bahwa kasih karunia Allah tidak sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah jalan keselamatan bagi semua orang, maka kita harus sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Saudara-saudara, dalam Yohanes 19 : 23 - 27 dapat kita lihat, pakaian Tuhan Yesus “dibagi menjadi empat bagian”, pakaian = berbicara tentang keselamatan, dibagi menjadi empat bagian = berbicara keempat penjuru dunia ini. Jadi keselamatan itu adalah benar-benar menjadi kebutuhan semua orang, kebutuhan semua bangsa di dunia ini, baik orang Israel maupun orang kafir. Tetapi kalau “jubah” Yesus tidak dibagi melainkan “diundi” untuk menentukan siapa yang berhak untuk mendapatkannya. JUBAH = berbicara pelayanan, jubah tidak berjahit = berarti pelayanan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Jadi pelayanan itu sepenuhnya adalah karunia langsung dari Tuhan yang diberikan khusus kepada orang-orang yang telah dipilih Allah, tidak ada campur tangan manusia maupun organisasi gereja, sepenuhnya karena kepercayaan dari Tuhan. Untuk itu kita bisa melihat satu contoh pribadi yang dipilih Allah untuk memimpin bangsa Israel untuk memasuki tanah Kanaan, yaitu YOSUA. Yosua ini adalah orang pilihan Allah dari antara semua orang Israel. Arti nama Yosua = Tuhan itu keselamatan, jadi Yosua ini adalah orang pilihan Allah yang dipilih Allah untuk membawa orang Israel masuk ke tanah Kanaan.
Ada dua (2) tugas uatama yang diberikan Allah kepada Yosua, yaitu:
1. Untuk menyeberangi sungai Yordan
2. Berperang untuk menghalau bangsa-bangsa yang diam di tanah Kanaan.
Untuk menyeberangi sungan Yordan ini tidak gampang, lebarnya kurang lebih 30 meter dan khusus pada musim panen arusnya sangat deras sampai meluap sampai ke tepi = yang menunjuk derasnya arus dunia yang bisa menghanyutkan orang-orang percaya. Bagi kita sekarang, untuk memimpin supaya kita bisa menyeberangi derasnya arus dunia kita memerlukan seorang pemimpin rohani, yaitu Tuhan Yesus. Sebab perjalanan bangsa Israel ketika menyeberangi sungai Yordan ini adalah gambaran perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman ini, kita juga punya satu musuh yaitu arus duniawi. Maka supaya kita bisa menyeberangi arus duniawi ini, kita membutuhkan seorang pemimpin, seorang hamba Tuhan yang benar-benar telah dipilih oleh Tuhan sendiri. Seorang hamba Tuhan yang benar-benar dipilih itu tidak boleh karena campur tangan manusia maupun campur tangan organisasi. Sebab kalau kita lihat pada zaman akhir ini, banyak orang menjadi hamba Tuhan bukan karena dipilih Tuhan, ada orang yang diangkat karena keinginan diri sendiri dan ada pula yang diangkat oleh orang lain mungkin karena ia kaya, pintar atau mungkin karena ia seorang yang dihormati, dan bahkan banyak juga karena campur tangan organisasi yang memilih orang-orang tertentu sesuai dengan keinginan seorang pemimpin. Model hamba Tuhan seperti ini, tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin yang mampu menyeberangkan jemaatnya supaya dapat mengalahkan arus duniawi yang begitu deras ini. Yang paling kita butuhkan adalah seorang pemimpin seperti Yosua atau hamba Tuhan/gembala yang benar-benar telah dipilih dan ditentukan oleh Tuhan, hamba Tuhan seperti inilah yang akan disertai oleh Tuhan dan yang akan diberikan kuasa supaya dapat mengalahkan arus duniawi yang begitu deras.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan yang rindu masuk ke dalam kerajaan sorga, kita harus mau mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati. Maka Tuhan akan memberikan kekuatan serta kuasa supaya kita dapat mengalahkan segala pekerjaan iblis.



