Selasa, 06 Oktober 2009

Bible study Oktober 2009

“TANDA DARAH”

kamis 1Oktober 2009


Kalau kita dalami kitab Roma, kita akan melihat di dalamnya bagaimana keadaan orang berdosa sebelum memiliki tanda darah. Roma 1 : 18 menjelaskan orang-orang berdosa bagaikan sedang diperhadapkan kepada hakim yang siap untuk menjatuhkan hukuman. Dalam ayat ini dikatakan murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Tetapi Allah sendiri dalam segala kemuliaan-Nya, dalam segala kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya akan menyatakan kepada manusia itu apa saja yang telah diperbuatnya, sehingga tidak ada seorangpun menusia yang dapat berdalih di hadapan Allah. Sekalipun mereka mengaku mengenal Allah, tetapi mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah dan tidak tahu mengucap syukur kepada-Nya (ayat 20 - 21). Cara hidup yang sia-sia. Untuk itu Tuhan Allah telah menyediakan korban untuk menebus manusia itu dari cara hidup yang sia-sia, yaitu lewat darah Kristus. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 1 : 18 - 19 jelas mengatakan: bahwa kita telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang telah telah kita warisi dari nenek moyang bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan emas dan perak me lainkan dengan darah yang mahal, yaitu oleh darah Kristus. Yesus Kristus telah dipilih dan telah ditentukan sebagai jalan untuk memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga.
Ibrani 9 : 19 menjelaskan setelah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, Musa mengambil darah anak lembu dan domba jantan serta air, bulu merah dan hisop lalu memerciki kita itu dan seluruh umat Israel. Ayat 21 = juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secar demikian dengan darah. Ini semua berbicara tentang “tanda darah” yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus ketika Ia mati di atas kayu salib untuk menanggung segala dosa kita dan supaya kita memiliki tanda yang menjadikan kita sebagai milik kepunyaan Allah. Kalau dulu dengan darah binatang, tetapi sekarang dengan darah Kristus. Kalau belum memiliki tanda darah, berarti dosanya belum diampuni dan tidak layak disebut umat Allah. Jadi baik pribadi kita sendiri maupun alat-alat ibadah harus menerima tanda darah. Kalau kita lihat dalam Ibrani 12 : 22 - 24 darah Yesus itu dapat berbicara lebih kuat daripada darah Habel. Ini menjadi bukti betapa hebatnya kuasa darah Kristus yang sanggup membawa kita lebih dekat kepada Allah, Ia sendiri yang berbicara kepada Bapa tentang keadaan kita, ini yang membuat sehingga Yesus disebut “Pengantara Perjanjian Baru”. Kalau darah Habel berbicara kepada Allah adalah untuk menuntut pembalasan kepaad Allah terhadap orang yang telah membunuhnya. Sama seperti dalam Wahyu 6 : 9 - 11 ketika Anak Domba membuka meterai yang kelima, jiwa-jiwa yang telah dibunuh karena firman Tuhan berseru kepada Allah dengan suara yang nyaring menuntut pembalasan atas darah mereka. Tetapi dengan tegas Allah berkata supaya mereka beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara- saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. Tetapi darah Yesus berbicara bukan untuk diri-Nya sendiri dan bukan untuk menuntut pembalasan atas orang-orang yang telah menyalibkan-Nya, tetapi untuk memperdamaikan kita dengan Allah, Ia berbicara untuk mem bawa segala problem yang kita hadapi, akan segala kelemahan kita, supaya Allah berkenan untuk memberikan pengampunan dosa kepada kita. Dalam 1 Yohanes 2 : 1 - 2 dijelaskan fungsi darah Kristus : jika seseorang berbuat dosa, kita telah mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, Ia adalah pendamaian atas segala dosa kita. Bukan karena Tuhan setuju dengan dosa, tetapi jika sekalipun kita telah berbuat dosa dan menyesalinya kembali sehingga datang kepada Tuhan meminta ampun, maka Tuhan Allah akan tetap bersedia mengampuni kita.




“PEMIMPIN YANG DIPILIH ALLAH”


Kamis - 15 Oktober 2009


Pada zaman akhir ini, kebutuhan gereja Tuhan yang paling utama bukan akan hal makan dan minuman, melainkan akan berita tentang keselamatan, yaitu berita kesukaan yang telah diberitakan lewat firman kebenaran. Mengapa pemberitaan tentang keselamatan ini menjadi berita yang paling utama bagi kita? jawabnya: karena dosa sudah menjalar kepada semua orang hanya oleh satu orang yang tidak taat kepada firman, yaitu oleh Adam. Untuk itulah Tuhan Allah sendiri telah mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan kita dari kutuk karena dosa, juga lewat satu orang yaitu oleh Yesus Kristus. Roma 5 : 15 menjelaskan kepada kita bahwa kasih karunia Allah tidak sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Tuhan Yesus adalah jalan keselamatan bagi semua orang, maka kita harus sungguh-sungguh mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Saudara-saudara, dalam Yohanes 19 : 23 - 27 dapat kita lihat, pakaian Tuhan Yesus “dibagi menjadi empat bagian”, pakaian = berbicara tentang keselamatan, dibagi menjadi empat bagian = berbicara keempat penjuru dunia ini. Jadi keselamatan itu adalah benar-benar menjadi kebutuhan semua orang, kebutuhan semua bangsa di dunia ini, baik orang Israel maupun orang kafir. Tetapi kalau “jubah” Yesus tidak dibagi melainkan “diundi” untuk menentukan siapa yang berhak untuk mendapatkannya. JUBAH = berbicara pelayanan, jubah tidak berjahit = berarti pelayanan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Jadi pelayanan itu sepenuhnya adalah karunia langsung dari Tuhan yang diberikan khusus kepada orang-orang yang telah dipilih Allah, tidak ada campur tangan manusia maupun organisasi gereja, sepenuhnya karena kepercayaan dari Tuhan. Untuk itu kita bisa melihat satu contoh pribadi yang dipilih Allah untuk memimpin bangsa Israel untuk memasuki tanah Kanaan, yaitu YOSUA. Yosua ini adalah orang pilihan Allah dari antara semua orang Israel. Arti nama Yosua = Tuhan itu keselamatan, jadi Yosua ini adalah orang pilihan Allah yang dipilih Allah untuk membawa orang Israel masuk ke tanah Kanaan.
Ada dua (2) tugas uatama yang diberikan Allah kepada Yosua, yaitu:
1. Untuk menyeberangi sungai Yordan
2. Berperang untuk menghalau bangsa-bangsa yang diam di tanah Kanaan.
Untuk menyeberangi sungan Yordan ini tidak gampang, lebarnya kurang lebih 30 meter dan khusus pada musim panen arusnya sangat deras sampai meluap sampai ke tepi = yang menunjuk derasnya arus dunia yang bisa menghanyutkan orang-orang percaya. Bagi kita sekarang, untuk memimpin supaya kita bisa menyeberangi derasnya arus dunia kita memerlukan seorang pemimpin rohani, yaitu Tuhan Yesus. Sebab perjalanan bangsa Israel ketika menyeberangi sungai Yordan ini adalah gambaran perjalanan gereja Tuhan di akhir zaman ini, kita juga punya satu musuh yaitu arus duniawi. Maka supaya kita bisa menyeberangi arus duniawi ini, kita membutuhkan seorang pemimpin, seorang hamba Tuhan yang benar-benar telah dipilih oleh Tuhan sendiri. Seorang hamba Tuhan yang benar-benar dipilih itu tidak boleh karena campur tangan manusia maupun campur tangan organisasi. Sebab kalau kita lihat pada zaman akhir ini, banyak orang menjadi hamba Tuhan bukan karena dipilih Tuhan, ada orang yang diangkat karena keinginan diri sendiri dan ada pula yang diangkat oleh orang lain mungkin karena ia kaya, pintar atau mungkin karena ia seorang yang dihormati, dan bahkan banyak juga karena campur tangan organisasi yang memilih orang-orang tertentu sesuai dengan keinginan seorang pemimpin. Model hamba Tuhan seperti ini, tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin yang mampu menyeberangkan jemaatnya supaya dapat mengalahkan arus duniawi yang begitu deras ini. Yang paling kita butuhkan adalah seorang pemimpin seperti Yosua atau hamba Tuhan/gembala yang benar-benar telah dipilih dan ditentukan oleh Tuhan, hamba Tuhan seperti inilah yang akan disertai oleh Tuhan dan yang akan diberikan kuasa supaya dapat mengalahkan arus duniawi yang begitu deras.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan yang rindu masuk ke dalam kerajaan sorga, kita harus mau mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati. Maka Tuhan akan memberikan kekuatan serta kuasa supaya kita dapat mengalahkan segala pekerjaan iblis.



