Rabu, 03 Agustus 2011

Bible Study - Agustus

“KITAB MALEAKHI”

Maleakhi 3 : 1 - 5


Dari ketiga cerita yang diterangkan dalam Matius psl 25 ada tiga (3) hal yang perlu kita ketahui sebagai kesiapan dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:

- kesiapan sebagai mempelai perempuan Kristus: harus ada pelita yang tetap menyala dengan minyak dalam buli-buli sebagai cadangan ketika tengah malam tiba, maksudnya: kita harus mau memperhatikan firman Tuhan dan melakukannya dengan setia maka pelita kita akan tetap menyala walau di tengah kegelapan dosa.

- kesiapan sebagai hamba Tuhan: harus ada sikap bertanggung jawab terhadap tugas & pelayanan yang telah dipercayakan walau sekecil apapun, kita harus melakukannya dengan rela hati dan disertai dengan tanggung jawab.

- kesiapan sebagai domba: berbuat dengan kasih, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama disertai dengan tindakan kasih yang bisa menyenangkan hati Tuhan.

Kalau kita sudah memiliki ketiga perbuatan tersebut di atas, itu berarti kita mau memperhatikan firman Tuhan dan melakukannya sampai selesai. Seperti Nuh selesai membangun bahtera demikian juga kita harus sampai selesai dalam melakukan firman Tuhan, tidak boleh tanggung-tanggung, tidak boleh bermalas-malasan apalagi main-main Tuhan pasti akan menunjukkan kekerasan-Nya. Kita harus mengetahui bahwa ketiga cerita dalam Maitus psl 25 ini merupakan inti panggilan Tuhan dalam hidup kita, dan puncak dari segala rencana Tuhan dalam hidup kita. Tuhan mau supaya kita berhasil menjadi mempelai perempuan Kristus, berhasil menjadi hamba yang baik dan penuh tanggung jawab dan berhasil menjadi domba-domba yang berkenan kepada Allah.

DAUD = adalah raja Israel yang paling berkenan di hati Allah. Walaupun di Israel ada banyak raja, tetapi di mata Tuhan Daud itu berbeda bahkan istimewa sehingga selalu disertai ke manapun ia pergi berperang. Mengapa? karena Daud itu berhasil melakukan segala kehendak Tuhan sampai selesai. Kita bisa melihatnya dalam Kisah Para Rasul 13 : 22 firman Tuhan menjelaskan kepada kita tentang Daud: Allah mengangkat Daud bin Isai menjadi raja Israel, seorang yang berkenan dihati Tuhan, yang mau melakukan segala kehendak Tuhan: tunduk kepada firman Tuhan & menempatkan dirinya sebagai hamba.
Walaupun Daud telah diurapi menjadi raja, tetapi Daud bisa menempatkan/memposisikan dirinya sebagai hamba dan sebagai pelayan di hadapan raja Saul. Inilah yang membuat sehingga dalam Kisah Para Rasul 13 : 22 Allah mengakui Daud itu seorang yang berkenan dihati Allah. Jadi baik sebagai jemaat Tuhan terlebih sebagai hamba Tuhan, kita juga harus meneladani sikap Daud tersebut, kita harus tunduk kepada firman Tuhan dan bisa menempatkan diri sebagai hamba yang taat melakukan firman Tuhan. Walau jabatanmu tinggi, walau engkau kaya atau orang berpendidikan, tetapi kalau dihadapan Tuhan, kita harus bisa menempatkan diri sebagai hamba yang mau melakukan segala perintah-Nya.

Jika sudah demikian, maka sekalipun Tuhan datang dengan mendadak bahkan sekalipunTuhan datang saat ini, kita pasti sudah dalam keadaan siap sedia dibawa masuk ke sorga.




“KITAB MALEAKHI”


Kamis, 05 Agustus '11

Maleakhi 3 : 1 - 5

Supaya siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, Lukas 17 ada tiga hal yang harus kita perhatikan dengan baik-baik, yaitu:

1. ayat 26 - 27 memperhatikan firman Tuhan.
2. ayat 28 - 29 memperhatikan keadaan zaman.
3. ayat 32 - 35 memperhatikan keadaan/kondisi rohani.


Dan untuk menjaga kondisi/keadaan rohani ada dua hal yang perlu kita perhatikan, yaitu: yang diperanginan di atas rumah jangan turun mengambil barang-barangnya, artinya jangan kehilangan damai sejahtera, kemudian yang sedang di ladang janganlah ia kembali (ayat 31), artinya jangan meninggalkan pelayanan. Daniel 3 : 14 - 15 Tuhan Allah akan membawa banyak orang ke lembah penentuan, tujuannya untuk mengetahui apakah mereka tetap mengikut Tuhan walau banyak penderitaan yang dihadapi. Di lembah penentuan ini akan ditentukan mau maju terus mengikut Tuhan atau sebaliknya akan mundur dan meninggalkan Tuhan. Kita bisa melihat perjalanan Rut dan Orpa ketika mereka sedang berjalan mengikuti Naomi mertuanya pulang dari Moab ke Betlehem. Rut 1 : 7 - 14 setelah mereka dalam perjalanan pulang dari Moab ke Betlehem pada saat itulah Naomi berkata kepada mereka: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya” perkataan Naomi ini bagaikan lembah penentuan untuk mengetahui siapa di antara mereka berdua yangmau tetap mengikut Naomi sampai ke Betlehem.

ORPA = minta diri lalu pulang kembali ke Moab karena ia tidak mampu menahan diri,dan ia juga tidak bersedia mengikuti Allahnya Naomi. Yohanes 15 : 6 Orpa menggambarkan ranting yang dipotong karena tidak mau tinggal di dalam Tuhan, maka ia akan dibuang sama seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Orpa memang sempat mengikuti Naomi, tetapi di tengah jalan ketika dibawa ke lembah penentuan, Orpa tidak bisa memilih dengan baik, ia lebih memilih pulang kembali ke Moab dan kepada ibunya.

RUT = tetap mengikut Naomi sampai masuk ke Betlehem sebab hatinya sudah berpaut kepada Naomi, walau Naomi telah mengatakan supaya Rut juga pulang bersama Orpa ke Moab, tetapi Rut tetap mengikuti Naomi. Di lembah penentuan itu Rut berhasil memilih yang terbaik dengan mengikuti Naomi sampai ke Belehem. Bahkan tidak hanya itu saja, Rut juga berkata kepada Naomi: “ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, bangsa mulah bangsaku dan Allahmulah Allahku, di mana engkau mati di situ jugalah aku dikuburkan.”
Pengakuan Rut ini merupakan suatu pengakuan yang sangat tepat dan benar, Rut berhasil mengambil keputusan yang tepat di tengah-tengah penentuan. Demikian juga kepada kita sekarang ini, seperti Tuhan sedang membawa kita ke lembah penentuan untuk mengetahui apakah kita mau tetap mengikuti Tuhan dan melakukan firman-Nya, kita semua harus berani mengambil keputusan yang tepat untuk tetap setia mengikuti Tuhan Yesus Kristus sampai Ia datang kembali sebagai Mempelai Pria Sorga.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis, 12 - Agustus '11


Saudara-saudara, terlalu banyak orang beribadah kepada Tuhan dan melayani Tuhan tetapi tidak didasari dengan ibadah dan korban persembahan yang benar. Memang mereka masih beribadah kepada Tuhan bahkan masih aktif dalam pelayanan dan membawa korban persembahan kepada Allah, tetapi karena tidak didasari dengan kebenaranmaka semua itu sia-sia saja, tidak akan berkenan kepada Allah.

KAIN memang mempersembahkan korban kepada Allah sama dengan Habel, tetapi kalau kita lihat Allah tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya. Tetapi Mengapa Allah tidak mengindahkan Kain? tentu karena tidak didasari dengan kasih kepada Allah. Akibatnya: mukanya muram dan hatinya menjadi panas, bahkan dosa menjadi berkuasa atas hidupnya. Tuhan Allah tidak mau hal seperti ini terjadi dalam hidup kita, kerinduan Tuhan: supaya ibadah kita, pelayanan kita dan juga korban persembahan kita berkenan kepada Allah.
Inilah yang mendasari sehingga dalam Maleakhi 3 : 1 - 5 Tuhan Allah tampil seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu, atau seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak. Tujuannya: untuk mentahirkan orang Lewi, yaitu orang-orang yang melayani di bait Allah sehingga mereka bisa mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan. Kalau Tuhan sudah mentahirkan orang Lewi maka korban persembahan bangsa Israel akan berkenan kepada Allah dan menyenangkan hati Allah.
Roma 10 : 1 - 3 sikap Israel yang perlu kita hindari: bahwa bangsa Israel memang sungguh sungguh giat untuk Allah tetapi tanpa pengertian yang benar sehingga mereka tidak dapat mengenal kebenaran. Penyebabnya: karena belum ditahirkan. Kalau tetap seperti ini maka banyak orang akan berusaha mendirikan kebenaran mereka sendiri, akan mengikuti ajaran nenek moyang dan mereka tidak akan pernah tunduk kepada kebenaran yang dari Allah. Maka kalau Tuhan datang sebagai Hakim, Ia akan menghakimi orang-orang yang tetap hidupdalam dosa, yang ibadah sembarangan, yang korban persembahannya tidak benar dan yang tidak mau hidup dalam kebenaran.

Untuk mentahirkan manusia dari dosa, Tuhan memberi kebenaran dalam dua (2) tahap,
yaitu:
1. Roma 4 : 1 - 8 kebenaran secara instan, yaitu kebenaran yang diperoleh dengan cuma-cuma yang dianugerahkan kepada seseorang walaupun hidupnya tidak benar, tetapi dianggap benar karena pembenaran dalam darah Kristus. Ini kebenaran secara instan. Tahap yang pertama ini dianugerahkan untuk memberi peluang supaya orang-orang berdosa itu beroleh kesempatan diselamatkan, supaya hidup yang tidak benar itu dibenarkan.

2. Kolose 3 : 10 kebenaran yang diperoleh karena diperbaharui terus menerus untuk mem peroleh pengetahuan yang benar tentang gambar Khalik Allah. Pada dasarnya manusia itu memang tidak suka dengan yang namanya perubahan, manusia itu suka mempertahankan tradisi lama, tetapi untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang Kristus maka kita semua harus mau mengalami tanda keubahan hidup, oleh kuasa firman Tuhan.

Selasa, 14 Juni 2011

Bible Study - Juni 2011

“YESUS TERANGKAT KE SORGA”


Kamis - 02 Juni 2011


Saudara-saudara, pada Minggu yang lalu kita sudah melihat ada dua hal penting yang harus kita waspadai, yaitu supaya kita jangan hanya berpikiran yang duniawi saja dan juga jangan hanya memandang ke langit. Kisah Para Rasul 1 : 6 - 8 murid-murid itu belum percaya bahwa Yesus akan terangkat ke sorga maka merekapun bertanya kepada Yesus kapan Allah akan memulihkan kerajaan bagi bangsa Israel. Mereka bertanya demikian karena mereka sendiri belum mengerti apa maksud dan rencana Tuhan Yesus naik ke sorga. Padahal sejak dalam Yohanes 14 Tuhan Yesus sudah memberitahukan lebih dahulu tentang kepergian-Nya ke rumah Bapa, yaitu utk menyediakan tempat bagi mereka semua.
Tuhan Yesus pergi kerumah Bapa untuk mempersiapkan segala sesuatunya supaya apabila Ia datang kembali maka tempat sudah tersedia bagi kita semua. Kerinduan Tuhan Yesus: supaya di mana Ia berada di sana juga kita berada, yaitu di dalam kerajaan sorga.
Mengapa murid-murid itu masih belum percaya? sebab pandangan dan pikiran mereka hanya tertuju kepada perkara-perkara yang jasmani saja. Maka dalam kitab 1 Samuel dan 2 Samuel kita bisa melihat ada dua perkara yang pernah dilakukan oleh bangsa Israel, yaitu mereka menginginkan seorang raja untuk memerintah mereka, Daud ingin membangun Bait Allah. Sebenarnya ketika orang Israel menginginkan seorang raja pada saat itu mereka telah menolak Allah sebagai pemimpin mereka, mereka sudah melupakan bahwa Allah adalah Raja mereka. Tetapi karena mereka sudah lebih memikirkan perkara yang duniawi maka mereka pun lebih menginginkan seorang manusia menjadi raja mereka untuk menggantikan posisi Allah. Ketika mereka sedang menginginkan seorang raja, berarti mereka telah menolak Allah.