“PEMIMPIN YANG DIPILIH ALLAH”


Kamis - 22 Oktober 2009


Kelebihan Yosua:
1). Mampu dengar-dengaran kepada pemimpin yang dilihatnya yaitu Musa.
2). Mampu dengar-dengaran kepada pemimpin yang tidak dilihat, yaitu Tuhan Allah.
Sebelun Yosua dipilih oleh Allah untuk menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan, kepada Musa , Allah sudah berfirman lebih dahulu bahwa Yosua lah yang akan memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan (Ulangan 31 : 1 - 6). Tugas utama yang diberikan Tuhan kepada Yosua: *Untuk memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan **berperang menghalau bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan.
Bukti ketaatan Yosua:
1). Keluaran 17 : 8 - 14 sebelum Tuhan berfirman langsung kepada Yosua, ia begitu taat kepada Musa dan tidak suka berbantah-bantahan. Ayat 9 - 10 ketika Musa memberi perintah supaya Yosua memilih orang-orang Israel untuk berperang melawan orang Amalek, Yosua melakukannya dengan tepat, sesuai dengan perintah Musa.
2). Keluaran 32 : 17 telinga Yosua begitu tajam untuk mendengar suara bangsa Israel yang telah membangun lembu emas. Sebagai jemaat, kita juga harus punya telinga yang tajam untuk membedakan pengajaran yang benar supaya kita jangan sampai disesatkan oleh ibadah atau penyembahan yang salah.
3). Bilangan 13 : 1 - 33 Yosua itu adalah orang yang sangat dipercaya. Ketika Musa mengutus dua belas pengintai untuk mengintai tanah Kanaan, Yosua juga termasuk salah seorang pengintai tersebut bersama dengan Kaleb. Kalau kesepuluh pengintai yang lain menyampaikan kabar busuk yang melemahkan hati bangsa Israel, tetapi Yosua dan Kaleb menyampaikan kabar yang sejujur-jujurnya. Mereka berdualah yang dapat menenangkan hati dan menguatkan hati bangsa Israel bahwa mereka pasti menang dan akan mengalahkan orang Enak.
4). Bilangan 27 : 12 - 23 Yosua itu adalah orang yang sudah ditahbiskan, Tuhan Allah sendiri yang memerintahkan supaya Musa mengambil Yosua bin Nun, seorang yang penuh dengan Roh untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Ayat 23 lalu Musa meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintah-perintah Allah.
Musa meletakkan tangan atas Yosua = Yosua ditahbiskan oleh Allah lewat Musa sebagai pemimpin bangsa Israel.
Maka begitu Yosua ditahbiskan untuk menggantikan Musa, Yosua yang memimpin bangsa
Israel melewati sungai Yordan. Supaya bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan, tidak sembarang pemimpin yang dipilih oleh Tuhan, harus benar-benar orang pilihan. Karena Yosua sudah memiliki keempat hal tersebut di atas, maka Yosualah yang dipilih untuk menyeberangkan Israel ke tanah Kanaan. Arus sungai Yordan itu sangat deras apalagi kalau pada musim menuai tetapi Tuhan Allah tahu apa yang harus diperbuat supaya bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan. Yosua 3 : 14 - 17 supaya bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan, Allah memerintahkan supaya Yosua menyuruh imam-imam pengangkat tabut perjanjian supaya berjalan di depan dan mencelupkan kakinya ke dalam air. Imam-imam pengangkat tabut perjanjian = berbicara tentang pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan, menjunjung tinggi firman pengajaran. Arus sungai Yordan ini berbicara tentang arus duniawi, kalau arus sungai Yordan bisa menghanyutkan sampai ke laut Mati, demikian juga arus duniawi bisa menghanyutkan banyak orang ke dalam dosa yang mengakibatkan kematian. Untuk itulah Tuhan memilih hamba-hamba Tuhan yang sudah punya komitmen /pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran supaya bisa disampaikan kepada jemaat-jemaatnya. Sekalipun sekarang ini dosa sudah begitu memuncak, tetapi setiap orang yang sudah berpegang teguh kepada firman Tuhan akan tetap teguh, tidak akan terpengaruh oleh deras nya arus duniawi. Jadi cara Tuhan untuk memimpin atau menyelamatkan jemaat-jemaat dari derasnya arus duniawi, Ia memilih hamba-hamba Tuhan yang sudah punya pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran dan yang selalu menjunjung tinggi firman kebenaran. HALELUYA....!!!