“PEMIMPIN YANG DIPILIH ALLAH”


Kamis - 22 Oktober 2009


Kelebihan Yosua:
1). Mampu dengar-dengaran kepada pemimpin yang dilihatnya yaitu Musa.
2). Mampu dengar-dengaran kepada pemimpin yang tidak dilihat, yaitu Tuhan Allah.
Sebelun Yosua dipilih oleh Allah untuk menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan, kepada Musa , Allah sudah berfirman lebih dahulu bahwa Yosua lah yang akan memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan (Ulangan 31 : 1 - 6). Tugas utama yang diberikan Tuhan kepada Yosua: *Untuk memimpin bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan **berperang menghalau bangsa-bangsa yang ada di tanah Kanaan.
Bukti ketaatan Yosua:
1). Keluaran 17 : 8 - 14 sebelum Tuhan berfirman langsung kepada Yosua, ia begitu taat kepada Musa dan tidak suka berbantah-bantahan. Ayat 9 - 10 ketika Musa memberi perintah supaya Yosua memilih orang-orang Israel untuk berperang melawan orang Amalek, Yosua melakukannya dengan tepat, sesuai dengan perintah Musa.
2). Keluaran 32 : 17 telinga Yosua begitu tajam untuk mendengar suara bangsa Israel yang telah membangun lembu emas. Sebagai jemaat, kita juga harus punya telinga yang tajam untuk membedakan pengajaran yang benar supaya kita jangan sampai disesatkan oleh ibadah atau penyembahan yang salah.
3). Bilangan 13 : 1 - 33 Yosua itu adalah orang yang sangat dipercaya. Ketika Musa mengutus dua belas pengintai untuk mengintai tanah Kanaan, Yosua juga termasuk salah seorang pengintai tersebut bersama dengan Kaleb. Kalau kesepuluh pengintai yang lain menyampaikan kabar busuk yang melemahkan hati bangsa Israel, tetapi Yosua dan Kaleb menyampaikan kabar yang sejujur-jujurnya. Mereka berdualah yang dapat menenangkan hati dan menguatkan hati bangsa Israel bahwa mereka pasti menang dan akan mengalahkan orang Enak.
4). Bilangan 27 : 12 - 23 Yosua itu adalah orang yang sudah ditahbiskan, Tuhan Allah sendiri yang memerintahkan supaya Musa mengambil Yosua bin Nun, seorang yang penuh dengan Roh untuk menggantikan Musa memimpin bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Ayat 23 lalu Musa meletakkan tangannya atas Yosua dan memberikan kepadanya perintah-perintah Allah.
Musa meletakkan tangan atas Yosua = Yosua ditahbiskan oleh Allah lewat Musa sebagai pemimpin bangsa Israel.
Maka begitu Yosua ditahbiskan untuk menggantikan Musa, Yosua yang memimpin bangsa
Israel melewati sungai Yordan. Supaya bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan, tidak sembarang pemimpin yang dipilih oleh Tuhan, harus benar-benar orang pilihan. Karena Yosua sudah memiliki keempat hal tersebut di atas, maka Yosualah yang dipilih untuk menyeberangkan Israel ke tanah Kanaan. Arus sungai Yordan itu sangat deras apalagi kalau pada musim menuai tetapi Tuhan Allah tahu apa yang harus diperbuat supaya bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan. Yosua 3 : 14 - 17 supaya bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan, Allah memerintahkan supaya Yosua menyuruh imam-imam pengangkat tabut perjanjian supaya berjalan di depan dan mencelupkan kakinya ke dalam air. Imam-imam pengangkat tabut perjanjian = berbicara tentang pendirian yang teguh terhadap firman Tuhan, menjunjung tinggi firman pengajaran. Arus sungai Yordan ini berbicara tentang arus duniawi, kalau arus sungai Yordan bisa menghanyutkan sampai ke laut Mati, demikian juga arus duniawi bisa menghanyutkan banyak orang ke dalam dosa yang mengakibatkan kematian. Untuk itulah Tuhan memilih hamba-hamba Tuhan yang sudah punya komitmen /pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran supaya bisa disampaikan kepada jemaat-jemaatnya. Sekalipun sekarang ini dosa sudah begitu memuncak, tetapi setiap orang yang sudah berpegang teguh kepada firman Tuhan akan tetap teguh, tidak akan terpengaruh oleh deras nya arus duniawi. Jadi cara Tuhan untuk memimpin atau menyelamatkan jemaat-jemaat dari derasnya arus duniawi, Ia memilih hamba-hamba Tuhan yang sudah punya pendirian yang teguh terhadap firman pengajaran dan yang selalu menjunjung tinggi firman kebenaran. HALELUYA....!!!


