Bible Study, 05 Nopember 2009
Supaya bisa mengalami kemenangan, harus ada perjuangan, harus ada pergumulan. Sama seperti dalam suatu pertandingan, yang bisa memenangi pertandingan itulah yang disebut pemenang. Dalam Wahyu 21 : 7a dikatakan: “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini” yang dimaksud “semuanya ini” adalah berbicara tentang hidup yang kekal yang telah dijanjikan Allah kepada umat-Nya. Kita harus menang sebab dalam Wahyu 21 : 4 dijelaskan yang ada di dalam dunia: air mata/tangisan, maut, perkabungan, ratap tangis dan dukacita, jadi firman Tuhan telah menjelaskan kepada kita bentuk pertandingan yang sedang diperhadapkan kepada kita, dan inilah pertandingan yang harus kita menangkan tersebut. Pada zaman Nehemia, ketika bangsa Israel membangun kembali kota Yerusalem yang telah runtuh, mereka menghadapi tantangan yang besar dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Nehemia 4 : 14, ketika Nehemia mengamat- amati keadaan atau yang sedang terjadi di tengah-tengah orang Israel khususnya di Yerusalem, maka Nehemia berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang lain supaya:
*jangan takut, **supaya mengingat kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan
***supaya mereka berperang untuk saudara-saudara, untuk anak-anak lelaki,
untukanak-anak perempuan, untuk istri dan untuk rumah mereka.
Apa yang dialami oleh Nehemia ini bagi kita sekarang adalah berbicara tentang pembangunan tubuh Kristus, yaitu untuk membangun jemaat-jemaat supaya bisa menjadi sidang mempelai perempuan Kristus yang dikuduskan dan yang di sempurnakan. Memang dalam membangun jemaat menjadi tubuh Kristus banyak juga tantangan, kita juga harus berjuang dan mengalami banyak penderitaan seperti yang dialami oleh bangsa Israel pada zaman Nehemia, tetapi sekalipun demikian Tuhan Allah tidak akan tinggal diam, Ia juga akan menyertai kita dan membela kita dalam segala perkara yang kita hadapi. Firman Tuhan dalam Ibrani 13 : 5b mengatakan: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Inilah janji Tuhan kepada setiap orang yang mau hidup di dalam firman Tuhan. Dan kalau Tuhan sudah berjanji tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan, maka dengan yakin kita akan dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut.” (ayat 6). Kemudian dalam Yesaya 43 : 1 - 4, firman Tuhan juga sudah mengatakan: “Janganlah takut” Mengapa? sebab Tuhan Allah sudah “menebus” dan “memanggil” dan menjadikan kita sebagai umat kepunyaan Tuhan sendiri.
Maka jika kita sudah milik Allah, buktinya:
1). MENYEBERANG MELALUI AIR Tuhan akan menyertai.Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, sedang terjepit sebab di depan ada laut di belakang ada tentara Mesir di kiri dan kanan padang belantara yang luas, jadi mereka hampir putus asa. Tetapi Tuhan menyelamatkan umat-Nya, Tuhan berkata kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir,” Maka Allah membelah laut tersebur sehingga orang Israel bisa berjalan di atas tanah yang kering.
2). BERJALAN MELALUI SUNGAI Tuhan menyertai.Dalam Yosua 3 : 14 - 17 sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan ada satu sungai yang harus mereka seberangi, yaitu sungai Yordan. Tetapi Tuhan memerintahkan kepada Yosua supaya imam pengangkat tabut berjalan di depan dan bangsa Israel berjalan di belakang dengan jarak dua ribu hasta. Maka begitu imam pengangkat tabut menginjakkan kakinya, air sungai Yordan itu berhenti mengalir sehingga bangsa Israel bisa berjalan di tanah yang kering.
3). BERJALAN MELALUI API Tuhan menyertai.Dalam Daniel 3 : 16 - 30 ketika Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan kepada perapian yang menyala-nyala, mereka tetap tidak mau menyembah patung yang telah dibuat oleh raja Nebukadnezar. Walaupun mereka dilemparkan ke dalam perapian yang telah dipanaskan tujuh kali lebi panas, Tuhan Allah menyertai mereka dan tidak ada sehelai rambutpun yang terbakar bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka.
Contoh-contoh di atas merupakan tanda-tanda penyertaan Tuhan, walaupun sekarang ini kita sedang mengalami banyak penderitaan, tetapi jika kita setia melakukan firman Tuhan dan tetap menjunjung tinggi firman pengajaran, kita tidak perlu takut sebab Tuhan pasti menolong dan akan memberikan kemenangan kepada kita. Jangan takut dengan penderitaan yang sedang engkau alami, yakinkan dirimu bahwa Tuhan pasti menolong engkau.