“LEBIH DARI PEMENANG”

Kamis, 29 Oktober 2009

Mengapa manusia itu sangat memerlukan keselamatan? Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23; 6 : 23 menjelaskan bahwa sesungguhnya semua orang sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan sedang berada di dalam kuasa maut. Untuk itulah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib menjadi korban penghapus dosa supaya kita layak menerima keselamatan. Kalau manusia itu tidak diselamatkan, Roma 1 : 23 firman Tuhan menyatakan bahwa murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Roma 1 : 23 perbuatan manusia yang nyata: menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Ini berbicara tentang penyembahan berhala di mana hati manusia telah condong kepada yang bukan Allah, yang bukan ajaran yang benar. Dan penyembahan berhala ini bisa kita lihat dengan nyata dalam adat istiadat yang diajarkan/diturunkan oleh nenek moyang, dan yang nyata kita lihat sekarang disetiap suku-suku. Mereka lebih mengutamakan adat istiadat dari pada memperhatikan firman kebenaran, dan rela mengganti ajaran yang benar dengan ajaran dari nenek moyang yang sebenarnya tidak berguna. Dan khusus suku Batak memiliki satu prinsip, yang mengatakan bahwa: “Hula-hula itu adalah allah yang bisa dilihat.”
Ini prinsip yang salah, satu-satunya Allah yang disembah hanya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, bukan hula-hula yang hanya manusia, tetapi hanya Tuhan Allah saja di dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadi Tuhan dan Juruselamat dunia. Dia sajalah yang patut disembah dan tidak boleh ada yang lain, baik orang tua, baik patung, dll.
Saudara-saudara, kalau mengenai adat istiadat, sebenarnya orang Yahudi jauh lebih hebat dari segala bangsa di dunia ini, sebab sejak zaman nenek moyang mereka sudah mengenal Allah dan sudah menerima sepuluh hukum Taurat. Bahkan saking hebatnya dari sepuluh hukum Taurat bisa menjadi enam ratus tiga belas aturan dan peraturan di tengah-tengah mereka. Tetapi sekalipun begitu banyaknya aturan yang mereka miliki, mereka tetap harus memerlukan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Untuk itulah Tuhan Yesus datang ke dunia ini, Ia rindu menyelamatkan umat-Nya dari segala dosa mereka, tetapi sayang mereka tidak menerima Yesus sehingga kematian Yesus itu menjadi berkat bagi bangsa-bangsa kafir, kita sekarang telah beroleh kesematan. Kalau Tuhan itu adalah keselamatan, maka di dalam diri kita tidak boleh ada kata-kata “kalah” tetapi yang ada adalah kata “menang.” Yosua 1 : 5 = pernyataan Allah yang sangat luar biasa kepada Yosua bahwa “tidak akan ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu.” Ini juga adalah janji Allah kepada kita yang akan memberikan kemenangan kepada setiap orang yang telah bertekun mengikuti Tuhan, Tuhan juga berjanji tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan. Demikian juga kalau kita sudah menempatkan Tuhan itu sebagai pokok keselamatan, maka kita tidak akan pernah kalah oleh penyakit, tidak akan kalah oleh penderitaan, tidak akan kalah oleh perkara-perkara yang duniawi. Tuhan juga akan memberikan pernyataan yang luar biasa untuk memberikan kemenangan demi kemenangan kepada kita.
Syaratnya: tekun mengikuti Tuhan dan melakukan firman Tuhan.
Yosua psl 9 = salah satu masalah yang terjadi dalam pimpinan Yosua : Karena orang Gibeon tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang disertai Tuhan, dan tidak ada Tuhan seperti yang menyertai bangsa Israel maka orang-orang Gibeon mencoba bertindak dengan memakai akal supaya mereka jangan mati dibinasakan oleh orang Israel. Kalai kita lihat akan ayat ini, orang seperti Yosua pun masih bisa diakali oleh orang Gibeon supaya mereka bisa hidup bersama-sama dengan bangsa Israel. Sebenarnya Tuhan Allah sudah pernah berfirman kepada Yosua dan kepada bangsa Israel bahwa semua bangsa yang diam di tanah Kanaan harus ditumpas, tidak boleh dibiarkan hidup-hidup dan tidak boleh mengikat persahabatan dengan mereka, tetapi ketika orang Gibeon datang dengan memakai akal dengan menyamar sebagai gembel yang tidak punya apa-apa, akhirnya Yosua pun tidak menumpas mereka. Padahal dalam Yosua 10 : 2 dikatakan bahwa Gibeon itu adalah kota yang besar dan semua orang-orangnya adalah pahlawan. Akhirnya Yosua dan orang Israel mengikat persahabatan dengan Gibeon dan membiarkan mereka hidup di tengah-tengah orang Israel. Tetapi sekalipun orang Gibeon berhasil mengelabui bangsa Israel, orang Gibeon tetap harus menanggung akibat kesalahan mereka: Yosua mengutuk mereka menjadi "tukang kayu" dan "tukang timba air" di bait Allah seumur hidup mereka. Apapun akal orang Gibeon tidak akan berhasil mengalahkan orang Israel sebab mereka berada dalam perlindungan Tuhan.