“LEBIH DARI PEMENANG”

Kamis, 29 Oktober 2009

Mengapa manusia itu sangat memerlukan keselamatan? Firman Tuhan dalam Roma 3 : 23; 6 : 23 menjelaskan bahwa sesungguhnya semua orang sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan sedang berada di dalam kuasa maut. Untuk itulah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib menjadi korban penghapus dosa supaya kita layak menerima keselamatan. Kalau manusia itu tidak diselamatkan, Roma 1 : 23 firman Tuhan menyatakan bahwa murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Roma 1 : 23 perbuatan manusia yang nyata: menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Ini berbicara tentang penyembahan berhala di mana hati manusia telah condong kepada yang bukan Allah, yang bukan ajaran yang benar. Dan penyembahan berhala ini bisa kita lihat dengan nyata dalam adat istiadat yang diajarkan/diturunkan oleh nenek moyang, dan yang nyata kita lihat sekarang disetiap suku-suku. Mereka lebih mengutamakan adat istiadat dari pada memperhatikan firman kebenaran, dan rela mengganti ajaran yang benar dengan ajaran dari nenek moyang yang sebenarnya tidak berguna. Dan khusus suku Batak memiliki satu prinsip, yang mengatakan bahwa: “Hula-hula itu adalah allah yang bisa dilihat.”
Ini prinsip yang salah, satu-satunya Allah yang disembah hanya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, bukan hula-hula yang hanya manusia, tetapi hanya Tuhan Allah saja di dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus yang telah menjadi Tuhan dan Juruselamat dunia. Dia sajalah yang patut disembah dan tidak boleh ada yang lain, baik orang tua, baik patung, dll.
Saudara-saudara, kalau mengenai adat istiadat, sebenarnya orang Yahudi jauh lebih hebat dari segala bangsa di dunia ini, sebab sejak zaman nenek moyang mereka sudah mengenal Allah dan sudah menerima sepuluh hukum Taurat. Bahkan saking hebatnya dari sepuluh hukum Taurat bisa menjadi enam ratus tiga belas aturan dan peraturan di tengah-tengah mereka. Tetapi sekalipun begitu banyaknya aturan yang mereka miliki, mereka tetap harus memerlukan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Untuk itulah Tuhan Yesus datang ke dunia ini, Ia rindu menyelamatkan umat-Nya dari segala dosa mereka, tetapi sayang mereka tidak menerima Yesus sehingga kematian Yesus itu menjadi berkat bagi bangsa-bangsa kafir, kita sekarang telah beroleh kesematan. Kalau Tuhan itu adalah keselamatan, maka di dalam diri kita tidak boleh ada kata-kata “kalah” tetapi yang ada adalah kata “menang.” Yosua 1 : 5 = pernyataan Allah yang sangat luar biasa kepada Yosua bahwa “tidak akan ada seorang pun yang dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu.” Ini juga adalah janji Allah kepada kita yang akan memberikan kemenangan kepada setiap orang yang telah bertekun mengikuti Tuhan, Tuhan juga berjanji tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan. Demikian juga kalau kita sudah menempatkan Tuhan itu sebagai pokok keselamatan, maka kita tidak akan pernah kalah oleh penyakit, tidak akan kalah oleh penderitaan, tidak akan kalah oleh perkara-perkara yang duniawi. Tuhan juga akan memberikan pernyataan yang luar biasa untuk memberikan kemenangan demi kemenangan kepada kita.
Syaratnya: tekun mengikuti Tuhan dan melakukan firman Tuhan.
Yosua psl 9 = salah satu masalah yang terjadi dalam pimpinan Yosua : Karena orang Gibeon tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang disertai Tuhan, dan tidak ada Tuhan seperti yang menyertai bangsa Israel maka orang-orang Gibeon mencoba bertindak dengan memakai akal supaya mereka jangan mati dibinasakan oleh orang Israel. Kalai kita lihat akan ayat ini, orang seperti Yosua pun masih bisa diakali oleh orang Gibeon supaya mereka bisa hidup bersama-sama dengan bangsa Israel. Sebenarnya Tuhan Allah sudah pernah berfirman kepada Yosua dan kepada bangsa Israel bahwa semua bangsa yang diam di tanah Kanaan harus ditumpas, tidak boleh dibiarkan hidup-hidup dan tidak boleh mengikat persahabatan dengan mereka, tetapi ketika orang Gibeon datang dengan memakai akal dengan menyamar sebagai gembel yang tidak punya apa-apa, akhirnya Yosua pun tidak menumpas mereka. Padahal dalam Yosua 10 : 2 dikatakan bahwa Gibeon itu adalah kota yang besar dan semua orang-orangnya adalah pahlawan. Akhirnya Yosua dan orang Israel mengikat persahabatan dengan Gibeon dan membiarkan mereka hidup di tengah-tengah orang Israel. Tetapi sekalipun orang Gibeon berhasil mengelabui bangsa Israel, orang Gibeon tetap harus menanggung akibat kesalahan mereka: Yosua mengutuk mereka menjadi "tukang kayu" dan "tukang timba air" di bait Allah seumur hidup mereka. Apapun akal orang Gibeon tidak akan berhasil mengalahkan orang Israel sebab mereka berada dalam perlindungan Tuhan.

Selasa, 08 September 2009

Bible Study - September 2009

“BUAH KEBENARAN DAN KEADILAN”

Kamis, 03 September '09


Hubungan yang benar dengan Tuhan adalah hubungan karena mendengar dan melakukan firman Tuhan. Kalau tidak mau melakukan firman Tuhan, walaupun ia orang Kristen bahkan walaupun ia melayani Tuhan, tetap saja hidupnya tidak akan berkenan kepada Tuhan. Lukas 11 : 27 - 28 ada orang yang memuji ibu Tuhan Yesus, tetapi dengan tegas Tuhan Yesus berkata bahwa yang berbahagia adalah mereka yang mau mendengar dan melakukan firman Tuhan. Kemudian dalam Markus 7 : 21 - 23 dapat kita lihat, banyak orang berhasil berseru kepada Tuhan: “Tuhan, Tuhan” tetapi tidak berhasil masuk ke dalam kerajaan sorga (ayat 21). Banyak orang berhasil melayani dengan karunia-karunia yang besar, seperti bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat, tetapi tidak berhasil dikenal oleh Tuhan, bahkan ia ditolak Tuhan. Penyebabnya: karena tidak mau melakukan firman Tuhan dengan setia. Ibrani 2 : 1 - 2, firman Tuhan mengingatkan kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar supaya jangan hanyut dibawa arus, sebab setiap pelanggaran dan ketidaktaatan akan mendapat balasan yang setimpal. Kolose 1 : 10 karena mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka Injil itu berbuah di dalam hidup jemaat yang mau melakukannya, bahkan bisa menjadi layak dihadapan Tuhan serta berkenan kepada-Nya. Yesaya 1 : 19 janji firman Tuhan kepada setiap orang yang mau menurut dan mau mendengar firman Tuhan : akan memakan hasil baik dari negeri. Tetapi sebaliknya, jika tidak mau menurut firman Tuhan, melainkan melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang. Jika kita tetap setia beribadah kepada Tuhan dan tetap menjaga kesucian hidup, maka ada tiga (3) berkat rohani yang akan disediakan Tuhan bagi kita, yaitu:
1). Efesus 1 : 13 - 14 = Tuhan menyediakan firman kebenaran (=pelita), hidup kita akan penuh dengan buah-buah kebenaran yang sangat berkenan kepada Tuhan.
2). Efesus 3 : 4 - 6 = Tuhan menyediakan firman yang dibukakan rahasianya (=Meja Roti), hidup kita akan penuh dengan keadilan yang diakibatkan oleh firman Tuhan tersebut.
3). Efesus 3 : 16 - 21 = kita mendapat kesempatan berdoa dan menyembah, persekutuan kita dengan Tuhan semakin erat, tidak dapat dipisahkan lagi.
Jadi supaya bisa menghasilkan buah-buah yang benar, kita harus mau ditempatkan di Ruangan Suci, dengan cara menerima firman Tuhan, hidup di dalam kuasa dan pimpinan Roh Kudus dan senantiasa berdoa dan menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran. Inilah yang menjadi kerinduan Tuhan di dalam hidup kita. Tetapi sebaliknya, kalau hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, maka ia tidak mungkin bisa berkenan kepada Tuhan. Matius 15 : 12 - 14 Yesus berkata bahwa setiap tanaman yang tidak di tanam oleh Bapa, akan dicabut dengan akar-akarnya, Tuhan sendiri yang mencabutnya dan tidak akan membiarkan satu akarpun yang bisa hidup. Pada minggu-minggu yang lalu, akar yang dicabut itu menunjuk "adat istiadat dari nenek moyang" yang masuk ke dalam ibadah dan pelayanan. Markus 7 : 7 kalau tetap terikat dengan adat istiadat, dengan tegas Tuhan Yesus berkata: "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." Jadi adat istiadat itu adalah ajaran manusia, berasal dari manusia, bukan dari Allah, jadi tidak boleh masuk ke dalam gereja untuk diajarkan kepada orang. Kalau masuk, maka sekalipun datang beribadah, namun ibadahnya itu tidak akan berkenan kepada Allah. HALELUYA....!!!