Kemudian Daud setelah menjadi raja Israel, ia berkeinginan untuk membangun bait Allah, sebagai tempat kediaman Allah. Tetapi Allah mengatakan bahwa yang dikehendaki Allah itu bukan membangun Bait Allah yang kelihatan, bukan Bait Allah secara jasmani, melainkan Bait Allah yang rohani, yaitu yg tidak kelihatan untuk membangun umat-Nya itu menjadi jemaat yang berkenan kepada Allah. Menjadi jemaat yang benar itu tidak cukup kalau hanya diluar saja nampaknya rohani tetapi hatinya harus benar-benar telah dibaharui.

Demikian juga sebagai orang Kristen yang telah diselamatkan tdk boleh hanya berfokus kepada perkara rohani saja, tidak boleh hanya berdoa saja, tidak boleh hanya beribadah saja, semua ini memang baik. Tetapi ada waktunya kita bersaksi kepada orang lain atau melayani orang lain, memperhatikan orang-orang yang ada disekitar kita supaya mereka juga diselamatkan. Misalnya orang tua, sanak-saudara, tetangga, atau siapa saja orang-orang yang ada disekitar kita, kita juga harus memberi waktu untuk melayani atau bersaksi kepada mereka.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 09 Juni 2011

Pelajaran kita kembali kepada Kitab Maleakhi:
Maleakhi psl 1 = menceritakan rusaknya hubungan/persekutuan orang Israel dengan Allah, mereka tidak tahu bagaimana mengasihi Allah dengan benar dan mereka juga tidak tahu bahwa Allah sangat mengasihi mereka. Mereka sama seperti anak yang tidak menghormati bapanya atau seperti hamba yang tidak menghormati tuannya, didalam hati mereka tidak ada lagi rasa takut akan Tuhan. Kalau bangsa Israel tetap seperti itu, akibatnya: Allah mensejajarkan mereka dengan Esau, sikap orang yang sangat dibenci oleh Allah. Kalau kita lihat Maleakhi psl 1 ini, yang rusak bukan hanya hubungan mereka saja, tetapi juga ibadah dan pelayanan mereka, dan juga termasuk persembahan mereka.

Maleakhi psl 2 = menceritakan tentang rusaknya hubungan antar sesama, yang seorang dengan yang lain tidak ada lagi kasih, tidak ada lagi persekutuan, melainkan masing-masing melakukan menurut kehendak diri sendiri. Bahkan dalam Maleakhi psl 2 ini juga menceritakan tentang rusaknya hubungan keluarga atau rumah tangga sebab banyak suami atau istri yang tidak setia memelihara perjanjian, sehingga banyak yang diakhiri dengan perceraian. Allah itu paling benci dengan yang namanya peceraian, Ia tidak mau ada diantara umat-Nya itu yang diakhiri dengan perceraian.

Karena itu firman Tuhan berkata: Jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap istri dari masa mudanya. Yang dikehendaki Tuhan Allah dari pernikahan itu ialah: keturunan Ilahi, yaitu keturunan yang takut akan Tuhan dan yang hidup menurutisegala kehendak Allah. Maleakhi 2 : 10 sebenarnya mereka semua adalah satu Bapa dan satu Allah, Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya. Tetapi karena bobroknya iman mereka sehingga satu sama lain berkhianat dan menajiskan perjanjian nenek moyang mereka. Jadi kalau ada orang lebih mementingkan diri sendiri dari pada kepentingan bersama, apalagi untuk kepentingan rohani, itu sama dengan berkhianat. Karena itu satu-satunya yang bisa memerdekakan kita semua supaya jangan terus menerus berkhianat adalah kita semua harus dipenuhi dengan Roh Kudus.
Mengapa harus demikian?
sebab Roh Kudus itu berperanan penting untuk memerdekakan kita dari dosa dan dari maut. 2 Korintus 3 : 17 menjelaskan Tuhan adalah Roh dan dimana ada Roh Allah maka di situ ada kemerdekaan. Sifat dosa : mengikat & memperbudak, maka setiap orang yang hidup dalam dosa, dosa itulah yang menjadi tuan dalam hidupnya. Itu sebabnya satu-satunya yang bisa memerdekakan kita dari dosa adalah Roh Kudus, kita semua harus dibabtis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Roma 8 : 2 = Roh Kudus itulah yang memerdekakan kita baik dari hukum dosa maupun dari hukum maut. Dan kalau kita sudah dimerdekakan, maka Roh itu akan memberi kehidupan dan akan memberi kuasa supaya kita bebas dari dosa. Orang yang bebas dari dosalah yang bisa memuji Tuhan dan yang bisa melayani Tuhan dengan benar.
Setiap orang Kristen yang sudah bebas dari dosa, ia sudah layak disebut sebagai anak-anak Allah bahkan ia akan menjadi milik kepunyaan ALlah sendiri. Tidak ada lagi perbudakan, tidak ada lagi pemisah dan tidak ada lagi hal-hal yang membuat hati Tuhan tidak suka melihat kita. Sebab jika kita sudah dimerdekakan dari dosa maka Tuhan sendiri yang menjadi Tuan dalam hidup, Ia sendiri yang mengendalikan seluruh hidup kita untuk melakukan seluruh kebenaran. Bahkan sekalipun Tuhan akan datang dengan mendadak, gereja Tuhan yang sudah dimerdekakan itu tetap siap sedia, Tuhan akan mendapati seluruh hidup kita sudah berkenan kepada-Nya.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 16 Juni 2011


Saudara-saudara, ada dua (2) ukuran masuk ke dalam kerajaan sorga:
1) dilihat dari ibadahnya yang benar, dengan sikap setia beribadah dan melakukan segala yang difirmankan Tuhan, beribadah tentu disertai dengan korban yang benar pula.
2) dilihat dari pelayanannya yang benar, dengan sikap dan perbuatan tetap setia melayani Tuhan dan sesama sampai kepada akhirnya.

Ukuran masuk ke dalam sorga itu tidak cukup dilihat dari ibadahnya saja ataupun dari pelayanannya saja. Sebab sebagai orang Keisten yang benar kepada kita dituntut bukan hanya percaya saja, bukan hanya sekedar beribadah saja atau melayani saja, tetapi kita juga harus mau melayani Tuhan dengan sikap melakukan firman-Nya. Maleakhi 3 : 1 firman Tuhan mengatakan: “Dengan mendadak Tuhan Allah masuk ke dalam bait-Nya.” Kalau Tuhan masuk ke dalam bait-Nya, yang dilihat adalah:

- orang-orang yang beribadah di dalamnya, apakah masih dengan sikap yang benaratau dengan korban persembahan yang benar.
- imam-imam yang melani di dalamnya, apakah mereka masih melayani dalam tanda tahbisan yang benar atau justru mereka sudah keluar dari kebenaran.

Jadi yang dikoreksi Allah itu adalah ibadah dan pelayanan harus tetap berdasarkan akan kebenaran firman Tuhan. Maka firman Tuhan dalam 2 Petrus 1 : 10 - 11 menghimbau supaya kita berusaha dengan sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihan kita semakin teguh = artinya tidak goyah, tidak lemah. Sebab jika sudah berusaha dengan sungguh-sungguh, maka kita tidak akan pernah tersandung. Yang dimaksud dalam ayat ini kepada kita ditekankan tidak cukup hanya sebagai jemaat biasa saja, tetapi harus mau melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Inilah yang dimaksud dalam Wahyu 1 : 6 Kristus telah melepaskan kita dari segala dosa oleh darah-Nya, kita dilepaskan dari perbudakan dosa, untuk selanjutnya dijadikan menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah. Yg dimaksudkan adalah kita harus mau melayani Tuhan, jemaat yang bersedia dipakai/digunakan oleh Allah sendiri. Karena itu perlu kita ketahui, bahwa yang dimaksud dengan dosa itu bukan hanya percabulan, perzinahan, pencurian atau pembunuhan, tetapi tidak mau saja melayani sudah menjadi dosa, membuat hidupnya tidak berkenan kepada Allah. Amsal 18 : 9 dengan tegas firman Tuhan mengatakan bahwa orang yang
bermalas-malasan dalam pekerjaannya (=dalam pelayanan) menjadikan dirinya sebagai saudara dari siperusak.
MALAS = tidak mau bergerak melayani, sukanya hanya tidur-tiduran saja,
JAHAT = tidak punya belas kasihan kepada orang lain (=tidak mau melayani orang lain/sesama). Maka dalam Matius 18 : 32 - 34 Yesus membuat satu perumpamaan: hamba yang jahat itu seluruh hutangnya telah dihapuskan tetapi ia sendiri tidak mampu menghapuskan hutang orang yang berhutang kepadanya, orang yang seperti ini dikategorikan sebagai orang jahat.

Minggu, 15 Mei 2011

Bible Study - M e i 2011

“KRISTUS ANAK DOMBA PASKAH”


Kamis - 05 Mei 2011


Keluaran 10 = ada tulah yang kesembilan yaitu gelap gulita, Allah lebih dahulu mendatangkan gelap gulita kepada Mesir sebelum tulah kesepuluh. Tulah kesepuluh adalah puncak dari segala tulah yang didatangkan Allah sebagai penghukuman atas Mesir supaya bangsa Israel di ijinkan keluar dari perbudakan. Khusus pada tulah kesepuluh : ORANG MESIR dihukum, sedangkah ORANG ISRAEL dilepaskan dan dibawa keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan sebagai tanah perjanjian yang telah dijanjikan Allah kepada nenek moyang mereka. Keluaran 10 : 1 - 2 Tuhan Allah mendatangkan tulah demi tulah di Mesir dengan tujuan Tuhan Allah sedang mempermain-mainkan orang Mesir, bagi Tuhan tulah/hukuman yang diberikan kepada orang Mesir merupakan sebuah permainan.
Mengapa demikian? karena orang Mesir dan Firaun bukan orang percaya, mereka adalah orang-orang yang tidak takut akan Allah. Hal ini harus kita perhatikan dengan baik-baik, supaya Tuhan Allah jangan sampai bermain-main dengan mendatangkan hukuman seperti Allah pernah mempermain-mainkan orang Mesir. Keluaran 12, PASKAH menjadi permulaan segala bulan bagi orang Israel tiap-tiap tahun, sebab pada saat itulah orang Israel keluar dari Mesir seperti yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa dan Harun. Bagi orang Israel Paskah itu adalah sarana untuk melepaskan mereka dari perbudakan menuju tanah Kanaan yang limpah dengan susu dan madunya. Tetapi bagi kita sekarang, Paskah itu adalah sarana untuk melepaskan kita dari maut dan perbudakan dosa, lewat Paskah ada tanda kelepasan dan keselamatan untuk dibawa masuk ke kota Yerusalem yang baru. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus merayakan Paskah ini dengan cara menerima dan menghargai korban Kristus, sebab oleh darah Kristus kita telah ditebus dan diperdamaikan dengan Bapa tentu setelah dosa-dosa kita diampuni. Paskah itu bukan hanya sekedar perayaan begitu saja, Paskah itu adalah “Hari Raya” yang di dalamnya ada korban Kristus, darah-Nya telah tercurah demi keselamatan kita semua. 1 Korintus 5 : 7 - 8 firman Tuhan telah mengatakan dimana Kristus sebagai Anak Domba yang telah disembelih untuk keselamatan seluruh dunia. Karena itu firman Tuhan mengajak supaya kita merayakannya dengan berpesta, artinya ada sukacita sebab segala dosa kita telah diampuni, penyakit kita telahditanggung, kesengsaraan kita telah dipikul-Nya, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita telah ditimpakan kepada-Nya.