Selasa, 08 September 2009

Bible Study - September 2009

“BUAH KEBENARAN DAN KEADILAN”

Kamis, 03 September '09


Hubungan yang benar dengan Tuhan adalah hubungan karena mendengar dan melakukan firman Tuhan. Kalau tidak mau melakukan firman Tuhan, walaupun ia orang Kristen bahkan walaupun ia melayani Tuhan, tetap saja hidupnya tidak akan berkenan kepada Tuhan. Lukas 11 : 27 - 28 ada orang yang memuji ibu Tuhan Yesus, tetapi dengan tegas Tuhan Yesus berkata bahwa yang berbahagia adalah mereka yang mau mendengar dan melakukan firman Tuhan. Kemudian dalam Markus 7 : 21 - 23 dapat kita lihat, banyak orang berhasil berseru kepada Tuhan: “Tuhan, Tuhan” tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga (ayat 21). Banyak orang berhasil melayani dengan karunia-karunia yang besar, seperti bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan, bahkan ia ditolak Tuhan. Penyebabnya: karena tidak mau melakukan firman Tuhan dengan setia. Ibrani 2 : 1 - 2, firman Tuhan mengingatkan kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar supaya jangan hanyut dibawa arus, sebab setiap pelanggaran dan ketidaktaatan akan mendapat balasan yang setimpal. Kolose 1 : 10 karena mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka Injil itu berbuah di dalam hidup jemaat yang mau melakukannya, bahkan bisa menjadi layak dihadapan Tuhan serta berkenan kepada-Nya. Yesaya 1 : 19 janji firman Tuhan kepada setiap orang yang mau menurut dan mau mendengar firman Tuhan : akan memakan hasil baik dari negeri. Tetapi sebaliknya, jika tidak mau menurut firman Tuhan, melainkan melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang. Jika kita tetap setia beribadah kepada Tuhan dan tetap menjaga kesucian hidup, maka ada tiga (3) berkat rohani yang akan disediakan Tuhan bagi kita, yaitu:
1). Efesus 1 : 13 - 14 = Tuhan menyediakan firman kebenaran (=pelita), hidup kita akan penuh dengan buah-buah kebenaran yang sangat berkenan kepada Tuhan.
2). Efesus 3 : 4 - 6 = Tuhan menyediakan firman yang dibukakan rahasianya (=Meja Roti), hidup kita akan penuh dengan keadilan yang diakibatkan oleh firman Tuhan tersebut.
3). Efesus 3 : 16 - 21 = kita mendapat kesempatan berdoa dan menyembah, persekutuan kita dengan Tuhan semakin erat, tidak dapat dipisahkan lagi.
Jadi supaya bisa menghasilkan buah-buah yang benar, kita harus mau ditempatkan di Ruangan Suci, dengan cara menerima firman Tuhan, hidup di dalam kuasa dan pimpinan Roh Kudus dan senantiasa berdoa dan menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran. Inilah yang menjadi kerinduan Tuhan di dalam hidup kita. Tetapi sebaliknya, kalau hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, maka ia tidak mungkin bisa berkenan kepada Tuhan. Matius 15 : 12 - 14 Yesus berkata bahwa setiap tanaman yang tidak di tanam oleh Bapa, akan dicabut dengan akar-akarnya, Tuhan sendiri yang mencabutnya dan tidak akan membiarkan satu akarpun yang bisa hidup. Pada minggu-minggu yang lalu, akar yang dicabut itu menunjuk "adat istiadat dari nenek moyang" yang masuk ke dalam ibadah dan pelayanan. Markus 7 : 7 kalau tetap terikat dengan adat istiadat, dengan tegas Tuhan Yesus berkata: "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." Jadi adat istiadat itu adalah ajaran manusia, berasal dari manusia, bukan dari Allah, jadi tidak boleh masuk ke dalam gereja untuk diajarkan kepada orang. Kalau masuk, maka sekalipun datang beribadah, namun ibadahnya itu tidak akan berkenan kepada Allah. HALELUYA....!!!