“MEMELIHARA KASIH PERSAUDARAAN”


Kamis - 10 September 2009

Ibrani 13 : 1 - 6 = memelihara kasih persaudaraan harus terus menerus, bagaikan gelombang yang bergulung-gulung, terus menerus tanpa putus-putusnya. Seperti ombak yang bergulung-gulung, demikianlah kasih itu jangan sampai putus apalagi sampai habis. Memelihara kasih persaudaraan itu sama artinya dengan berfiladelfia, hidup bersama dalam kasih persaudaraan yang tulus iklas yang dikerjakan sepenuhnya oleh firman Tuhan. Memelihara kasih persaudaraan bukan hanya kepada sesama jemaat Tuhan, bukan hanya kepada keluarga, tetapi kita juga harus mampu menunjukkannya kepada semua orang.
Ibrani 13 : 2 = prakteknya suka memberi tumpangan kepada orang lain. Firman Tuhan mengatakan kita memang masih hidup di dunia ini, tetapi sekalipun demikian kita harus mampu memelihara kasih persaudaraan ini dan jangan sampai memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang. Efesus 2 : 11 - 12 mengatakan kita sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat, hidup tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel, tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan Allah, tanpa pengharapan dan tanpa Allah. Tetapi sekalipun demikian, ada satu pribadi yang berkenan mengangkat derajat hidup kita, yaitu Yesus Kristus. Sebab oleh Yesus Kristus dan oleh darah-Nya, kita “yang dahulu jauh” sekarang telah menjadi “dekat”. Artinya: oleh darah Kristus, kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan dengan baik sehingga tidak ada lagi perbedaan yang seorang dengan yang lain, dan tidak ada perbedaan golongan atau suku, sebab oleh darah Kristus, kita semua menjadi sama.
Karena itu supaya kita dapat memelihara kasih persaudaraan ini dengan baik dan bisa ber Filadelfia yang seorang dengan yang lain, kita harus meneladani sikap Kristus. 1 Petrus 2 : 19 - 21 menjelaskan kita harus mampu menderita karena berbuat baik, dengan sadar menanggung penderitaan yang seharusnya tidak kita tanggung. Ini baru namanya sikap yang baik. Sebab jika kita sudah mampu hidup demikian, maka segala perbuatan yang kita lakukan itu merupakan kasih karunia pada Allah.
Yesus itu adalah Adam yang akhir, maka semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus (1 Korintus 15 : 22). Sebaliknya kalau masih tetap mewarisi sifat Adam yang pertama, maka akan berakhir kepada dosa dan maut, sebab di dalamnya tidak ada kasih persaudaraan. Pengkhotbah 3 : 18 - 22 menjelaskan kepada kita nasib manusia sama dengan nasib binatang, kedua-duanya menuju ke satu tempat, dan terjadi dari debu. Inilah keadaan manusia yang mewarisi sifat/DNA Adam yang pertama. Tetapi jika kita sudah mewarisi sifat/DNA Yesus, maka kita akan beroleh kemenangan sebab Yesus sebagai Adam yang akhir telah menaklukkan maut, sehingga setiap orang yang hidup dalam kebenaran akan hidup bersama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya.


“T A N D A D A R A H”