Karena itu dalam merayakan Paskah tidak boleh ada ragi yang lama, baik itu ragi keburukan ataupun ragi kejahatan, segala dosa & kejahatan harus disingkirkan dari hidup kita. Kemudian dalam merayakan Paskah harus disertai dengan makan roti yang tidak beragi yang menunjuk kepada: ada sikap yang benar mendengar dan menerima firman Tuhan sebagai kelanjutan setelah menerima korban Kristus. Korban Kristus itu tidak akan berguna kalau tidak mau menerima firman Tuhan, korban Kristus itu tidak akan bisa memberi kelepasan kalau tidak mau menerima firman Tuhan, korban Kristus dan firman Tuhan itu sejalan untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Jadi dalam merayakan Paskah tidak boleh ada ragi keburukan maupun ragi kejahatan tetapi harus dengan roti yang tidak beragi yaitu dengan kemurnian dan kebenaran. Artinya: sebagai jemaat Tuhan, kita semua harus mengalami “tanda keubahan hidup” yaitu hidup yang telah diubahkan dari cara-cara hidup yang lama, telah membuang segala sifat-sifat dan karakter yang tidak benar dimata Tuhan.

Karena itu bagi bangsa Israel, Paskah itu adalah tanda kelepasan dari perbudakan Mesir supaya mereka bisa berjalan ke tanah Kanaan dan beribadah dengan benar kepada Allah yang benar pula. Tetapi kepada kita sekarang ini, Paskah itu merupakan tanda bahwa kita telah dibebaskan dari kutuk dosa, telah dibebaskan dari segala ikatan-ikatan dunia untuk selanjutnya dibawa masuk ke dalam ibadah dan penggembalaan yang benar untuk menikmati firman Tuhan. Kematian dan kebangkitan Kristus itu membawa berkat yang besar bagi dunia supaya semua orang yang telah menerima korban Kristus itu bisa beribadah dengan baik. Efesus 1 : 19 - 20 kematian dan kebangkitan Kristus dari antara orang mati menjadi bukti IA berkuasa atas maut, IA berkuasa atas kematian sehingga lewat kematian dan kebangkitan Kristus itu IA mau memberikan kelepasan kepada kita semua, yaitu kelepasan dari kutuk dosa dan lepas dari perbudakan Iblis, kita dilepaskan supaya kita beribadah dan melayani dengan baik. HALELUYA.....!!!!



“MENDERITA SEBAGAI ORANG KRISTEN”


Bible Study - 19 Mei 2011


Kristen artinya: pengikut Kristus, yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus dan yang mau hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Maka menjadi orang Kristen yang benar bukan hanya sekedar percaya saja tetapi harus mampu menderita untuk Kristus. Hal ini bisa kita lihat dalam Filipi 1 : 29 kepada kita dikaruniakan bukan hanya percaya saja tetapi juga untuk menderita untuk Kristus. Tetapi menderita disini bukan menderita karena berbuat dosa, menderita bukan karena kesalahan diri sendiri tetapi karena melakukan firman Tuhan. Kalau menderita karena dosa itu wajar, misalnya kalau kalau seseorang itu sakit karena dosanya, tumpur usahanya karena ketidaksetiaaannya kepada firman Tuhan, ini wajar ditanggungnya.

Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2 : 19 - 23 menjelaskan :
- adalah kasih karunia jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah (karena firman Tuhan) menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung, penderitaan karena berbuat baik adalah kasih karunia pada Allah.
- tetapi kalau seseorang menderita pukulan karena berbuat dosa tidak dapat disebut pujian dan penderitaan yang dialaminya itu bukan kasih karunia pada Allah.

Jadi kalau kita menderita pukulan karena berbuat baik dan karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang seharus nya tidak kita tanggung, ini baru disebut sebagai pujian, artinya penderitaan itu akan membawa kita lebih dekat kepada Allah bahkan akan menyatukan kita dengan Dia di dalam kerajaan sorga. Yesus Kristus telah menanggung banyak penderitaan bahkan sampai mati di kayu salib untuk menanggung segala dosa-dosa kita dan untuk memanggil kita supaya kita pun mengikuti teladan-Nya dan juga jejak-Nya. Teladan Kristus yang patut kita teladani: tidak berbuat dosa, tipu tidak ada dalam mulut-Nya, ketika dicaci maki tidak membalas dengan mencaci maki, bahkan ketika menderita tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Bapa yang menghakimi dengan adil. Setelah kita dipanggil, tuntutan Kristus dalam kita: kita harus hidup untuk kebenaran walau harus menanggung resiko yang berat.

Contoh orang yang mau menderita karena kebenaran: SADRAKH, MESAKH & ABEDNEGO.
Daniel psl 3 ketika kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan supaya menyembah patung emas yang telah dibuat raja Nebukadnezar, mereka tidak mau menyembah patung emas itu walaupun resikonya sangat berat. Bahkan sekalipun Nebukadnezar memberi kesempatan sekali lagi supaya mereka mau menyembah patung emas itu mereka tetap pada keputusan yang pertama dan tidak memuja dewa dan tidak mau menyembah patung emas yang didirikan tersebut (ayat 16 - 18).
Karena pendirian mereka yang luar biasa itu, maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar dan air mukanya berubah lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lipat panasnya dari yang biasa. Sadrakh, Mesakh dan Abednego dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain dan jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat. Hal yang luar biasa terjadi: tiga orang dilemparkan dengan terikat, tetapi Nebukadnezar melihat ada empat orang yang berjalan dengan bebas di tengah-tengah api itu, Nebukadnezar heran dengan luar biasa.
Ini membuktikan penyertaan Tuhan kepada setiap orang yang mau mengikuti teladan Kristus, walau menderita bahkan sekalipun nyawa sedang terancam dengan kematian, tetapi tanpa seijin Tuhan tidak ada satu mautpun yang bisa menjangkau hidup kita, Dia ada dalam hidup kita untuk menyertai dan melindungi kita dari segala malapetaka yang akan menimpa dunia. Tuhan Allah menyertai Sadrakh, Mesakh dan Abednego sehingga tubuh mereka tidak mempan oleh api, rambut mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka, bahkan raja Nebukadnezar memberi kedudukan yang tinggi kepada mereka bertiga.
Dari sini bisa kita lihat bahwa penderitaan itu bukan akhir dari segala-galanya, penderitaan itu bukan sesuatu yang menakutkan, bahkan penderitaan itu bisa tidak mendatangkan kematian kalau Allah ada di dalam hidup kita. Bahkan kalau kita sadari dengan baik-baik, penderitaan itu adalah awal untuk mendapatkan kebahagiaan dari Allah, penderitaan itu adalah sarana yang dijadikan Allah untuk membawa kita kepada kemuliaan.
Ingat! Roma 8 : 17 jika kita menderita bersama-sama dengan Kristus maka kita berhak menerima janji-janji Allah dan kita juga akan dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya.



"KITAB MALEAKHI"

Kamis - 26 Mei 2011

Sebagaimana telah kita lihat beberapa waktu yang lalu,kitab Maleakhi adalah berbicara tentang KESETIAAN ALLAH terhadap umat-Nya, yaitu Israel. Allah menghimbau supaya orang Israel itu kembali kepada ALlah dan meresponi kasih ALlah itu dengan cara yang benar, yaitu dengan beribadah dan membawa korban persembahan yang benar pula. Mengapa demikian?
Sebab kalau kita lihat dalam kitab Maleakhi ini keadaan rohani bangsa Israel itu sungguh sangat bobrok.
- mereka tidak lagi mengahisi Alllah dengan cara yang benar
- mereka tidak lagi menghormati Tuhan sebagai Bapa dan sebagai Tuan
- mereka menghina nama Tuhan dengan cara membawa roti cemar ke atas mezbah
seperti halnya membawa binatang yang buta, yang timpang dan yang sakit untuk di
persembahkan sebagai korban kepada Allah.
- mereka tidak mau mendengar dan tidak mau memberi perhatian lagi untuk mendengar
firman Tuhan, dll
Oleh sebab itu firman Tuhan datang kepada mereka: "Kembalilah kepada-Ku maka Aku kun akan kembali kepadamu." Allah menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar untuk memulihkan mereka kembali supaya bisa beribadah kepada ALlah yagn benar dan membawa korban persembahan yang benar pula.

Maleakhi 3 : 1 - 5 = dengan mendadak Tuhan Allah akan masuk ke Bait-Nya sebagai Malaikat Perjanjian, Ia akan datang seperti "api tukang pemurni logam" dan seperti "sabun tukang penatu" Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak, khusus untuk mentahirkan orang Lewi.
Mengapa Allah mentahirkan orang Lewi?

Orang Lewi itu adalah pelayan-pelayan yang melayani di Bait Allah, yang membakar korban persembahan. Orang Lewi itu perlu ditahirkan lebih dahulu sebab selama ini mereka tidak menghargai tahbisan sebagai hamba Tuhan yang mewakili orang Israel dengan Allah. Allah mentahirkan orang Lewi dan menyucikan mereka seperti emas dan perak, supaya mereka itu menjadi orang-orang layak mempersembahkan korban persembahan kepada ALlah.

Jadi kalau kita lihat ayat-ayat tersebut di atas, ada dua yang harus ditahirkan, yaitu:
1. Orang-orang lewi yang melayani di Bait Allah, ini menunjuk kepada hamba-hamba Tuhan atau pelayan-pelayan yang melayani di Bait ALlah harus dikuduskan/ disucikan lebih dahulu supaya layak melayani Allah dan berada dalam tahbisan yang benar. Kata "mentahirkan" biasa dipakai kepada orang yang sedang sakit kusta. KUSTA = sejenis penyakit diluar nampaknya putih tetapi di dalam ada penyakit yang bisa membusukkan, penyakit yang merusak tubuhnya. Demikian juga penyakit kusta rohani, ini menunjuk kepada orang-orang Kristen yang di luar nampaknya rohani karena ia memang masih beribadah, masih bisa memuji Tuhan, masih bisa berdoa, masih melayani, bahkan masih berkorban, tetapi pada hakikatnya rohani mereka sudah mati. Orang yagn seperti ini biasanya tidak sadar kalau rohaninya sudah mati dan hubungannya dengan Allah sudah terputus. Penyakit kusta rohani ini menjadi masalah besar dalam gereja Tuhan di akhir zaman ini. Orang Kristen yang sakit kusta rohani, baik hamba-hamba Tuhan maupun jemaat-jemaat Tuhan harus ditahirkan lebih dahulu, harus dikuduskan seperti perak dan seperti emas, kita semua harus dikuduskan oleh darah Yesus Kristus. Semua orang Kristen yang sudah ditahirkan maka ia akan layak masuk ke dalam Bait ALlah, layak beribadah, layak mamuji Tuhan, layak berdoa, layak membawa korban persembahannya kepada ALlah.