“MEMELIHARA KASIH PERSAUDARAAN”


Kamis - 10 September 2009

Ibrani 13 : 1 - 6 = memelihara kasih persaudaraan harus terus menerus, bagaikan gelombang yang bergulung-gulung, terus menerus tanpa putus-putusnya. Seperti ombak yang bergulung-gulung, demikianlah kasih itu jangan sampai putus apalagi sampai habis. Memelihara kasih persaudaraan itu sama artinya dengan berfiladelfia, hidup bersama dalam kasih persaudaraan yang tulus iklas yang dikerjakan sepenuhnya oleh firman Tuhan. Memelihara kasih persaudaraan bukan hanya kepada sesama jemaat Tuhan, bukan hanya kepada keluarga, tetapi kita juga harus mampu menunjukkannya kepada semua orang.
Ibrani 13 : 2 = prakteknya suka memberi tumpangan kepada orang lain. Firman Tuhan mengatakan kita memang masih hidup di dunia ini, tetapi sekalipun demikian kita harus mampu memelihara kasih persaudaraan ini dan jangan sampai memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang. Efesus 2 : 11 - 12 mengatakan kita sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat, hidup tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel, tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan Allah, tanpa pengharapan dan tanpa Allah. Tetapi sekalipun demikian, ada satu pribadi yang berkenan mengangkat derajat hidup kita, yaitu Yesus Kristus. Sebab oleh Yesus Kristus dan oleh darah-Nya, kita “yang dahulu jauh” sekarang telah menjadi “dekat”. Artinya: oleh darah Kristus, kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan dengan baik sehingga tidak ada lagi perbedaan yang seorang dengan yang lain, dan tidak ada perbedaan golongan atau suku, sebab oleh darah Kristus, kita semua menjadi sama.
Karena itu supaya kita dapat memelihara kasih persaudaraan ini dengan baik dan bisa ber Filadelfia yang seorang dengan yang lain, kita harus meneladani sikap Kristus. 1 Petrus 2 : 19 - 21 menjelaskan kita harus mampu menderita karena berbuat baik, dengan sadar menanggung penderitaan yang seharusnya tidak kita tanggung. Ini baru namanya sikap yang baik. Sebab jika kita sudah mampu hidup demikian, maka segala perbuatan yang kita lakukan itu merupakan kasih karunia pada Allah.
Yesus itu adalah Adam yang akhir, maka semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 15 : 22). Sebaliknya kalau masih tetap mewarisi sifat Adam yang pertama, maka akan berakhir kepada dosa dan maut, sebab di dalamnya tidak ada kasih persaudaraan. Pengkhotbah 3 : 18 - 22 menjelaskan kepada kita nasib manusia sama dengan nasib binatang, kedua-duanya menuju ke satu tempat, dan terjadi dari debu. Inilah keadaan manusia yang mewarisi sifat/DNA Adam yang pertama. Tetapi jika kita sudah mewarisi sifat/DNA Yesus, maka kita akan beroleh kemenangan sebab Yesus sebagai Adam yang akhir telah menaklukkan maut, sehingga setiap orang yang hidup dalam kebenaran akan hidup bersama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya.


“T A N D A D A R A H”