Kamis - 17 September 2009


Dalam kitab Perjanjian Baru ada dua kitab yang banyak berbicara tentang iman, yaitu kitab Roma dan kitab Yakobus. Dalam terang Tabernakel, kitab Roma kena mengena dengan Mezbah Korban Bakaran, sedangkan kitab Yakobus kena mengena dengan Tudung Tabernakel yang paling dalam. Jadi inti dari kedua kitab ini adalah berbicara tentang iman, yaitu iman yang dapat membetulkan dan membenarkan hidup kita di hadapan Allah dan juga yang dapat membawa kita kepada kesempurnaan. Walaupun Allah itu dikatakan maha baik, maha kuasa, penuh kasih dan kemurahan, tetapi untuk membetulkan hidup kita, Tuhan sudah punya cara tersendiri, yaitu harus tetap lewat iman, yaitu beriman kepada Yesus Kristus. Caranya: terima Darah Yesus, percaya kepada Yesus dan lakukan firman-Nya dengan taat dan setia. Sebesar apapun usaha manusia untuk membetulkan dirinya dengan maksud supaya bisa hidup berkenan kepada Tuhan, tetapi kalau tidak beriman kepada Yesus Kristus, maka semua usahanya itu hanya sia-sia saja, tetap saja ia tidak akan mampu untuk memperbaiki/ membetulkan dirinya.
Sebagai contoh kita bisa melihat tentang kehidupan bangsa Israel. Sejak dalam Perjanjian Lama, Tuhan Allah sudah banyak memberikan hukum supaya lewat hukum itu bangsa Israel dapat memiliki rasa takut akan Allah dan dapat beribadah dengan benar. Tetapi kalau kita lihat dalam Roma 9 : 30 - 33, firman Tuhan menjelaskan bagaimana sikap dan perbuatan bangsa Israel, mereka memang berusaha mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tetapi pada hakekatnya mereka tidak sampai kepada hukum itu. Mengapa mereka tidak dapat sampai kepada hukum tersebut? Jawabannya: karena bangsa Israel mengejar hukum itu bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Setiap orang yang mencoba mengejar hukum tetapi kalau tidak beriman kepada Yesus Kristus, usahanya itu hanya sia-sia saja, beriman kepada Yesus harus disertai dengan sikap dan perbuatan yang benar. Bangsa Israel ini menjadi contoh usaha manusia yang mencoba memperbaiki/membetulkan diri dengan usaha sendiri, tetapi gagal total. Saudara-saudara, dalam Yehezkiel psl 9 firman Tuhan telah menubuatkan apa yang akan terjadi pada zaman akhir ini, Tuhan Allah akan menghukum kota yang tidak takut akan Tuhan. Tuhan Allah sendiri yang akan memerintahkan enam orang laki-laki, masing-masing dengan alat pemukul ditangannya untuk memukul dan membinasakan orang-orang yang tidak memiliki tanda, tetapi satu diantara mereka berpakaian lenan dan disisinya terdapat suatu alat penulis, ditugaskan untuk memberikan tanda kepada orang-orang yang berkeluh kesah. Kalau kita lihat ayat ini, Tuhan Allah mengijinkan lebih banyak yang merusak manusia daripada yang tidak merusak, lebih banyak yang menyesatkan dari pada yang tidak menyesatkan = enam banding satu. Ini nubuatan firman Tuhan tentang keadaan yang akan terjadi pada akhir zaman ini, bahwa pada zaman akhir ini akan lebih banyak yang merusak dari pada yang memperbaiki, pengajaran sesat lebih banyak dari pada yang benar, dst. Kita perhatikan dengan baik, ayat 4 pekerjaan orang yang memegang alat penulis itu adalah untuk menuliskan “huruf T” pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah = menunjuk kepada gereja Tuhan yang sudah memiliki “tanda darah”. "huruf T" = berbicara salib Kristus. Jadi setiap orang yang sudah memiliki tanda “tanda huruf T” atau yang sudah memiliki “tanda darah” tidak akan dibinasakan bahkan disinggungpun tidak boleh. Inilah berkat khusus bagi gereja Tuhan yang sudah memiliki tanda darah. Tetapi setiap orang yang tidak diberi tanda “huruf T” akan diikuti oleh keenam orang tersebut dan akan memukul mereka sampai mati, baik orang-orang tua, teruna-teruna, dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, mereka semua akan di bunuh dan dimusnahkan. Karena itu, bagaimana caranya supaya kita benar-benar memiliki “tanda huruf T” ataupun “tanda darah”? Jawabannya ada dalam Keluaran 24 : 7 & 8, yaitu dalam diri kita harus ada satu sikap/komitmen untuk “mendengar” dan “melakukan” segala perintah Allah. Setelah kita mau mengambil sikap mendengar dan melakukan segala firman Tuhan, barulah Tuhan akan menaruh tanda itu dalam diri kita, darah-Nya akan disiramkan kepada kita menjadi tanda sebagai milik kepunyaan Tuhan sendiri. sSama seperti bangsa Israel, setelah mereka mengambil sikap mendengar dan melakukan segala firman Tuhan, barulah Musa mengambil darah dan menyiramkannya kepada bangsa Israel. Musa berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman ini." Jadi tanda darah itu adalah tanda perjanjian antara Tuhan ALlah dengan kita sebagai umat-Nya. Kalau belum memiliki tanda darah, berarti kita belum layak disebut sebagai umat Allah. Karena itu supaya kita layak disebut sebagai umat Allah, kita juga harus punya sikap mendengar dan melakukan firman Tuhan supaya Tuhan memberikan tanda darah tersebut pada kita. HALELUYA...!!!

Minggu, 09 Agustus 2009

Bible Study Agustus 09



“RUMAH ROHANI”


Kamis 6 Agustus 2009


1 Korintus 13 : 1 - 3 = mempunyai karunia untuk bernubuat, mengetahui segala rahasia, memiliki seluruh pengetahuan, memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, semua itu tidak berguna di mata Tuhan. Maka dalam 1 Petrus 2 : 5 ini dapat kita lihat dengan jelas, yang disebut rumah rohani itu ialah jika di dalamnya sudah ada imam-imam yang melayani dengan benar, dan di dalamnya ada persembahan rohani. Rumah rohani bisa berubah menjadi sarang penyamun, jika di dalamnya tidak ada lagi ajaran yang sehat. Seperti dalam Matius 21 : 12 - 13 bait Allah sudah berubah menjadi sarang penyamun, sebab mereka telah membuat bait Allah itu untuk mencari keuntungan atau untuk kepentingan diri sendiri. Kalau di dalam gereja itu tidak lagi ditampilkan ajaran yang sehat,yaitu firman yang memberi koreksi, maka gereja itu akan berubah menjadi tempat orang-orang yang membuat ibadah dan pelayanan itu hanya untuk mencari makan, membuat gereja itu hanya untuk kepentingan diri sendiri. Gereja yang berubah menjadi sarang penyamun itu adalah gereja yang di dalamnya tidak ada firman pengajaran, sehingga yang dilakukan itu hanya untuk kepentingan diri sendiri bukan lagi untuk memuliakan Tuhan. Maka dalam 1 Timotius 6 : 2b - 5 firman Tuhan menjelaskan bagaimana keadaan gereja kalau sudah menerima ajaran yang tidak sehat, penyakitnya ialah mencari-cari soal, bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga dan percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehatdan yang telah kehilangan kebenaran. Mereka membuat ibadah itu hanya untuk mencari keuntungan kepada diri sendiri, bukan untuk memuliakan Tuhan. Untuk itulah Tuhan mau membangun kita kembali, supaya kita inibenar-benar menjadi rumah rohani, menjadi batu-batu yang hidup yang mau dipakai dan ditempatkan sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Maka kalau kita lihat Hagai 2 : 19 - 20 keadaan bangsa Israel setelah memperhatikan pembangunan rumah Tuhan, Tuhan sendiri yang berjanji bahwa Ia akan memberikan berkat-berkat-Nya. Artinya: jika kita mau memperhatikan pembangunan ruman Tuhan= (membangun jemaat menjadi tubuh Kristus), maka sejak saat itu juga Tuhan akan memberkati kita. Kalau arah dan perhatian kita sudah tertuju untuk membangun gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus, tidak ada ceritanya akan kekurangan, sebab Tuhan sendiri akan campur tangan untuk memberkati kita semua. Karena itu baik sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan, mari bersama-sama kitaarahkan mata dan pandangan rohani kita untuk membangun tubuh Kristus maka Kristus sebagai Kepala, sebagai Mempelai Pria, pasti memberkati kita.