2. korban persembahan setelah orang lewi ditahirkan selanjutnya yang harus ditahirkan adalah korban persembahan yang akan dibakar di atas mezbah. Setiap korban persembahan itu harus diperiksa lebih dahulu oleh imam supaya diketahui apakah korban persembahan itu layak atau tidak untuk dipersembahkan kepada ALlah. Kalau tidak layak maka korban itu harus dikeluarkan dari mezbah berapapun jumlahnya, tidak boleh sayang dan tidak boleh kompromi dengan siapapun. Demikian juga berlaku kepada kita sekarang ini, setiap korban yang tidak layak dikorbankan tidak boleh dibawa ke dalam gereja untuk dipersembahkan baik sebagai ucapan syukur, persepuluhannya, dll, walaupun jumlahnya besar tidak boleh kompromi dan tidak boleh merasa sayang. Tetapi setiap korban yang telah dianggap layak untuk dikorbankan kepada ALlah, maka korban itu boleh dipersembahkan di atas mezbah. Setiap hasil yang halal, bukan hasil curian, bukan hasil rampokan atau korupsi boleh dibawa ke dalam gereja untuk dipersembahkan kepada ALlah, baik sebagai korban persepuluhan, korban ucapan syukur, korban tatangan, dll.
Keberhasilan pelayanan/ibadah itu tidak diukur dari besarnya persembahan tetapi dilihat dari kebenaran yang ada di dalamnya. Jadi baik orang Lewi maupun korban persembahan harus sama-sama ditahirkan lebih dahulu barulah boleh dipersembahkan kepada ALlah.
Roma 12 : 1 - 2 firman Tuhan menegaskan ibadah yang sejati itu adalah kalau kita sudah berhasil membawa "tubuh kita" sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Tubuh kita inilah yang harus kita persembahkan kepada ALlah sebagai korban dengan cara beribadah yang benar, mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya dengan taat dan setia. Bukan berarti uang itu tidak perlu, semua itu memang boleh kita bawa kepada ALlah, tetapi harus ditandai dengan sikap hidup yang benar. Kalau hidup kita sudah benar di mata Tuhan, maka apapun yang kita bawa untuk dipersembahkan kepada ALlah sebagai korban akan benar pula di mata Allah. HALELUYA.....!!!!

Senin, 11 April 2011

Bible Study - April 2011

"KITAB MALEAKHI"


Kamis - 07 April 2011


Poin yang ke-II: MENGHORMATI ALLAH SEBAGAI "BAPA" DAN SEBAGAI "TUAN"

Karena para imam tidam tidak mau memperhatikan firman Tuhan dan tidak memberi perhatian untuk menghormati Tuhan sebagai Bapa dan sebagai Tuan, maka Tuhan pun mengirimkan kutuk dan membuat berkat-berkat mereka menjadi kutuk. Tuhan juga akan mematahkan lengan mereka sehingga tidak lagi memiliki kekuatan bahkan Tuhan juga akan melemparkan kotoran untuk mempermalukan mereka di depan orang banyak. Karena itu supaya kita jangan sampai mengalami seperti yang dialami oleh imam-imam tersebut, maka kita harus mau memperhatikan firman Tuhan dan memberi telinga untuk mendengar dengan baik. Dan kita perlu melihat satu contoh kehidupan yang mau memperhatikan firman Tuhan dan yang melakukan perintah Allah itu dengan taat dan setia sampai selesai, yaitu NUH.

Ketika Allah berfirman kepada Nuh untuk membangun sebuah bahtera, Nuh mau memperhatikan firman Tuhan ini dengan baik serta melakukan perintah Allah itu dengan taat dan setia, ia membangun sebuah bahtera menurut ukuran yang telah ditentukan Allah sendiri. Ketika Allah memberi perintah supaya Nuh membangun sebuat bahtera, pada saat itu Nuh sudah tahu apa maksud dan rencana Tuhan dalam hidupnya maupun terhadap dunia ini, ia tahu dan percaya bahwa Allah sudah berencana untuk membinasakan bumi ini dengan air bah. Dan karena Nuh tahu maka iapun dengan taat da setia melakukan perintah Allah sampai selesai. Ibrani 11 : 7 firman Tuhan membuktikan kepada kita bahwa Nuh itu benar-benar berhasil melakukan perintah Allah. Ini tandanya bahwa Nuh itu punya karakter yang benar di mata Tuhan, tidak seperti orang-orang yang hidup sezamannya yang cenderung melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Mereka lebih sibuk memperhatikan dalam hal makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sehingga tidak ada waktu untuk memperhatikan firman Tuhan, mereka juga tidak melihat perbuatan Nuh yang sedang membangun bahtera, mereka tidak mau tahu akan firman Tuhan.

Karena karakter Nuh itu benar di mata Tuhan maka Nuh telah ditentukan Allah untuk menerima kebenaran dan keselamatansesuai dengan imannya, lewat perbuatan Nuh itu ia sedang menghukum dunia ini tetapi menyelamatkan keluarganya dari kebinasaan. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, mari kita semua dengan sungguh-sungguh mendengar firman Tuhan dan melakukannya dengan taat dan setia, supaya kita juga diselamatkan dari murka Allah yang akan datang dengan segera untuk membinasakan bumi dan semua yang ada di dalamnya. Yang perlu kita perhatikan: Yeremia 8 : 20 sikap bangsa Israel pada zaman nabi Yeremia yang tidak mau meresponi firman Tuhan sebingga mereka juga tidak memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada. Sudah lewat musim menuai dan sudah berakhir musim kemarau, tetapi orang Israel tidak diselamatkan juga, mereka bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyelamatkan mereka.
Penyebabnya: karena mereka tidak memberi telinga untuk mendengarkan firman nubuat sehingga mereka pun tidak mengetahui pekerjaan Tuhan dan tidak bisa mengerti tentang arti keselamatan.

Kalau tetap seperti ini maka siapapun orangnya, dari kalangan manapunmereka, bahkan sekalipun mereka mengaku sebagi seorang hamba Tuhan, tetap saja mereka tidak akan diselamatkan. Karena itu gereja Tuhan yang hidup di akhir zaman ini, sudah seharusnya kita dengan sungguh-sungguh memperhatikan firman pengajaran dan hidup di dalamnya supaya kita bisa mengetahui pekerjaan Tuhan dan tahu kapan Tuhan itu akan menyelamatkan kita. Jika Tuhan Yesus sudah datang kembali, maka ia akan membawa kita masuk ke dalam kerajaan-Nya
dan menjadikan kita sebagai sidang mempelai perempuan-Nya. Yesus akan datang sebagai Raja di atas segala raja, maka setiap orang yang didapati tidak sesuai dengan ukuran Tuhan akan diserahkan ke tangan antikristus dan akan menganiaya mereka selama 3 ½ tahun. Tetapi gereja Tuhan yang hidup dalam firman pengajaran, akan semakin dikuduskan sampai tidak ada lagi cacat celanya, benar-benar hidup sesuai dengan firman Tuhan kudus dan sempurna.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 14 April 2011


Poin yang ke-II : menghormati Allah sebagai Bapa dan sebagai Tuan.

Yeremia 8 : 20 sikap bangsa Israel pada zaman nabi Yeremia: tidak mau meresponi firman Tuhan sehingga mereka tidak memanfaatkan kesempatan yang ada. Sudah lewat musim menuai dan sudah berakhir musim kemarau, tetapi mereka tidak diselamatkan juga.

Penyebabnya: karena mereka tidak memperhatikan firman Tuhan sehingga mereka pun tidak mengetahui pekerjaan Tuhan.

Gereja Tuhan yang hidup dalam firman pengajaran harus tahu mempergunakan waktu dengan sebaik-baik nya supaya bisa mengetahui segala pekerjaan Tuhan. Misalnya tentang keselamatan yang telah dikerjakan Yesus Kristus di kayu salib sampai kepada kita sekarang ini khususnya dalam menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali.
Sekarang ini seharusnya kita sudah terbuka mata melihat kejadian-kejadian yang telah terjadi di belahan dunia ini, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, peperangan terjadi di mana-mana, kita harus tahu bahwa semua kejadian ini merupakan penggenapan firman Tuhan bahwa menjelang kedatangan Tuhan Yesus akan datang masa-masa yang sukar (2 Timotius 3 : 1- 4; Matius 24). Sekaranglah saatnya bagi gereja Tuhan di akhir zaman ini memperhatikan firman Tuhan bahwa sekaranglah saat nya hujan akhir itu tergenapi, hujan akhir untuk mempersiapkan gereja Tuhan itu hidup dalam kebenaran firman Tuhan: taat dan setia melakukan segala perintah Allah.
Penggenapan demi penggenapan firman Tuhan telah terjadi bahkan sudah semakin nyata, karena itu kita harus mempersiapkan diri dengan hidup dalam kekudusan. Maleakhi 4 : 1 firman Tuhan telah menyatakan bahwa sesungguhnya hari Tuhan itu akan datang dengan segera, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik akan menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari Tuhan yang akan datang itu.

ORANG GEGABAH = orang-orang yang sembarangan saja hidupnya, sembarangan beribadah, sembarangan melayani intinya: orang gegabah itu tidak suka memperhatikan firman Tuhan.
ORANG FASIK = orang-orang yang selalu berbuat jahat yaitu yang tidak mau menyesuaikan diri dengan firman Tuhan hatinya cenderung melakukan keinginan hatinya saja.

Maka tidak heran kalau dalam kitab Maleakhi ini yang paling dikoreksi itu adalah para imam yang melayani di Bait Allah, yang selalu berada di dalam bait Allah untuk mempersiapkan korban-korban. Kalau orang-orang yang seperti ini saja masih bisa melakukan hal-hal yang demikian, bagaimana pula dengan orang-orang biasa? sebagai jemaat Tuhan kita harus memperhatikan firman Tuhan dengan baik-baik supaya kita jangan terjebak ke dalam sifat-sifat orang Israel tersebut. Sebab apabila para imam tidak menghormati Tuhan, maka jemaat-jemaatnya juga tidak akan menghormati Tuhan, dan kalau para imam tidak lagi memiliki rasa takut akan Tuhan, maka jemaat-jemaat itu juga pasti tidak takut kepada Tuhan. Kalau imamnya tidak memperhatikan firman maka jemaatnya juga pasti tidak memperhatikan firman Tuhan. Sebab sikap dan perbuatan imam itu berkaitan langsung dengan para jemaat, apa yang dilakukan imam itu jugalah yang dikerjakan jemaatnya.

Hosea 4 : 9 firman Tuhan mengatakan seperti nasib rakyat demikian juga nasib imam atau sebaliknya seperti nasib imam demikian juga rakyatnya. Demikian juga dlm Yehezkiel 22 : 26 - 31 firman Tuhan menegaskan bagaimana rusaknya sikap dan perbuatan para imam dan para penduduk , imam-imam memperkosa hukum Taurat, mereka mencoba mengatur-atur Tuhan, mengajarkan firman Tuhan hanya menurut keinginan hatinya saja. Menajiskan hal-hal yang kudus: memang masih beribadah dan melayani Tuhan tetapi tidak disertai dengan perbuatan-perbuatan yang benar, akibatnya ibadah dan pelayanan mereka menjadi cemar dan tidak berkenan kepada Allah. Karena sikap dan perbuatan mereka demikian maka mereka tidak bisa lagi membedakan yang kudus dengan yang tidak kudus, para imam tidak lagi mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tidak najis dan para jemaatpun melakukan pemerasan terhadap orang asing.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 21 April 2011


Poin yang ke-III : Maleakhi 2 : 10 - 16 himbauan supaya kembali setia kepada perjanjian yang diberikan Allah.