Kamis - 17 September 2009


Dalam kitab Perjanjian Baru ada dua kitab yang banyak berbicara tentang iman, yaitu kitab Roma dan kitab Yakobus. Dalam terang Tabernakel, kitab Roma kena mengena dengan Mezbah Korban Bakaran, sedangkan kitab Yakobus kena mengena dengan Tudung Tabernakel yang paling dalam. Jadi inti dari kedua kitab ini adalah berbicara tentang iman, yaitu iman yang dapat membetulkan dan membenarkan hidup kita di hadapan Allah dan juga yang dapat membawa kita kepada kesempurnaan. Walaupun Allah itu dikatakan maha baik, maha kuasa, penuh kasih dan kemurahan, tetapi untuk membetulkan hidup kita, Tuhan sudah punya cara tersendiri, yaitu harus tetap lewat iman, yaitu beriman kepada Yesus Kristus. Caranya: terima Darah Yesus, percaya kepada Yesus dan lakukan firman-Nya dengan taat dan setia. Sebesar apapun usaha manusia untuk membetulkan dirinya dengan maksud supaya bisa hidup berkenan kepada Tuhan, tetapi kalau tidak beriman kepada Yesus Kristus, maka semua usahanya itu hanya sia-sia saja, tetap saja ia tidak akan mampu untuk memperbaiki/ membetulkan dirinya.
Sebagai contoh kita bisa melihat tentang kehidupan bangsa Israel. Sejak dalam Perjanjian Lama, Tuhan Allah sudah banyak memberikan hukum supaya lewat hukum itu bangsa Israel dapat memiliki rasa takut akan Allah dan dapat beribadah dengan benar. Tetapi kalau kita lihat dalam Roma 9 : 30 - 33, firman Tuhan menjelaskan bagaimana sikap dan perbuatan bangsa Israel, mereka memang berusaha mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tetapi pada hakekatnya mereka tidak sampai kepada hukum itu. Mengapa mereka tidak dapat sampai kepada hukum tersebut? Jawabannya: karena bangsa Israel mengejar hukum itu bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Setiap orang yang mencoba mengejar hukum tetapi kalau tidak beriman kepada Yesus Kristus, usahanya itu hanya sia-sia saja, beriman kepada Yesus harus disertai dengan sikap dan perbuatan yang benar. Bangsa Israel ini menjadi contoh usaha manusia yang mencoba memperbaiki/membetulkan diri dengan usaha sendiri, tetapi gagal total. Saudara-saudara, dalam Yehezkiel psl 9 firman Tuhan telah menubuatkan apa yang akan terjadi pada zaman akhir ini, Tuhan Allah akan menghukum kota yang tidak takut akan Tuhan. Tuhan Allah sendiri yang akan memerintahkan enam orang laki-laki, masing-masing dengan alat pemukul ditangannya untuk memukul dan membinasakan orang-orang yang tidak memiliki tanda, tetapi satu diantara mereka berpakaian lenan dan disisinya terdapat suatu alat penulis, ditugaskan untuk memberikan tanda kepada orang-orang yang berkeluh kesah. Kalau kita lihat ayat ini, Tuhan Allah mengijinkan lebih banyak yang merusak manusia daripada yang tidak merusak, lebih banyak yang menyesatkan dari pada yang tidak menyesatkan = enam banding satu. Ini nubuatan firman Tuhan tentang keadaan yang akan terjadi pada akhir zaman ini, bahwa pada zaman akhir ini akan lebih banyak yang merusak dari pada yang memperbaiki, pengajaran sesat lebih banyak dari pada yang benar, dst. Kita perhatikan dengan baik, ayat 4 pekerjaan orang yang memegang alat penulis itu adalah untuk menuliskan “huruf T” pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah = menunjuk kepada gereja Tuhan yang sudah memiliki “tanda darah”. "huruf T" = berbicara salib Kristus. Jadi setiap orang yang sudah memiliki tanda “tanda huruf T” atau yang sudah memiliki “tanda darah” tidak akan dibinasakan bahkan disinggungpun tidak boleh. Inilah berkat khusus bagi gereja Tuhan yang sudah memiliki tanda darah. Tetapi setiap orang yang tidak diberi tanda “huruf T” akan diikuti oleh keenam orang tersebut dan akan memukul mereka sampai mati, baik orang-orang tua, teruna-teruna, dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, mereka semua akan di bunuh dan dimusnahkan. Karena itu, bagaimana caranya supaya kita benar-benar memiliki “tanda huruf T” ataupun “tanda darah”? Jawabannya ada dalam Keluaran 24 : 7 & 8, yaitu dalam diri kita harus ada satu sikap/komitmen untuk “mendengar” dan “melakukan” segala perintah Allah. Setelah kita mau mengambil sikap mendengar dan melakukan segala firman Tuhan, barulah Tuhan akan menaruh tanda itu dalam diri kita, darah-Nya akan disiramkan kepada kita menjadi tanda sebagai milik kepunyaan Tuhan sendiri. sSama seperti bangsa Israel, setelah mereka mengambil sikap mendengar dan melakukan segala firman Tuhan, barulah Musa mengambil darah dan menyiramkannya kepada bangsa Israel. Musa berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman ini." Jadi tanda darah itu adalah tanda perjanjian antara Tuhan ALlah dengan kita sebagai umat-Nya. Kalau belum memiliki tanda darah, berarti kita belum layak disebut sebagai umat Allah. Karena itu supaya kita layak disebut sebagai umat Allah, kita juga harus punya sikap mendengar dan melakukan firman Tuhan supaya Tuhan memberikan tanda darah tersebut pada kita. HALELUYA...!!!

Minggu, 09 Agustus 2009

Bible Study Agustus 09



“RUMAH ROHANI”