“Singa Dari Suku Yehuda”

Kamis 13 Agustus 09


Wahyu 19 : 6 - 7 = penampilan Tuhan Yesus dalam pernikahan Anak Dombadengan pengantin-Nya adalah sebagai Raja di atas segala raja, yang penuhdengan kekuasaan. Yesaya 31 : 4 - 5, Sion itu adalah menunjuk gereja yang menjadi mempelai perempuan Kristus. Maka untuk mempertahankan Sion,Tuhan tampil seperti “seekor singa” atau seperti “singa muda” yang menggeram untuk mempertahankan mangsa-Nya. SINGA itu menunjuk kepada pribadi Yesus, sebagai Raja yang penuh dengan kekuasaan. Sebab dalam Wahyu 5 : 5 Yesus itu digelari sebagai “Singa dari suku Yehuda” yang telah berhasil memperoleh kemenangan demi kemenangan. Kitalah mangsa-Nya, yang dipertahankan dengan kekuatan kuasa firman-Nya supaya jangan di yaitu iblis. 1 Petrus 5 : 8, iblis itu juga ditampilkan bagaikan singa yang mengaum-aum untuk mencari mangsa yang dapat di telannya. Kalau seseorang itu sudah bertobat dan kembali kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka iblis tidak akan tinggaldiam. Kalau gereja itu sudah mulai bertumbuh rohaninya, sudah setia beribadah dan melayani Tuhan, iblis tidak akan tinggal diam. Ia juga akan berusaha dengan segala kekuatannya untuk menerkam atau mencengkram mangsanya, bagaikan singa yang mengaum-aum. Dan mangsanya itu ialah mereka yang mulai takut dan kuatir, yang tidak setia melakukan firman Tuhan dan yang tidak tetap tinggal di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar. Setiap orang yang kosong akan firman Tuhan, walaupun ia sudah bertobat, sudah pernah dikuduskan, sudah pernah hidupnya diatur/ditata oleh Tuhan, tetapi masih juga memungkinkan untuk jatuh kembali ke dalam dosa, bahkan bisa lebih jahat dari yang sebelumnya. Matius 12 : 43 - 45 menjelaskan bagaimana keadaan apabila roh jahat keluar dari manusia, roh itu masih kembali lagi kepadanya bahkan dengan tujuh roh lain, yang lebih jahat dari padanya sehingga keadaan orang itu lebih jahat dari yang sebelumnya. Roh-roh jahat itu bisa masuk ke dalam seseorang apabila ia kosong akan firman Tuhan. Kosong akan firmanTuhan artinya:hidupnya tidak dicengkram oleh Tuhan, tidak dikuasai oleh firman dan Roh Kudus-Nya. Bukti betapa hebatnya kuasa Allah dalam firman-Nya dapat kita lihat dalam Wahyu 10 : 1 - 4 kitab yang terbuka itu berbicara firman Tuhan yang telah dibuka rahasianya. Jika tangan kanan sudah memegang kitab kecil (=firman yang telah dibukakan rahasianya), maka kaki kanan dapat menginjak laut dan kaki kiri dapat menginjak bumi. Artinya adalah kalau rahasia firman Tuhan sudah terbuka maka kita akan memiliki kuasa untuk mengalahkan iblis/setan dan pekerjaannya lewat antikris (=binatang yang keluar dari dalam laut) dan nabi-nabi palsu (=binatang yang keluar darai dalam bumi). Inilah bukti kehebatan kuasa firman Tuhan, jika singa sudah mengaum, maka musuh juga akan takut.



“Singa Dari Suku Yehuda”


Kamis 20 Agustus 2009

Pada zaman akhir ini, banyak orang tidak takut lagi berbuat dosa, tidak takut melakukan hal-hal yang merusak diri sendiri. Sekalipun mereka sudah berdosa, tetapi masih juga berani datang ke rumah Tuhan, beribadah ataupunmenyembah. Yeremia 7 : 9 - 10; Hosea 5 : 8 - 14 firman Tuhan menjelaskantentang keadaan bangsa Israel yang tidak takut lagi kepada Tuhan dan tidak lagi memperhatikan firman Tuhan. Mereka mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak dikenal, sekalipun mereka sudah berbuat jahat, tetapi mereka masih juga datang ke rumah Tuhan dan berkata: “Kita selamat”. Maka sebagai akibat segala perbuatan yang telah mereka lakukan tersebut, Tuhan Allah membuat bangsa Israel menjadi tandus, mereka tertindas, diremukkan oleh hukuman yang didatangkan oleh Allah sendiri. Untuk itulah Tuhan Allah tampil bagaikan “singa yang mengaum” untuk mencengkram mangsanya, dan mangsanya itu ialah kita sendiri (Yesaya 31 : 4). Kalau singa sudah menggeram untuk mempertahankan mangsanya, ia tidak perduli dengan teriakan pasukan gembala yang dikerahkan melawan dia. Wahyu 5 : 5; 10 : 3 pribadi Kristus juga ditampilkan sebagai “singa dari suku Yehuda” yang berhasil membukakan rahasia firman Tuhan. Mengapa Tuhan Yesus Kristus ditampilkan seperti singa yang mengaum? tentu ada maksud dan tujuannya, yaitu: supaya di dalam diri kita ada rasa takut akan Tuhan, takut berbuat dosa, takut tidak beribadah, takut melakukan hal-hal yang merusak diri/iman. Jika di dalam diri kita sudah ada rasa takut akan Tuhan, puncaknya: di dalam diri kita ada rasa suka menyembah, selalu ingin bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan pe- nyembahan. Dan jika di dalam diri kita benar-benar sudah ada rasa takut akan Tuhan, maka kita akan mengerti apa rencana Tuhan di dalam diri kita, apa yang paling Tuhan kehendaki dari diri kita. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, ada dua (2) rahasia yang paling besar yang perlu kita ketahui, yaitu:
RAHASIA IBADAH (1 Timotius 3 : 16)
& RAHASIA HUBUNGAN KRISTUS DENGAN JEMAAT = rahasia tentang mempelai perempuan Kristus (Efesus 5 : 32). Ibadah itu disebut agung karena:
* Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai manusia untuk menebus dosa-dosa manusia,
** Yesus sebagai Adam yang akhir sanggup memberi kehidupan kepada mempelai-Nya. Dan disam ping itu, rahasia ibadah itu disebut besar jika Tuhan Allah hadir di dalamnya, dan karena rahasia firman Tuhan telah dibukakan. Dalam Yohanes 5 : 24 - 25 Tuhan Yesus mengatakan supaya kita bisa pindah dari maut ke dalam hidup, ada syarat yang harus kita lakukan, yaitu: mendengar dan menerima firman Tuhan, serta melakukannya dalam hidup kita sehari-hari. Jika kita mau mendengar dan melakukan firman Tuhan, Tuhan sendiri yang akan memindahkan kita dari dalam maut ke dalam hidup, masuk ke dalam kerajaan sorga.