Sejak dalam kitab Perjanjian Lama firman Tuhan sudah menyatakan bahwa nasib umat Tuhan itu sangat ditentukan oleh para imam, kalau umat Tuhan itu mau memperhatikan dan melakukan firman Tuhan yang disampaikan oleh para imam maka mereka akan takut kepada Allah, dan setia melakukan perintah-Nya. Tetapi sebaliknya kalau mereka tidak mau memperhatikan firman Allah maka mereka tidak takut kepada Allah, mereka akan membelakangi Allah dan hidup menurut jalan masing-masing. Maka kalau para imam itu hidup sesuai dengan firman Tuhan, umat Allah itu juga akan hidup dalam kebenaran. Supaya kita bisa kembali setia kepada perjanjian yang diberikan Allah, ada hal yang harus kita buang dari dalam hidup kita, yaitu segala kepercayaan yang berasal dari nenek moyang, seperti adat istiadat/tradisi-tradisi yang biasanya disertai dengan ritual-ritual yang cenderung kepada penyembahan berhala. Maka kalau kita lihat bangsa Israel ketika keluar dari Mesir dalam pimpinan Musa, mereka semua keluar dari Mesir dan tidak ada seorang pun yang tidak bebas dari perbudakan. Tetapi setelah dalam perjalanan di padang gurun menuju tanah Kanaan mereka semua ditewaskan oleh Allah kecuali Kaleb dan Yosua.

Penyebabnya: karena mereka lebih menuruti hawa nafsu/keinginan daging dan tetap terikat kepada kebiasaan-kebiasaan yang selama ini mereka lakukan, mereka juga terjebak kepada penyembahan berhala (1 Korintus 10).

Ini menunjukkan bahwa untuk masuk ke dalam kerajaan sorga lebih dahulu harus mengalami penyucian hidup, baik itu dari dosa, dari penyembahan berhala maupun dari sikap dan perbuatan yang bertentangan dengan firman Tuhan. Daniel 12 : 1 penyucian itu disertai dengan datangnya waktu kesesakan/kesukaran yang besar seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai kepada akhir zaman, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Sama seperti yang telah terjadi pada zaman sekarang ini, kita semua sudah melihat atau mendengar berbagai-bagai kejadian yang sedang menimpa dunia ini, misalnya berita tangan kelaparan, peperangan antar bangsa/saudara, teror di mana-mana, gempa bumi yang mengakibatkan tsunami, banjir atau longsor, semua kejadian ini sudah merenggut banyak nyawa yang melayang. Tetapi lewat firman Tuhan tersebut, kita mengetahui bahwa semua itu sengaja Tuhan ijinkan terjadi untuk dipakai sebagai sarana menyucikan hidup kita. Tuhan mau lihat apakah ditengah-tengah penderitaan yang begitu berat itu manusia masih mencari Tuhan dan meminta pertolongan kepada-Nya. Kalau dunia ditimpa oleh malapetaka yang begitu dahsyat, tetapi umat Tuhan yang percaya kepada firman Tuhan dan yang hidup dalam kebenaran akan tetap terpelihara dengan baik.

Yang dijamin selamat dari kesukaran yang besar itu adalah gereja Tuhan yang telah didapati namanya tertulis dalam kitab kehidupan.

Wahyu 14 : 1- 5, firman Tuhan telah menentukan khususnya dari bangsa Israel ada sebanyak “seratus empat puluh ribu orang” yang dijamin selamat dari kesusahan yang besar itu sebab telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang telah mengalami:

- penebusan oleh darah Kristus
- yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan
- murni sama seperti perawan (=dikuduskan dan disempurnakan
- di dalam mulutnya tidak ada dusta
- tidak bercela (=tidak ada lagi dosa = telah disempurnakan)


Dan firman Tuhan sendiri memberi contoh tentang kesetiaan itu bagaikan hubungan suami istri sebagaimana telah dikatakan dalam Maleakhi 2 : 14 - 16 Allah yang Esa itu telah menjadikan suami istri itu daging dan roh, sekalipun demikian yang diinginkan Allah dari kesatuan itu ialah keturunan ilahi. Karena itu sebagai suami maupun sebagai istri sama-sama hrs menjaga hubungan suami istri itu dengan sebaik-baiknya, jangan berkhianat atau jangan mencari perempuan atau laki-laki lain demi untuk memuaskan hawa nafsunya. Allah itu sangat benci yang namanya perceraian, karena itu jangan ada perempuan lain atau laki-laki lain selain dari pasangan yang telah ditetapkan Tuhan bagimu. Karena itu baik sebagai suami atau sebagai istri, sama-sama harus hidup di dalam firman Tuhan sama-sama di dalam kebenaran, sama-sama harus mengalami tanda pembaharuan, maka akan terjadilah seperti yang diinginkan Tuhan di dalam keluarga kita: keturunan yang ilahi, yang telah dikuduskan oleh Tuhan sendiri.

Yohanes 15 : 3 alat yang dipakai Tuhan untuk menyucikan hidup kita adalah firman Tuhan, Yesus mau supaya kita tinggal di dalam Dia dan melekat kepada Kristus seperti ranting yang melekat pada pokoknya. Jika kita sudah tinggal di dalam Kristus sama seperti ranting melekat pada pokok, maka hidup kita akan tetap terpelihara dengan baik, baik jasmani maupun rohani kita akan terpelihara dengan sempurna sampai Kristus datang kembali dan menjadikan kita sebagai mempelai perempuan-Nya (1 Tesalonika 5 : 23).



“KRISTUS ANAK DOMBA PASKAH”


Kamis - 28 April 2011


Saudara-saudara, harus tetap kita ingat bahwa tidak ada jalan lain yang bisa menyelamatkan manusia dari maut, tidak ada jalan lain yang bisa menghapus dosa, dan tidak ada yang bisa membawa kita bertemu dengan Bapa, kecuali lewat Tuhan Yesus Kristus. Satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan manusia dari dosa dan maut : datang kepada Yesus dan percaya kepada-Nya maka kuasa korban Kristus itu akan memperdamaikan kita dengan Bapa di sorga. Yesus adalah Anak Domba yang telah disembelih sebagai korban penghapus dosa dunia. Disebut korban Kristus: karena Ia rela mati di kayu salib dan dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Ia bangkit kembali. Kematian-Nya adalah sebagai korban penebusan yang menjadikan kita sebagai umat Tuhan, sedangkan kebangkitan-Nya adalah untuk memberikan kelepasan dari segala kuasa-kuasa kegelapan, oleh kebangkitan-Nya kita menang terhadap dosa dan maut.

Keluaran 11 : 1 - 11 pada perayaan Paskah yang pertama anak domba paskah itu ditangkap pada tanggal sepuluh dan dikurung sampai hari yang keempat belas, jadi anak domba itu dikurung selama empat hari sebelum disembelih sebagai korban Paskah. Ini merupakan firman nubuatan tentang kematian Yesus Kristus yang telah digenapi ketika Yesus mati di kayu salib sebagai korban Paskah.
Empat hari = empat ribu tahun, sebab dihadapan Tuhan satu hari sama dengan seribu tahun dan seribu tahun sama dengan satu hari (2 Petrus 3 : 8). Dari zaman Adam sampai ke zaman sampai Yesus lahir ke dunia ini empat ribu tahun, jadi sebelum Yesus lahir dan sebelum Yesus mati firman Tuhan sudah lebih dahulu menubuatkan, bahkan tentang semua pekerjaan-Nya juga sudah dinubuatkan oleh firman Tuhan. Yesus itu adalah Anak Domba Allah yang dipersiapkan Allah sendiri sebagai korban Paskah, yang berfungsi untuk:

- sebagai korban penebus dan sebagai korban pendamaian bagi segala dosa-dosa yang telah kita lakukan selama ini -

Hal ini bisa kita lihat dengan jelas dalam 1 Korintus 5 : 7 - 8 rasul Paulus menerangkan kepada jemaat di Korintus bahwa Yesus itu adalah Anak Domba Paskah yang telah disembelih. Karena itu firman Tuhan memberi ketegasan soal merayakan Paskah, ada yang harus kita lakukan yaitu: membuang segala ragi yang lama yaitu ragi keburukan dan kejahatan. Supaya layak merayakan Paskah kita semua harus membuang segala sifat dan karakter yang bertentangan dengan firman Tuhan, kita harus mau membuang segala bentuk kejahatan yang selama ini kita lakukan.
Kemudian dalam merayakan Paskah harus disertai dengan makan roti yang tidak beragi, artinya setelah kita menerima korban Paskah harus dilanjutkan dengan sikap menerima firman Tuhan, mengkonsumsi firman Tuhan itu sebagai kebutuhan dalam hidup. Jika demikian maka korban Kristus itu akan layak kita terima, korban Kristus itu akan menghapuskan segala dosa dan akan menyucikan kita dari segala kejahatan. Dengan kata lain: kita akan menjadi adonan yang baru, hidup yang telah mengalami tanda pembaharuan. Sebaliknya kalau tetap dengan cara hidup yang lama, ia tidak akan bisa disebut sebagai adonan yang baru sebab ia belum dilepaskan dari cara-cara hidup yang lama.
Efesus 5 : 22 - 24 pekerjaan Kristus sebagai Suami: Ia mau menyerahkan diri-Nya untuk menyelamatkan tubuh-Nya lewat kematian Nya di atas kayu salib. Ingat! Yesus mati di kayu salib bukan karena dosa-dosa-Nya dan bukan pula karena kejahatan-Nya, tetapi kematian Yesus di kayu salib adalah untuk menanggung segala kejahatan kita, memikul segala kesesangraan kita, Yesus tertikam bukan karena pelanggaran-Nya tetapi karena pemberontakan kita, Yesus diremukkan karena kejahatan kita juga. Yesus mati dikayu salib supaya ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya dan supaya oleh bilur-bilur-Nya kita bisa menjadi sembuh (Yesaya 53 : 3 - 5). Inilah bukti tanggung jawab Kristus sebagai Kepala, Ia rela menyerahkan nyawa-Nya demi untuk menyelamatkan tubuh-Nya. Tuhan Yesus Kristus adalah Kepala jemaat yang sanggup menyelamatkan jemaat dan membawa jemaat itu menjadi satu di dalam tubuh Kristus. Karena itu sebagai jemaat Tuhan, kita harus tunduk kepada Kristus dalam segala hal, sama seperti seorang istri tunduk kepada suaminya dalam segala sesuatu.
Tidak ada jalannya Saudara bisa diselamatkan kalau tidak tunduk kepada Kristus sebagai Kepala, dan tidak ada cerita seseorang itu bisa masuk ke dalam kerajaan sorga kalau ia tidak melakukan segala firman Tuhan. Tugas kita sebagai jemaat: belajar mengasihi Tuhan, sebab sebagai Gembala yang baik Ia telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya supaya domba-domba itu menjadi satu kawanan dengan satu gembala yang digembalakan dalam firman pengajaran. 1 Yohanes 3 : 16 praktek mengasihi itu adalah wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Sebagaimana Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya demikian juga kita harus mampu menyerahkan nyawa kita untuk orang lain. Inilah praktek mengasihi yang benar.
Haleluya....!!!

Selasa, 15 Maret 2011

Bible Study - Maret 2011

“KITAB MALEAKHI”

Kamis, 10 Maret 2011


Ibrani 12 : 16 - 17 Esau karena tidak menghargai didikan Tuhan, akibatnya sangat fatal:

- ketika hendak menerima berkat, ia ditolak
- tidak beroleh kesempatan memperbaiki kesalahanannya.

Bahkan sikap dan perbuatan Esau ini disejajarkan dengan orang yang suka melakukan percabulan yang nafsunya rendah.