Kamis 6 Agustus 2009


1 Korintus 13 : 1 - 3 = mempunyai karunia untuk bernubuat, mengetahui segala rahasia, memiliki seluruh pengetahuan, memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, semua itu tidak berguna di mata Tuhan. Maka dalam 1 Petrus 2 : 5 ini dapat kita lihat dengan jelas, yang disebut rumah rohani itu ialah jika di dalamnya sudah ada imam-imam yang melayani dengan benar, dan di dalamnya ada persembahan rohani. Rumah rohani bisa berubah menjadi sarang penyamun, jika di dalamnya tidak ada lagi ajaran yang sehat. Seperti dalam Matius 21 : 12 - 13 bait Allah sudah berubah menjadi sarang penyamun, sebab mereka telah membuat bait Allah itu untuk mencari keuntungan atau untuk kepentingan diri sendiri. Kalau di dalam gereja itu tidak lagi ditampilkan ajaran yang sehat,yaitu firman yang memberi koreksi, maka gereja itu akan berubah menjadi tempat orang-orang yang membuat ibadah dan pelayanan itu hanya untuk mencari makan, membuat gereja itu hanya untuk kepentingan diri sendiri. Gereja yang berubah menjadi sarang penyamun itu adalah gereja yang di dalamnya tidak ada firman pengajaran, sehingga yang dilakukan itu hanya untuk kepentingan diri sendiri bukan lagi untuk memuliakan Tuhan. Maka dalam 1 Timotius 6 : 2b - 5 firman Tuhan menjelaskan bagaimana keadaan gereja kalau sudah menerima ajaran yang tidak sehat, penyakitnya ialah mencari-cari soal, bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga dan percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehatdan yang telah kehilangan kebenaran. Mereka membuat ibadah itu hanya untuk mencari keuntungan kepada diri sendiri, bukan untuk memuliakan Tuhan. Untuk itulah Tuhan mau membangun kita kembali, supaya kita inibenar-benar menjadi rumah rohani, menjadi batu-batu yang hidup yang mau dipakai dan ditempatkan sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Maka kalau kita lihat Hagai 2 : 19 - 20 keadaan bangsa Israel setelah memperhatikan pembangunan rumah Tuhan, Tuhan sendiri yang berjanji bahwa Ia akan memberikan berkat-berkat-Nya. Artinya: jika kita mau memperhatikan pembangunan ruman Tuhan= (membangun jemaat menjadi tubuh Kristus), maka sejak saat itu juga Tuhan akan memberkati kita. Kalau arah dan perhatian kita sudah tertuju untuk membangun gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, tidak ada ceritanya akan kekurangan, sebab Tuhan sendiri akan campur tangan untuk memberkati kita semua. Karena itu baik sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, mari bersama-sama kitaarahkan mata dan pandangan rohani kita untuk membangun tubuh Kristus maka Kristus sebagai Kepala, sebagai Mempelai Pria, pasti memberkati kita.


“Singa Dari Suku Yehuda”

Kamis 13 Agustus 09


Wahyu 19 : 6 - 7 = penampilan Tuhan Yesus dalam pernikahan Anak Dombadengan pengantin-Nya adalah sebagai Raja di atas segala raja, yang penuhdengan kekuasaan. Yesaya 31 : 4 - 5, Sion itu adalah menunjuk gereja yang menjadi mempelai perempuan Kristus. Maka untuk mempertahankan Sion,Tuhan tampil seperti “seekor singa” atau seperti “singa muda” yang menggeram untuk mempertahankan mangsa-Nya. SINGA itu menunjuk kepada pribadi Yesus, sebagai Raja yang penuh dengan kekuasaan. Sebab dalam Wahyu 5 : 5 Yesus itu digelari sebagai “Singa dari suku Yehuda” yang telah berhasil memperoleh kemenangan demi kemenangan. Kitalah mangsa-Nya, yang dipertahankan dengan kekuatan kuasa firman-Nya supaya jangan di yaitu iblis. 1 Petrus 5 : 8, iblis itu juga ditampilkan bagaikan singa yang mengaum-aum untuk mencari mangsa yang dapat di telannya. Kalau seseorang itu sudah bertobat dan kembali kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka iblis tidak akan tinggaldiam. Kalau gereja itu sudah mulai bertumbuh rohaninya, sudah setia beribadah dan melayani Tuhan, iblis tidak akan tinggal diam. Ia juga akan berusaha dengan segala kekuatannya untuk menerkam atau mencengkram mangsanya, bagaikan singa yang mengaum-aum. Dan mangsanya itu ialah mereka yang mulai takut dan kuatir, yang tidak setia melakukan firman Tuhan dan yang tidak tetap tinggal di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Setiap orang yang kosong akan firman Tuhan, walaupun ia sudah bertobat, sudah pernah dikuduskan, sudah pernah hidupnya diatur/ditata oleh Tuhan, tetapi masih juga memungkinkan untuk jatuh kembali ke dalam dosa, bahkan bisa lebih jahat dari yang sebelumnya. Matius 12 : 43 - 45 menjelaskan bagaimana keadaan apabila roh jahat keluar dari manusia, roh itu masih kembali lagi kepadanya bahkan dengan tujuh roh lain, yang lebih jahat dari padanya sehingga keadaan orang itu lebih jahat dari yang sebelumnya. Roh-roh jahat itu bisa masuk ke dalam seseorang apabila ia kosong akan firman Tuhan. Kosong akan firmanTuhan artinya:hidupnya tidak dicengkram oleh Tuhan, tidak dikuasai oleh firman dan Roh Kudus-Nya. Bukti betapa hebatnya kuasa Allah dalam firman-Nya dapat kita lihat dalam Wahyu 10 : 1 - 4 kitab yang terbuka itu berbicara firman Tuhan yang telah dibuka rahasianya. Jika tangan kanan sudah memegang kitab kecil (=firman yang telah dibukakan rahasianya), maka kaki kanan dapat menginjak laut dan kaki kiri dapat menginjak bumi. Artinya adalah kalau rahasia firman Tuhan sudah terbuka maka kita akan memiliki kuasa untuk mengalahkan iblis/setan dan pekerjaannya lewat antikris (=binatang yang keluar dari dalam laut) dan nabi-nabi palsu (=binatang yang keluar darai dalam bumi). Inilah bukti kehebatan kuasa firman Tuhan, jika singa sudah mengaum, maka musuh juga akan takut.