Kuncinya: jadilah sebagai pelaku firman Tuhan dan tetaplah tekun mengikuti Tuhan.
Kamis - 19 Nopember 2009
Sebagaimana telah kita pelajari Kitab Yosua adalah kita yang menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, seorang pemimpin yang telah dipilih Allah untuk membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Kitab Yosua ini juga berbicara tentang kegerakan Akhir, di mana Tuhan akan membuat suatu kegerakan yang besar untuk membangun gereja Tuhan menjadi tubuh Kristus.
Khusus dalam kitab Yosua ini ada tiga (3) poin penting yang dapat kita temukan di dalamnya, yaitu:
1). Tentang kemepimpinan,
2). Hidup selalu bergantung sepenuhnya kepada Allah,
3). Dalam menghadapi peperangan selalu berharap kepada perlindungan
Tuhan.
Pada minggu-minggu yang lalu, kita sudah melihat yang memilih atau merekrut Yosua sebagai pemimpin adalah Tuhan sendiri, bukan manusia dan bukan karena keinginannya sendiri. Yosua benar-benar memiliki kriteria atau karakter yang cocok menurut ukuran Tuhan. Berbeda dengan kita, diambil dan ditebus dari cara hidup yang berdosa, dari cara hidup yang sia-sia, tetapi sekalipun demikian Allah bersedia mengubah hidup kita supaya sesuai dengan firman Tuhan. Jika dalam kitab Yosua perjuangan bangsa Israel adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi peperangan, sebab tanpa peperangan, tanah Kanaan itu tidak mungkin bisa diduduki, maka sekarang supaya kita bisa menang, kita juga harus mempersiapkan diri menghadapi peperangan. Sekarang kita memang sudah diselamatkan, sudah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, tetapi belum cukup sampai di sini saja, kita juga sedang diperhadapkan kepada satu peperangan yang namanya: peperangan rohani, kita berperang bukan melawan bangsa-bangsa lagi tetapi melawan segala keinginan-keinginan yang duniawi dan melawan segala tipu muslihat iblis. Keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan di dalam kita itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Justru setelah kita menerima kasih karunia dari Tuhan, kita harus lebih sungguh-sungguh lagi mengerjakan keselamatan tersebut, dengan cara hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Bukti mengerjakan keselamatan:
*setia beribadah,
**setia melayani Tuhan, dan
***apapun akan dikerjakan demi keselamatan jiwa kita.
1 Korintus 15 : 10, contoh: rasul Paulus, setelah menerima kasih karunia dari Allah ia tidak berhenti sampai di situ saja, ia tidak mau menyia-nyiakan kasih karunia Allah tersebut. Justru rasul Paulus sadar ia ada sebagaimana ada hanya karena kasih karunia Allah saja. Setiap orang yang sudah mengerti kasih karunia Allah, akan nampak dari sikapnya: mau menghargai kasih karunia Allah itu senantiasa melakukan apa yang berkenan kepada Allah.
Saudara-saudara, dengan kekuatan manusia secara lahiriah kita sangat terbatas, tidak ada seorang pun yang mampu melakukan firman Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang bisa menang terhadap dosa dan segala keinginannya. Tetapi ada kasih karunia Allah yang sanggup memberi kekuatan supaya kita dapat mengatakan seperti yang telah dikatakan rasul Paulus tersebut kita ada hanya karena kasih karunia Allah saja, jadi tidak ada alasan untuk sombong. Selama manusia itu merasa mampu, merasa sanggup tanpa firman Tuhan, maka selama itu pula ia akan mengalami banyak problem, mengalami banyak kesusahan, mengalami banyak penderitaan yang akan membawa kepada keputusasaan. Sebab akan datang saatnya Tuhan akan menyatakan kepadanya siapa dirinya yang sebenarnya.
Tetapi jika kita selalu merasa tidak mampu hidup tanpa Tuhan, merasa tidak dapat berbuat apa-apa kalau bukan karena kasih karunia Tuhan, maka saat itu juga Tuhan akan tampil dan bertindak untuk memberikan kekuatan. Tuhan sendiri akan menyatakan pertolongan-Nya yang begitu dahsyat untuk menolong kita dalam segala hal, baik dalam suka maupun dalam duka. Tuhan itu sungguh-sungguh dapat diandalkan dalam segala hal.