NAFSU RENDAH = tidak mau mengarahkan pandangannya kepada perkara-perkara yang di atas/sorga.

Kalau kita lihat dalam Matius 3 : 13 - 17 Yesus sendiri sebagai Anak bersedia melakukan kehendak Allah, yaitu mau memberi diri dibabtis oleh Yohanes pembabtis di sungai Yordan. Memang pada awalnya Yohanes pembabtis ragu-ragu dan tidak bersedia membatiskan Tuhan Yesus, tetapi karena Yesus mengatakan bahwa babtisan itu adalah untuk “menggenapkan seluruh kehendak Allah” barulah Yohanes mau membabtiskan Yesus.

Saudara-saudara, babtisan itu bukan hanya sekedar dilakukan begitu saja, babtisan itu bukan aturan gereja bahkan bukan syarat supaya bisa masuk ke gereja, tetapi babtisan itu tujuannya adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Andaikata babtisan itu hanya sekedar peraturan organisasi gereja saja, maka Yesus tidak perlu pergi ke sungai Yordan untuk dibabtis oleh Yohanes, tetapi karena babtisan itu adalah untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah maka Yesus pun harus memberi diri-Nya dibabtis. Maka untuk orang yang mau melakukan kehendak Allah tidak boleh dihalang-halangi bahkan tidak boleh dikurang-kurangi, seluruh kehendak Allah itu harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh.
Kalau mau melakukan seluruh kehendak Allah: langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati dan ada suara yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Artinya: kalau kita mau melakukan seluruh kehendak Allah maka Allah pun akan mengakui kita sebagai anak-Nya. Hal ini sangat berkaitan dengan Yakobus 2 : 22 iman itu bisa menjadi sempurna jika disertai dengan perbuatan-perbuatan baik, yaitu perbuatan-perbuatan yang berkenan kepada Allah. Esau memandang rendah kesulungannya maka sikap dan perbuatannya selalu bertentangan dengan firman Tuhan, tetapi Yakub karena menghargai kesulungan ia rela melepaskan perkara yang jasmani demi untuk mendapatkan perkara rohani. Inilah yang dimaksud dengan perbuatan-perbuatan baik yang berkenan kepada Allah.
Ibrani 6 : 19 pengharapan itu digambarkan seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yg telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, maksudnya kita harus hidup berpengharapan kepada Tuhan supaya sikap seperti Esau itu tidak masuk ke dalam hidup kita. 1 Petrus 1 : 3 firman Tuhan mengatakan taat kepada firman Tuhan itu hasilnya: kita akan dibawa kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, yaitu berhak menerima “suatu bagian” yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, inilah hidup kekal bersama dengan Kristus dalam kerajaan sorga (ayat 4).
YOSUA contoh orang yang mau melakukan/bertindak melakukan tepat seperti yang telah diperintahkan Allah kepadanya, segala janji Allah itu bisa terlaksana karena Yosua mau melakukan kehendak Allah. Yosua1 : 1 - 9 setiap tempat yang diinjak kakinya akan diberikan Allah kepadanya, Allah sendiri yang menentukan tempat yang akan menjadi miliknya dan Allah juga berjanji untuk tetap menyertai ke manapun ia pergi.
Kuncinya: jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, jangan kecut dan jangan tawar hati dan jangan lupa memperkatakan kitab Taurat Tuhan dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Inilah yang membuat maka Yosua bisa bertindak dengan hatihati sehingga perjalanannyapun berhasil dan beruntung. Setiap orang yang mau melakukan segala kehendak Allah maka Allah akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemenangan demi kemenangan setiap hari.



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 17 Maret 2011


ESAU = gambaran gereja Tuhan yang tidak menghargai kemurahan Tuhan, tidak menghargai ibadah dan penggembalaan. Memandang ringan hak kesulungan = tidak menghormati Tuhan sebagai Bapa (Maleakhi 1 : 6), sekarang : sama dengan tidak menghormati ibadah, tidak menghargai pelayanan, tidak menghormati bapa rohaninya/penggembalaan.

Akibatnya: tidak akan berhak masuk ke dalam kerajaan sorga.

NABOT orang Yizreel adalah contoh orang yang sangat menghormati/menghargai warisan. Dalam 1 Raja-raja 21 dijelaskan Nabot orang Yizreel ini mempunyai kebun anggur di samping istana raja Ahab, raja Samaria. Karena itu Ahab pun mencoba ingin mengambil atau membeli kebun anggur tersebut supaya menjadi miliknya. Ahab rela membelinyadengan uang atau menggantinya dengan kebun anggur yang lebih baik atau yang lebih lebar dari miliknya itu, tetapi Nabot tidak rela melepaskan kebun anggur tersebut walaupun dengan kebun anggur yang lebih baik atau dengan uang yang banyak.
Mengapa? sebab Nabot itu adalah orang yang sangat menghargai warisan, Nabot itu sangat mengerti bahwa warisan itu tidak tergantikan dengan uang yang banyak. Karena itu Nabot mempertahankan kebun anggurnya itu dan tidak takut walau nyawanya sendiri harus terancam, Nabot tidak mau kompromi dengan Ahab.

Nabot ini ganbaran gereja Tuhan yang meresponi setiap firman Tuhan dan tahu menghormati Tuhan sebagai Bapa.
Sedangkan raja Ahab ini sama seperti Esau yang tidak menghargai warisan, menganggap remeh warisan, maka Ahab harus menanggung akibatnya.

Untuk kita sekarang: warisan sulung itu adalah berkat yang paling besar sebab nama kita telah terdaftar dalam kitab kehidupan, kita diakui sebagai umat Allah bahkan sedang dipersiapkan menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang akan dikuduskan dan disempurnakan. Ibrani 12 : 22 - 23 YERUSALEM SORGAWI itu menunjuk gereja Tuhan yang telah berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Karena itu supaya kita bisa menghargai warisan/hak kesulungan: kita harus bertumbuh terus hingga menjadi dewasa rohani, dewasa dalam iman, dalam pengharapan maupun dalam kasih akan Allah. Tidak ada seorangpun yang bisa menghargai kesulungan itu kalau ia tidak dewasa rohani, justru ia akan menganggap remeh sama seperti Esau yang meremehkan kesulungannya sehingga ia tidak layak diberkati oleh ayahnya, Ishak.
Hal ini juga telah dijelaskan dalam kitab Galatia 4 : 1 - 4 selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu, ia masih berada di bawah pengawasan sampai ia menjadi dewasa.
Demikian juga setiap orang yang belum dewasa rohaninya, ia tidak layak masuk ke dalam kerajaan sorga sebab ia masih takluk kepada dosa, diperhamba oleh dosa dan tidak bisa mengalahkan segala bentuk pencobaan dari siiblis. Setiap orang yang belum dewasa rohaninya, ia masih takluk kepada roh-roh dunia. Tetapi setelah genap waktunya (=setelah ia menjadi dewasa) barulah ia berhak mendapatkan segala warisan yang telah ditentukan bapanya, setelah menjadi dewasa rohani barulah layak disebut sebagai pewaris kerajaan sorga. Galatia 5 : 13 - 14 setelah kita dimerdekakan dari dosa, kita harus mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam kebenaran dan melayani seorang akan yang lain dengan kasih. Orang yang dewasa rohaninya barulah bisa mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri dan mengasihi Allah dengan tepat dan benar.

Maleakhi 4 : 1 resiko yang akan dihadapi kalau tidak mau meresponi firman Tuhan: akan disamakan dengan gegabah atau seperti jerami yang akan terbakar oleh hari Tuhan yang menyala seperti perapian. Kehidupan seperti Esau yang tidak menghargai kesulungan dan yang tidak meresponi firman Tuhan, akan dibakar seperti gegabah atau seperti jerami, di mata Tuhan tidak ada harganya sedikitpun.
Karena itu sebagai jemaat ataupun sebagai hamba Tuhan, mari kita bersama-sama menghargai kesulungan itu dan membuatnya lebih dari segala yang ada pada kita. Jika kita sudah menghargai kesulungan itu maka Tuhan akan mempersiapkan kita untuk menerima berkat yang lebih besar lagi, nama kita terdaftar dalam kita kehidupan Anak Domba, kita diakui sebagai jemaat yang berkenan kepada-Nya.
Haleluya.........!!!



“KITAB MALEAKHI”


Kamis - 24 Maret 2011


Poin yang ke-II : MENGHORMATI TUHAN ALLAH SEBAGAI BAPA.

Maleakhi 1 : 6 - 14; 2 : 1 - 9 Firman Tuhan menghimbau supaya kita menghormati Tuhan sebagai Bapa dan memiliki rasa takut karena Tuhan itu adalah Raja di atas segala raja dan sebagai Tuan. Khusus dalam kitab Melakhi ini sikap bangsa Israel yang sangat dikoreksi Tuhan:

1. mencemarkan korban (1 : 6 - 8),
2. acuh tak acuh kepada Allah (1 : 9 - 11)
3. selalu menyusahkan Allah (1 : 12 - 14).

Inilah yang membuat sehingga firman Allah datang menegor dan mengoreksi mereka dengan tegas dengan mengatakan: “Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu?” dan yang paling dikoreksi itu adalah para imam yang suka menghina nama Tuhan dan meja Tuhan dengan cara membawa roti cemar, membawa binatang yang buta, yang timpang atau yang sakit untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Ada dua penampilan Tuhan: sebagai BAPA dan sebagai TUAN.
Padahal binatang-binatang yang demikian kalau dipersembahkan kepada bupati saja tidak boleh apalagi kepada Tuhan, tetapi para imam itu melakukan hal-hal yang demikian. Ini suatu kemerosotan iman, rohani para imam pada zaman Maleakhi itu benar-benar sudah bobrok sehingga firman Tuhan begitu tegas mengoreksi mereka supaya jangan terus menerus melakukan hal-hal yang demikian. Posisi Tuhan itu ada dua yaitu sebagai Bapa dan sebagai Tuan. Sebagai Bapa: kita harus menghormati Tuhan, sebagai Tuan: kita harus memiliki rasa takut.
Caranya: beribadah yang benar dengan membawa tubuh kita ini sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Inilah ibadah dan persembahan yg sejati (Roma 12 : 1). Beribadah dan melayani Tuhan ada kaitannya dengan takut akan Tuhan, ada kaitannya dengan menghormati Tuhan sebagai Bapa. Maksudnya: kalau kita mau beribadah maupun melayani Tuhan harus disertai dengan sikap yang benar, yaitu menghormati Tuhan sebagai Bapa, harus ada rasa takut dalam hidup kita, takut berbuat dosa, takut tidak melayani, takut tidak berkorban, dll.
Karena itu supaya kita bisa menghormati Tuhan sebagai Bapa dan memiliki rasa takut akan Tuhan, kita harus mengalami ketiga korban seperti yang telah dijelaskan dalam Keluaran psl 29: ada lembu jantan dan dua domba jantan.
- LEMBU JANTAN = ada tanda pendamaian, diperdamaikan dengan Allah maupun dengan sesama.
- DOMBA JANTAN I = ada penyerahan diri untuk beribadah maupun melayani Tuhan.
- DOMBA JANTAN II = ada tahbisan atau tanggung jawab, bertanggung jawab melakukan tugasnya dengan baik.
Untuk mengolah korban-korban tersebut dibutuhkan proses yang sangat panjang, setelah disembelih, binatang itu juga harus dikuliti, dipotong-potong lalu dibersihkan menurut bagian-bagian tertentu, setelah itu barulah boleh dipersembahkan di atas mezbah. Sebagai jemaat Tuhan kalau rindu berkenan kepada Allah, kita juga harus mengalami proses demi proses sama seperti korban-korban tersebut di atas. Keluaran 29 : 17 ada dua bagian penting yang kita ketahui dari potongan-potongan tersebut:
ISI PERUT
= perkara dalam (keinginan-keinginan dalam hati)
BETIS
= perkara luar (langkah-langkah perjalanan).
Ibrani 4 : 12
firman Tuhan itu bagaikan PEDANG yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, yang sanggup memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, firman Tuhan itu sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Firman Tuhan itu sangat berguna untuk menyucikan seluruh hidup kita, baik perkara dalam maupun perkara luar dan kalau firman Tuhan itu sudah tampil seperti pedang maka firman Tuhan itu akan memisahkan segala dosa dan kejahatan kita sehingga kita menjadi jemaat yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Ibrani 4 : 9 - 11 menjelaskan kepada kita kalau Tuhan memberikan firman-Nya tujuannya adalah supaya kita bisa masuk ke tempat perhentian yang telah disediakan Allah, sama seperti Allah telah berhenti dari segala pekerjaan-Nya demikian juga kita akan berhenti dari segala pekerjaan, kita akan bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan-Nya di dalam kerajaan yang kekal, yaitu sorga. Untuk itu marilah kita lebih sungguh-sungguh dan lebih serius dalam beribadah dan dalam melakukan firman Tuhan supaya kita bisa menghormati Tuhan sebagai Bapa dan memiliki rasa takut. Kalau dunia sedang lenyap dengan segala keinginannya, tetapi kita sebagai anak-anak terang justru semakin bertumbuh dan bertumbuh sampai menjadi dewasa rohani.