“Singa Dari Suku Yehuda”


Kamis 20 Agustus 2009

Pada zaman akhir ini, banyak orang tidak takut lagi berbuat dosa, tidak takut melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri. Sekalipun mereka sudah berdosa, tetapi masih juga berani datang ke rumah Tuhan, beribadah ataupunmenyembah. Yeremia 7 : 9 - 10; Hosea 5 : 8 - 14 firman Tuhan menjelaskantentang keadaan bangsa Israel yang tidak takut lagi kepada Tuhan dan tidak lagi memperhatikan firman Tuhan. Mereka mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak dikenal, sekalipun mereka sudah berbuat jahat, tetapi mereka masih juga datang ke rumah Tuhan dan berkata: “Kita selamat”. Maka sebagai akibat segala perbuatan yang telah mereka lakukan tersebut, Tuhan Allah membuat bangsa Israel menjadi tandus, mereka tertindas, diremukkan oleh hukuman yang didatangkan oleh Allah sendiri. Untuk itulah Tuhan Allah tampil bagaikan “singa yang mengaum” untuk mencengkram mangsanya, dan mangsanya itu ialah kita sendiri (Yesaya 31 : 4). Kalau singa sudah menggeram untuk mempertahankan mangsanya, ia tidak perduli dengan teriakan pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia. Wahyu 5 : 5; 10 : 3 pribadi Kristus juga ditampilkan sebagai “singa dari suku Yehuda” yang berhasil membukakan rahasia firman Tuhan. Mengapa Tuhan Yesus Kristus ditampilkan seperti singa yang mengaum? tentu ada maksud dan tujuannya, yaitu: supaya di dalam diri kita ada rasa takut akan Tuhan, takut berbuat dosa, takut tidak beribadah, takut melakukan hal-hal yang merusak diri/iman. Jika di dalam diri kita sudah ada rasa takut akan Tuhan, puncaknya: di dalam diri kita ada rasa suka menyembah, selalu ingin bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan pe- nyembahan. Dan jika di dalam diri kita benar-benar sudah ada rasa takut akan Tuhan, maka kita akan mengerti apa rencana Tuhan di dalam diri kita, apa yang paling Tuhan kehendaki dari diri kita. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, ada dua (2) rahasia yang paling besar yang perlu kita ketahui, yaitu:
RAHASIA IBADAH (1 Timotius 3 : 16)
& RAHASIA HUBUNGAN KRISTUS DENGAN JEMAAT = rahasia tentang mempelai perempuan Kristus (Efesus 5 : 32). Ibadah itu disebut agung karena:
* Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai manusia untuk menebus dosa-dosa manusia,
** Yesus sebagai Adam yang akhir sanggup memberi kehidupan kepada mempelai-Nya. Dan disam ping itu, rahasia ibadah itu disebut besar jika Tuhan Allah hadir di dalamnya, dan karena rahasia firman Tuhan telah dibukakan. Dalam Yohanes 5 : 24 - 25 Tuhan Yesus mengatakan supaya kita bisa pindah dari maut ke dalam hidup, ada syarat yang harus kita lakukan, yaitu: mendengar dan menerima firman Tuhan, serta melakukannya dalam hidup kita sehari-hari. Jika kita mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, Tuhan sendiri yang akan memindahkan kita dari dalam maut ke dalam hidup, masuk ke dalam kerajaan sorga.