Maka dalam Yosua 1 : 5; 10 : 8 dua kali Tuhan berfirman kepada Yosua (=mendapat firman nubuat) tentang janji Allah yang akan memberi kemenangan yang luar biasa. Tuhan memberi firman nubuat untuk meyakinkan Yosua bahwa Allah ada dipihaknya dan akan selalu menyertai perjalanannya, supaya Yosua dan bangsa Israel yang dipimpinnya itu tidak ragu-ragu menghadapi peperangan yang sudah ada di depan mereka.
Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan kebenaran firman Tuhan ini: seorang pemimpin yang mau mengikut Tuhan dengan setia dan sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran firman Tuhan patut kita teladani dan kita ikuti. Jangan coba-coba lari dari penggembalaan dan jangan coba-coba hidup di luar kebenaran. Sebab kalau lari dari penggembalaan dan kalau tidak setia melakukan firman Tuhan, maka musuh akan menguasai hidupmu, engkau tidak akan bisa disebut sebagai pemenang. Sebab kepada seorang pemimpin yang telah dipilih Allah, Tuhan sendiri akan menyatakan penyertaan-Nya untuk memberikan kemenangan yang luar biasa. Maka sebanyak apapun musuh kita, sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, jika kita mau mengikuti firman penggembalaan, seperti Israel mau dipimpin oleh Yosua, Tuhan pasti akan memberikan kemenangan yang gilang gemilang, yaitu kita bisa menjadi pemenang yang lebih dari orang-orang yang menang.
Matius 7 : 21 - 23 = banyak orang berhasil memanggil nama Tuhan, berhasil melayani Tuhan, seperti berhasil bernubuat, berhasil mengusir setan dan berhasil mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan, tetapi sayang tidak berhasil dikenal oleh Allah. Sangat berbeda dengan Yosua yang behasil memimpin bangsa Israel sekaligus hidupnya juga berhasil menjadi orang yang dikenan oleh Allah. Itu sebabnya setiap orang yang mau hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, Tuhan akan menunjukkan penyertaan-Nya untuk memberikan kemenangan, kita menang terhadap keinginan kita sendiri, menang terhadap pekerjaan setan dan juga terhadap segala keinginan-keinginan yang duniawi. Inilah bentuk peperangan yang harus kita menangkan. Haleluya....!!
Kuncinya: jadilah sebagai pelaku firman Tuhan dan tetaplah tekun mengikuti Tuhan.
“LEBIH DARI PEMENANG”
Kamis - 19 Nopember 2009
Sebagaimana telah kita pelajari Kitab Yosua adalah kita yang menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel dalam pimpinan Yosua, seorang pemimpin yang telah dipilih Allah untuk membawa bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Kitab Yosua ini juga berbicara tentang kegerakan Akhir, di mana Tuhan akan membuat suatu kegerakan yang besar untuk membangun gereja Tuhan menjadi tubuh Kristus.
Khusus dalam kitab Yosua ini ada tiga (3) poin penting yang dapat kita temukan di dalamnya, yaitu:
1). Tentang kemepimpinan,
2). Hidup selalu bergantung sepenuhnya kepada Allah,
3). Dalam menghadapi peperangan selalu berharap kepada perlindungan
Tuhan.
Pada minggu-minggu yang lalu, kita sudah melihat yang memilih atau merekrut Yosua sebagai pemimpin adalah Tuhan sendiri, bukan manusia dan bukan karena keinginannya sendiri. Yosua benar-benar memiliki kriteria atau karakter yang cocok menurut ukuran Tuhan. Berbeda dengan kita, diambil dan ditebus dari cara hidup yang berdosa, dari cara hidup yang sia-sia, tetapi sekalipun demikian Allah bersedia mengubah hidup kita supaya sesuai dengan firman Tuhan. Jika dalam kitab Yosua perjuangan bangsa Israel adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi peperangan, sebab tanpa peperangan, tanah Kanaan itu tidak mungkin bisa diduduki, maka sekarang supaya kita bisa menang, kita juga harus mempersiapkan diri menghadapi peperangan. Sekarang kita memang sudah diselamatkan, sudah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, tetapi belum cukup sampai di sini saja, kita juga sedang diperhadapkan kepada satu peperangan yang namanya: peperangan rohani, kita berperang bukan melawan bangsa-bangsa lagi tetapi melawan segala keinginan-keinginan yang duniawi dan melawan segala tipu muslihat iblis. Keselamatan yang telah dikerjakan Tuhan di dalam kita itu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Justru setelah kita menerima kasih karunia dari Tuhan, kita harus lebih sungguh-sungguh lagi mengerjakan keselamatan tersebut, dengan cara hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Bukti mengerjakan keselamatan:
*setia beribadah,
**setia melayani Tuhan, dan
***apapun akan dikerjakan demi keselamatan jiwa kita.
1 Korintus 15 : 10, contoh: rasul Paulus, setelah menerima kasih karunia dari Allah ia tidak berhenti sampai di situ saja, ia tidak mau menyia-nyiakan kasih karunia Allah tersebut. Justru rasul Paulus sadar ia ada sebagaimana ada hanya karena kasih karunia Allah saja. Setiap orang yang sudah mengerti kasih karunia Allah, akan nampak dari sikapnya: mau menghargai kasih karunia Allah itu senantiasa melakukan apa yang berkenan kepada Allah.
Saudara-saudara, dengan kekuatan manusia secara lahiriah kita sangat terbatas, tidak ada seorang pun yang mampu melakukan firman Tuhan, dan tidak ada seorang pun yang bisa menang terhadap dosa dan segala keinginannya. Tetapi ada kasih karunia Allah yang sanggup memberi kekuatan supaya kita dapat mengatakan seperti yang telah dikatakan rasul Paulus tersebut kita ada hanya karena kasih karunia Allah saja, jadi tidak ada alasan untuk sombong. Selama manusia itu merasa mampu, merasa sanggup tanpa firman Tuhan, maka selama itu pula ia akan mengalami banyak problem, mengalami banyak kesusahan, mengalami banyak penderitaan yang akan membawa kepada keputusasaan. Sebab akan datang saatnya Tuhan akan menyatakan kepadanya siapa dirinya yang sebenarnya.
Tetapi jika kita selalu merasa tidak mampu hidup tanpa Tuhan, merasa tidak dapat berbuat apa-apa kalau bukan karena kasih karunia Tuhan, maka saat itu juga Tuhan akan tampil dan bertindak untuk memberikan kekuatan. Tuhan sendiri akan menyatakan pertolongan-Nya yang begitu dahsyat untuk menolong kita dalam segala hal, baik dalam suka maupun dalam duka. Tuhan itu sungguh-sungguh dapat diandalkan dalam segala hal.
Maka dalam Yosua 1 : 5; 10 : 8 dua kali Tuhan berfirman kepada Yosua (=mendapat firman nubuat) tentang janji Allah yang akan memberi kemenangan yang luar biasa. Tuhan memberi firman nubuat untuk meyakinkan Yosua bahwa Allah ada dipihaknya dan akan selalu menyertai perjalanannya, supaya Yosua dan bangsa Israel yang dipimpinnya itu tidak ragu-ragu menghadapi peperangan yang sudah ada di depan mereka.
Maka sebagai jemaat Tuhan, kita harus memperhatikan kebenaran firman Tuhan ini: seorang pemimpin yang mau mengikut Tuhan dengan setia dan sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran firman Tuhan patut kita teladani dan kita ikuti. Jangan coba-coba lari dari penggembalaan dan jangan coba-coba hidup di luar kebenaran. Sebab kalau lari dari penggembalaan dan kalau tidak setia melakukan firman Tuhan, maka musuh akan menguasai hidupmu, engkau tidak akan bisa disebut sebagai pemenang. Sebab kepada seorang pemimpin yang telah dipilih Allah, Tuhan sendiri akan menyatakan penyertaan-Nya untuk memberikan kemenangan yang luar biasa. Maka sebanyak apapun musuh kita, sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, jika kita mau mengikuti firman penggembalaan, seperti Israel mau dipimpin oleh Yosua, Tuhan pasti akan memberikan kemenangan yang gilang gemilang, yaitu kita bisa menjadi pemenang yang lebih dari orang-orang yang menang.
Matius 7 : 21 - 23 = banyak orang berhasil memanggil nama Tuhan, berhasil melayani Tuhan, seperti berhasil bernubuat, berhasil mengusir setan dan berhasil mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan, tetapi sayang tidak berhasil dikenal oleh Allah. Sangat berbeda dengan Yosua yang behasil memimpin bangsa Israel sekaligus hidupnya juga berhasil menjadi orang yang dikenan oleh Allah. Itu sebabnya setiap orang yang mau hidup di dalam ibadah dan penggembalaan yang benar, Tuhan akan menunjukkan penyertaan-Nya untuk memberikan kemenangan, kita menang terhadap keinginan kita sendiri, menang terhadap pekerjaan setan dan juga terhadap segala keinginan-keinginan yang duniawi. Inilah bentuk peperangan yang harus kita menangkan. Haleluya....!!