"KITAB MALEAKHI"


Kamis - 31 Maret 2011


Poin yang ke-II: MENGHORMATI ALLAH SEBAGAI "BAPA" DAN SEBAGAI "TUAN"

Sikap bangsa Israel yang sangat ditentang Allah:

- tidak hormat kepada Tuhan sebagai Bapa
- membawa persembahan cemar
- tidak takut kepada Tuhan sebagai Tuan
- acuh tak acuh/menyusahkan Tuhan


Dan dalam hal ini yang paling dikoreksi ialah PARA IMAM yang telah menyimpang dari kebenaran karena membawa PERSEMBAHAN YANG CACAT: membawa kambing domba, lembu sapi yang cacat, yang buta atau yang sakit. Dengan berbuat demikian berarti mereka sudah tidak lagi menghormati Allah sebagai Bapa dan tidak lagi memiliki rasa takut kepada ALlah sebagai Tuan. Padahal sejak dalam Kitab Keluaran 29 firman Tuhan sudah memberi ketegasan dalam hal membawa korban persembahan kepada ALlah. Salah satu korban yang telah diatur supaya tetap dilakukan adalah mengenai KORBAN PAGI DAN KORBAN PETANG, ini sama dengan KORBAN HARIAN yang setia hari harus dibawa untuk dipersembahkan kepada Allah.
Malekhi 1 : 7 membawa ROTI CEMAR ke atas Mezbah sama dengan menghina nama Tuhan. Mempersembahkan binatang buta, timpang dan sakit sama dengan perbuatan jahat yang sangat dibenci oleh Allah sebab sama saja dengan menghina Tuhan.
Karena itu firman Tuhan dalam 2 Korintus 6 : 17 - 18 menjelaskan cara menghormati Tuhan sebagai Bapa ada beberapa sikap yang harus kita lakukan:
- keluar dari persekutuan yagn tidak benar, memisahkan diri dari cara-cara hidup yang tidak benar (= cara hidup orang yang tidak mengenal kebenaran) dan jangan menjamah yang najis.
Kalau ini sudah kita lakukan maka Tuhan akan menerima kita sebagai umat-Nya, kita layak menyebut Tuhan itu sebagai Bapa dan kita pun akan diakui sebagai anak-anak Allah. Sama seperti yang dikatakan firman Tuhan dalam Mazmur 84 : 11 cara hidup orang yang takut akan Allah itu selalu suka tinggal di dalam rumah Tuhan, dan TIDAK SUKA TINGGAL DIKEMAH-KEMAH ORANG FASIK.
Berkorban itu artinya adalah: sesuatu yang diberikan atau yagn dibawa kepada Tuhan sebagai persembahan.
Pada zaman akhir ini banyak orang mengaku percaya kepada Tuhan, beribadah dan melayani Tuhan, tetapi dalam prakteknya mereka sedang menghina nama Tuhan. Dalam mulut mereka memang mengaku sebagai anak-anak Allah tetapi tidak menghormati Tuhan sebagai Bapa, menagku Yesus sebagai Tuhan tetapi di dalam dirinya tidak ada rasa takut akan Tuhan. Sikap dan perbuatan mereka selalu bertentangan dengan firman Tuhan, hidup dalam hawa nafsu dan keinginan yang duniawi.

Contohnya dalam Matius 7 : 21 - 23 Tuhan Yesus mengatakan:
- ada orang yagn berseru-seru kepada Tuhan tetapi tidak layak mendapat hidup yang kekal, bahkan ada orang yang berhasil mempunyai karunia yagn besar, seperti bernubuat, mengusir setan demi nama Tuhan bahkan mampu mengadakan mujizat, tetapi sayang tidak berhasil menjadi orang yagn berkenan kepada ALlah.
Mengapa orang-orang yang demikian tidak berkenan kepada Allah?
Penyebabnya: karena disamping mereka berseru-seru kepada Tuhan, disamping mereka melayani Tuhan, mereka juga masih mempunyai SIKAP DAN PERBUATAN YANG SANGAT DIBENCI TUHAN, yaitu suka melakukan kejahatan, mereka karakter yang tidak berkenan di hati Tuhan. Dan karena karakternya tidak benar di mata Tuhan maka ibadah dan pelayanan mereka juga tidak benar di mata Tuhan. Akibatnya: mereka di usir dan di samakan dengan orang-orang yang selalu berbuat kejahatan.
Maleakhi 2 : 2 karena pada imam tidak memperhatikan firman Tuhan dan tidak memberi perhatian untuk menghiormati nama Tuhan, akibatnya: Tuhan Allah mengirimkan kutuk dan akan membuat BERKAT-BERKATNYA MENJADI KUTUK. Bahkan Tuhan juga akan mematahkan lengannya sehingga TIDAK ADA LAGI KEMAMPUAN UNTUK BERBUAT, Tuhan ALlah juga akan melemparkan kotoran ke mukanya, artinya akan DIPERMALUKAN di depan semua orang.
Karena itu sebagai jemaat Tuhan yang hidup di akhir zaman ini, marilah kita lebih sungguh-sunnguh lagi memperhatikan firman Tuhan dan melakukannya, sebab jika sudah memperhatikan dan melakukan firman Tuhan dengan baik maka firman Tuhan itu akan mengarahkan kita supaya bisa/mampu menghormati Tuhan sebagai Bapa dan tetap memiliki rasa takut akan Tuhan, takut berbuat dosa, takut kalau tidak beribadah dan melayani Tuhan.




Kamis, 06 Januari 2011

Bible Study - Januari 2011

“BERKAT NATAL”


Bible Study
Kamis - 30 Desember 2010



Setelah Yesus lahir sebagai bayi, Ia bertumbuh terus hingga menjadi dewasa, bertambah besar dan menjadi kuat dan penuh dengan hikmat. Ini juga menggambarkan kerohanian kita dalam mengikut Tuhan, setelah kita mengalami proses “lahir baru” selanjutnya kita juga harus bertumbuh dan menjadi dewasa rohani supaya kita menjadi kuat dan Tuhan mengaruniakan hikmat-Nya. Mengapa kita harus memiliki hikmat?
Hikmat itu sangat perlu, sebab dengan hikmatlah segala masalah dapat diselesaikan dan dengan hikmatlah kita dapat mengalahkan segala bentuk tipu siasat Iblis. Kalau iman percaya kita sudah bertumbuh menjadi dewasa maka kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kuat rohaninya dan kita akan menjadi orang Kristen yang memiliki hikmat. Amsal 9 : 1 - 2 khusus dalam membangun rumah yang paling dibutuhkan adalah hikmat supaya dapat mendirikan ketujuh tiangnya. Demikian juga dalam membangun rumah tangga yang dibutuhkan tidak cukup hanya kekuatan tetapi juga harus dengan hikmat dari Tuhan. Supaya baik sebagai suami maupun sebagai seorang istri dapat menjalankan rumah tangganya itu dengan baik, sejahtera, tidak dengan sungut-sungut tetapi penuh dengan kasih yang satu dengan yang lainnya.

SALOMO setelah menjadi raja Israel tidak pernah berperang dengan bangsa-bangsa lain. Tetapi sekalipun demikian kerajaannya aman dan kokoh/kuat sebab Tuhan memberikan hikmat yang besar kepadanya. Bahkan ketika terjadi masalah antara dua orang perempuan yang saling mengaku sebagai ibu bagi anak yang masih hidup, dengan hikmat Salomo mengambil pedang dan hendak membelah dua anak tersebut. Benar, bahwa hikmat itu bisa menyelesaikan masalah tersebut, sebab ketika Salomo mengangkat pedangnya dan hendak membelah anak tersebut, perempuan yang punya anak itu berkata: “Ya, tuanku! Berikanlah kepada nya anak yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia.” Sedangkan perempuan lain itu berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah” (1 Raja-raja 3 : 16 - 28).
Dari perkataan perempuan itu nampaklah siapa yang empunya anak yang hidup itu dan Salomo pun dapat memberikan anak yang hidup itu kepada perempuan yang benar-benar empunya anak yang hidup itu. Mengapa Salomo mampu membedakan mana perempuan yang benar dan mana perempuan yang tidak benar? jawabannya karena hikmat Allah ada pada Salomo. Hikmat itulah yang membuat sehingga Salomo tahu mana ibu yang benar bagi anak itu.

YUSUF orang yang paling dikasihi oleh Yakub dan membuat Yusuf berbeda dengan saudara-saudaranya, Yusuf itu menjadi orang teristimewa. Resikonya Yusuf itu dibenci oleh kakak-kakaknya, ia dijatuhkan ke sumur, ia dijual dan dimasukkan ke penjara. Semua ini proses yang harus dialami Yusuf sampai ia tampil sebagai orang nomor dua di Mesir di bawah kekuasaan Firaun. Dari semua proses yang dialami Yusuf tersebut Tuhan membuat Yusuf itu yang teristimewa, baik ketika dirumah Potifar, baik ketika dalam penjara maupun setelah ia menjadi orang nomor dua di Mesir. Semua ini bisa terjadi karena pada Yusuf ada hikmat Allah, ia menjadi orang yang paling berkenan kepada Allah sehingga Allah mengaruniakan hikmat yang besar, hikmat yang dapat mengatasi segala masalah yang terjadi.

Demikian juga jika kita sudah bertumbuh menjadi dewasa rohani, menjadi kuat dan penuh hikmat, maka Allah juga akan membuat kita teristimewa dari orang-orang lain. Maka dalam NATAL tahun 2010 ini, fokus perhatian kita: kita harus lahir baru, bertumbuh menjadi dewasa, menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah akan dilimpahkan kepada kita. Jika sudah demikian, maka sebesar apapun masalah, pencobaan atau penderitaan, bersama dengan Tuhan kita pasti menang dan kita akan mengalami kemenangan demi kemenangan.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Bible Study
Kamis - 06 Januari 2011



Sebagai orang Kristen yang benar, kita tidak cukup menjadi jemaat yang biasa-biasa saja, tidak cukup hanya sekedar beribadah begitu saja, tetapi harus bisa menunjukkan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar, yang sangat berkenan kepada Tuhan. Sebab jika kita sudah berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan, maka kita akan berhak mendapat jaminan pemeliharaan, pembelaan dan pertolongan dari Tuhan tepat pada waktunya.
Ibrani 10 : 38
firman Tuhan menjelaskan: *orang benar yang dikenan Tuhan itu akan hidup oleh iman dan percayanya, yaitu hidup yang mempercayai firman Tuhan, sedangkan **orang mengundurkan diri atau yang tidak dikenan Tuhan itu akan mengundurkan diri dari kebenaran. Sebab devenisi takut akan Tuhan yang sebenarnya bukan karena ia gemetar seperti orang ketakutan, tetapi benar-benar percaya bahwa apa yang difirmankan Tuhan itu pasti terjadi, tidak perlu diragukan lagi. Setiap orang yang percaya bahwa firman Tuhan itu pasti terjadi maka dalam hidupnya pasti disertai rasa takut akan Tuhan.