Senin, 29 Juni 2009

Bible Study Juli 09




“HARI PENTAKOSTA”

Kamis 04 juni 09

Keluaran 12 : 1 - 2 PASKAH diadakan bangsa Israel pada tanggal sepuluh bulan satu, Keluaran 19 : 1 - 2 pada bulan yg ketiga Tuhan Allah berfirman kepada bangsa Israel lewat Musa di gunung Sinai. Jadi sejak diadakannya PASKAH sampai tiba di gunung Sinai memakan waktu 50 hari. PASKAH = tanggal 10 bulan ke-1 = 20 hari, bulan ke-2 = 30 hari, jadi sejak tanggal 10 bulan 1 ada waktu selama 50 hari. Bagi kita sekarang, hari ke-50 = sejak Yesus bangkit dari antara orang mati sampai kepada Roh Kudus dicurahkan ke atas murid-murid-Nya. Jadi angka 50 = adalah angka HARI PENTAKOSTA. Setelah bangsa Israel berjalan selama 50 hari Allah berseru kepada Musa untuk menyampaikan firman Tuhan dan untuk memberitahukan apa yang telah dilakukan Allah kepada orang Mesir ketika orang Israel masih berada di Mesir. Dan di atas gunung Sinai inilah, Tuhan Allah memberikan janji-Nya kepada bangsa Israel,
* Tuhan akan mendukung di atas sayap rajawali,
** menjadikan bangsa Israe sebagai harta kesayangan Tuhan dan
***Tuhan akan menjadikan bangsa Israel menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Tetapi ada syaratnya: alami dulu suasana Pentakosta dan sungguh-sungguhlah mendengar dan melakukan firman Tuhan dan tetaplah berpegang pada perjanjian Tuhan untuk melakukan segala perintah Allah. Maka Tuhan akan memberikan firman-Nya kepada kita. Yohanes 14 : 15 - 16 kalau kita sudah mengasihi Allah dan menuruti segala perintah Allah, maka Tuhan Yesus sendiri akan meminta kepada Bapa supaya memberikan Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran atau Roh Kudus. Jadi kalau kita lihat ayat ini, syarat supaya kita dipenuhi dengan Roh Kudus *mengasihi Tuhan dan **menuruti segala perintah Allah. Bukti Bangsa Israel mengasihi dan menuruti firman Tuhan, Keluaran 19 : 8 seluruh bangsa Israel berjanji bersama-sama untuk melakukan segala firman Tuhan. Maka dalam ayat 9 barulah Tuhan berfirman menyatakan kehadiran-Nya dalam awan yang tebal supaya didengar oleh bangsa Israel, sehingga dengan kehadiran Tuhan dalam awan, mereka menjadi percaya baik kepada Musa maupun kepada Allah yang mengutus Musa. Kamis 11 Juni 2009


“KEDEWASAAN ROHANI”

Kamis 11juni 09

Yesaya 35 : 8 = jalan Tuhan adalah Jalan Kudus, karena itu tdk sembarangan orang yang bisa melintasinya. Yang tidak boleh melintasih Jalan Tuhan: orang-orang yang tidak tahir (= orang-
orang yang belum dikuduskan) dan orang-orang yang pandir. Yesaya 33 : 20 - 21 = SION itu menunjuk kepada gereja yang sudah jadi sidang mempelai perempuan Kristus, jadi ayat ini
berbicara tentang suasana sukacita dalam pesta perkawinan Anak Domba. Karena itu syarat supaya bisa masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba:
1). Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri, atau kepintaranmu, tetapi ikuti gerak firman Tuhan yang akan menuntun engkau mesuk ke dalam rencana-Nya yg indah dan mulia. PERAHU DAYUNG = lambang kekuatan manusia, supaya perahu bisa berjalan harus mendayung dgn mengelurkan tenaga diri sendiri. Yeremia 17 : 5 kalau mencoba mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatan sendiri dan kalau hati menjauh dari Tuhan, dikutuk oleh Tuhan. Nasibnya tidak beda dengan semak bulus di padang belantara, yang tidak akan mengalami datangnya keadaan baik.
2). Muatan dalam hidup kita tidak boleh yang lain selain dari firman Tuhan saja. KAPAL BESAR = lambang kehidupan manusia yang selalu membesar-besarkan diri dengan harta, dengan kepandaian, dll. Efesus 4 : 15 arah perjalanan kepengikutan kita kepada Tuhan harus ke arah Kristus sebagai Kepala. Kalau kita tetap teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih Kristus, kita akan dibawa kepada pengenalan yang lebih dalam lagi, yaitu kita di bawa untuk mengenal Kristus sebagai Kepala. Supaya kita dpt mengenal Kristus sebagai Kepala, Tuhan telah memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil-penginjil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Tuhan memberi lima jabatan ini tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah utk memperlengkapi orang - orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus sampai mencapai kesempurnaan (ayat 11 - 14). Dengan demikian, kita bukan lagi anak-anak saja tetapi sudah mengalami peningkatan menjadi dewasa yang siap diangkat menjadi mempelai perempuan Kristus. Jadi supaya kita bisa masuk ke Sion, jangan andalkan kekuatanmu sendiri dan isi hidupmu sampai limpah dengan firman pengajaran.


“KEDEWASAAN ROHANI”

Kamis 16 juni 09

Ada tiga (3) keputusan penting yang telah dilakukan dan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus, yaitu:
1). Supaya dosa-dosa kita diampuni,
2). Supaya kita diangkat menjadi imam-imam untuk melayani Tuhan
3). Supaya kita dijadikan sebagai mempelai perempuan Kristus yang kudus dan sempurna. Untuk mewujudkan rencana Tuhan ini, Ia rela mati di atas kayu salib untuk menanggung kutuk yang seharusnya di tanggungkan kepada kita. Dan bukan hanya itu saja, Tuhan Yesus jg memberikan firman dan Roh Kudus-Nya sebagai sarana untuk memperlengkapi
supaya kita bisa segambar dan serupa dengan Allah dlm kemuliaan-Nya. Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir ketanah Kanaan, Tuhan telah memberikan jalan-jalan-Nya kepada Musa dan menunjukkan perbuatan-perbuatan-Nya kepada bangsa Israel. Tujuannya adalah supaya bangsa Israel tidak tersesat dan supaya mereka tetap kuat selama dalam perjalanan. Tetapi sayang mereka tidak mau memperhatikan firman Tuhan melainkan memberontak kepada Allah, dan tidak mau melakukan segala perintah Allah. Yeremia 46 : 14-17 = bangsa Israel memang sudah keluar dari Mesir, tetapi pola pikir mereka atau cara hidup mereka masih tetap sama seperti ketika mereka masih berada di Mesir. Sebab ketika di padang gurun, mereka masih ingin pulang kembali ke Mesir, ke negeri kelahiran mereka untuk mengelakkan pedang karena tidak tahan menghadapi penderitaan. Dan bukan hanya itu saja, di padang gurun mereka juga membangun anak lembu emas untuk disembah sebagai allah. AkibatnyaTuhan bersumpah dalam murka-Nya bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian Tuhan (Mazmur 95 : 9 - 11). Penyebab bangsa Israel tidak mengerti jalan-jalan Tuhan: *Karena mereka tidak memposisikan diri sebagai domba (ayat 7), **Karena mereka mengeraskan hati untuk tidak mendengar firman Tuhan (ayat 8), ***dan karena mereka telah mencobai dan menguji Tuhan (ayat 9). Kalau tdk tergembala dengan baik akan timbul kekerasan hati, sungut-sungut dan tidak akan mengerti firman Tuhan. Setiap orang yang keras hati nya terhadap firman Tuhan, di luar memang tidak kelihatan tetapi di dalam hatinya ada batu-batu yang keras yang menjadi penghalang sehingga firman itu tidak dapat bertumbuh. Sama seperti benih yang di tanam di tanah berbatu-batu, memang benih itu bisa bertumbuh tetapi tidak dapat bertahan lama. Demikianlah orang Kristen yang hatinya keras, bisa saja ia senang mendengar firman Tuhan, tetapi pd dasarnya firman itu tidak dapat bertumbuh, imannya tidak mungkin bisa bertumbuh dengan baik. Kalau tetap seperti ini, rohaninya tidak akan sampai kepada puncak rencana Tuhan, yaitu untuk menjadikan kita sebagai mempelai perempuan Kristus, yang kudus dan sempurna.