Beda orang fasik dengan orang benar:
- kalau ORANG BENAR selalu berpusat kepada firman Tuhan sedangkan ORANG FASIK selalu berpusat kepada dirinya sendiri, kepada kebenarannya sendiri dan kepada kekuatannya sendiri.
- kalau ORANG BENAR selalu percaya kepada firman Tuhan sedangkan ORANG FASIK sulit diajak percaya kepada Tuhan apalagi percaya kepada firman Tuhan.

Maka tidak heran kalau hidup orang benar itu selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan firman Tuhan, selalu ingin beribadah, suka berkorban, suka berdoa dan menyembah, suka melayani Tuhan dan sesama, intinya orang benar itu selalu mengutamakan Tuhan dari pada dirinya sendiri. Sedangkan orang fasik itu selalu sibuk dengan urusan atau kepentingan diri sendiri, ia lebih sibuk memikirkan untuk dirinya sendiri, lebih sibuk mengurus urusannya sendiri, tidak suka beribadah dan kalaupun datang ke gereja hanya sekedar. Beribadah yang benar itu harus disertai dengan korban, beribadah bukan kalau hanya ada waktu luang, sekalipun tidak ada waktu harus berusaha datang dan mengorbakan waktu yang lain demi untuk Tuhan, beribadah yang benar itu harus ditandai dengan korban waktu, korban perasaan, korban tenaga, korban materi, termasuk mengorbankan perasaan diri sendiri, dll.

Firman Tuhan dalam Kolose 1 : 10 menjelaskan jemaat yang berkenan kepada Tuhan itu “bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.” Setiap orang yang sudah bertumbuh dalam pengenalan yang benar tentang Allah itu hidupnya layak dihadapan Tuhan dan mampu memberi buah dalam segala pekerjaan yg baik. Karena jemaat di Kolose ini berkenan kepada Tuhan, tidak heran kalau Tuhan membukakan rahasia firman yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan. Demikian juga kepada jemaat yang berkenan itu Tuhan akan membukakan rahasia firman-Nya, Allah mau memberitahukan tentang kekayaan dan kemuliaan rahasia Allah tentang Kristus yang ada di tengah-tengah kita sebagai pengharapan untuk memperoleh segala kemuliaan sebagai mempelai perempuan Kristus. Setelah kita bertobat dan percaya kepada Yesus, langkah selanjutnya yang harus selalu ada dalam hidup kita: selalu ingin mengenal Tuhan & selalu ingin berbuat apa yang berkenan kepada Tuhan. Maka kepada orang yang berkenan kepada Allah, Allah akan menaruh Roh-Nya ke atas kita dan Allah akan memberikan pengajaran yang besar dan mulia (Yesaya 42 : 1 , 22). Tujuannya tentu supaya kita bisa bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, mulai dari percaya yang benar, bertobat yang benar, dibabtis yang benar dan digembalakan yang benar dalam firman pengajaran sampai menjadi dewasa dalam iman dapat melakukan apa yang berkenan kepada Allah.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”


Bible Study
Kamis, 13 Januari 2011


Kolose 1 : 10 = setiap orang yang hidup dalam iman, maka ia akan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar, bertumbuh dalam kasih, dan terus menerus diperbaharui sampai berhasil menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan. Bertumbuh dalam pengetahuan yang bernar, berarti pengenalannya tidak sekedar mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saja, ini memang baik, tetapi tidak cukup sampai di situ saja. Pengenalan kita harus bertumbuh terus sampai menjadi dewasa yang mampu mengenal Yesus bukan hanya sebagai Tuhan dan Juruselamat saja, tetapi kita semua dapat mengenal Dia sebagai Suami atau sebagai Mempelai Pria Sorga yang akan datang menjemput gereja-Nya yang telah disempurnakan.

Ciri-ciri orang yang bertumbuh dalam pengetahuan yang benar itu ada beberapa hal, diantaranya:

- suka dengar-dengaran akan firman Tuhan
- suka beribadah dan melayani
- mau hidup kudus dan terus berusaha supaya berhasil disempurnakan
- suka menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran
- beribadah bukan karena ada waktu tetapi karena didasari cinta akan
Tuhan

- beribadah selalu didasari dengan korban yang benar, membawa dan
menyerahkan seluruh

hidupnya kepada Tuhan seperti domba yang dipersembahkan di atas
Mezbah Korban
Bakaran.

1 Tesalonika 5 : 5 firman Tuhan menekankan supaya kita hidup dalam terang, menjadi anak-anak terang dan anak-anak siang, yaitu menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan. Supaya kita berhasil menjadi anak-anak terang dan anak-anak siang, pertama-tema kita harus lahir dahulu dari Allah, yaitu lahir dari benih ilahi atau pun lahir dari firman Tuhan (1 Yohanes 3 : 9). Sebab setiap orang yang sudah lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi sebab sudah ada kuasa yang diberikan Tuhan kepada kita. Dan jika kita sudah lahir dari Allah, maka Allah sendiri
yang akan membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu dari dalam hidup kita.

Supaya kita bisa menjadi anak-anak terang dan menjadi jemaat yang berkenan kepada Tuhan:

- 2 Korintus 4 : 4 pikiran kita jangan sampai dibutakan oleh ilah zaman ini.
Maksudnya pikiran kita jangan hanya memikirkan perkara-perkara yang jasmani saja, kita hidup jangan hanya untuk kepentingan diri sendiri saja, tetapi harus mau hidup sesuai dengan firman Tuhan. Setiap orang yang tehal dibutakan ilah zaman ini, maka ia tidak akan percaya akan kuasa firman Tuhan dan ia tidak akan dapat melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus sebagai Mempelai Pria sorga.

- Amsal 20 : 20 jangan mengutuki ayah dan ibu Maksudnya kita diajar supaya menjadi
jemaat yang menghargai orang tua, hormat kepada orang tua seperti yang telah
difirmankan Tuhan.

Ini juga berbicara supaya kita tetap menghargai ibadah dan penggembalaan, tempat di mana Tuhan menempatkan kita sebagai jemaat supaya hidup di dalam ibadah yang benar. Setiap orang yang berani mengutuki ayah dan ibunya maka pelitanya akan padam pada waktu gelap. Demikian juga setiap orang yang tidak menghargai dan yang tidak menghormati penggembalaan, maka ia akan hidup dalam gelap, yaitu hidup di dalam dosa dan pelanggaran. Mengapa? sebab tidak ada firman Tuhan yang menerangi hidupnya.

- Kolose 3 : 1 - 3 kita harus mencari dan memikirkan perkara-perkara yang di atas.
Maksudnya supaya kita lebih mementingkan perkara yang rohani dari pada perkara yang duniawi dan kita harus tetap memusatkan perhatian kita ke sorga, tempat yang telah disediakan Tuhan Yesus bagi kita semua.



“MENJADI JEMAAT YANG BERKENAN”

Bible Study - Kamis 27 Januari 2011


Pada zaman akhir, yaitu menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, dunia ini sudah semakin gelap. Gelap bukan karena tidak ada matahari, bukan karena tidak ada bintang atau bulan melainkan karena dosa-dosa manusia. Dosa itu sifatnya mengikat manusia sehingga setiap orang yang tetap hidup dalam dosa berarti sedangberada di dalam maut (Roma 6 : 23) bahkan dosa itu jugalah yang membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3 : 23).
Itu sebabnya persoalan berat yang sedang dihadapi manusia adalah persoalan dosa yang begitu pesat perkembangannya, bisa menyusup kepada orang dewasa maupun kepada anak-anak. Karena itu sampai sekarang ini Allah masih bekerja di tengah-tengah dunia yang gelap karena dosa, Allah mau supaya manusia itu kembali kepada Allah dan berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat. Kejadian 1 : 2 setelah Allah menciptakan langit dan bumi, keadaannya belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya. Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, pekerjaan Allah yang pertama adalah menciptakan terang yang berfungsi untuk memisahkan gelap dari pada terang (ayat 3 - 4). Tanpa terang, Allah tidak mungkin bisa melanjutkan pekerjaan-Nya untuk menciptakan seisi dunia ini mulai dari hari pertama sampai kepada hari yang keenam. Terang itu berfungsi untuk memisahkan gelap dari pada terang.
Demikian juga setiap orang yang hidup dalam dosa berarti ia sedang berada di dalam kegelapan dan kegelapan itulah yang menguasai hidupnya. Setiap orang yang masih hidup dalam kegelapan segala perbuatannya pasti jauh kebenaran, ia pasti selalu melakukan apa yang tidak berkenan kepada Allah. Maka supaya Allah bisa bekerja di dalam hidup kita, Allah mau memasukkan terang-Nya di dalam hati kita, yaitu firman-Nya, sebab Allah tidak bisa bekerja tanpa berfirman lebih dahulu. Sebagaimana telah kita lihat dalam Matius 25 : 1 - 13 baik lima gadis bodoh maupun lima gadis bijaksana persoalan yang sedang mereka hadapi adalah persoalah kegelapan. Tetapi karena lima gadis yang bijaksana itu mempunyai pelita dan juga minyak dalam buli-buli, maka kegelapan itu tidak bisa menguasai hidupnya, sedangkan lima gadis bodoh walau pun punya pelita tetapi karena tidak punya minyak dalam buli-buli, pelitanya menjadi padam sehingga kegelapan itupun menguasai hidupnya.
Sama seperti dalam kitab Kejadian pasal 1 pekerjaan Allah yang terakhir adalah membangun seorang perempuan demikian juga pada zaman akhir ini Allah akan membanguun seorang perempuan, yaitu gereja Tuhan yang berhasil menjadi sidang mempelai perempuan Kristus. Allah tidak akan berhenti bekerja sebelum gereja terbentuk menjadi sidang mempelai perempuan, yang dikuduskan dan yang disempurnakan.
Jika Allah masih bekerja sampai dengan hari ini, maka sebagai jemaat, kita juga harus tetap bekerja sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, dan pekerjaan yang harus tetap kita lakukan dengan setia:

- setia beribadah yang benar di dalam penggembalaan yang benar
- mau dengar-dengaran akan firman pengajaran yang telah dibukakan rahasianya
- melayani dengan benar dan tetap setia mengikuti Tuhan sampai kepada akhirnya


Ibrani 10 : 25 menegaskan supaya kita jangan sampai menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, tetapi kita harus saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Mengapa kita harus tetap setia beribadah kepada Tuhan? sebab akan datang saatnya orang tidak mungkin bisa dibaharui sekali lagi jika sudah tidak menghargai ibadah. Ibrani 6 : 6 setiap orang yang tidak menghargai ibadah sama saja dengan menghina korban Kristus, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka. Jadi pekerjaan yang harus kita lakukan sampai Tuhan Yesus datang adalah beribadah dan melayani Tuhan dengan taat dan setia.