" RUMAH ROHANI "

Kamis 23 Juli 09

Tahap perjalanan murid-murid ketika dipanggil menjadi rasul:
1). Mengikut Tuhan dengan tanda penyucian hidup dari perkara uang. Matius 9 : 9 - 13 = MATIUS dipanggil dari “rumah cukai”, tempat yang banyak uang sekaligus banyak juga dosa di dalamnya. Supaya bisa menjadi murid Yesus, harus disucikan dulu dari perkara uang, menjadi murid tidak boleh terikat dengan perkara uang. Semua orang memang perlua uang, baik hamba-hamba Tuhan maupun jemaat-jemaat, tetapi bukan uang yang mengatur hidup kita, jangan seperti orang lain apapun akan dilakukan demi untuk mendapat uang. Kita semua perlu uang, tetapi yang tidak boleh adalah : hati kita jangan terikat dengan uang. Kita bisa melihat, Matius 19 : 16 - 22 supaya sempurna, kepada pemuda yang kaya itu Yesus berkata supaya menjual seluruh hartanya dan membagi- bagikannya kepada orang miskin, lalu datang kepada Yesus. Tetapi pemuda yang kaya ini tidak sanggup melepaskan dirinya dari perkara uang, hatinya lebih mencintai uang dari pada mencintai Tuhan. Pengkhotbah 5 : 9 setiap orang yang lebih mencintai uang, tidak akan pernah puas dengan uang, cinta kekayaan, tetapi kekayaan, tidak akan puas dengan penghasilannya. Tetapi sebagai jemaat Tuhan, kepuasan kita hanya apabila kita sudah dibangun menjadi rumah rohani, sebagaimana dikatakan dalam mazmur 17 : 15 dalam kebenaran, kita akan memandang Tuhan dan pada waktu bangun menjadi puas dengan Tuhan.
2). Mengikut Tuhan dalam tanda pembaharuan. Petrus dalam kepengikutannya yang kedua kali setelah Yesus bangkit, tidak gagal lagi sebab sudah mengalami tanda pembaharuan. Yohanes 21 : 15 - 19 kepengikutan Petrus dibaharui supaya dapat mengasihi Yesus dengan benar. Bukti sudah mengalami tanda pembaharuan : dapat mengasihi Tuhan lebih dari pada yang lain. Dan kalau sudah mengalami tanda pembaharuan, tidak menjadi batu sandungan kepada orang lain.
3). Mengikut Tuhan sampai kepada akhirnya. Yohanes adalah murid yang paling dikasihi Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus menghendaki supaya Yohanes hidup sampai Yesus datang kembali. KepengikutanYohanes ini adalah gambaran kepengikutan gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Yesus berkata kepada Petrus bahwa itu adalah urusan Tuhan Yesus sendiri, bukan urusan Petrus. Demikian juga dengan gereja Tuhan yang sudah menjadi sidang mempelai perempuan menjadi urusan Tuhan sendiri supaya tetap hidup sampai Tuhan Yesus datang sebagai Mempelai Pria Sorga. Haleluya..!!

“RUMAH ROHANI”

Kamis 30 juni 09

Sasaran pembangunan tubuh Kristus (=rumah rohani) : supaya terwujut imamat yangkudus,yaitu ibadah dan pelayanan yang berintikan tentangkekudusan. Matius 21 : 28 - 30 ada dua tipe anak (=pelayan) yang diajak bekerja di kebun anggur. Kebun anggur itu menunjuk ladang Tuhan, yaitu ibadah dan pelayanan. Diajak bekerja di kebun anggur berarti diajak atau diberi kesempatan turut serta dalam membangun jemaat menjadi tubuhKristus. Mengapa Tuhan membawa kita ke kebun anggur? Jawabannya:
karena di dalam ladang anggur itu ada kemanisan, ada sukacita yang di kerjakan sepenuhnya oleh Tuhan di dalam hati kita. Demikian juga dalampembangunan tubuh Kristus pasti ada kemanisan atau kepuasan yang akan kita nikmati. Ayat 31 = ketika Tuhan Yesus bertanya: “Siapakah diantara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Semua orang dapat
menjawab dengan tepat dan benar, bahwa anak yang kedua itulah yang punya sikap yang baik dan benar, yaitu sikap yang memiliki tanda keubahan hidup. Pemungut cukai dan perempuan sundal akan masuk ke dalam kerajaan Allah, sebab mereka mau menyesal dan bertobat. Sedangkan orangorang farisi, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Yahudi, tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga karena tidak memiliki tanda keubahan hidup. Contoh: Lukas 7 : 36 - 40 orang berdosa yang diberi kesempatan untuk melayanlTuhan, Maria itu seorang perempua yang terkenal sebagai seorang perempuan berdosa. Tetapi setelah ia mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah seorang Farisi, ia datang kepada Yesus dan merendahkan dirinya di hadapanTuhan Yesus. Karena perbuatannya tersebut, maka sekalipun dosanya banyak, tetapi semua dosanya itu diampuni. Setiap orang yang mau merendahkan diri di hadapan Tuhan, seberapa besarpun dosanya pasti akan diampuni Tuhan. Sebab persekutuan pembangunan rumah rohani/tubuh Kristus itu berintikan tentang kasih, kasih yang dapat menutupi segala dosa dan kesalahan. 1 Petrus 1 : 22 supaya kita dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus iklas, lebih dahulu harus menyucikan diri oleh ketaatan kepada kebenaran, yaitu taat kepada segala perintah Tuhan. Demikianjuga dalam 2 Yohanes 1 - 1 - 2 supaya bisa saling mengasihi dasarnya adalah“hidup di dalam kebenaran”, setiap orang yang sudah hidup di dalam kebenaran ia pasti akan mampu mengamalkan kasih persaudaraan tersebut.Praktek mengamalkan kasih persaudaraan: dapat mengasihi diri sendiri (=pribadi), dapat mengasihi suami, istri atau anak-anak (=keluarga), dapat mengasihi sesama jemaat Tuhan (=kepada semua orang). 1 Yohanes 3 : 14 barang siapa tidak mengamalkan kasih persaudaraan, ia tetap di dalam maut.